jalan-jalan

Menghitung Hari Mudik Ke Jakarta! – Proses Menabung Dan Menuggu

Setelah 8 tahun tidak bertemu dengan keluarga di Jakarta (termasuk tidak bisa menghantar almarhum Ayah ke tempat peristirahatan terakhir beliau), Insha ALLAH saya dan anak akan mudik ke Jakarta selama 2 mingguan bulan Januari 2015!!

Terus terang anggaran mudik ini amat sangat ‘ketat’, sejak Ayah meninggal di bulan April 2014, saya mulai menyisihkan uang bonus hasil kerja saya. Untuk perjalanan mudik saya kali ini anggaran saya itu $3,000 alias pas-pasan. Ha…ha…ha. Yang penting tiket terbeli dulu deh!

Di Amerika, saya kerja di perbankan paruh waktu. Artinya saya hanya kerja 26 jam per minggu. Kalau hanya mengandalkan penghasilan kerja saya, setelah di potong asuransi kesehatan, terus terang akan lama sekali untuk saya bisa mengumpulkan uang untuk mudik. Minta dibayarin suami juga koq tidak mungkin ya? satu karena penghasilan suami ya untuk bayar tagihan dan keperluan sehari-hari dan kedua saya orangnya males ‘ngerepotin’ orang lain, meskipun itu suami sendiri. Ketiga…suami tidak ada extra uang juga….ha…ha…ha.

Tapi untunglah di tempat kerja ini pegawai ada kesempatan untuk mendapat bonus dari hasil penjualan produk.

Nah disinilah saya kerja mati-matian. Bonus ini dibayar setiap 3 bulanan. Yang nyebelin, meskipun saya berhasil mengumpulkan bonus hingga $500 misalnya, pajak bonus ini juga lumayan besar : 40%. Jadi bonus ini terus terang sering kali ‘tidak berarti’ apa-apa.

Jadi saya putuskan, saya acuhkan itu pajak, setiap kali saya dapat bonus, saya langsung kurangi total jumlah pendapatan saya dengan gaji saya sehari-hari tanpa bonus.

Saya juga rajin melihat-lihat harga tiket pulang. Sempat ada tiket murah (dibawah $1,000) beberapa minggu setelah Ayah meninggal, sayangnya saat itu paspor saya sudah habis masa berlakunya dan harus menunggu 3 minggu hingga paspor selesai. Yang ada waktu paspor saya sudah diterima ditangan, harga tiket sudah melonjak lagi, karena sudah masuk masa liburan sekolah anak-anak. Dan terus terang saya tidak mampu untuk beli tiket saat harga sudah diatas $1,000, karena saya akan bawa anak saya mudik bareng.

Jadilah saya harus menunggu lagi. Saya pikir kalau memang rejeki, akan ada tiket murah lagi yang saya mampu beli.

Kuartal ketiga 2014, saya lumayan dapat bonus cukup bagus dan waktu lihat tiket, ada tiket murah di bulan Januari dari situs ini. Harga tiket per orang jatuhnya $800++ (total) dan waktu tunggu antara pesawat yang satu dengan yang lain cuma 3 jam.

Pikir punya pikir, tiket harga sekian kayaknya akan jarang-jarang nongol, jadiah saya putuskan untuk beli. Alhamdulillah ada anggarannya.

Nah, ada dua hal yang harus saya korbankan dalam rangka mudik saya kali ini. Yang pertama adalah hari-hari sekolah anak saya. Di perjalanan mudik ini dia akan kehilangan 11 hari sekolah. Apa boleh buat, pilihannya tiket murah di hari sekolah atau tiket mahal di hari libur, terpaksa saya harus pilih yang pertama.

Yang kedua jatah liburan dibayar (paid vacation) saya. Berhubung saya pekerja paruh waktu, jumlah liburan saya itu tergantung dari jumlah jam kerja yang saya lakoni tahun sebelumnya.  Rata-rata pekerja paruh waktu mendapat 7-14 hari libur dibayar.

