Cerita Saya

Mari Belajar Berkemah : Barang-Barang Yang Harus Dibawa

Berkemah sebetulnya kata relatif baru buat saya, baru dalam arti baru 10 tahunan….yaitu sejak saya pindah ke Amerika.

Sebelumnya saya tidak pernah berkemah sama sekali, jangankan kemah di alam, kemah di belakang sekolah sebagai pramuka saja tidak pernah! 😉

Eh…bentar…pernah sih kemah sekali, waktu SMA, itu juga karena mau ngecengin kakak kelas yang anggota pencinta alam, sehabis itu kapok wae!

Saya mengkategorikan diri sebagai anak kota – senangnya nangkring di mal, kafe, rumpi-rumpi, belanja- belanji. Suami kebalikan 180 derajat! Dia alergi dengan mal, ataupun hiruk pikuk kota, maklum, dia besar di taman propinsi gitu loh.

Jadilah setelah imigrasi ke Amrik, saya dididik untuk berkemah ria.

Di tulisan saya kali ini, saya mau berbagi tip dalam hal berkemah, terutama untuk pembaca yang masih amatir dalam hal perkemahan. 😉

Yang jelas ni..saya sudah lebih dari 10 kali berkemah ria, tetap saja tiap kali berkemah, adaaaaaaaa saja yang ketinggalan!! 😉

Dari mulai ketinggalan atap tenda (ini parah!), grill kompor, pemantik api, selimut dan seterusnya.

Tidak usah panik, jalani saja!

Mari mulai dengan

Perlengkapan Dasar Utama Berkemah :

  1. Tenda – hari gini, berbagai jenis tenda tersedia di banyak toko, dari mulai Walmart, Target, sampai toko-toko khusus kemping : ProBass, Cabellas, REI. Quest, dsb. Merek tenda juga amat beragam, punya kami kebetulan mereknya COLEMAN – yang memang nama yang berakar di dalam hal perkemahan. Tenda juga tersedia berbagai ukuran : satu hingga 10 orang plus hewan peliharaan! 😉
  2. Kompor – mau pilih kompor satu atau kompor 2. Punya kami kompor dengan 2 tempat memasak. Nah, yang harus di perhatikan, kompor seperti kami ini ada bagian lepasan : grill, penyambung gas dan gas nya sendiri. Pastikan kompor anda , komplit semua bagiannya. Saya pernah bawa kompor, tapi lupa grill, sekali lagi lupa penyambung gas, lain kali lupa beli gas! halagh! 😉
  3. Kantong tidur (sleeping bags) , tipenya juga beragam, dari yang mahal sampai yang murah. Yang membedakan harga itu kehangatan si kantong tidur. Terus terang saya tidak terlalu ‘pusing’ karena kita selalu usahakan kemping di musim panas dan sering kali juga kami selalu bawa selimut tambahan. Tapi memang harus di akui, merek tertentu kualitasnya lebih OK (dan lebih hangat!)

sleepingbags

Kayaknya 3 hal di atas itu the must bring items ya, karena kalau tidak bawa salah satu dari 3 barang di atas yah..pulang saja deh….;-)

Setelah 3 barang utama di atas, dibawah ini adalah barang-barang keperluan kedua (secondary)  tapi juga lumayan penting untuk di bawa saat kemah :

  • Matras – kami sendiri pernah melakoni tanpa matras (hanya kantong tidur), pernah dengan alas foam tipis, pernah juga dengan matras tiup dan terakhir dengan matras ‘memory foam’. Setelah melakoni semuanya, kesimpulan saya, kalau ada ruang di mobil bawalah matras tiup plus alas tipis untuk melapisi matras dengan tenda di kala hujan. Agak-agak capek memang untuk meniup si matras kalau tidak punya pompa elektrik, tapi matras tiup paling nyaman dan paling tidak makan tempat.
  • Sepatu : tergantung kemahnya dimana? kami kebanyakan kemah di daerah dimana banyak kontak dengan air, saya pilih pakai sepatu ‘mesh‘, tetap tertutup (bukan sandal), tapi cepat kering. Memang di pasaran ada sandal outdoor – merek Teva contohnya, cuma saya paranoid kalau kaki terinjak lumpur atau binatang, jadi saya selalu pilih sepatu tertutup. Sepatu yang saya contohkan disini sepatu lama, tapi favorit saya , karena ya itu, mudah kering dan kaki tetap terlindung.wp-1468063545793.jpg

Sementara suami selalu pilih pakai hiking boots. Sekali lagi tergantung terrain yang akan dilakoni. Merek sepatu outdoor yang bagus itu biasanya Merrel, Columbia, North Face, J-41, Teva. 

