Cerita Saya

Jalan-Jalan Akhir Pekan : Ke Pelosok Kentucky Bagian Timur

Yay! Ada hari libur President Day!

Ini untungnya kerja di perbankan, dapat banyak tambahan hari libur yang pegawai lain tidak selalu dapat. Libur Hari Presiden kali ini, saya lebih siap, karena sudah jauh-jauh hari minta libur di tempat kerja kedua.

Jadi saya bilang ke suami, yuk jalan-jalan kemana gitu keq..bosen di Louisville melulu…

Lihat-lihat di IG, ada 2 air terjun yang kelihatannya asik juga untuk di kunjungi : air terjun Fall Lick dan air terjum McCammon. Lokasi si air terjun ini di daerah McKee, bagian timur negara bagian Kentucky.

Bojo pesan kamar di Cumberland Falls State Park resort – kami sudah pernah kunjungi tempat ini sebelumnya, tapi tidak menginap – jarak dari lokasi air terjun yang mau kami kunjungi agak jauh, tapi mau gimana lagi, tidak ada penginapan yang okeh di lokasi air terjun.

Dari Louisville, kami ambil jalan I64 ke arah Lexington, nah, dari situ agak-agak riweh nemuin akses ke Flat Lick Falls.

Dari awal trail ke air terjun, cuma 500 meteran…air terjunnya sendiri bagus juga….tapi koq tidak bisa sampai dekat sekali ya seperti di foto-foto yang saya lihat di Instagram ya?

Sedikit kuciwa..tapi tetap senang, karena berhasil menemukan lokasi air terjun.

Selesai foto-foto di Flat Lick, kami coba cari lokasi air terjun McCammon…waduh..yang ini lebih susah lagi! Di situs yang kami jadikan referensi tidak ada alamat yang jelas…setelah kami baca lagi, cuma tertulis di belakang Gray Hawk Community Park .Hah??

Ya sudah, kita cari lokasi Gray Hawk Community Park dulu, sudah ketemu, mentok di jalan buntu, kami turun dari mobil, celingak celinguk, bojo nemuin jalan setapak dan terdengar bunyi air di kejauhan.

Benar saja, jalan setapak itu adalah trail ke air terjun McCammon, haduuuhh….trailnya sempit dan terjal….kepikiran..harusnya bawa tongkat ni! sampai di lokasi, air terjunnya sendiri tidak terlalu besar, dan lagi-lagi cuma bisa dilihat dari kejauhan….

tiff infomation

 

Memang sih…air terjun di negara bagian Kentucky tidak terlalu spektakuler dibanding air terjun di negara-negara bagian disisi barat, karena dari segi geografi, tidak banyak pegunungan di Kentucky, cuma di bagian Apalacian saja – sementara di sisi barat ada rentang pegunungan Rocky yang lebih besar skalanya.

Kebanyakan air terjun disini boleh dibilang cuma air tetesan, tapi ya…masih cantik lah….

Kami akhiri hari ini dengan menginap di Cumberland Falls Resort State Park…besok jalan lagi yaaa

img_20170218_175924_114

(more…)

Saya Itu Pramuniaga Toko Baju

Iya benar. Saya itu kerja sebagai pelayan toko pakaian. Loh? Jauh-jauh tinggal di Amrik, kerjanya koq cuma jadi pelayan toko sih? Begitu kali ya komentar teman-teman di Indonesia….

Waktu hijrah ke Amrik terus terang saya tidak mikir mau kerja apa. Maklum saya itu orangnya memang bukan pemikir panjang ini dan itu. Hijrah ya hijrah saja, namanya juga ikut suami yang orang Amrik, begitu pikir saya.

Tahun pertama di Amrik, setelah 6 bulan bengong, saya gregetan, jadilah saya mulai cari-cari kerja, Alhamdulillah diterima di kantor jual beli Time Share. Saya kerja selama 3 bulan di situ, si bos kebetulan pernah jalan-jalan di Indonesia, pas wawancara yang ada kita cuma cerita ngalor ngidul tentang Indonesia. Itu kerja saya pertama di Amrik.

Karena di Amrik saya tidak ada famili atau kerabat ya setelah lahiran saya jadi ibu rumah tangga lah, sampai si kecil satu tahun lebih, saya mulai gregetan lagi…alias bosen.

Suami menyarankan untuk lamar ke department store di mal, karena pas lagi musim liburan, toko-toko buka lowongan untuk pekerja musiman. Ya wis, saya ajukan lamaran…eh diterima!!

Terus terang tidak terbayang sebelumnya kalau saya akan kerja sebagai pramuniaga! Cemen sekali ya….susah susah sekolah jadi insinyur teknik sipil, koq jadi pramuniaga?

Tapi saya jalani saja, bayarannya tidak jelek, jadwal kerja bisa diatur dan kerjanya ringan.

Malah saya dapat penghargaan sebagai pramuniaga terbaik di tahun 2007, cukup bangga, karena saya tidak ada pengalaman kerja jualan.

Percaya atau tidak, kerja saya sebagai pramuniaga toko ini menolong keluarga kami saat pasangan kehilangan kerja di tahun 2009. Alhamdulillah, kami tidak harus hengkang dari rumah yang baru kami beli di tahun 2006 dan tagihan-tagihan sehari-hari terbayar dari hasil penghasilan saya sebagai pramuniaga.