Tahun 2014 jam kerja saya tidak sebanyak tahun 2013, hitungan kasar, saya pasti dapat seminggu liburan di bayar, tapi teman-teman tahu sendiri dong, kalau pergi internasional, seminggu tidak berasa apa-apa. Minimal harus 2 minggu, paling enak ya sebulan.  Apa boleh buat, saya kudu ambil libur tidak dibayar alias unpaid vacation. 

Artinya balik-balik dari Indonesia, siap-siap melihat rekening agak-agak kosong melompong…..:-)

Ya tidak apa-apa, Insha ALLAH adalah rejeki setelah pulang.

Sekarang saya lagi bingung……mau bawa uang tunai berapa ya??

Main Lego Sepuasnya Di Lego Kids Festival, Indianapolis, Indiana

Lego Kids Festival itu acara tahunan yang digelar oleh LEGO untuk anak-anak penggemar LEGO. Saya sendiri baru ‘tahu’ tentang acara ini sejak pindah ke Louisville. Karena dua hal : pertama karena punya anak maniak LEGO dan sudah agak besar untuk bisa diajak ke acara seperti ini, kedua karena akhirnya tinggal di kota yang termasuk di daftar kota-kota LEGO Kids Festival.

LEGO Kids Festival kali ini adalah, LEGO Kids Festival kedua yang kita datangi. Tahun lalu, diselenggarakan di kota Louisville, di Kentucky Exposition Center. Tahun 2014 ini, kami harus ke luar kota sedikit, ke Indianapolis untuk menghadiri acara ini.

LEGO Kids Fest selalu diadakan di hari Jumat, Sabtu dan Minggu. Untuk acara hari Jumat, cuma ada satu sesi yaitu 4 pm-8:30pm, sementara hari Sabtu dan Minggu, selalu ada 2 sesi yaitu sesi pagi dari jam 9 hingga jam 1:30 siang dan sesi sore dari jam 3 hingga jam 7 malam.

Harga tiket itu lumayan tidak murah, $22 untuk orang dewasa dan $20 untuk anak-anak usia 3-17 tahun. Untunglah cuma setahun sekali!

Berhubung kami bukan tipe suka bangun pagi, dan kerja di hari Jumat,  kami selalu pilih sesi kedua di hari Sabtu.

Jadilah kami berangkat hari Sabtu sekitar jam 10 pagi dari Louisville, di perjalanan tidak secepat yang kami harapkan karena banyak konstruksi di jalan Interstate 65 yang kami lewati.

Sesampai di hotel, itu sekitar jam 1:30 siang, setelah pikir ini itu, kami putuskan untuk langsung ke lokasi LEGO Fest, karena pertimbangan lalu lintas dan cari parkir di lokasi.

Benar saja, karena lokasi LEGO Fest kali ini di pusat kota Indianapolis (di Indiana Convention Center) , stadium yang berlokasi dalam kompleks yang sama juga ada acara cukup besar.  Antrian mobil mencari tempat parkir sudah panjang. Kami ambil jalan 2 blok dari lokasi, di jalan McCarty , ada tempat parkiran $5 yang masih kosong. Aha! tanpa pikir panjang lagi kami ambil parkiran ini, lah, parkiran lain yang sedikit lebih dekat ke lokasi itu dipingit $10 euy!

Masalah parkir di Amerika saat ada acara-acara besar seperti ini memang lumayan nyebelin. ‘Preman’ parkir rata-rata mematok harga minimal $10, terutama yang lokasinya dekat. Saran kami, parkir agak sedikit jauh dari lokasi acara, biasanya akan ketemu tempat parkir yang lebih murah, meskipun akan jalan sedikit lebih jauh.

Jalan 2 blok, sampailah kami di lokasi. Masih pagi, jam 2:15 pm. Tapi kami sudah boleh masuk ke dalam gedung dan lumayan antrian tidak panjang! Panitian menyediakan 8 jalur tunggu, kami pengunjung pertama di jalur ke tiga. Jadi kami bisa melihat langsung arena LEGO Fest sambil menunggu.

Di hadapan kami itu arena LEGO museum, dimana patung-patung LEGO raksasa dipajang. Ada Emmet, Wild Style, Lightning McQueen, Batman, harimau, zebra dan banyak lagi.

