Di Instagram, saya ngintilin beberapa profil kota Louisville, KY tempat saya tinggal biar up to date dengan ini itu di kota saya dan kota sekitar.
Salah satu profil yang saya ikutin itu Theloutoday dimana saya jadi tahu tentang taman baru lah, pameran seni, tempat makan baru dan lain2.
Kebanyakan sik soal tempat makanan baru ya .
Nah hari ini saya mampir ke HayMarket, pebisnis lokal yang jual sayur-sayuran, kopi, macam2 roti dan makanan siap saji.
Saya ngiler ke sini gara2 lihat postingan macam2 roti profil HayMarket di IG.
Disini itu, saya suka mangkel sama judul bakery. Di Jakarta, Indonesia yang namanya toko roti kan macam2 yaaa, dari mulai roti gambang, roti manis, roti asin, roti tawar, roti abon, roti daging, croissant, danish, berbagai jenis lah pokoknya.
Di Amerika, kebanyakan toko roti isinya cookies, brownies, scones, donut..ya elah. Bosen amat?!
Kalau pergi ke kota lain, saya selalu tengok yang namanya toko roti, tapi ya itu bikin mangkel. Katanya bakery isinya donut doang. Piye tho?
Ngiler lah saya…jadilah hari Minggu ini saya mampir ..
Jadi HayMarket itu kayak toko kelontong, skala IndoMaret gitu deh, cuma gaya Amerika.
Ini dalamnya HayMarket
Penataan ruangnya ya keren, minimalis , sederhana tapi kelihatan up scale..ceileee..bahasa g kan ..gak nahaan dwh..😆
Masuk toko, langsung di hadang dengan display roti2 yang aduhai
Muffin, Scones, Cookies, standar bakery orang AmrikCroissant, Danish, Brioche, nah..ini baru saya suka
Di sebelah kanan, jualan sayur2 an, macam2 minyak, cuka, mangkok2 lucu
Mangkok lucu2 buatan artis lokal ada mangkok buat nyuci beri, karena bolong2…Berbagai jenis bumbu2 masakanLemari pendingin isi sup, selai, buah2 anBagian sayur-sayuran segar
Di sebelah kiri, pengunjung bisa pesan katering dan sandwich dan makanan hangat lainnya seperti sup.
Ada coklat, permen, keju, peralatan dapur seperti sikat pembersih, sendok ukuran, sendok adukan
Di bagian belakang ada ruang terbuka buat pengunjung menikmati sandwich, beli kopi, teh
Ini drive through mereka, apik banget gak sikkkRuang terbuka buat kongkow2
Yang saya suka dari HayMarket adalah variasi makanan dan produk2 mereka gak cuma barat alias ham dan kejudoang.
Sayurannya juga terlihat segar banget! Dan baru kali ini saya lihat toko jual jamur Lion Mane (dan jamur2 lainnya yang tidak saya temukan di toko biasa)
Saya lihat ada spread labneh, tapenade, minyak zaitun diinfused jahe dan kunyit.
Jualan Sup Kari Jadi
Mungkin karena pemiliknya dari Lebanon ya?
Saya pesan Lebanese American Club, sandwich isi daging domba, teman saya pesan Serano Ham.
Tahun 2010, saya dan keluarga sempat tinggal di Cleveland, Ohio. Salah satu lokasi yang saya suka buat kunjungi adalah sudut kota namanya Little Italy
Sign Little Italy
Pada dasarnya ini satu jalan yang di Cleveland timur dimana pengunjung bisa puas cemil2 makanan Itali.
Peta toko2 di Little Italy
Dari mulai toko roti, restoran pizza, pasta, ngopi2 dan favorit saya, makan Gelato alias es krim versi itali.
Saya tuh paling kesengsem sama yang namanya patio dining, padahal sik bisasa aja gitu artinya…makan di pinggir jalan dibawah tenda…kalau di Indo, kakik lima blok M gitu ya??..ha..ha..ha..pakai bahasa Inggris aja jadi kedengerannya gimana gitu?!
Nah di Little Italy ini ya hampir semua tempat makan ada makan di luar, baik itu di pinggir jalan utama , atau di belakang resto, atau pun di gang antara gedung…
Pas saya jalan2 ke Little Italy, saya tengok hampir semua toko/restoran.
Tapi saya cuma makan di 3 tempat:
Mia Bella. Lucu tempatnya, saya makan di patio di belakang, maap gak sempat foto, keburu laper..
Saya pesan Veal Marsala daging sapi muda dengan saus marsala
Terus saya makan es serut ala Itali di Mount Granita. Rasa es nya macam2, ada kelapa, beri, mangga, jeruk limo, lemon, semangka, stoberi dst
Macam2 Rasa Es Itali
Saya tadinya pengen kelapa, pas icip2 kurang sreg, jadi saya pilih rasa mangga, enak! Karena asli bukan essence
Makan Es Serut Mangga di Mount Granita
Setelah itu saya makan Gelato di Rosso Gelato….haduhhh…gilaaaa…enaaaak banget ini!! Tadinya saya cuma pilih kopi, karena saya tahu banget kalau saya suka es krim kopi
Toko Gelato di Little Italy
Pas lihat2 rasa es krim yang tersedia, ada satu rasa yang saya gak pernah lihat di toko Gelato lainnya, Nero yaitu rasa dark chocolate. Dan waktu saya icip2, saya langsung jatuh cinta!💞
Jadilah saya pilih 2 rasa, kopi dan nero.. asli! Enak banget!! Saya sampai merem melek deh makan gelato ini
Sayangnya saya gak sempat beli2 roti2 , padahal roti2 yang dipajang di dua toko roti yang saya lewati itu asli semua keliatan enak banget!