Sejak dari situ, saya tetap hobi kerja sebagai pramuniaga, saya pernah jadi pramuniaga di department store, di toko sepatu, dan di toko baju.

Sampai sekarang saya masih pramuniaga di salah satu toko baju merek Amrik , Banana Republic.

Kalau ditanya apa saya tidak malu jadi pramuniaga wae..jawab saya, Memang situ mau bayar tagihan ini itu ya? 😉

Hadiah Kecil Dari Nasabah

Bulan Desember di Amerika itu identik dengan perayaan Natal, meskipun banyak hari-hari libur lainnya, tidak dipungkiri kalau bukan Desember ya orang-orang fokusnya ke perayaan Natal.

Hiasan pohon Natal, lampu-lampu warna warni ditemui di Sudut kota.

Saya kebetulan memilih untuk tidak merayakan hari Natal, tapi Saya tidak keberatan mengucapkan Selamat hari Natal ke teman-teman ataupun saudara-saudara yang merayakan Natal, datang ke pesta Natal, menyumbang hadiah Natal untuk yang tidak punya dan lain sebagainya.

Hari ini Saya mendapat hadiah Natal kecil dari salah satu nasabah. Sekotak coklat dan 1 pak kaos kaki lembut. Si nasabah ini seorang ibu yang sudah cukup berumur, saya sering membantu beliau untuk urusan perbankannya. Kalau beliau datang, saya tidak sungkan-sungkan memeluk beliau.

Yang lucu, rekan-rekan lainnya juga mendapat hadiah coklat, tapi cuma Saya yang dapat ekstra kaos kaki!

 

 

Buat Saya yang tidak merayakan Natal secara pribadi, hadiah kecil seperti ini membuat Saya terharu dan diingatkan bahwa berbagi itu indah dan membahagiakan.

Kalau ditanya apa arti Natal buat Saya, terus terang Saya jawab, tidak ada artinya. Tapi tetap Saya senang dengan adanya hari Natal ini (atau hari-hari besar religi lainnya), karena kita semua diingatkan untuk berbagi.

Memang berbagi tidak harus menunggu hari Natal atau Lebaran ya…kapan saja bisa, tapi tahulah sebagai manusia, kita sering ‘lupa’ (dan harus diingatkan!!)

Untuk teman-teman yang merayakan hari Natal , Selamat Hari Natal ya! Semoga semangat berbagi di hari Natal ini diteruskan di hari-hari selanjutnya!!

 

Sudah Bergaya Amerika kah Saya?

Dulu waktu belum hijrah ke Amrik, saya kebetulan kerja di perusahaan yang banyak berhubungan dengan orang-orang Indonesia yang pernah tinggal di luar negeri, yang oleh rekan-rekan kerja, jahil kami kasih istilah ‘Tante Amerika’ lah….ha….ha…ha.

Ciri-cirinya si Tante Amerika:  kalau ngomong selalu diselipin bahasa Inggris, dikit-dikit bilang ‘waktu saya di Amerika’ , pakai sepatu boots, rambut diwarna ,pokoke wis ‘bule’ lah. 😉

saya ingat bagaimana saya sering terpana melihat gaya si ibu yang ‘Amrik’ bangget.

Ndilalah…saya sendiri hijrah ke negeri Paman sam. (dan sudah resmi jadi warga negara Amerika pula).  Lagi menelaah diri..apa saya juga sudah jadi Tante Amerika ya?

Coba di cek :

Makanan favorit :

Masih nasi putih, boleh dibilang saya pecandu nasi, kalau tidak ketemu nasi lebih dari 3 hari, yang ada saya deprived…..atau sakau…ha….ha….ha..Paling panik kalau pas lagi ‘road trip‘, sering kali untuk menghemat waktu, kami cukup makan cepat saji, hamburger lagi, hamburger lagi. Hari pertama masih kuat, hari kedua, mulai panik, hari ketiga…..kelimpungan cari rumah makan cina buat beli nasi putih tok!!!

Rambut :

Hitam enggak, coklat mungkin tapi bukan gara-gara di cat, gara-gara gak diurus! ha…ha…ha. Ternyata saya ini tidak betah duduk berlama-lama untuk dicat rambutnya. Haduuuh…pernah nyoba 3 kali….wis kapok! selain si warna tidak nempel, tidak betah nongkrong di salon dan tidak betah untuk re-do lagi……

Cara Bicara :

Kalau ketemu teman-teman Indonesia, terus terang memang saya paksakan berbahasa Indonesia..bukan kenapa-kenapa..karena pengin tetap nulis di blog ini!!

Memang kadang terselip kata-kata dalam bahasa Inggris, tapi sungguh bukan sok bule..karena sudah kebiasaan ngomong dalam bahasa Inggris, sering lupa padanan bahasa Indonesianya….

Yang memang berubah….saya sumpah serapahnya sudah ala Amrik! hi….hi..hi…

Cara Masak :

Meskipun masakan orang Indonesia itu bumbunya njelimet, tapi saya tetap lebih rela masak makanan Indonesia….padahal orang sini cukup pakai garam , merica, sudah jadi deh itu masakan….

Warna Pakaian :

Kebanyakan orang Amerika itu riweh sama yang namanya memakai baju sesuai musim. Ibaratnya kita musti kayak bunglon, menyesuaikan warna pakaian dengan warna alam sekitar.

Warna putih konon tidak boleh dipakai setelah hari Buruh. Warna koneng (aka mustard) , warna merah anggur, identik dengan musim gugur.