2014-11-10_LEgoKidsFest_Indy

Sambil menunggu, kami mempelajari peta. Belajar dari tahun lalu, antrean untuk masuk ke salah satu arena itu bisa lumayan lama. Jadi sekarang kami coba lebih terencana.

Yang baru di LEGO Fest kali ini : arena LEGO Movie, Mixels, LEGO Fusion.

Yang tetap : LEGO Challenge, Creation Nation, LEGO Friends, Lego Chima, Lego Ninjago, Lego Race Ramps, Lego Wall, LEGO Duplo. 

2014-11-10_LEgoKidsFest_Indy13

Beberapa Zona Bermain Anak-Anak di LEGO Festival Indianapolis 2014

Collages25

Setelah bolak balik melirik jam, akhirnya jam 3:00 pm datang juga! LEGO Master Builder, Dan, datang menyambut pengunjung yang sudah tidak sabar untuk masuk ke arena. Setelah bermain bola LEGO beberapa menit, LEGO Kids festival resmi dibuka!!! Suara pengunjung (termasuk anak saya) hiruk pikuk hebbbbbbbbohnya minta ampun!!!

2014-11-10_LEgoKidsFest_Indy2

Pembukaan Festival Oleh Master Builder

Nah, sekarang kami sudah resmi masuk di festival.

Sekarang, yuk, mari saya ceritakan tentang kegiatan yang kami lakukan di berbagai zona di LEGO Festival ini :

Secara umum, setiap zona ada keunikan masing-masing dan beberapa ada yang bertema sesuai dengan produk LEGO di pasaran.

Misalnya :

Di Zona Brick Battle, anak-anak ditantang untuk membuat gedung setinggi dan sekuat mungkin dalam waktu 5 menit! Setelah berhasil di bangun, kekuatan gedung harus dicoba, dimana anak-anak harus memindahkan gedung dari lantai ke meja juri. Lalu Juri akan mengukur tinggi gedung masing-masing. Senangnya lagi semua anak-anak, di beri hadiah!!  Hadiah yang didapat di zona ini adalah LEGO City  Mini Set Seaplane 30225.

2014-11-10_LEgoKidsFest_Indy5

Sibuk Membangun Gedung

Sementara di zona Building Challenge, pengunjung diberi tantangan yang berbeda-beda, tergantung kemauan si Lego Personel. Waktu kami masuk, tantangannya adalah membuat mahkota, sementara grup sebelumnya diminta untuk membuat Dino. Waduh, terus terang saya kelabakan, tapi anak saya mah tenang-tenang saja. Dalam waktu yang ditentukan, voila! Si kecil sudah jadi membuat mahkota. Setelah selesai bermain, lagi-lagi, pengunjung dibolehkan mengambil hadiah gratis. Kali ini hadiahnya dari seri Chima.

2014-11-10_LEgoKidsFest_Indy6

Si Kecil dan Mahkota LEGO buatannya

Di zona Creation Nation, pengunjung diperbolehkan membangun apa saja tanpa ada persyaratan tertentu dan tanpa dibatasi waktu. Setelah selesai membangun, hasil kreasi kita akan di letakkan di ‘peta’ Amerika Serikat’ terbuat dari LEGO dan diberi hadiah!! Berhubung saya ikutan membangun -kreasi saya itu : New-Age Temple – saya juga boleh ambil hadiah. He…he…he… Hadiah disini masih dari seri Chima.

2014-11-10_LEgoKidsFest_Indy7

Sementara di zona Chima, Ninjago, Mixels, Friends, pengunjung membangun LEGO dengan menggunakan satuan-satuan LEGO dari produk tersebut. Di LEGO Friends contohnya, satuan-satuan LEGO yang digunakan ya berwarna ungu, merah jambu, sesuai dengan seri Friends.

O iya, di zona LEGO Friends ini, pengunjung juga di beri hadiah meskipun kita hanya membangun bebas tanpa dibatasi waktu ataupun jenis bangunan. Hadiah kali ini LEGO City Mini Set Small Police Helicopter 30222 dan LEGO Disney Princess Rapunzel’s Market Visit (untuk saya!!)