Saran saya kalau teman2 mau berkunjung kesini, jangan makan sebelum pergi, biar bisa puas icip sana icip sini
Yang jelas jangan sampai tidak makan gelato!! Ini mah WAJIB! Rosso Gelato mulai buka jam 2 siang.
Hari Kamis tanggal 9 Juni 2022, saya menjalani pemeriksaan Kolonoskopi. Definisi kolonoskopi menurut pencarian Google adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk melihat adanya gangguan atau kelainan pada usus besar (kolon) dan rektum. Gangguan tersebut dapat berupa luka, bengkak, iritasi, atau pertumbuhan jaringan yang tidak normal pada usus besar atau rektum.
Selain karena umur, saya dianjurkan untuk kolonoskopi karena agak anemia, hemoglobin agak rendah dan suka keluar bercak sebelum masuk masa haid
Kolonoskopi juga bagus dilakukan sedini mungkin untuk melihat kemungkinan kanker usus. Di Amerika, Kolonoskopi dianjurkan dimulai umur 45 tahun atau kalau ada anggota keluarga yang kena kanker usus.
Sebelum hari H, hari Senin tanggal 6 Juni, saya harus tes covid untuk memastikan saya sehat untuk pemeriksaan ini. Tes covid dilakukan lewat kendara lewat, saya tetap di mobil, perawat melakukan tes covid dari luar kendara.
Hasil tes saya dikirim lewat text 3 jam kemudian. Untungnya tes saya negatif ->saya sempat keder juga akan hasil tes ini karena anak saya sakit dan hasil tes Covid dia hari Minggu positif.
Hari Rabu, tanggal 8 Juni 2022, saya mulai persiapan untuk tes Kolonoskopi. Waduh…hari persiapan boleh dibilang hal yang terberat kalau kamu mau kolonoskopi.
Intinya saya hari ini cuma boleh makan cairan saja. Jenis cairan yang boleh saya konsumsi juga terbatas. Hari sebelumnya saya sudah belanja apa yang mau saya konsumsi berdasarkan petunjuk dari dokter.
Pagi2, saya makan agar-agar yang saya sudah siapkan malam sebelum. Saya buat 3 mangkok agar-agar. Idih..baru habis satu mangkok, saya sudah eneg, gak bisa makan lagi!
Yang ada pas saya mulai minum minuman yang akan buat saya buang air besar berkali2, saya ogah minum lainnya. Malam ini, saya kudu habiskan 1/2 dari botol segede gaban. Ampun…sengsaranyaaaaaaa…😱. Sempat saya merasa mual, tapi saya tahan deh.
Hari H, saya bangun jam 5 an, langsung coba habiskan sisa minumannya. Jam 730 an, seluruh cairan sudah berhasil saya minum. Duh, legaaa banget!!
Sejak semalam ya itu saya BAB sampai pegel. Intinya ya, minuman ini mengosongkan usus kita.
Jam 1145, saya dijemput tetangga saya untuk dibawa ke rumah sakit. RS jaraknya cuma 5 menit dari tempat tinggal saya.
Sampai di RS, setelah urusan admin selesai, saya ganti baju dan menunggu di kamar untuk giliran pemeriksaan saya.
Kamar saya lumayan besar dan ada kamar mandi sendiri, yang menurut perawat cuma ada 2 tersedia. Jadi saya beruntunglah istilahnya.
Seharusnya jadwal saya jam 130 PM, tapi saya baru mulai jam 225 PM.
Sekitar jam 4, saya terbangun, sudah di kamar lagi. Ternyata sudah selesai!
Perawat memberi tahu saya, kalau hasil pemeriksaan semuanya normal. Alhamdulillah!!
Saya gak inget apa2. Ya sudah, langsung ganti baju lagii, trus pulang deh.
Sampai rumah, saya langsung order makanan. Lapaaar!!!🤣
Saya gak tahu prosedur di Indonesia seperti apa, kalau teman2 ada yang mau berbagi..monggo loh
Bangun pagi2…biar bisa santai di jalan. Pesan makan di resto hotel biar perut disini dan gak lapar pas nyetir. Rencananya….
“Abe sana gih nyalain mobil, Mom urus cek out”.
*bunyi mobil dinyalakan*
Loh..koq suaranya begitu?! Kata saya dalam hati. Mungkin Abe masukkin kuncinya gak bener kali? Mungkin pedal gas kudu diinjek?
Buru2 lah saya ngacir ke mobil. dan..yak….benar saja…mobilku gak “nyantel”. Pas dinyalain ya bunyi- berarti bukan masalah batere. Cuma gak cranking??
Panik? Jelas. Wong saya cuma berdua sama anak saya dan anjing saya.
Dan lokasi saya termasuk di tempat terpencil ya.
Gimanaaa dong?!!
Balik ke hotel, tanya mbak resepsionis nomor telpon bengkel terdekat. Setelah menelpon 3 nomor, akhirnya nemu orang yang mau narik mobil saya.