  • Obat nyamuk : ini sudah pasti! dan jangan pilih yang imut-imut – yang berupa gelang misalnya. Pilih yang ‘hardcore‘ karena serangga di hutan ganas!Pilih yang Deep Wood istilahnya. Memang beberapa orang takut akan ‘racun’ dari si obat nyamuk, jadi pilih yang tanpa DEET, tapi berdasarkan pengalaman, saya dan anak selalu kena gigit serangga, karena kami berdua bermain di air dan malas untuk mengoles si obat nyamuk lagi. Mau yang semprot atau oles, sama saja, tapi jangan cuma pilih yang di klip, kalau mau pilih yang klip, itu tambahan, tetap pakai juga yang semprot.Dua kali sudah saya dan anak kena gigitan serangga setelah pulang kemping…weleeeeeeh….BT banget deh kalau sudah begini…gatelnya tidak kelar berhari-hari! Ini salah foto salah satu bekas gigitan serangga di dekat siku saya…ini cuma satu dari 5 tempat gigitan lainnya di kaki dan tangan saya!!0717161608.jpg
  • Plastik Terpal – setelah kehujanan lebih dari satu kali, saya sarankan kalau selalu bawa terpal deh. Kenapa gitu? Karena bahan tenda kebanyakan dibuat dari plastik ringan – untuk kesejukan tenda, supaya adem istilahnya, tapi juga yang artinya kalau kena hujan, terutama hujan deras, bukan tidak mungkin akan merembes. Kalau mau bawa plastik terpal, jangan lupa bawa tali atau bungee rope untuk menyangkutkan si terpal ke pohon atau ke tanah.

0709160724b.jpg

  • Peralatan makan : piring kertas, sendok, garpu (dan pisau). Mangkuk dan gelas kurang perlu, karena selalu minum langsung dari botol.
  • Peralatan masak : panci, penggorengan, pembuka kaleng, pisau, talenan, sendok pengaduk masakan.
  • Obat-obatan : plester, antibiotik, pembersih luka, obat turun panas, obat setelah digigit serangga
  • Senter! perlu sekali untuk penerangan ke kamar mandi dan di sekitar kemah, ingat loh, perkemahan biasanya minim fasilitas penerangan alias lampu.
  • Lighter & Fire starter – kemah tanpa menyalakan api unggun, ibarat ke outlet tapi tidak belanja ;-). Kadang tidak selalu gampang menyalakan api dengan modal lighter dan kayu, dengan pakai fire starter, api jadi lebih mudah dinyalakan.
  • Kursi lipat – secara umum, di kebanyakan lokasi perkemahan selalu ada meja dan bangku piknik, nah kursi lipat ini biasanya untuk dekat dengan api unggun.  Tidak penting-penting amat, tapi enak untuk dipakai ngeriung di api unggun
  • Tisu alias paper towel – buat ngelap ini itu
  • Selimut tambahan
  • Bantal
  • Taplak meja lipat – buat melapisi si meja piknik
  • Sandal jepit – buat bolak balik ke kamar mandi kan! 😉

wp-1468063541126.jpg

Sudah selesai daftar diatas, ada lagi ni daftar barang-barang tambahan lainnya, yang tidak perlu-perlu amat, tapi nice to bring

  • Hammock – buat nyantai di antara pohon…;-) .

Kalau jaman awal-awal kemping, hammock yang tersedia selalu yang jala-jala, yang riweh buat di pasang dan riweh buat disimpan; sekarang ini, ada hammock baru yang terbuat dari bahan dan mudah dibongkar pasang.

  • Lentera – tidak perlu-perlu amat, tapi menambah efek romantis – lah apa coba?? Eh serius deh, lentera tidak selalu perlu, tapi bisa dipakai untuk penerangan di sekitar tenda – selain api unggun dan senter.
  • Tongkat jalan alias walking stick : silahkan diketawain, masih muda begene koq sudah pakai tongkat gitu? ha…ha…ha..tapi bener deh, tongkat jalan ini menolong sekali saat naik turun trail. Tongkat ini juga merekanya banyaaaaak dan harganya bisa diatas $100!! saya pilih yang harga tengah-tengah, yang penting fungsinya lah!
  • Biogradeable Camp Soap : untuk nyuci peralatan dapur tapi tidak meninggalkan bau wangi – yang di banyak tempat kemah dilarang keras.
  • Funky Flames : ini mah beneran buat lucu-lucuan , bisa buat si api berwarna – warni, seru saja gitu 😉

funkyflames (2)

  • Peralatan masak tambahan: pembungkus aluminum, pemanggang roti, tusukan buat masak hotdog

Gimana? Riweh? Tidak lah. Asik dan seru koq!

Yuk kemping yuk!

Liburan Musim Panas 2016 : Explorasi Hutan DuPont

7 -9 Juli 2016

Tanggal 7 Juli, setelah selesai hiking , dari perkemahan Davidson River, kita pindah ke perkemahan Black Forest Family.

Perkemahan ini karena di kelola swasta, fasilitasnya lebih lengkap : ada kolam renang, ada ruang permainan elektronik, ada toko kelontong mini, penyewaan sepeda, dan ‘bioskop’ kecil. Di hari Sabtu dan Minggu, pengelola membuat acara sarapan pancake untuk penyewa.

Dari jalan , pengunjung bisa lihat tanda perkemahan berupa gambar beruang imut-imut.

Di perkemahan ini , kita dapat ruang lokasi 302, di jalan ‘Frankfuter’ , dibanding Davidson, lokasi tenda lebih kecil dan juga tidak ada tempat menggantung lentera. Tapi kamar mandinya relatif lebih ‘beradab’ dan juga di lokasi ada tempat untuk listrik.

blackforestcampground

Enaknya lagi karena ada toko kelontong di lokasi, pengunjung bisa beli keperluan dengan cepat, contohnya kami akhirnya beli plastik terpal, karena di malam kedua, sempat hujan, meskipun tidak deras, tapi membuat tenda agak lembab.

Setelah selesai mendirikan tenda, malam pertama karena kita tiba di lokasi belum terlalu malam, kita santai-santai di kolam renang. O iya, malam ini kita tidak masak di kemah, karena masih kenyang makan di kota sebelum ke lokasi perkemahan.