Selama 4 jam lebih kami wara wiri ke sana ke mari membangun Lego ini itu. Percaya atau tidak, kami tidak sempat mendatangi semua zona!!  Untung juga waktu bermain dibatasi, kalau tidak bisa-bisa kami menginap di festival dan tidak pulang-pulang!

Di akhir kunjungan, kami lihat satu persatu hadiah-hadiah gratis yang kami dapat dari Lego Festival.

Asli banyak! Tidak bohong kalau saya senang lihat hadiah-hadiah ini, karena selain membuat anak senang, juga membuat harga tiket yang dibeli menjadi ‘worth’ it. Dibanding tahun lalu, saya agak-agak ‘gelo’ karena merasa harga tiket yang tidak murah, dan saya merasa si anak semata-mata hanya main-main tho’.

2014-11-10_LEgoKidsFest_Indy12

Kesimpulannya : Lego Festival kali ini lebih seru dan berkesan dibanding tahun lalu. Karena ada beberapa hal yang berbeda di festival tahun ini :.

Pertama : adanya pemberian hadiah gratis untuk anak-anak di beberapa zona tertentu.  Di Zona Brick Battle, Building Challenge, Creation, Nation, LEGO Friends, LEGO Magazine, anak-anak mendapat hadiah kantong LEGO gratis yang harga retailnya itu sekitar $4.

Kedua : ada undian untuk memenangkan LEGO Master Builder Set

Ketiga : sesi foto gratis dengan latar belakang LEGO Spiderman.signedpic

Untung juga saya putuskan untuk tetap datang ke festival tahun ini.  Sampai jumpa lagi LEGO Festival!

Jalan-Jalan :Naik Kereta Api Tut Tut Tut

Suami hobi sama yang namanya kereta api. Konon waktu dia bayi, setiap kali dia merengek atau menangis, ibunda beliau buru-buru membawa dia ke rel kereta api menunggu kereta api lewat dan puff! dia akan langsung berhenti menangis.

Ha!

Jadilah sejak itu boleh dibilang dia jadi maniak kereta api yang kemudian ditularkan ke anak laki-laki kami. Sejak umur 2 tahun si kecil hobi bermain Thomas and Trains, membaca buku tentang kereta api dan ….tiap kali ada kesempatan, kami kudu tamasya naik kereta api, terutama kereta api uap.

Di daerah Kentucky/Indiana Selatan ada beberapa tempat dimana kita bisa naik kereta api turis. Musim panas 2014 ini kita berkesempatan naik kereta api di daerah French Lick, Indiana.

Yang membuat seru itu, kita pilih tema Wild West dimana akan ada aksi ‘perampokan’ di kereta api. Buat saya pribadi, ini pengalaman pertama naik kereta api bertema, meskipun sebelumnya saya sudah pernah mendengar moda ini, tapi belum pernah melakoni sendiri, jadi saya penasaran sekali.

Jarak dari tempat kami tinggal ke French Lick itu sekitar 1.5 jam. Jadwal keberangkatan kereta api jam 1 siang, kita berangkat dari rumah kira-kira jam 9.30 am, kita pikir lebih baik datang pagian daripada mepet nanti malah panik.

Jam 1 tepat, kereta berangkat….siip..sepanjang jalan saya celingukan di gerbong, menunggu si ‘perampok’, eh tahu-tahu kereta memperlambat kecepatannya, lalu ada pengumuman kalau ada ‘masalah’ di luar.

‘Wah ini dia aksi perampokannya!’ pikir aku, buru-buru ambil kamera.

Benarlah, saya lihat ada koboi dengan senjata mengejar kereta api, lalu ada satu lagi, lagi, lagi, segerombolan bandit mengepung kereta api! Jangan salah! ada bunyi dar-der-dor segala!! (wong saya sampai terpekik sendiri waktu dengar bunyi ‘senjata’ -dasar wong deso wae!)

Bandit Koboi!DSCN3590DSCN3591

Dari kereta api, penumpang bisa melihat bandit-bandit koboi ini beraksi selama beberapa menit, lalu datang sherif dan penegak hukum lainnya untuk menangkap bandit-bandit!