Di musim dingin, ekspektasinya makai baju hitam, abu-abu. Cuma di musim semi atau panas ‘boleh’ pakai baju bunga-bungan atau warna warna cerah.

yaaaaaaaah bosaaaaaan!!

Ternyata dalam soal memilih warna, saya masih sangat tropikal sekali.

Dulu saya tidak ngeh sering dikomentari ‘You like color‘ -ternyata ya , ya itu, sebagian besar orang Amrik kurang ‘embrace‘ warna….tidak seperti orang Indonesia yang selalu cerah dalam berpakaian 😉

Cara Berkendara :

Jelas lebih tertib…bukan kenapa-kenapa, bayar tiketnya mahaaaaaaaaaaal!! belum lagi urus asuransi. malas deh!  Dulu saya tergolong suka ngebut di jalan tol, sekarang mah mana berani…(meskipun kepingiiiiiiiiiiin banggett!!! ),

Cara Belanja :

Ini jelas saya Amrik banget! Yang pasti nunggu diskon! pakai kupon atau cari perbandingan harga yang lebih murah! Keluar masuk toko barang bekas, nyantai saja. Harus bermerek? Tidak mampu..ha…ha….ha..

O iya..disini kan konsumen dibolehkan mengembalikan barang yang mereka beli, ini jelas jadi kebiasaan saya…kik..kik..kik. sering kali saya beli barang, tidak mikir, cuma bawaan mau, sampai di rumah..ya koq tidak sreg ya…ya sudah balikin saja. Coba kalau di Indonesia…mana bisa????!!!

 

 

 

 

 

Akhir Pekan : Main di Holiday World

 

Hari Sabtu tanggal 2 Oktober lalu, kami sekeluarga menyempatkan diri pelisir ke ‘Dunia Fantasi’ versi Indiana, yaitu Holiday World.

Kebetulan memang anak lagi jeda sekolah – Fall Break istilahnya, dan dia sudah lama minta main ke tempat seperti ini, tapi sebelumnya kami tidak berani, karena si kecil takutnya belum bisa main di semua atraksi.

Tahun ini, sepertinya si anak (dan ibu, bapak) sudah siap mental dan fisik…ha…ha…ha jadilah kami sempatkan pergi.

Holiday World lokasinya di kota Santa Claus, Indiana, sekitar 1 jam dari tempat kami tinggal, Louisville, Kentucky. Kami pergi pagi-pagi, jam 9 sudah berangkat, untuk menghindari antrian dan kesulitan parkir. Kami juga beli tiket sambil di jalan, biar hemat waktu. Untuk bulan Oktober, harga tiket dewasa itu $34.99, dan tiket untuk si kecil $24.99.

Hari Sabtu taman ini buka jam 11, yang saya lupa, ternyata HW sudah masuk waktu bagian tengah, jadi lebih lambat satu jam dari kota saya.

Sampai di HW itu jam 10:30 am waktu setempat, gerbang sudah dibuka tapi atraksi masih ditutup, jadi kami ya jalan-jalan saja lihat ini itu. Sambil menunggu, si kecil sempat berfoto kocak sebagai body builder

1002161042.jpg

Jam 11 tepat, atraksi dibuka, saya maunya si kecil main yang ringan-ringan dulu lah..pemanasan istilahnya…jadilah dia naik perahu kano – yang mengingatkan saya waktu kita berdua mudik ke Jakarta tahun lalu, ada tempat main anak-anak di Grand Indo yang juga menyediakan atraksi yang sama.

1002161103_burst02_1477527522464.jpg

Dari naik kano, dilanjutkan dengan naik mobil kuno, yang ternyata tidak semudah yang kami kira…agak berat untuk menggenjot si mobil…yang ada anak saya ngos-ngosan..ha…ha..ha.

Setelah dua atraksi adem ayem ini , anak saya sudah tidak sabar lagi buat naik roller coaster. Di HW ada 4 roller coaster : Voyage, Raven, Legend dan Thunderbird.

Sementara saya belum siap mental, jadilah si bapak yang menemani si kecil naik roller coaster.

1002161111.jpg

 

Waktu yang dihabiskan untuk satu putaran roller coaster sih tidak lama ya, cuma waktu mereka berdua balik, suami saya yang ada puyeng kepala…….sementara si kecil lonjak lonjak kegirangan. (Wah, gawat saya pikir, masih ada 3 roller coaster lainnya…berarti saya dong yang harus menemani????)

Sambil memberanikan diri, kita main atraksi lainnya dulu sebelum ke roller coaster berikutnya.

Saya perhatikan hampir semua atraksi di HW sama seperti atraksi di Dufan. Ada perahu Kora-Kora, ada bangku ontang anting, rumah miring, arung jeram, Niagara-gara.

Di atraksi yang mirip dengan Niagara-gara (disini namanya Frightful Falls) saya masih juga menjerit waktu perahu terjun ke air….(bikin malu ya?)

wp-1477529638737.jpg

Waktu naik Kora-kora, saya juga masih terasa kedernya….ha….ha…ha..kirain tambah umur tambah berani..ternyata enggak!!!

 

Setelah berusaha menghindar selama mungkin untuk naik roller coaster lagi, akhirnya tiba juga giliran saya untuk menemani si kecil naik roller coaster. Roller coaster yang kami naiki kali ini namanya The Voyage, konon di pilih sebagai roller coaster terasik.