Jumat 8 Juli 2019.

Dari informasi yang di dapat di pendaftaran, kita tahu kalau di DuPont ada beberapa lokasi air terjun, diantaranya :

  • Air terjun Hooker – salah satu lokasi pembuatan film The Last of Mohicans
  • Air terun Triple – konon ini air terjun di film Hunger Games
  • Air terjun ‘High’
  • Air terjun
  • Air terjun Connesstee

Empat air terjun pertama lokasinya boleh dibilang di satu tempat, jadilah kita putuskan untuk mendatangi air terjun tersebut.

Dari perkemahan ke lokasi air terjun Hooker/Triple/High itu tidak jauh, mungkin sekitar 15 menit dengan mobil. Lalu ya harus jalan kaki lagi ke lokasi masing-masing air terjun. Air terjun Triple/High/Grass Creek itu di satu arah, sementara air terjun Hooker di arah yang berbeda dengan ketiga air terjun pertama.

wp-1468359914456.jpg

Air terjun pertama yang kami datangi itu air terjun Hooker.

wp-1468359927756.jpg

Bentangannya lebar dan airnya banyak, yang seru, selain pengunjung bisa berenang di sekitar air terjun, pengunjung bisa ‘duduk-duduk’ di depan dan dibelakang air terjun. Sayangnya saya agak-agak cemen, meskipun saya sudah pakai baju renang…..jadi cuma anak saya yang berani duduk di depan dan belakang si air terjun.

Kalau anda berani, saya saranin sekali untuk ke air terjun sedekat mungkin!

2016-07-510

Si kecil bermain di air terjun

Selesai berbasah-basah di air terjun Hooker, kita lanjutkan perjalanan lagi ke air terjun ‘Triple’/’High;.

Untuk ke lokasi ‘Triple’, dari air terjun ‘Hooker’ kita harus berbalik arah.

Lokasi ‘Triple’ dan ‘High’ ini satu arah lah. Yang pertama di jumpai itu Triple, untuk ke air terjun High, harus mendaki lagi sekitar 1-2 mil.

wp-1468063606035.jpg

Di perjalanan menuju lokasi air terjun, pengunjung bisa melihat si air terjun dari kejauhan, asli cantik! ada 3 air terjun di satu lokasi (makanya dikasih nama ‘Triple’)

Pengunjung bisa ‘turun’ ke bagian tengah air terjun kedua dari air terjun’Triple’,tapi di tidak boleh berenang. Ada bagian dari sungai ‘Triple’ yang bisa untuk berenang, tapi bukan di lokasi air terjunnya sendiri.

wp-1468063567234.jpg

Air terjun Triple di latar belakang

Untuk ke lokasi air terjun ‘High’ boleh dibilang kita dah ‘semaput’…..rasanya koq tidak sampai-sampai. Tapi setelah menggeret kaki, tibalah kita di lokasi air terjun High..dan asli….cannnnnnnnnnnnnntiiiiiik sekali!!

Air terjunnya bergemuruh, sejuk dan spektakuler lah istilahnya!

Di jamin tidak menyesal sampai di lokasi. Pengunjung bisa berfoto amat dekat dengan air terjun, tapi tidak bisa berenang di depan air terjun. Tapi di bagian dasar air terjun, pengunjung bisa berkecipak kecipuk dan berenang. Terus terang saya bisa berlama-lama disini, habis indah sekali tempatnya!

DSCN4521

Air Terjun High

DSCN4522

Adem Rasanya Disini…

DSCN4532

Sedikit Menjauh Dari Air terjun

Dari sini, kita balik ke tempat parkir, tapi sebelumnya mampir di ‘swimming holes’ di bagian dari air terjun Triple.

Di lokasi ini , saya akhirnya beranikan nyemplung ke air, itu juga karena saya pastikan dulu kalau airnya dangkal….;-)

2016-07-511

Selesai basah kuyup di sini, kami balik ke tenda untuk istirahat.

Besok pagi kami pulang ke Louisville membawa kenangan yang mudah-mudahan di ingat selalu.

Sampai di liburan berikutnya!

Liburan Musim Panas 2016 : Kemping di Hutan Alam Pisgah (Bagian 3)

7 Juli 2016

Hari terakhir di perkemahan Davidson River. Kita kudu pindah ke lokasi perkemahan kedua.   Apa rencana hari ini?

Setelah hari sebelumnya, kami belajar kalau ternyata ada beberapa lokasi ‘swimming holes‘ yang kelihatannya cukup seru untuk si kecil bermain. Juga ada 2 lokasi air terjun lainnya yang berdekatan dengan lokasi swimming holes. Jadi hari ini kita putuskan untuk bergantian antara hiking ke air terjun dan main di swimming holes.

Tujuan pertama itu ke swimming holes di tempat piknik Coontree. Lokasi Coontree itu sejalan dengan pusat informasi Pisgah, di sebelah kiri jalan dari perkemahan kita.

Di sini, anak-anak bisa memanjat tebing disisi sungai untuk kemudian loncat ke sungai – ada lokasi yang dalam di mana anak-anak aman untuk meloncat.