DSCN3598

Waduhhhhhh!! seru sekali!!! hi..hi..hi..meskipun saya tahu ini bohong-bohongan, tapi seru juga, karena kita lihat para penegak hukum mengejar si bandit dengan kuda mereka, menembak jatuh bandit-bandit dan menangkap hidup-hidup pentolan bandit yang nantinya akan dihukum gantung!

He..he..he..aksi panggung ini berlangsung sekitar 30 menit, penumpang diperbolehkan turun dari kereta api, karena salah satu bagian dari aksi ini adalah salah satu bandit bersembunyi di antara penumpang, dan sang penegak hukum harus mencari si bandit diantara kami.

Setelah aksi selesai penumpang diperbolehkan berfoto dengan bandit-bandit koboi atau sherif koboi, silahkan pilih sendiri.

DSCN3606

Di akhir cerita, penegak hukum berhasil menangkap semua bandit-bandit dan kami semua ‘lega’ karena tidak ada lagi aksi kejahatan di kereta api.

DSCN3602

Buat kami, perjalanan naik kereta api kali ini lumayan berbeda dengan sebelumnya, ini pertama kalinya kami naik kereta api dengan tema tertentu. Seru? Amat!

Terus terang kalau saya amat rekomendasikan teman-teman yang mau naik kereta api di French Lick ini untuk memilih perjalanan dengan tema, karena kalau tidak , akan agak membosankan, pemandangan di sepanjang perjalanan tidak terlalu spektakuler, tapi dengan adanya tema ini, lumayanlah, harga tiket ‘terbayar’!

Yuk…naik kereta api yuuuuuuuuukkk

Selingan Ringan

Ini ‘grup’ terbaru di blogku, isinya tentang ini itu gak penting yang saya temui di Amerika. 😉

Hari Sabtu tanggal 24 Agustus 2014, berhubung tidak kerja dan sumpek dan bosan di kota, kami ngacir ke Cincinnati, kota besar terdekat di negara bagian Ohio.

Kami lumayan sering ‘main’ ke kota Cincy, karena dekat dan juga lebih banyak tempat ‘hura-hura’ untuk sekeluarga. Jangan salah lho…hura-hura disini itu artinya toko LEGO buat si kecil, toko hobi buat suami, supermarket Asia yang lebih lengkap dan toko barang-barang perempuan buat saya…;-)

Nah, di perjalanan menuju tempat makan, tiba-tiba saya melihat tanda jalan ini :

DSCN4586he…he…he..kaget juga…..sampai senyum-senyum sendiri di hati..ternyata kota kelahiran tidak jauh-jauh amat tho……

 

Yang Baru di Louisville : Bluegrass Outlet

Tempat Saya tinggal sekarang ini, kota Louisville, boleh dibilang agak terbelakang dalam masalah retail.  Banyak toko-toko yang sebelumnya Saya sudah kenal, di Louisville baru masuk. Ross, H&M, Nordstrom Rack contohnya. Ketiga toko tersebut baru masuk di Louisville tahun 2013 lalu.

Nah, akhir bulan Juli 2014 lalu, ada outlet baru di buka di Simpsonville, yang notabene 30 menit dari Louisville, alias dekat!!!

Sebagai pensiunan riset pasar properti, Saya gatel mau mampirlah! Selain buat cuci mata dan belanja, juga ya itu, masih senang celingak celiinguk mal seperti dulu.

Kebetulan kemarin Saya cuma kerja  4 jam di pagi hari. Setelah negosiasi dengan si kecil, dia setuju untuk temani Saya ke outlet dengan syarat harus main di kolam renang favorit dia dan beli donut. 😉

Jam 6 sore, Kita sampai di outlet.

Nama resmi si outlet ini  ‘The Outlet Shoppes of The Blue Grass.

Yang baru – dalam arti belum ada di Louisville – di outlet ini adalah Saks Fifh Avenue Off 5th, alias versi diskonnya Saks Fifth Avenue. Ibarat Nordstrom Racknya Nordstrom deh atau Neiman Marcus Last Call. Saya sendiri sebelumnya sudah pernah di toko ini, buat Saya sih harganya masih muahaaaal yak, tapi ya lebih murah daripada Saks.