Satu jam kemudiam datanglah mobil derek raksasa.
Nah..isu terbesar mobil saya adalah…karena mobilku bukan mobil orang standard, dalam arti banyak bagian2 yang ukurannya spesifik buat mobilku. Contoh, kalau mobil2 sedan bisa beli sarung jok generic dan muat2 aja, gak akan muat di mobilku, tipe mesin juga beda, mobilku gak bisa di reparasi di bengkel lokal. Harus di dealership Mercedez Benz. Borju ya? Padahal punya Merci juga enggak.
Ternyata lagi..Saya juga baru tahu…kalau gak semua dealer MB ada teknisi Smart. Weleeehhh..
Setelah menelpon 3 dealer MB, cuma satu yang ada teknisi buat Smart…yaitu di Richmond,VA yang jaraknya 100+ mil 😭
Jadilah kami bertiga umpel2an naik mobil derek ke Richmond.
Sampai di dealership, mobil saya gak bisa langsung di lihat..karena ya itu..lagi2 cuma 1 teknisi…jadi harus tunggu giliran
Ya sudahlah..mau gimana lagi?
Cari2 hotel. Dapet di Hilton Garden Inn yang untungnya dekat dengan resto2. Hotel saya juga sempet berabe karena gak tahu kan sampai kapan saya akan disini? Tadinya booked sampai Rabu..dilanjutkan sampai Jumat..lanjut lagi sampai Sabtu…
Gilaaaaaa seminggu saya nambah “liburan”??!
Saya mah sudah pasrah saja deh lihat tagihan KK…💰💰💰💰💰💰💰💰
4Untungnya saya bawa laptop kerja. Jadi saya tetap bisa kerja, tapi ternyata internet hotel memble, bahkan saya coba beli premium, masih gak bisa konek ke jaringan kantor. Ya sudah saya pakai hotspot telpon seluler saya. Ini juga ada isu…data saya habis hari Kamis…haduh pikir saya, tinggal sehari lagi kerja gitu loh?! -> kalau ada yang komentar “makanya pakai unlimited data dong. Jawab saya, selama ini saya gak perlu ya, dan memang situ mau bayarin?
Pas mau beli data tambahan, ternyata entah gimana telpon saya dan SIM nya konon gak sinkron, padahal ya dua2nya sudah 5G. Jadilah saya harus telpon operator saya dan menghabiskan waktu sejam cuma buat nambah data doang.
Setiap hari saya gregetan nunggu kabar dari teknisi kapan mobil saya selesai. Bolak balik perpanjang tinggal di hotel yang juga sempet bikin pening kepala.
Hari Kamis, saya bosan sampai ke ubun2, akhirnya ajak anak dan anjing saya jalan-jalan ke Gedung Pusat Pemerintahan pakai Uber. Karena kan Richmond ya memang ibu kota negara bagian Virgina.
Saya pikir ya sudah disini juga..sekalian saja kan?
Sayangnya di sekeliling gedung lagi renovasi..jadi pemandangan agak2 jelek deh buat difoto.
Tadinya setelah dari sini mau jalan2 di Canal Walk, cuma koq lihat langit gelap bener? Ya sudah jadi kami buru2 pulang saja.
Hari Jumat sore, saya baru bisa ambil mobil saya. Setelah punya mobil lagi, saya nekat ajak anak dan anjing ke pantai VA. Lagi2 ya..Wong udah disini gitu loh…cuma 1.5 jam dari hotel.
Meskipun gak lama2 di pantai, saya cukup senang karena nyempatin ya. Gak tahu kan kapan lagi kami bisa ke sini?
Di jalan sempat nemu tanda LOVE pula.
Tanda Love ketiga yang saya temukan
Sabtu jam 11, kami mulai perjalanan balik ke rumah di Kentucky. Sepanjang I64, saya masih yang cari2 tanda Love.
Tanda LOVE ke empat, saya nemu di pertanian lokal dimana si pebisnis jual bunga2, tanaman, buah2 an. Saya sempatkan beli lavender kering dan roti buat di jalan.
Tanda LOVE berikutnya harusnya di ada di taman seni di Charlottesville, tapi koq saya gak nemu? Yang ada nemu hiruk pikuk farmers market . Ya sudah..nikmati aja
Teruskan perjalanan lagi..kali ini agak menyimpang dari I64, di kota kecil Waynesboro. Tanda LOVE ada di taman kota. GPS sempet ngawur deh kasih arahan. Ugh!
Masih di daerah rural, tanda LOVE berikutnya saya nemu di brewery lokal. Kayaknya sih ramai ya, cuma berhubung saya gak demen penyulingan bir, ya saya gak mampir. Stable Brewery kalau gak salah namanya.
Anak saya sudah mulai ngambek karena saya kebanyakan side trip..ya sudah..tanda LOVE berikutnya, yang terakhir..
Kali ini di jalan utama pusat kota kecil. Agak2 nyempil lokasinya…
Yang saya perhatikan, tanda LOVE ini sepertinya buat promosi tempat / pebisnis lokal ya…sayangnya gak tahu apa gara2 Covid-19, tempat2 ini koq gak terlalu ramai juga? Padahal lucu loh…berburu tanda LOVE.
Malam ini kami istirahat di Charleston, ibukotanya West Virginia. Karena saya gak tega sama mobil, saya sendiri dan Para penumpang untuk terus di jalan selama 6 jam.