Yang kita paling ingat di sini adalah, si kecil berdiri di bagian sungai yang sangat bening dan ada seekor ikan melewati dia. 😉

Dari Coontree kita ke air terjun Slick Rock. Yah, kecewa, karena ini tipe air terjun tetesan wae…

SlickRockFalls

Bergegaslah kita ke tujuan selanjutnya yaitu lokasi perkemahan Cove Creek untuk melihat air terjun Cove Creek. Untuk mencapai lumayan jauh, tapi ada bagian dimana kita bisa lihat air terjun kecil yang lumayan cantik. Jadi kalau kamu ogah lihat ke air terjun utama – yang volume airnya tidak terlalu spektakuler, saya bilang sih, cukup jalan hingga ke air terjun kecil ini.

2016-07-57

Air Terjun Mini di Cove Creek

0707161144b.jpg

Air Terjun Mini di Cove Creek

Perjalanan ke air terjun utama, memakan waktu kira-kira 30 menitan, pertama kita sampai di atas air terjun, lalu, kita harus turun lagi untuk mencapai di bagian bawah air terjun. Air terjun Cove Creek punya bentangan yang lebar, tapi volume airnya tidak terlalu banyak dan banyak rubuhan pohon.

0707161233b.jpg

Selesai Cove Creek, kita menyeberang ke tempat parkir, karena di belakang tempat parkir ada swimming holes lainnya untuk si kecil bermain air.

Swimming holes Cove creek lumayan seru, karena ada bagian dangkal dimana pengunjung seperti saya yang takut tenggelam (atau malas basah kuyup) bisa berkecipuk di air, ada bagian dimana pengunjung bisa loncat ke air dari tebing, dan ada bagian dimana pengunjung bisa merosot dari ‘air terjun’ dan ada bagian dimana kita bisa duduk saja ibarat di kolam jacuzi. Komplit ya??

2016-07-58

Puas main air, kita pergi lagi menuju tujuan terakhir, air terjun Courthouse. Untuk mencapai air terjun ini, dari jalan 475, harus cari jalan kecil 140. Masuk di 140, terus saja hingga melewati 4 jembatan kecil, akan terlihat mobil-mobil parkir di pinggir jalan. Disisi kiri akan terlihat tanda trail ke Courthouse.

Air terjun Courthouse sendiri tidak terlalu besar, tapi cukup cantik dan pengunjung bisa berenang di bawah air terjun (kalau mau).

0707161611a.jpg

Air Terjun Courthouse

DSCN4434

Selesai di air terjun Courhouse berarti selesai juga explorasi kita di Pisgah, karena sekarang kami akan pindah lokasi kemah ke DuPont!

 

Liburan Musim Panas 2016 : Kemping di Hutan Alam Pisgah (Bagian 2)

Hari mengexplorasi air terjun!!

Entah kenapa, saya itu kalau liburan, kemping terutama, malah semangat bangun pagi. Mungkin karena terbangun oleh suara kicauan burung ya? Tapi suami dan anak sih sami mawon, mereka tetap tidur dengan lelapnya.

Pagi-pagi kita sarapan dengan kentang serut dan telur orak-arik, yang jelas kudu ada proteinnya, karena kami akan banyak jalan biar tidak kelaparan….ha…ha…ha

DSCN4188

Setelah beres-beres, berangkatlah kita ke pusat informasi Pisgah yang lokasinya cuma 10 menit dari perkemahan.

Disini kita ambil peta dan tanya-tanya tentang lokasi air terjun :

  1. Air terjun Looking Glass
  2. Air terjun Daniel Ridge/Jackson
  3. Air terjun Graveyard
  4. Air terjun Slick Rock
  5. Air terjun Courthouse
  6. Air terjun Moore
  7. Air terjun Cave Rock
  8. Air terjun Sliding Rock

Banyak ya??  Maunya saya sih kam tengokin semua, tapi beberapa air terjun di atas memakan waktu yang lumayan lama untuk didatangi – berhubung kami bawa si anak, jadi harus dibatasi jalan ke air terjun yang tidak lebih dari 3 mil.

2016-07-52

Air terjun pertama yang kita kunjungi itu air terjun Looking Glass (LG). Lokasi (LG)itu gampang, dari pusat informasi tinggal jalan ke arah utara , di sebelah kiri akan ada tanda LG dan kelihatan banyak mobil-mobil parkir di tepi jalan.

Untuk melihat LG, pengunjung cukup turun tangga yang tidak terlalu tinggi dan sudah bisa melihat si air terjun.Di air terjun LG, pengunjung bisa melihat dari dekat – bahkan berenang – kalau mau.  Saya dan anak menyeberang sungai dari satu sisi ke sisi lain.

Ini salah satu air terjun favorit saya! tidak terlalu sulit untuk di capai dan jumlah air cukup banyak – tidak hanya tetesan saja.

Dari LG, kita jalan lagi, tetap di jalan yang sama 276, untuk ke air terjun berikutnya : Moore Cove . Yah, air terjun ini terus terang agak mengecewakan, volumenya airnya sedikit dan jarak pencapaian lumayan jauh. Kalau mau, lokasi ini boleh di lewatkan lah.

Dari Moore Cave, kita istirahat makan siang di pinggir kali pakai indomie goreng…he…he…he..

Selanjutnya kita jalan terus sampai ketemu Blue Ridge Parkway Highway, waduh di sepanjang jalan ini kita bisa berhenti di beberapa lookout untuk melihat pemandangan cantik-cantik.

 

Nah, waktu kami berhenti di salah satu overlook, koq lihat banyak mobil-mobil parkir ya? Yang ada kami ikutan parkir, dan mengikuti kemana arus pengunjung pergi. Tidak ada tanda di sekitar lokasi kecuali penanda kecil dengan angka 417 ini :

DSCN4300

Ya sudah, nekat saja pikir kami, sempat bertanya dengan salah satu hiker, dia bilang ini ke air terjun Courthouse ; Well, pikir kami, yang penting menuju air terjun lah.