 

Aduuuuh…tobaaaaaaaaaaaaaatt…..remuk redam badan saya naik roller coaster ini!!!! Saya bahkan terasa hampir mau mun**** uggghhh!!! selesai naik roller coaster, paha saya terasa lebam tidak karuan. Kapok dewh!!! si kecil? cekikikan kegirangan!!

Ogah. Ogah. Ogah. Tidak mau lagi naik roller coaster. HUH!

Setelah The Voyage, si kecil tadinya mau naik Thunderbird, tapi koq ya waktu dia nyoba duduk, saya tidak PD membolehkan , habis koq ya, badan dia masih kekurusan buat si kursi, takut dia ‘melambung’…..(ya tidak mungkin sih, cuma namanya ortu, jadi ya khawatir saja)

Jadilah kita lewati si Thunderbird. Yang paling si kecil hobi naik itu atraksi yang mirip Ombang Ombing. Jadi dia masuk ke mesin berbentuk piring bundar yang nantinya di putar ke sana ke mari. Saya cukup melihat dari bangku penonton. Anak saya naik atraksi ini ada kali 10 kali bolak balik…euw..saya mah pusing wae.

 

Hari itu kita menghabiskan waktu sekitar 5 jam di HW.

Kita main di permainan jeram (Raging Rapids) – yang sayangnya kurang seru kalau saya (dan anak saya bilang), main berburu ayam turki (Gobbler Getaway),  main kursi seperti ontang anting (Hallow Swings), naik kereta api Holidog Express, main perahu ala Kora Kora (Mayflower), main di Frightful Falls, masuk Mummy Maze, remuk redam di Voyage, Raven, Legend, dan naik Turkey Whirl.

Dari segi udara yang tidak terlalu panas, dan keramaian dan antrian tidak terlalu panjang, boleh dibilang kita pilih waktu yang tepat. Cuma memang kita tidak bisa menikmati area taman berenang, Splashin Safari- yang satu lokasi dengan rides –yang saat kami berkunjung, sudah tutup karena habis musimnya.

Dari segi kebersihan HW amat bersih dan teratur, disini pengunjung juga bisa ambil minuman soda/ air gratis! (saat musim panas, dipelosok taman disediakan pemulas penahan matahari gratis)

Yang jelas kata suami saya, kalau suatu saat kita ke sini lagi, kayaknya kita musti bawa teman yang agak mudaan, karena saya dan suami sama-sama ngerasa sudah terlalu uzur untuk beroller coaster ria….;-)

Roller coater yang terakhir kami naiki itu Raven, coba deh lihat ekspresinya si kecil, girang-girang saja!

 

2016fatherdayetc

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mengintip Proyek Rumah Ramah Lingkungan

Hari Kamis tanggal 13 Oktober lalu, saya mendapat undangan ‘private viewing’ rumah yang dibangun oleh salah satu kenalan saya di sini.

2222.jpeg

Ini pengalaman pertama saya mengunjungi proyek rumah baru sebelum di pasarkan ke publik.

Saya tidak tahu juga apakah setiap perusahaan perumahan selalu mengadakan private viewing untuk proyek yang mereka kerjakan atau tidak, yang jelas di kota tempat saya tinggal memang setiap tahunnya ada acara Homearama, dimana pengunjung membeli tiket untuk melihat rumah-rumah baru di lingkungan perumahan tertentu, dari pameran rumah ini, pengunjung bisa mendapat ide untuk rumah yang akan mereka bangun, memilih kontraktor rumah ataupun langsung membeli rumah yang bersangkutan. Biasanya Homearama di selenggarakan di bulan Juli, sayangnya tahun ini saya kelewatan, padahal saya punya tiket gratis. 😦 Mudah-mudahan tahun depan saya bisa datangi dan cerita disini ya!

Anyway, waktu saya di beri undangan untuk melihat rumah baru ini, ya jelas saja saya senang! Maklum latar belakang pendidikan saya kan sarjana teknik sipil, dan saya sempat kerja lama di riset properti, dimana saya menyantroni berbagai macam proyek properti, termasuk proyek perumahan. Mengunjungi proyek rumah seperti nostalgia rasanya…ha…ha…ha..meskipun saya kurang suka dengan teknik sipil sendiri, tapi kalau subyeknya rumah dan material bangunan saya masih tertarik. (my soft spot istilahnya)

Yuk…kita lihat rumahnya……

Rumah ini lokasinya di lingkungan Norton Commons yang notabene lingkungan perumahan elit bagian timur kota Louisville, Kentucky.

Seperti kebanyakan rumah lainnya, rumah ini terdiri dari basement, lantai dasar, lantai satu dan lantai atap.

Di lantai dasar ada ruang tamu, ruang makan, dapur, kamar utama, ruang cuci, dan toilet.

 

wp-1476920522610.jpg

Ruang TV/Keluarga/Tamu, Perhatikan meja kayu dan bangku kayu yang penampilannya tidak beraturan

 

wp-1476920502840.jpg

Tempat Tidur di Kamar Utama, saya naksir papan kepala, cukup $6,200 saja

 

Di lantai satu ada 2 kamar tidur, kamar mandi, teras, ruang kerja dan balkon.

wp-1476920482357.jpg1017161757a.jpg

wp-1476920491068.jpg

Pojokan Untuk Bekerja, semua material dari reclaimed wood

Di lantai atap, ruang terbuka.

wp-1476920474181.jpg

Lantai Atap

 

Yang membedakan proyek rumah ini dengan proyek rumah lainnya adalah, perusahaan di belakang proyek ini , yaitu UberGreen Spaces. Si pemilik UberGreen Space, Sy Safi ,boleh dibilang ahlinya membangun rumah yang bersertifikat  ‘hijau’ atau ramah lingkungan dan efisien dalam penggunaan energi.