Hari Minggu, 18 Juli, kami lanjutkan lagi perjalanan pulang. Namanya juga saya yang kedemenan motret, saya sempatkan mampir di Gedung pemerintahan buat ngeceng. Ini bukan pertama kalinya sik saya mampir di sini, beberapa tahun lalu, saya sudah pernah ke sini. Sekarang kan pertama kalinya sama anjing saya…jadi ya harus foto lagi dong…
Hari saya dilahirkan ke dunia! Bersyukur banget sudah di kasih hidup selama ini yaaa…Alhamdulillah selalu sehat, selalu berusaha untuk berguna dan berfaedah, berpenghasilan diatas UMR, berpendidikan, terus belajar tentang hidup!
Hari ini saya memutuskan untuk memulai perjalanan balik ke KY, karena pas lihat2 peta, iih..capek kali nyetir 8 jam langsung ke KY? Dan juga ternyata koq dekat dengan taman nasional SHENANDOAH yang saya memang sudah kepengen intip?!
Ya sudah..mampir ah ke Shenandoah, meskipun cuma sekedar nyetir di Skyline Drive nya. Lagian juga sudah beli tiket..sayang kalau gak dipakai…
Ya wis..sekitar jam 1, kami cabutlah..
2 jam kemudian, sampailah kami di gerbang Shenandoah, ya wajib foto2 dong..namanya juga turis kan.
Jadi Skyline Drive ini pada dasarnya ya jalan utama di taman nasional Shenandoah. Di sepanjang jalan ya nanti ada pusat kunjungan, tempat kemping, tempat hiking dan overlook dimana pengendara bisa melihat pemandangan pengunungan Appalachian. Saya tahu kami gak bakal sempet hiking atau eksplorais ya, tapi gak apa2 yang penting saya got the feel kayak apa sik Shenandoah ini.
Saya terus terang sangat menikmati jalan berliku Skyline Drive, gak terlalu curam dan cukup lebar. Apa lagi pemandangan sekitar bikin mata adem…
Kalau mau nurutin saya, saya mau terusin Skyline dari ujung ke ujung, cuma karena waktu gak cukup, kita keluar di pintu Thorp.
Di jalan, saya keluar bandel dan adventurous nya. Saya baca kalau Virginia itu kan slogan ya Virginia Is For Lovers dan sama pemda ada proyek VirginiaLoveWorks dimana kita bisa temui tanda LOVE di seantero negara bagian Virginia. Saya lihat2..ih koq lucu2 sik ? Pengen deh nemuin tanda tsb.
Pas saya lihat di peta, ternyata ada beberapa Love yang saya bisa lewati. Jadilah saya bilang ke anak saya kalau kami akan ber scavenger hunt cari tanda Love .
Saat itu kami di tengah2 jalan I64, saya belokin ke I80 buat dapetin tanda LOVE pertama. Lokasinya di resto lokal yang tutup…
Selesai foto2 kami lanjutkan ke LOVE berikutnya yang ternyata lokasinya di Natural Bridge State Park.
Setelah foto2, saya perhatikan..eh..koq orang2 pada pergi ke bawah gitu ya? Ada apa sih? Yuk lihat yuk? Saya ajaklah su bujang dan si guguk…
Ternyata ada trail, bagian dari Natural Bridge State Park. Ya sudah..yuk..kita jalani?! Kebetulan bareng kami ada grup orang2 dewasa. Jadi saya minta tag bareng mereka..karena hari sudah mau gelap..saya agak2 keder juga kalau cuma kami ber3.
Aiiih…keren loh ternyata! Gak nyesel deh ambil trail ini. Jadi trail yang kita jalani ini dibawah jembatan batu alami..yang diatasnya ya di lalui kendaraan2 sebagai bagian dari jalan lokal. Dan..ternyata trail berakhir di air terjun. Bonus kan!
Selesai hiking koq sudah gelap ya..ya sudah kami putuskan untuk bermalam di hotel Natural Bridge State Park. Rencananya ya besok pagi teruskan perjalanan pulang sambil cari tanda LOVE lagi
Hari Sabtu kemarin saya kongkow2 sama ibu2 Indonesia di Louisville. Biasa deh makan2 ala warteg Indo, ya terong pedes, tahu tempe, bumbu kacang, ikan asin, ayam goreng, ikan bumbu kuning…pokoke warteg abis dan enak.
Selesai makan, salah satu ibu yang sangat up to date dengan kekinian di Indo bilang..”Eh nonton Ali & Ratu- ratu Queens yuk?!”
Ya sudahlah kita semua rame2 nonton.
Jreng jreng Jreng…
Apa sik cerita film ini??
Saya terus terang rada2 skeptik karena kheki sama persepsi orang2 Indo dengan kita2 yang tinggal di Amrik yang lihatnya kita ini selalu hidup gak kekurangan dengan bule kita dan gaji dolar.
Film ini tentang anak bernama Ali, yang nyari ibunya yang pergi ke New York City, Amerikah saat Ali masih kecil untuk mengejar “impian”.
Disini masih agak klise ya dan stereotipe. Hijrah ke Amerikah adalah satu2nya jalan untuk memperbaiki hidup atau dengan hijrah ke Amerika hidup akan SELALU jadi lebih baik.