Wah ternyata yang kami temui lebih seru dari air terjun, yang kami temui itu lokasi berenang, komplit dengan kolam kecil , tempat loncat dan air terjun ibarat di jacuzi. Belakangan kami baru tahu kalau lokasi ini disebut dengan ‘Skinny Dip‘ – memang tidak ada tanda terlihat di jalan untuk lokasi ini, ibaratnya ‘hidden gem‘ kata petugas di pusat informasi.

Kami menghabiskan waktu cukup lama disini, si kecil senang sekali, karena dia bisa terjun dari tepi batu, bisa berenang di kolam kecil..seru lah pokoknya!

 

Selesai berenang di Skinny Dip, kita lanjutkan lagi perjalanan di Blue Ridge Park Highway, di salah satu tempat parkir di overlook, Devils Courthouse pengunjung bisa lihat tebing batu di kejauhan – yang ternyata bisa di di daki! Jadilah kita naik naik ke tebing….asli pegel!!

DSCN4305

Bayangkan saja dari tempat parkir ini :

DSCN4324

Ujung tebing dari tempat kami parkir

Naik ke tebing :

DSCN4323

Tapi memang pemandangan dari tebing, cantik! jadi relalah kudu jalan ke atas 😉

Turun dari Devils Courthouse, tujuan terakhir hari ini adalah ke Sliding Rock sebelum kembali ke kemah.

DSCN4329

Sliding Rock ini satu-satunya lokasi atraksi yang pengunjung harus bayar tiket masuk sebesar $2 – cuma terima uang tunai atau cek.

Apa gitu Sliding Rock?  Di SR, pengunjung ibaratnya main perosotan alami untuk nyemplung ke sungai. Seru? Banget! anak saya tidak mau balik ke kemah!

Dari SR, kita balik ke kemah, untuk makan malam dan istirahat untuk explorasi besok!!

 

 

Liburan Musim Panas 2016 : Kemping di Hutan Alam Pisgah (Bagian 1)

 

Liburan musim panas kali ini, Saya agak sedikit lebih terencana. Kalau sebelum-sebelumnya saya suka ‘asal’ tunjuk tempat tujuan, kali ini saya dari jauh-jauh hari sudah beri tahu suami dan anak kalau kita akan pergi kemping ke hutan Pisgah di negara bagian Carolina Utara.

Kebetulan tahu Pisgah dari hasil ngobrol ringan dengan klien, dia bilang banyak air terjun cantik di daerah itu. Ya sudah, jadilah saya cari-cari info dimana kita akan kemping yang dekat dengan Pisgah.

Meskipun tahu mau kemana, cuma kita agak-agak reseh menentukan waktu liburan, setelah bolak balik ganti tanggal, akhirnya dipastikan saya dan suami akan cuti di minggu hari kemerdekaan Amerika, yaitu 4 Juli.

Enaknya kami ibarat dapat tambahan hari libur, tidak enaknya, tempat liburan biasanya penuh karena sebagian besar penduduk Amrik memanfaatkan hari libur ini juga.

Setelah dapat ‘OK’ dari suami, saya langsung cari-cari tempat kemping. Untunglah saya dapat 2 malam di perkemahan Davidson River…eh waktu lihat-lihat lagi, ternyata di dekat Pisgah ada yang namanya hutan DuPont, dan juga ada beberapa lokasi air terjun.

Tanya lagi ke suami, mau tidak liburannya diperpanjang dari 2 malam jadi 4 malam, dia oke-oke saja.

Tapi di lokasi Davidson River, cuma tersedia 2 malam saja, terpaksa cari lokasi kemping lainnya ; ketemulah Perkemahan Black Forest Family , yang cuma 30 menitan dari lokasi kemping pertama dan dekat dengan lokasi air terjun.

Jadilah saya pesan 2 malam di lokasi perkemahan sungai Davidson dan 2 malam lokasi Black Forest.

Kita berangkat hari Selasa tanggal 5 Juli, sengaja tidak ambil akhir pekan 4 Juli, karena kita mau menghindari keramaian.

Dari Kentucky, kita berkendara ke arah timur sampai masuk negara bagian Tennessee, untuk kemudian masuk ke Carolina Utara. Total perjalanan kira-kira 7 jam-an. Berangkat jam 10-an, sampai di lokasi kemah jam 6 lebih.

Dan seperti biasa, saya harus ngeceng di perbatasan negara bagian dong, sebagai bukti otentik kalau pernah di lokasi…he….he…he..

Pemandangan menuju lokasi itu lumayan cantik dan menyejukkan, maklum kita kan menuju pegunungan Apalachian, rentang pegunungan tertinggi kedua di wilayah Amerika.

2016-07-5

Pemandangan di Interstate antara Tennessee dan Carolina Utara

Sampai di lokasi perkemahan, kita tinggal tunjukkan email pemesanan tempat, oleh petugas kemping diberikan tanda masuk dan peta lokasi kemah. Lokasi kemah kita itu nomor 40, dekat dengan kamar mandi, jadi tidak perlu jauh-jauh kalau harus ke belakang di tengah malam.

2016-07-060

Langsung kita bongkar muatan dan mendirikan tenda, ayunan dan juga menyiapkan makan malam dan pasang api.