DSCN4338

Seperti outlet-outlet lain, di Bluegrass Outlet ada Banana Republic Factory Store, Gap Factory tore, Old Navy. atlantis&outlet3

Coach? Sudah pastilah!

Yang membedakan outlet ini dengan Outlet di Cincinati dan di Edinburgh Indiana adalah kedatangan 2 nama besar : Kate Spade dan GUCCI!!!

Terus terang Saya tidak  terlalu demen dengan Kate Spade, tapi GUCCI??!! Haduh! Tidak sabar juga menunggu si ‘Gentong’ ini masuk.

Penasaran. Karena harga GUCCI itu, terakhir lihat di Saks Fifth Avenue di Cleveland, sama dengan harga tiket balik ke Indonesia. Pernah sekali nemu GUCCI di TJ Maxx, harganya sami mawon, mahal euy!

Tapi Saya lebih rela nabung buat GUCCI dibanding nabung buat Kate Spade…he…he..he..(penggemar KS maaf yaaaaaaaa)atlantis&outlet4

Yang belum pernah Saya lihat di Louisville juga adalah toko coklat Ghirrardeli.  Seingat Saya, pernah nemu toko ini di Cali dan ada teman pernah posting toko ini waktu dia main di Chicago. Selain menjual coklat, di toko ini juga tersedia es krim. Hari ini Saya tidak sempat nyoba si eskrim, karena antrian panjang dan juga si kecil belum makan malam. Jadi terpaksa cuma bisa dilirik saja.

Kalau Saya tidak salah ingat, Jones New York juga termasuk ‘baru’ di Louisville. Saya selama ini nemu JNY di Macy atau beli lewat online. atlantis&outlet5

Yang membuat Saya senang dengan outlet ini adalah keberadaan outlet Vera Bradley!!! Waktu pergi ke Nashville, ada outlet Vera di situ, tapi ogah beli di Nashville karena pajak penjualan di situ lebih tinggi dibanding di Louisville (9.25% dibanding 6%). Jadi waktu Saya tahu di sini ada Mbak Vera…senangnya hati ini! Tidak perlu menunggu ke Nashville dan tidak perlu bayar pajak tinggi!!

Meskipun toko Vera Bradley sudah ada di Loiusville sendiri, tapi ini outlet pertamanya, dan harga ya memang relatif lebih murah ya dibanding dengan toko Vera yang di mall, meskipun memang motifnya bukan yang terbaru. Tapi Saya cukup senang karena bisa dapat sandal jepit motif Flutterby yang memang motif favorit Saya.

O iya, satu hal lagi yang Saya perhatikan.  Sering kali kalau jalan-jalan ke outlet, suka BT karena yang namanya toilet lokasinya jauuuuuuuuuuh di pojok, tapi di sini toilet lumayan tersedia lebih banyak. Disini juga ada tempat makan, meskipun pilihannya standard banget, alias toko makanan cina, sandwich dan ayam goreng garing.

Mari yuk jalan-jalan ke outlet!!

Jalan-jalan : Gerbang Lengkung St. Louis

Setelah jalan-jalan di downtown St Louis, hari berikutnya kita pergi ke monumen. Gerbang Lengkung yang lokasinya juga di downtown, di pinggir sungai Missouri.

Salah satu yang bikin repot ke tempat turis seperti ini adalah masalah parkir. Yang jelas hindari parkir di tengah-tengah pusat kota sendiri, terutama saat ada turnamen baseball di Stadiun Busch. Harga parkir saat itu $25!

Jadilah kita pergi seakan-akan menjauhi pusat kota, lalu ambil jalan ke arah sungai, nah di sepanjang sungai ini ada beberapa gedung parkir yang relatif lebih kosong dan lebih murah dibanding di gedung parkiran di dalam gedung-gedung kantoran di pusat kota. Cukup bayar $5. Beda jauh kan?!