Saya lagi2 sempet gerah ya. Karena buat saya itu kasih persepsi/ide yang salah tentang hidup di Amrik.
Lokasi film ini ya di NYC ya..komplit dengan Times Square yang hingar bingar, China town, subway, penjual makanan gerobak yang memang ada di tiap sudut di NYC.
Saya yang kebetulan baru kunjungi NYC di tahun 2019, semua yang saya lihat di film ini masih segar banget di ingatan… (makasih ya Bon..dah ajak ke NYC buat ketemuan..kalo enggak, gak kesampean kaliiii).
Setengah film, saya mulai lebih berminat…
Karena ternyata cerita Ali & Ratu-Ratu Queens buat saya lebih real karena “berani” kasih lihat suka duka orang2 Indo yang berjuang untuk hidup di Amrik. Dibanding misalnya cuma kasih lihat kehidupan cewek Indo kawin sama bule en live happily in their castle. (uhuk..uhuk)
Jadilah di film ini dikasih lihat sekilas gimana ibu2 Indo di NYC kerja serabutan untuk memenuhi hidup mereka sehari-hari.
Gimana 4 ibu2 berumur tinggal bareng2 di satu apartemen di NYC dan belanja pakaian di toko whatever bukan cuma nenteng tas belanjaan dari Saks Fifth Avenue doang.
Film ini juga berani ngasih lihat cara pandang orang Indonesia yang sering kali lebih mentingin “gengsi, martabat, pamor di mata masyarakat, menutup-nutupi kenyataan (pahit) dibanding melihat sesuatu kondisi apa adanya.
Sepanjang film, saya sering kali harus nutup muka pakai bantal karena terharu, kebawa akting para pemain yang ciamik.
Saya jatuh cinta sama Nirina Zubir yang main sebagai Tante Party, ngakak waktu Ance dan Biyah throwing shade pas ngebahas rendang, gemes sama siluet Eva yang imut banget dan kagum sama karaketer Ali yang anak baik2 sekali.
Saya juga demen banget sama yang milihin kostum2 pemain. Sekali lagi ya…gak semata2 ngasih liat ibu Indo yang nenteng tas Dior dengan si bulenya…
Jadi teman2..nonton deh Ali & Ratu Ratu Queens.
Ada beberapa hal yang agak janggal ya..tapi secara keseluruhan saya suka banget sama film ini.
Haloooo teman2…sudah lama ya gak nulis..maklum lagi so sibuk…ceile..padahal banyak juga yang mau saya ceritain…
Salah satunya suka duka nge Shipt. Saya cerita kan ya kalau saya ambil kerjaan sampingan sebagai kurir belanja.
Nah..Saya sudah dikategorikan “veteran” loh, karena sudah ambil 50 order…
Kemarin pas saya masuk ke 30 order saya dapat hadiah dari Shipt…2 Kaos dan satu cooler bag. Seneng? Ya seneng aja, karena kan tasnya kepake banget, meskipun saya nanti sudah gak kerja di Shipt lagi.
Kemaren sempet saya di tanya sama temen kerja saya di tempat kerja kedua.
“Kamu nerusin kerjaan kurir kamu?”
Memang sering sik, saya ditanya ngapain sik kerja sampai 3 kerjaan?
Ih..gak oke banget ya kerja jadi “pembantu” orang lain. Gengsi
Ya gak apa2 sik..setiap orang kan boleh punya opini lah.
Buat saya kerjaan Shipt ini bikin saya grounded. (Well balance, sensible). Apa ya? Tahu diri. Sadar diri. Diingatkan biar gak blagu. Diingatkan akan kuasa Yang Maha Kuasa. Diingatkan biar gak lupa diri.
Misalnya ni..Ada satu waktu yang saya sudah ngoyo banget ambil orderan…masih juga gak dapat kena target yang saya mau..($150 per minggu). Sediiihhh banget..karena hari sudah larut malam, maunya sik saya gak amb order lagi..mana hari itu hari terakhir sebelum masuk minggu baru). Setelah saya nelongso karena gak kena target…
Beberapa jam sesudahnya, ternyata ada orderan yang kasih saya tip…jadilah bayaran saya di atas $150 seperti yang saya harapkan…❤❤❤
Atau hari ini saya papasan sama Shipt lain, saya tahu karena si mbak pake kaos berlogo perusahaan. Saya tegur kan. Hi! Saya juga kurir Shipt!
Aduh..si mbak cantiiiikkkk banget. Dandan tapi gak songong gayanya. Dia malah cerita gimana dia lagi nguber bonus hari itu. Saya masih ternganga liat cantik nya si mbak…ternyata orang cantik kayak si mbak gak gengsi an ya kerja “cuma jadi kurir belanja”.
Dia cerita kalau dia biasanya belanja di daerah lain (di Indiana!), tapi karena ada bonus, dia rela ambil order di wilayah lain. Gila! Salut ih!
Atau pas saya antar belanjaan ke rumah manula…beliau untuk bergerak harus pakai walker. Dia minta saya bawa masuk belanjaan ke dalam rumahnya karena beliau akan susah naik turun tangga. Saya mah oke2 aja. Lalu beliau bilang. Maaf ya, anak saya ternyata pulang telat, dia jadi gak bisa belanja buat saya…
Saya yang langsung mikir almarhum orangtua saya yang saya gak sempet nolong apa2 saat mereka butuh bantuan. Ada terselip rasa senang knowing somehow I helped another person in need.