Proyek ini oleh Sy diberi nama Su Verde (Bahasa Italinya atau ‘About Green’ Bahasa Inggrisnya)

 

 

Tampak Muka Su Verde (Foto Kredit : Bret Knight)

 

 

Semua material yang digunakan dia pertimbangkan masak-masak fungsinya buat si pemilik rumah , dari mulai fondasi, dinding, jendela, lantai, atap, interior sampai kompor semuanya berkonsep hijau.

Sy juga semaksimal mungkin menggunakan barang-barang / artis-artis lokal untuk interior rumahnya sebagai wujud dia mendukung sesama pebisnis seperti dia.

Contoh : material lantai yang digunakan adalah kayu-kayu daur ulang (reclaimed wood) dari bangunan yang sudah tidak digunakan lagi. Pengunjung bisa lihat ‘cacat-cacat’ kayu di lantai yang memang sengaja dibiarkan apa adanya.

Untuk lantai-lantai kamar mandi, ada tambahan penghangat lantai, keren ya? jadi kalau pas musim dingin, setelah mandi tidak usah sengsara kedinginan kaki kita…ha…ha…ha..;-)

wp-1476920511569.jpg

Demikian juga bentangan kayu di ruang tamu, juga dari reclaimed wood ; yang uniknya lagi bentangan kayu ini mengalami proses pengawetan ramah lingkungan dengan cara pembakaran yang di kenal dengan teknik Shou Sugi Ban, sehingga warnanya menjadi hitam legam alami. Asli keren!

 

blackbeam

Kredit Foto : Bret Knight

 

 

blackbeam2

Ruang Tamu/TV dengan latar belakang si bentang kayu hitam yang membingkai ruang makan (Kredit Foto : Bret Knight)

Saya yang ada jadi banyak belajar tentang bahan-bahan bangunan tercanggih dan ramah lingkungan dari Sy.

 

Jelas banyak bengongnya…ha…ha..ha..wong saya sudah tidak berkecimpung di dunia sipil bertahun-tahun! Tapi seru juga, karena ya jadi tahu ternyata tersedia pilihan yang ramah lingkungan dan efisien di pasaran.

Yang saya senang dari rumah ini adalah lantai atapnya (roof top)

wp-1476920474181.jpg

Lantai Atap- buat tempat kongkow kongkow

rooftop

Kredit Foto : Bret Knight

dan pojokan (nook) yang nyaman dekat balkon lantai dua.

Kredit Foto : Bret Knight

 

Harganya? Konon rumah ini akan dipasarkan sekitar $1,000,0000 haaaaa…mahal yaaaaa…yang jelas saya bukan pembeli potensial rumah ini….ha….ha…ha..tapi for what it’s made of, I think it’s worth it.

O iya, kalau ada teman-teman pembaca yang kebetulan arsitek, atau teknik sipil atau juga senang dengan proyek-proyek seperti ini, bisa buka situs -situs dibawah ini untuk belajar lebih banyak tentang material-material terbaru :

http://www.proudgreenhome.com/videos/a-high-performance-thermal-envelope-starts-at-the-foundation/

http://www.proudgreenhome.com/videos/drywall-options-deliver-better-living-in-in-proud-green-home-of-louisville/

http://www.proudgreenhome.com/videos/sustainable-exterior-options-wrap-the-proud-green-home-of-louisville/

Untuk pembaca yang mau melihat foto-foto Su Verde lebih banyak lagi bisa buka link dibawah ini:

Foto Su Verde 1

Foto Su Verde 2

Foto Su Verde 3

 

Catatan :

Semua situs yang saya tautkan di tulisan saya ini sudah saya dapat ijin untuk membagi dari pihak Sy Safi sebagai pembangun proyek Su Verde. Harap tidak menggunakan tautan tanpa ijin tertulis dari pemilik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Belanja Belanji ala Amrik

Belanja di Amrik itu buat saya lebih murah dibanding belanja di Indo. Waktu mudik tahun 2015 lalu, yang ada saya bingung pas belanja di toko-toko di Jakarta, Indonesia….koq tidak ada diskon yak??? Jadilah saya beli ini itu harga ‘retail’…Duh gak rela banget rasanya!

Kenapa gitu? di Amrik, ada pepatah ‘Never buy things full price‘ – karena konsumen tahu kalau barang-barang di toko PASTI akan ada promosi di kemudian hari, jadi kita ‘pantang’ yang namanya beli barang tanpa potongan

Saya sendiri, yang kebetulan juga kerja di toko pakaian, mengerti sekali pernyataan ini dan memang benar kalau nantinya, barang-barang yang baru datang (new arrival), pasti akan dikenakan promosi cepat atau lambat.

Di Amrik, sebagian besar hari libur kalender boleh dibilang identik dengan promosi : dimulai di bulan Januari, hari peringatan Martin Luther King, Februari :  hari Presiden dan Valentin, Maret hari Paskah, Mei: hari Ibu, Memorial, Juni hari Bapak; Juli hari Kemerdekaan, September : hari Buruh, October : Halloween, November : Thanksgiving, December : Natal.