2016-07-51

Kemah Pertama

Siap-siap untuk berhiking ria besok!

 

 

 

 

Liburan Musim Panas!

Yay! Akhirnya liburaaaaaaaaaaannnnnnnnnnnnnnn!!!

Libur kali ini keluarga kami bakalan berkemping ria di negara bagian Carolina Utara, di hutan nasional Pisgah dan Dupont.

Kenapa pilih dua tempat itu?

Saya aslinya orang kota banget, tapi sejak pindah ke Amerika, ‘dididik’ suami untuk berpetualang di alam. Dari mulai ogah, sampai akhirnya jatuh cinta juga dengan alam.

Jadilah saya selalu pilih untuk liburan ke alam terbuka, tapi ada syaratnya!

Yaitu saya ogah kalau cuma hiking doang tidak ada tujuan, cuma mutar-mutar doang (loop) : saya maunya ada tujuan : apa itu danau, sungai geyser,dan yang paling saya favoritkan adalah ada air terjun!!

Sebalnya di tempat saya tinggal sekarang, kondisi alamnya cenderung datar, jadi tidak banyak air terjun yang bisa dikunjungi – harus keluar dari negara bagian, ke arah pegunungan Apalachian. Dan yang dekat-dekat semua sudah kami santroni.

Jadilah dari jauh-jauh hari saya sudah cari-cari tempat asik untuk liburan tahun ini.

Nah, berkat bergaul di Instagram, dan rumpi dengan pelanggan di tempat kerja tentang hobi saya jalan ke air terjun, dua tempat ini lah yang menjadi tujuan keluarga kami tahun ini;-)

Gimana saya tidak penasaran untuk menjelajahi tempat ini? ! Ada 8 air terjun di masing-masing tempat! DELAPAN.

Wuih, betapa super girangnya saya!! semilir air terjun di tiup angin sudah terbayang di pikiran!

Tunggu ceritanya lengkapnya ya!!!!!!!

Sebelum saya kirim foto beneran kami berkemping ria, begini kira-kira suasana di tempat kemping…;-)

Puasa Yuk….

Puasa. Buat orang Indonesia, kata puasa itu kata yang lumrah, kita semua tahu arti kata puasa.

Buat orang Amerika, kata puasa itu cenderung asing dan aneh, apalagi yang namanya puasa sebulan penuh. Kecuali di kota-kota besar yang lebih beragam penduduknya, orang-orang Amerika boleh dibilang ‘buta’ tentang puasa di bulan Ramadan.

Saya kebetulan orang Islam, yang memilih untuk berpuasa di bulan Ramadan. Bedanya dengan puasa di Indonesia, puasa di negara 4 musim seperti Amerika itu bikin berpuasa sedikit lebih unik, karena perbedaan musim….yang artinya perbedaan kapan terbitnya matahari dan tenggelamnya matahari.

Di musim panas, dimana matahari terbit sejak jam 5 pagi misalnya dan tenggelam jam 9 malam , jelas waktu berpuasa jadi lebih lamaaaaaaaaaaaaa…….

Kuat gitu? kuat-kuat saja sih, banyak teman-teman yang sesama muslim yang saya kenal, nyantai-nyantai saja puasa lebih dari 12 jam.

Kalau buat saya, yang jelas saya tidak lagi menghitung sekian jam…dilakoni saja, dan untungnya saya kerja dan lingkungan kerja saya, pegawai tidak bisa ngemil, jadi ya lempeng-lempeng saja puasa saya.

Yang agak lebih riweh buat saya itu, karena pasangan dan anak tidak berpuasa, saya harus tetap menyediakan makan malam untuk mereka sebelum saya sendiri makan. Agak-agak BT memang…tapi ya itu, dilakoni saja lah….

Kalau pas tinggal di Indo, saya ngabuburit di mal, di sini jam 8 malam, saya ngacir ke kolam renang untuk olah raga menunggu waktu berbuka. Lumayan menghabiskan 1 jam tidak terasa karena adem dan juga sehat!

Berhubung saya orangnya tidak religius (dan agak anti sosial), saya tidak pernah ikutan berbuka puasa di mesjid setempat, tapi dekat saya ada 2 mesjid yang menyelenggarakan acara berbuka bersama setiap akhir pekan.

Yang anehnya lagi, waktunya berbuka saya tidak terlalu lapar juga (mungkin karena saya banyak simpanan lemak ya?????)….cukup panaskan nasi dan makanan apa adanya di kulkas.

Enaknya puasa di Amrik itu, tidak banyak godaan makanan minuman….tergiur makan hamburger gitu? yah enggak deh…atau pizza? atau sandwich? NOPE.

Kecuali ada yang nawarin ayam goreng Mbok Berek atau sop buntuk Borobudur tuh atau es teler Sari Ratu..baru deh saya kelimpungan!!! ha…ha…ha..

Buat saya benar sekali kalau dibilang puasa itu untuk menahan nafsu….jadi tidak ‘kalap’ mau makan di luar terus misalnya…atau ‘kalap’ mau beli makanan ini itu…termasuk juga menahan nafsu untuk belanja baju! he….he….he…

Kemarin itu ada wartawan Resty Armenia dari CNN Indonesia sempat mewawancarai saya via Facebook, bisa dibaca disini ya!

Kalau ada pembaca yang mau berbagi cerita tentang berpuasa, sok atuh cerita di komentar!

..