Atau saya jadi sering kali terharu biru sama kemurahan pelanggan yang memberi tip, terutama tip diatas $10. Karena saya pribadi ya itu gede ya. They have no idea how much it makes a difference for me.
Dan seperti juga 2 pekerjaan saya lainnya…Saya tetap sumringah loh kalau dapat shoutout seperti ini
Kesimpulannya?
Saya bersyukur banget jadi kurir Shipt.
Saya bersyukur sama ortu Saya gak diajarin gengsi. Ortu Saya gak pernah memandang jelek pekerjaan apapun, asal itu gak melanggar hukum
Gak nyangka juga kalau Covid, cuaca jelek bisa buka peluang cari uang tambahan.
Seperti perusahaan2 di Indonesia, perusahaan di Amerika juga pastinya memberikan karyawan2 mereka fasilitas2 diluar gaji pokok.
Fasilitas-Fasilitas yang disediakan setiap perusahaan itu berbeda2 ya, ini juga yang kita harus jeli dan mengerti sebelum memutuskan untuk mengambil pekerjaan dan juga supaya kita bisa memanfaatkan sebaik2nya fasilitas2 yang disediakan.
Saya coba tuliskan fasilitas-fasilitas yang saya tahu ya. Detail masing2 fasilitas rencananya akan Saya coba bahas satu2 di tulisan berikutnya. Atau paling enggak, saya akan bahas yang “penting”
1. Cuti liburan dibayar atau paid vacation times
2. Ijin Sakit atau Sick Days
3. 401K
4. Saham
5. ROTH IRA
6. Pensiun
7. FMLA
8. Cuti Hamil
9. Biaya edukasi ditanggung
11. Alokasi “belanja”
10. Asuransi Kesehatan
12. Bonus
13. Komisi penjualan
14. Hari2 besar dibayar atau paid holidays
15. Gaji elektronik dan pilihan untuk mendepositikannya ke lebih dari satu rekening
16. Lembur
17. Diskon Perusahaan
18. Diskon Pegawai
19. Penghargaan Masa Kerja
Yang paling umum yang sebagian besar perusahan2 disini berikan adalah
1. Asuransi kesehatan
2. Cuti pribadi
Jenis perusahaan tempat kita kerja dan status kepegawaian kita akan mempengaruhi jenis2 fasilitas yang akan kita dapat.
Contoh. Perusahaan besar, multi nasional atau perusahaan pribadi. Perbankan atau ritel atau manufaktur dsb. Kerja penuh atau kerja paruh waktu atau kontrakan. Pegawai atau pekerja independen. (Contoh agen penjual rumah, agen asuransi, pekerja konstruksi)
Secara umum, sebagian besar perusahaan menyediakan fasilitas2 ini untuk pekerja yang statusnya penuh (full time) , sementara pekerja yang hanya paruh waktu atau kontrak biasanya fasilitas yang didapat tidak semuanya, atau bahkan tidak ada fasilitas sama sekali.
Intinya selain masalah gaji, kita sebagai pelamar juga pinter2 nanya apa fasilitas yang perusahaan sediakan buat pegawai mereka. Jangan terpana sama gaji doang!
Pernyataan Sanggahan: semua tulisan saya berdasarkan pengalaman dan pengetahuan saya pribadi atau berdasarkan penjelasan verbal langsung dari pihak kedua yang diberikan ke saya.
Jadi pasti ada kemungkinan information yang saya berikan kurang tepat atau kurang lengkap.
Kalau ada pembaca yang mau menambahkan informasi, silahkan komentar loh.
Hadewhhhh…pandemi bikin saya “gatel” pengen keluar. Masalah Covid-19, saya pribadi orangnya lebih relaks dibanding anak dan si bapak. Dalam arti, saya gak paranoid kalau ke tempat umum, tapi anak dan si bapak lebih milih buat gak ke tempat umum sebisa mungkin. Beberapa kali saya ajak pelisir, mereka berdua gak mau.
Saya kan ambil cuti akhir tahun, setelah maksa, akhirnya kami sepakat untuk jalan-jalan ke French Lick, Indiana dan nginap di West Baden Springs hotel.
Kami sebelumnya sudah sering mampir di hotel ini, tapi gak pernah nloginap. Dan kami jatuh cinta banget sama ini hotel ini. Jadi keputusan untuk menginap disini, boleh dibilang win-win lah.
Hotelnya hotel tua ya, tapi keren abis. Karena atriumnya itu atrium terbuka dengan kubah raksasa, yang pas jaman ini hotel dibangun, sekitar 1900, struktur seperti ini langka.
Atrium lobi hotel West Baden Springs
Yang bikin saya tambah senang, pas saya baca2 situs hotel, hotel ini ternyata pet friendly hotel. Jadi saya bisa bawa anjing saya !!
Kami berangkat hari Minggu, tanggal 27 Desember 2020. sekitar jam 2 an. Perjalanan ke French Lick dari tempat tinggal kami itu kira2 1.5 hingga 2 jam an.
Sampai di lokasi, kami langsung bisa masuk kamar. Karena kami bawa anjing, kamar kami di lantai 2, yang memang khusus untuk tamu2 yang bawa binatang peliharaan mereka.