Dari hari-hari tersebut, yang boleh dibilang hari potongan besar-besaran itu :

  • Hari Memorial : hari Senin terakhir di bulan Mei – kalau mau cari barang-barang musim dingin dengan hari paling murah
  • Hari Kemerdekaaan : 4 Juli – dimana toko-toko boleh dibilang harus menghabiskan produk-produk musim semi mereka
  • Hari Buruh : hari Senin pertama di bulan September – peralihan ke musim gugur, waktu terbaik untuk beli barang-barang musim panas, seperti baju renang, perabotan taman
  • Thanksgiving : buat yang merayakan Natal, pasti tahulah!
  • Setelah Natal : buat yang tidak merayakan natal, toko-toko biasanya mengadakan potongan besar-besaran karena musim ‘belanja’ boleh dibilang sudah berakhir

Selain menunggu hari-hari ‘besar’ di atas, kalau diperhatikan, hampir setiap saat, toko-toko di Amrik selalu saja pasang iklan potongan ini itu :

2016-07-19

Trus, gimana kita tahu dong, potongan mana yang paling OK?

Saya pribadi, kalau mau beli baju terkini, ya tunggu potongan, paling tidak 30%, beberapa toko seperti Ann Taylor, LOFT, The Limited malah berani kasih potongan hingga 50% untuk koleksi terbaru mereka.

Kalau anda tipe penyabar, ya tunggu saja sampai koleksi berikutnya datang, karena itu berarti koleksi sebelumnya harus di korting harga (clearance istilahnya).

Hati-hati juga dengan barang-barang clearance ini, tidak jamin harga selalu lebih murah….Dari pengamatan saya sih, harga barang-barang clerance benar-benar lebih murah kalau ada potongan lagi , extra 60% itu paling TOP deh.

Lagi-lagi saya yang biasa memperhatikan promosi toko-toko yang berbeda-beda, mending tunggu sampai potongan 60% deh.

Itu kalau toko-toko individu ya, kalau toko tipe tipe department store, seperti Macy’s, Dillard, JC Penney, tunggu sampai mereka promosi dan selalu gunakan kupon yang bisa berlaku setelah harga promosi

Selain promosi, kupon, ya kita sebagai pembeli juga harus tahu harga ya.

Kira-kira, mau gak beli kalung seharga $60 misalnya?! Kalau saya sih ogah….ha…..ha…..ha..

Selamat belanja!

 

Akhir Pekan : Menyusuri Sungai Ohio Bersama Belle of Louisville

Halo! Sudah lama ya saya tidak menulis…maklum sudah sebulan lebih saya resmi jadi pekerja penuh, yang ada sulit sekali mencari waktu luang yang santai, apalagi saya juga ada kerja tambahan yang biasanya kerja di hari Sabtu, tambah saja ribet nyari waktu luang baik untuk menulis atau untuk pelesir pendek.

Belum lagi cuaca tidak mendukung, secara akhir-akhir ini Louisville koq diguyur hujan melulu??!! Akhirnya hari Minggu lalu, kami nekatin saja pesan tiket buat menyusuri sungai Ohio dengan kapal uap Belle of Louisville. Sudah lama kami ingin berlayar dengan si Belle, tapi tidak jadi jadi, padahal kapal uap Belle of Louisville ini salah satu atraksi turis yang cukup beken di kota Louisville. Sejak kami pindah tahun 2012, kami cuma sempat mengunjungi keramaian ulang tahun Belle of Louisville ke 100 tahun 2014 lalu (bisa baca ceritanya disini)

Saya beli tiket online di situ Belle of Louisville, setelah saya perhatikan, beli tiket online sedikit lebih murah dibanding beli tiket langsung di lokasi, contohnya topi kapten untuk anak-anak, pesan online itu $7.55 di lokasi $8.00. Selain itu juga menghemat waktu, karena waktu tiba di lokasi kami tinggal tunjukkan surat pemesanan. O iya, saya juga ketemu kupon potongan $3 untuk tiket orang dewasa dari situ Pin Point.

Total tiket untuk 2 orang dewasa dan satu anak itu $54 (2x$20+1x$11+ fuel surcharge $3 = $54) , tapi karena kami dapat kupon $3 untuk tiket dewasa, total kami cuma $48. Lumayan ngirit $6!!

Hari Minggu, kami berangkat sekitar jam 11:30 AM dari apartemen, kapal dijadwalkan berangkat jam 1:00 siang, penumpang boleh masuk ke kapal jam 12:30 PM.

2016-08-07 12.06.56

 

Waktu kami tiba di lokasi, antrian di tiket belum terlalu panjang, di sini kami cukup tunjukkan bukti pemesanan untuk kemudian kami di berikan tiket masuk.

0813162256.jpg

Sekitar jam 12:30 PM, penumpang dipersilahkan masuk ke kapal, disini setiap penumpang akan diperiksa bawaannya, kami tidak ngeh kalau penumpang sama sekali tidak dibolehkan membawa makanan atau minuman, suami saya yang bawa botol air, terpaksa harus meninggalkan botol air di koridor pelabuhan.

Sebelum masuk ke kapal, penumpang di foto dulu – biasalah foto kenang-kenangan turis. 😉

Foto turis ini bisa dibeli $6 atau $10 untuk 2. Sebagai turis lokal ya saya belilah untuk kenang-kenangan..