 

 

 

 

 

 

Toko Bumbu, Minyak dan Rempah-Rempah

Saya mengaku saja kalau tidak suka masak, anehnya saya suka melihat (dan beli) bumbu-bumbu ataupun rempah-rempah ini itu.

Maksudnya mau cari gampang, daripada bingung harus beli bumbu 7 rupa untuk buat satu masakan, mending cari paket yang sudah jadi, tinggal taburin ke daging, wis beres. Gitu kali ya?

Nah, di Amrik banyak lah yang namanya bumbu botolan tinggal jadi. Bumbu botolan, maupun bumbu lepasan bisa dibeli di supermarket, toko kelontong, online, maupun toko khusus bumbu dan rempah. Rasanya cocok-cocokan juga sih, tidak selalu dijamin enak. 😦

Tapi saya tetap semangat untuk selalu mencoba!

Kebetulan hari Minggu (4 April 2016), waktu kami kelayapan di kota Madison, Indiana, ada toko namanya Galena. Dari luar kelihatannya toko ini cuma jualan minyak zaitun / balsamic, yang sebetulnya saya kurang suka – karena masih bingung memakainya. Tapi karena dasarnya saya ya itu, suka dan selalu ingin tahu hal-hal yang berkaitan dengan masak memasak, jadilah kami masuk ke toko ini.

Wah, ternyata toko ini bukan cuma jualan minyak zaitu dengan berbagai rasa! tapi juga jualan berbagai bumbu racikan, bumbu satuan, acar, manisan buah (reserve), kopi, selai bumbu buat colekan (dipping), paket sup , pasta dengan berbagai rasa. Dan semuanya buatan rumahan!

Saya banyak tanya masalah si minyak zaitun dengan  rasa bermacam-macam. Ada rasa daun ketumbar dan jeruk nipis, ada rasa kopi, ada rasa habanero, ada rasa chipotle, jeruk, dan banyaaaaaaaaaaak lagi!

Gimana gitu memakainya? Ternyata bisa dipakai apa adanya sebagai bumbu salad, dicampur dengan minyak zaitun rasa yang berbeda dan digunakan untuk merendam masakan. Usahakan mencampur 2 rasa yang bertolak belakang. Misalnya, minyak zaitun rasa madu dan jahe dicampurnya dengan minyak zaitun jeruk, supaya rasa manis dari madu di kombinasi dengan rasa asam dari jeruk.

Yang enaknya kalau belanja di toko lokal seperti ini, pengunjung bisa mencicipi dulu baik minyak zaitun ataupun bumbu racikan yang dijual ( di supermarket tidak bisa lah ya!)

Saya agak-agak terserang panik belanja mau beli bumbu racikan macam-macam, terutama karena ada bagian internasional yang jual racikan bumbu Tangine Maroko, bumbu kari Jepang, bumbu Korea, bumbu Tandori, dan banyak lagi deh! (sayang tidak ada bumbu masakan Indonesia)

Akhirnya saya pilih minyak zaitun dengan rasa madu dan jahe, jadi ada rasa manisnya dan sedikit ‘pedas’ dari si jahe. Untuk bumbu racikan, saya pilih piri-piri, bumbu untuk domba, dan bumbu racikan

Apakah saya jadi hobi masak setelah punya bumbu-bumbu ini? Ha. 😉

 

 

 

 

 

Saya Itu Tidak Cantik

Kemarin itu entah bagaimana, saya dan rekan kerja membahas tentang pernyataan saya bahwa ‘Saya itu tidak cantik’.

Menurut mereka, saya itu ‘cantik’. “Suri, you are beautiful! You need to know that!

Sementara menurut saya, kalau saya ngaku-ngaku cantik , saya bisa dianggap ‘gelo’ (karena jelas-jelas fisik saya tidak memenuhi standar cantik secara umum)

Gini loh.

Definisi cantik buat saya itu adalah kulit mulus, rambut mengkilap (boleh lurus, boleh keriting), wajah proporsional, hidung bangir, bulu mata lentik, bibir merekah dsb. Seorang perempuan itu dikategorikan cantik itu dimana baik laki-laki maupun perempuan berdecak kagum karena terpesona melihat si subyek.

Perempuan cantik terbiasa di goda lelaki, dikirimi tulisan untuk berkenalan, dipuji setiap saat, diikuti pemuja dimanapun mereka berada.

Adalah kenyataan kalau saya bukanlah perempuan tipe itu. Saya tahu saya tidak cantik, karena saya boleh dibilang tidak pernah mengalami hal-hal seperti diatas.

Saya terbiasa ditolak lelaki untuk kencan kedua, dicuekin lelaki di pesta waktu dikenalkan, atau sama sekali tidak diingat meskipun pernah kenalan. 😉

Oleh ibunda, saya dibesarkan bukan dengan segala pujian bahwa saya cantik seperti Cinderella atau Putri Salju. Ibu tidak pernah repot misalnya mengharuskan saya potong rambut di salon mentereng supaya rambut saya seperti rambut iklan sampo. Saya tidak pernah merasa panik kalau rambut salah potong misalnya, atau alis saya kurang sempurna seperti Brooke Shield, atau bibir saya kurang monyong seperti Angelina Jolie.

Tapi ibu mengajarkan saya untuk berpenampilan apik, bertutur bahasa santun, membuka wawasan pikiran seluas luasnya.

Saya mengerti kalau kecantikan fisik itu tidak abadi dan tidak bisa diandalkan dalam hidup. It’s not my forte.