Jendela kamar kami dari lobi, itu anjingku lagi nyariin aku dari kamar
Dari hotel, anjing kami di beri mangkok air/makanan, treat dan kantong 💩.
Kunci kamar bergambar foto hotel
Hari ini, kami niatnya cuma leha2 dikamar dan nikmati alunan musik piano di lobi.
Senangnya dengerin alunan piano dan pergantian lampu di lobi
Untuk makan malam, kami makan di rumah makan, Ohana, pusat kota French Lick. Karena masih suasana Natal, baik di kota maupun di hotel banyak hiasan lampu2.
Pas balik, si anak laper lagi, jadilah kami pesan makanan dari room service, sup bawang dan coklat brownie.
Supnya enak, brownie nya juga enak, gak terlalu manis -saya makan tanpa frosting.
O iya, kamar kami menghadap ke atrium, jadi kami bisa lihat atrium kapan saya, bahkan bisa nikmati alunan musik dari pemain piano di lobi.
Hari Senin, 28 Desember 2020
Setelah mandi, kami pesan makanan dari resto di lobi hotel. Karena kami bawa anjing, kami tidak bisa duduk makan di tempat yang disediakan resto, tapi bisa makan di tempat duduk yang tersebar di lobi.
Semalam kami putuskan, kalau hari ini kami akan lihat stables di belakang hotel dan akan hiking ke Hemlock Cliffs.
Saya sebenarnya pengen banget horse back riding ya ($45 per orang. 45 menit), cuma anak saya gak mau..ya sudahlah..jadi kami cuma lihat2 kuda saja.
Sebelum ke lokasi hiking, kami sempatkan mampir ke French Lick Wine Distillery . Karena gak niat2 amat, saya iseng wine tasting , saya pilih $4 buat icip 5 jenis minuman anggur.
Saya sudah pernah wine tasting sebelumnya, jadi agak2 ngeh gitu. Saya bilang kalau saya senangnya minuman anggur yang “manis”. Waktu dikasih daftar minumannya, si mbak kasih tahu mana kira2 yang saya suka.
Dari 30 jenis minuman anggur di daftar saya pilih: French Tickle, Pretty in Pink, French Lick Red, Blueberry dan Mon Cheri.
Tapi sama bartendernya, saya dikasih tambahan 2 :Moscato dan Tropical Frost.
Ternyata, saya suka sama French Tickle , anggur dari jenis anggur Catawba dan berkarbon, alias fizzy dan Blueberry, anggur dengan rasa blueberry….
jadilah beli making satu botol. Mahal juga ih. Ya gpp lah, sekali setahun….
Hasil icip2 minuman anggur
Setelah icip2, kami menuju ke Hemlock Cliffs. Dari app All Trails, trail yang saya pilih ini dikategorikan cocok buat anak2, boleh bawa anjing, ada air terjun dan jaraknya cuma 1.2 mil.
Hasilnya?! Ini boleh dibilang salah satu trail favorit saya! Gak terlalu terjal, meskipun ada beberapa bagian trail yang kami harus ekstra hati2 , biar gak jatuh, gak terlalu berbatu atau berlumpur. Banyak tebing2 unik yang kita bisa explorasi.
Selesai hiking, kami balik ke hotel.
Leha2 lagi di lobi sama anak saya…
Selasa, 29 Desember 2020.
Hari ini kami check out ya. Nah, saya pikir, masa sik, sudah nginap di hotel yang pet friendly yang bahkan ada menu makanan khusus buat si anjing, saya gak pesan? Jadilah saya pesan daging gulung ala Mosses (Mosses Meatloaf) untuk sarapan anjing saya di hari terakhir kami disini.
Anjingku makan dengan rakusnya
Setelah check out, kami mampir di indoorgo karting. Sebelumnya kami sudah pernah main gokart di sini, dan anak saya selalu suka. Jadi ya mumpung disini, kami sempatkan main.
Selesai main go-kart, kami lanjutkan ke Wilsten drive thru safari . Sayangnya saya tidak bisa ikut, karena mereka tidak memperbolehkan anjing selama di DT.
Nah..pas saya dan anjing saya nunggu si anak dan bapak ber DT, kami nongkrong depan kandang kanguru. Lucu banget sih kanguru ini, saya pikir.
Selfie sama kanguru dari luar kandang
Pas si anak dan bapak balik dari DT ria, saya bilang kalau saya mau ‘main’ dengan kanguru dan kasih makan jerapah.
Untuk main dengan kanguru, pengunjung cukup bayar $7.50. Di kandang kanguru, selain kanguru, ada Llama Hiram bernama Pacman, 2 rusa, satu laki namanya Guy dan satu cewek, Naomi. Dan ternyata si Guy ini asalnya dari Indonesia!
Si Guy ini anteng banget, gak keberatan di elus2. Kalau si Pacman jahil. Sementara kanguru2 yang bersliweran, ada satu, Sydney yang memang demen dielus2.
Jadilah saya selfie an dong sama Sydney dan Guy…
Buat kasih makan jerapah, pengunjung tinggal beli wortel $2. Saya tadinya gak yakin bakal bisa kasih makan si jerapah, habis saya berasa pendek banget. Tapi ternyata si jerapah bisa nyamperin wortel di tangan saya tanpa masalah…🤩
Setelah wortel ditangan habis, kami kembali ke Louisville, KY.