2016-08-07 13.42.17

Masuk ke kapal, pengunjung naik tangga ke dek pertama, dek ini adalah untuk mereka yang mengambil paket makan siang, semntara kami yang tidak ambil paket makan siang, langsung ke dek teratas, ambil tempat duduk di dek. Pengunjung bisa pilih untuk duduk di tepi kapal, yang notabene terbuka atau duduk di dalam bagian yang beratap. Kami pilih duduk di bagian yang beratap (takut item ceritanya!).  Pengunjung boleh pindah dari satu bagian ke bagian yang lain, kami saja yang ogah riweh dan tetap duduk di tempat yang sama dari awal hingga akhir perjalanan.

 

 

Cuaca hari itu cerah sekali, untung ‘peralatan’ saya komplit : kaca mata hitam dan topi bundar ;-), cuma agak-agak kepanasan karena pakai celana jeans…tip untuk teman-teman : mending pakai celana pendek atau rok deh..biar agak adem!

2016-08-072

 

Jam 1 lewat sedikit, kapal mulai bergerak menyusuri sungai Ohio ke arah timur……dari kapal kita bisa melihat kota Louisville dan jembatan-jembatan yang menghubungkan kota Louisville di negara bagian Kentucky dengan kota Clarksville di negara bagian Indiana. Ada 3 jembatan yang kami lalui, jembatan pertama , yaitu jembatan mobil John F. Kennedy,  jembatan kedua yang baru dibuka tahun ini, jembatanan Abraham Lincoln dan jembatan pejalan kaki, Big Four Bridge.

 

2016-08-07

Jembatan Abraham Lincoln

 

Kapal terus berlayar hingga mendekati pulau kecil bernama Six mil, lalu kapal berputar balik ke pelabuhan. Waktu berbalik, kami bisa melihat dengan jelas, gedung-gedung di pusat kota Louisville.  Seru juga melihat pusat kota Louisville dari arah sungai Ohio.

Sepanjang perjalanan, kami lumayan haus, jadilah beli soda di bar di lantai bawah, nah tip lagi ni, mending beli soda sekalian waktu beli tiket online, dihargainya lebih murah, meskipun cuma $0.25 tapi tetap saja lebih murah!

Secara umum, acara berlayar dengan Belle lumayan relaxing…air sungai tidak heboh, pemandangan kota cukup menarik. Mungkin lain kali, kami bisa mencoba paket prasmanan atau paket malam hari….

Ini foto-foto yang saya ambil dari kapal, selamat menikmati!

2016-08-073

Menara Air Louisville (Louisville Historic Water Tower)

Kring Kring Kring Ada Sepeda

Sejak sebelum pindah ke Amrik, saya sudah senang bersepeda, meskipun bukan hobi seperti layaknya teman-teman di Indo saat ini – yaitu bersepeda ramai-ramai ke pelosok komplit dengan peralatan sepeda terkini – saya senang bersepeda di lingkungan tempat tinggal.

Malah waktu saya kelas 5 SD saya pernah jatuh dari sepeda dan tanggal dua gigi di depan dari kecelakaan itu.

Pindah ke Amrik, waktu masih berduaan saja dengan suami, langsung dibelikan sepeda gunung, dan diajak bersepeda ke trail di pegunungan. Itu pertama kalinya saya bersepeda di jalan setapak – bukan aspal. Senang-senang saja.

Bersepeda juga kami lakoni setelah kami punya anak, waktu anak kami masih cilik, kami beli trailer untuk si kecil dimana kami bisa bersepeda dengan dia di bonceng di trailernya. Transportasi sepeda ini saya gunakan cukup sering sehari-hari, secara kami cuma punya satu kendaraan – dan waktu itu saya tidak bekerja- kalau saya mau belanja kebutuhan sehari-hari cukup ngacir dengan sepeda.

Selain jalan-jalan di lingkungan, saya juga terbiasa bersepeda ke sekolah dengan anak saya. Dari mulai dia pra TK, sampai TK, kita biasa bersepeda bersama.

Kadang juga kita semua bersepeda ke pusat kota Bozeman di hari Minggu. Kota tempat kita tinggal itu juga bicycle friendly lah, di jalan ada jalur khusus sepeda, rak sepeda itu dimana-mana tersedia dan trail di penjuru kota itu hampir semuanya boleh dilewati pengendara sepeda.

Berabenya bersepeda ini kalau cuaca kurang mendukung – dan waktu kami tinggal di kota kecil di Bozeman, cuaca lebih sering tidak memungkinkan untuk ke sana ke mari dengan sepeda (Bozeman itu negara bagian Montana, di arah barat utara USA – secara umum kita alami musim dingin yang relatif lebih lama dan musim panas yang sebentar).

Pindah ke Kentucky, kita agak-agak jarang bersepeda, satu karena kita tinggal di apartemen, kedua karena kota tempat kita tinggal lebih besar skalanya dari Bozeman, lalu lintasnya kurang bicycle friendly, pengemudi mobil di sini agak-agak ngeri cara menyetirnya, ketiga karena kita ganti mobil dan belum punya rak sepeda di mobil yang baru ini.

Tapi minggu ini kami sudah mulai bisa bersepeda lagi! karena suami akhirnya beli rak sepeda untuk mobil kami.

0717161443a.jpg

Tadi kita ‘test drive‘ ke salah satu tempat jalan yang boleh untuk bersepeda juga. Catatan, di kota Louisiville, tidak semua taman kota, jalur pejalan kakinya boleh di lalui sepeda. Saat ini saya cuma tahu dua taman kota yang boleh untuk bersepeda, satu di Anchrage Trail dan satu lagi di Beckley Park.