Meskipun saya tahu saya tidak cantik, tapi bukan berarti saya tidak pernah merasa cantik. (feeling pretty)

Dan bukan berarti saya tidak mau mempercantik diri dengan perias muka.

Setiap perempuan pastilah punya kecantikan diri masing-masing.

Tidak semua perempuan dilahirkan cantik secara fisik, tapi semua perempuan punya kesempatan yang sama untuk merasa cantik di hati dan pembawaan diri.

Salah satu atasan saya sempat berkomentar seperti ini, waktu saya tanya apa wajah saya pasaran ?

You are that exotic Asian girl. You are not like the others. 

Mendengar komentarnya, saya mau tidak mau jadi tersenyum sendiri. 💞💟💞

image

Wajah asli 😇😇

0407160736

 

 

Jalan-Jalan : Madison, Wisconsin (bagian 2)

Hari Kamis, 7 April 2016.

Berhubung mobil saya itu cuma muat untuk 2 orang, saya sewa mobil dari Enterprise untuk bisa jalan-jalan dengan sepupu saya. Enaknya,  lokasi hotel saya Best Western West Towne Suite, itu berdekatan dengan lokasi penyewaan mobil Enterprise. Jadi saya tinggal minta jemput,  5 menit kemudian mobil jemputan datang, 10 menit kemudian saya, si kecil dan sepupu sudah melaju ke arah pusat kota Madison.

O iya, lupa bilang kalau Madison itu ibukota negara bagian Wisconsin, dimana di sini juga ada universitas besar, yaitu Universitas Wisconsin Madison. Kota Madison boleh dibilang diapit 2 danau besar, yaitu Mendota dan Monona.

Karena letaknya di utara, ada perbedaan cuaca yang cukup jauh antara tempat saya tinggal, Louisville, KY dan Madison, WI. Waktu saya berangkat, cuaca di Louisville sudah mulai hangat, sepatu boots sudah saya masukkan ke lemari, cukup pakai baju hangat ala kadarnya tapi di Madison, temperatur lebih rendah. Jadilah saya pakai baju hangat, rompi dan jaket kulit.

Kami sengaja parkir agak jauh supaya bisa jalan kaki melihat ini itu di pusat kota. Sama sepupu, dipilih untuk menyelusuri jalan State, di jalan ini bisa ditemui berbagai toko-toko unik, rumah makan, bar dan lain sebagainya.

Nah, State Capitol Building atau Balai Kota gitu ya? lokasinya di pusat kota Madison, sedikit berbeda dengan gedung-gedung balai kota yang pernah saya kunjungi, balai kota di Madison letaknya di tengah-tengah square. 

Selain itu juga, balai kota Madison itu strukturnya kalau dilihat dari atas seperti huruf X, di tengah-tengah ada kubah, dimana di puncak kubah ada patung perempuan bernama Wisconsin, sementara di salah satu sisinya ada lagi patung wanita bernama Forward.

Kami juga sempat masuk ke dalam gedung balai kota. Waduh, interiornya mewah sekali! tangga-tangga dihiasi dengan batu marbel (konon dari Itali) besar-besar. Langit-langit di dalam dihiasi dengan lukisan besar.

Malahan di salah satu ruangan, yaitu ruang konfrensi gubernur, seluruh langit-langitnya selain lukisan juga dihias dengan ukiran-ukiran yang semuanya menggunakan emas. Di ruangan ini juga ada tempat perapian terbesar.

Di ruangan lain, seluruh dindingnya menggunakan batuan alami, dimana pengunjung bisa melihat fosil yang tercetak di batu itu sendiri.

Pengunjung bisa ikutan tur keliling balai kota dengan pemandu tur,  kami pilih kelayapan sendiri saja dengan bekal buklet dan peta dari meja tamu.

 

Setelah selesai di balai kota, kami sempat mampir di Children Museum, biar si kecil tidak bosan, bisa main-main biar cuma sebentar. Children Museum di Madison ini boleh dibilang lebih di tujukan untuk anak-anak dibawah usia 5 tahun, untuk anak saya yang 10 tahun, tidak terlalu banyak hal menarik yang dia bisa lakoni. Yang jelas dia bisa manjat-manjat.

 

Dan juga kalau mampir di sini, jangan lupa ke atap, pemandangannya bagus, karena bisa melihat si danau dari kejauhan!

Yang saya sangat senangi dari perjalanan saya ke Wisconsin ini adalah kesempatan untuk makan di restoran Indonesia sebanyak dua kali!! Betapa senangnya hati ini bisa makan makanan tanah air tanpa perlu repot-repot masak!

Restoran Indonesia pertama yang saya kunjungi itu namanya Bandung, lokasinya di jalan Williamson. Kalap? Jelas! Tahu, tempe, otak-otak, lumpia, martabak, saya pesan untuk makanan pembuka!! Untuk masakan utamanya saya pesan nasi goreng untuk anak saya, gulai kambing untuk saya dan sepupu saya pesan udang goreng mentega.

 

 

 

Restoran Indonesia kedua yang saya kunjungi itu namanya JavaWarung, lokasinya di Appleton, Wisconsin. Saya makan disini waktu saya kunjungi teman saya yang orang Jepang, setelah kunjungan saya di Madison.

Disini sistemnya bufet, ketemu juga dengan pemilik resto, Jeng Enny. Yang saya tidak habis-habis comot disini itu lapis surabayanya dan kue gulung mocha…lembut dan enak!!