Meskipun singkat, kami cukup senang dengan pelisiran pendek kami kali ini.
Covid-19 jelas membuat banyak hal2 yang berubah ya. Contoh : kamar kami tidak di bersihkan setiap harinya. Kalau minta ganti handuk, sampo, sabun, botol air, tamu harus minta. Hotel hanya untuk tamu hotel (sebelum Covid-19, bukan tamu hotel boleh masuk). Pas masuk ke area hotel, temperatur kami dicek, nama kami di lihat di daftar kamar mereka, lalu kami diberikan gelang kertas untuk keluar masuk hotel. Gelang kertas ini harus diganti setiap harinya. Masker jelas harus dipakai selama tamu2 wara wiri di ruang umum. Masuk lift, disarankan satu grup. Ribet ya?
Memang sik..tapi kebanyakan tamu2 mentaati aturan koq. Jadi ya saya pribadi gak terlalu khawatir.
Sebagai orang Indonesia kebanyakan, satu hal yang saya paling kangeni dari tanah air adalah makanan.
Sudah 15 tahun di Indonesia, saya tetep lebih milih makan siomay di banding cheese poppers, martabak terang bulan dibanding crepes.
Saya juga orangnya tidak hobi masak, jadi masalah kangen sama makanan Indonesia itu lebih dalem lagi.
Salah satu jajanan Indo yang saya kangen adalah martabak manis. Dulu pas di Indo saya lumayan sering beli dari abang2 yang dijualan di sekitar tempat saya tinggal.
Beda dengan martabak asin yang saya sudah PD bikin sendiri, martabak manis saya gak berani buatnya….
Disamping itu juga saya perhatikan, beberapa kali saya icip2 martabak manis homemade, rasanya kurang pas buat saya. Entah itu ketebelan, atau menteganya gak berasa, atau rasa tepungnya terlalu dominan.
Tapi kemarin itu..sakkkkiing pengennya saya nekat nyoba bikin dong. Iih…dua kali gagal. Keki banget rasanya.
Pertama kayaknya salah komposisi tepung, percobaan kedua, matangnya koq gak rata sik??
Setelah gagal dua kali, saya tanya ke teman saya yang hobi masak. Kata dia komposis tepung, tipe kompor, udara tempat kita tinggal berpengaruh…haaaalaahh..mau repot ya?!!
Manyun lah saya. Ternyata susah yaaaaa…(dan memang ya saya paling sebel bikin penganan yang bahannya tepung)
Nah, gak sengaja dengar ada toko khusus jualan martabak di Philadelphia, PA. Denger2 sik enak…cuma belum sempat2 juga ke sana.🙄
Nama warungnya MartabakOK. Pas liat di Google, kayaknya oke banget memang.
Setelah ngobrol sama teman yang juga hobi makan, ternyata MartabakOK terima pesanan untuk kirim ke seantero Amrik.
Ya sudahlah saya akhirnya menyerah. Sekitar dua minggu lalu, saya hubungi MartabakOK lewat WhatsApp. (pakai nomor telpon di bawah ini ya)
Responnya cepet lagi! Saya bilang saya lagi mikir2 mau pesan. Dikirimlah menu ke saya.
Biar gak usah bayar ongkir, saya pesan 4 loyang:
Setelah MartabakOK terima pesanan saya, mereka kirim tagihan yang jelas rinciannya. Saya lalu bayar via Zel.
Dasar saya pembeli yang bawel, saya minta kotak martabak dimasukkan ke paket juga. (Soalnya saya lihat, kotak mereka koq lucu gitu)
Pembayaran beres, beberapa hari kemudian saya di kirimkan foto nomor pengiriman paket.
Wuahhh..senangnya hati waktu lihat kalau paket on the way
Hari ini pas saya kebetulan keluar rumah, voila ada paket di kotak pos saya! Gak sabaran dong..saya langsung buka..mana juga pas sampai pas waktunya saya break dari tempat kerja.
Masing2 loyang dibungkus dalam plastik kedap udara, yang saya langsung masukkan ke freezer.
Saya cuma buka martabak manis komplit dan martabak asinnya.
Coba lihat …alangkah sedapnya penampilan si martabak?!!
Martabak Manis Coklat, Kacang, Keju
Martabak asinnya juga bolehlah…
Si martabak manis cukup dipanaskan di microwave selama 1-2 menit.
Waduh….enaaaaakkk banget! Menteganya berasa (jarum timbangan langsung goyang2), coklatnya, kejunya!!
Kalau martabak asinnya, saya tidak panaskan, karena saya malah senang makan kalau dingin. O iya, martabak asinnya ada 2 jenis saus. Kalau saya bilang, sausnya kurang pedas dan kurang cuko istilahnya, tapi si bule suka.
Jadi masa karantina terasa sedikit lebih manis (dan gembul) dengan adanya persediaan martabak di kulkas
Kalau ada teman2 yang seperti saya, doyan martabak manis tapi ogah masak, pesen deh ke MartabakOK. Dijamin gak nyesel!
Sebagai imigran, nemu yang kayak gini saya bersyukur banget! Bisa menikmati makanan Indo tanpa mudik!
(tulisan ini bukan promosi loh, cuma murni saking senengnya saya sama pelayanan dan produk martabak dari MartabakOK )