Kita pilih trail yang pendek, Anchorage trail, ah..senangnya bisa bersepeda dengan aman lagi!

 

wp-1468800085411.jpg

 

Mari Belajar Berkemah : Tempat Perkemahan

Tempat Perkemahan atau camping ground secara umum bisa dibagi dua :

  • Yang di kelola pemerintah : US Forest Service, US National Park
  • Yang dikelola swasta : KOA, Yogi Bear, Black Forest dll

Yang dikelola pemerintah biasanya berada di dalam taman/hutan itu sendiri, sementara yang di kelola swasta biasanya berada di luar taman/hutam alam , sekitar 15 mil – 30 mil.

Harga antara kedua tempat perkemahan tidak terlalu beda, terakhir kami pesan tempat untuk dua malam di tempat perkemahan pemerintah itu $58, sementara di perkemahan swasta $64.

Dua-duanya bisa di pesan online.

Tempat perkemahan yang dikelola swasta biasanya lebih banyak pilihan : tenda, mobil kemping pribadi, kabin, atau sewa camper dari mereka. Dan kemungkinan tersedia lebih banyak fasilitas tambahan seperti kolam berenang, ruang bermain, lapangan rumput terbuka, tempat cuci baju, kamar mandi lengkap (bukan cuma WC tapi ada buat mandi juga)

Semenara tempat perkemahan pemerintah biasanya cuma dua pilihan : tenda atau camper. Kalau pilih tenda siap-siap tidak ada listrik dan air di lokasi kemah.

Dan tidak semua perkemahan pemerintah ada kamar mandi lengkap, lebih sering perkemahan pemerintah tidak tersedia fasilitas untuk mandi. Untuk mandi kita harus pergi ke lokasi lain. Jadi siap-siap untuk tidak mandi selama kemping!

Pertama-tama, saya kaget juga ya…gimana tho tidak mandi 2 hari???? yang ada saya pakai bandana untuk sembunyikan rambut saya yang sudah tidak karuan bentuknya! 😉

Kalau tidak tahan untuk tidak mandi lebih dari satu hari, bisa pakai sampo khusus kemping – sampo tanpa bilas. 

Saya sendiri pernah memakainya, lumayan, agak ‘segar’ sedikit…..;-)

Di perkemahan pemerintah, ada istilah perkemahan primitif – nah, kalau ada kata ‘primitif’ itu artinya kamar mandinya kamar mandi tipe cemplung, bablas langsung tanpa air (baik untuk cuci tangan atau air untuk bilas kotoran!!). Kalau yang tipe ini mah terus terang saya ogah, yang ada stres duluan karena tidak akan bisa lakukan #2. Dan kalau toh harus memakai fasilitas primitif, saya yang ada bawa semprotan ruang yang berbau netral, jadi saya kudu semprot dulu itu toilet sebelum masuk.

Di setiap negara bagian, aturan tempat perkemahan bisa berbeda-beda, tergantung bagaimana pemerintah lokal mau menanganinya.

Contoh : di perkemahan di propinsi-propinsi bagian barat Amrik, sudah umum terlihat larangan untuk tidak meninggalkan sisa makanan di lokasi tenda. Pemakai tenda di haruskan membersihkan meja piknik tempat makan sebersih mungkin!

Kami bahkan pernah kemah di mana pengunjung harus menggunakan shelter tertentu untuk makan – tidak boleh sama sekali makan di lokasi tenda kita berada. Alasannya sama, yaitu untuk menghindari binatang-binatang liar (beruang terutama) berkunjung dan sibuk mengendus-ngendus tenda anda.

Dan sampah makanan harus disimpan dimobil atau di buang ke tempat sampah yang sudah ditentukan – dan si tempat sampah ini boleh dibilang ‘terkunci’ – untuk mencegah binatang liar membuka dan mengambil sisa makanan.

Jangankan sisa makanan, tidak usah heran kalau melihat ada larangan untuk tidak meninggalkan benda-benda yang memiliki aroma harum seperti : bedak, penghalus kulit, parfum, deodoran di tenda- karena kemungkinan binatang-binatang liar bisa mencium barang-barang tersebut dan tertarik untuk mengambilnya.

Tempat perkemahan terakhir itu kita tidak boleh mencuci peralatan masak di lokasi. Sebetulnya aturan ini tidak baru sih, cuma kalau dibanding dengan tempat perkemahan lainnya yang pernah kita inapi, perkemahan ini ‘kelihatannya’ cukup ‘memadai’ fasilitasnya : bisa beli kayu api unggun di pintu masuk lokasi, bisa beli es (jarang-jarang perkemahan pemerintah ada fasilitas ini!!!)

Tapi ternyata dalam hal pembuangan sisa makanan, perkemahan ini tetap tidak ‘modern’. Padahal saya sudah bawa sabun cuci biodegrable! jadilah terpaksa air cucian ditampung dulu, untuk kemudian dibuang di tempat sampah. Berabe juga ya?

Intinya memang kalau kita berkemah itu, kita meminimalkan menggunakan bahan-bahan modern, selain untuk ‘mempertahankan’ keaslian dan keasrian lingkungan alami juga untuk meminimalkan efek kimia ke alam dan binatang-binatang liar di lokasi dan mengurangi polusi.

Gimana? Masih mau kemping? 😉