Dari situ kita berjalan ke lokasi, tidak jauh koq, paling-paling sekitar 1/2 kilo deh.S

Nah, di lokasi monumen, ada 2 pintu masuk, Selatan dan Utara. Untuk masuk, semua pengunjung diharuskan melewati detektor (seperti di lapangan terbang), jadi jangan keder kalau lihat antrian panjang, tapi relatif tidak lama.

Setelah tiba di dalam, antri lagi di gerbong tiket,kami cukup beruntung karena antrian tidak terlalu panjang. Saya lihat ada gerbang yang khusus untuk mereka-mereka yang sudah pesan lebih dulu, nah, kalau memang kalian yakin akan berkunjung ke monumen ini ada baguslah pesan tiket dulu lewat online, jadi tidak perlu antri terlalu lama.

Tiket bisa dibeli dengan paket menonton film, pilihan film yang ada saat itu adalah perjalanan Lewis & Clark atau film mengenai pembuatan monumen atau cuma beli tiket saja. Saat itu kami pilih tiket naik ke atas monumen tanpa embel-embel lainnya. Total 2 orang dewasa dan satu anak umur 8 tahun itu $25.

Yang kami tidak tahu adalah…..setelah selesai membeli tiket, waktu tunggu kami untuk naik tram ke atas monumen itu 2 jam lebih! Kami datang sekitar jam 10-an, giliran kami naik itu baru nanti jam 12:5 pm. Weleh???

Untung ada museum yang gratis buat pengunjung monumen. Jadilah selama 1 jam, kita habiskan berkeliling di museum.

Karena kita ogah ambil resiko telat masuk waktu giliran kita tiba, kita benar-benar cuma menunggu di dalam lobi. Tapi kalau dipikir-pikir, tidak apa-apa juga koq kalau teman-teman ingin jalan-jalan seputar pusat kota setelah membeli tiket untuk kemudian balik lagi. Yakin waktu cukuplah.

Di lobi ini kita berfoto di mock-up tram yang nantinya akan kita naiki.

indiana (60)
indiana (62)

Akhirnya jam 12:25 pm tiba! Kita masuk dari pintu Selatan, di depan pintu ada papan penunjuk waktu (seperti di bandara udara), yang bisa digunakan pengunjung untuk mengecek giliran mereka untuk naik tram.

Antri lagi. Di sini, petugas bertanya ke setiap pengunjung ada berapa anggota di grup mereka. Lalu petugas akan membagikan kartu pada tiap-tiap grup pengunjung yang intinya mengacu nomor pintu atau tram yang pengunjung akan naikin. Intinya petugas harus membagi rata pengunjung dengan jumlah tram yang tersedia. Satu tram dapat memuat 5 orang.

Kami mendapat kartu nomor 4. Artinya kami harus  indiana (109)berdiri di depan pintu nomor 4 beserta pengunjung lain yang mendapat kartu yang sama.

Sambil menunggu, pengunjung di beri kesempatan untuk difoto, yang nanti boleh ditebus kalau mau, boleh juga tidak ditebus.

Setelah selesai di antrian ini, pengunjung harus menuruni beberapa anak tangga untuk ke ruangan keberangkatan. Disini bisa dilihat ada 8 pintu, dimana tram berada.

indiana (110)

 

indiana (112)

koq kecil ya pintunya?

Waduh..ternyata tramnya jauh lebih kecil dibanding mock-up. Pantas saja petugas tiket bertanya apakah kita ada yang menganut takut tempat terkukung (claustrophobia)

Kalau teman-teman kebetulan tinggi, ambil tempat duduk di tengah-tengah tram, karena memiliki ketinggian maksimal, yang jelas kalau Anda jangkung jangan duduk di kursi kedua dari pintu, karena bentuk tram yang melengkung, kursi di lokasi tersebut paling rendah langit-langitnya.

 

Diperlukan waktu 4 menit untuk mencapai puncak monumen. Terus terang Saya agak-agak keder…terutama karena sepanjang perjalanan beberapa kali terdengar suara hentakan…(dasar udik!)

Waktu pintu tram terbuka..duh lega rasanya!!

indiana (115)

 

Dari jendela, pengunjung bisa melihat kota St. Louis dari kejauhan. Ada stadium Busch yang dipenuhi penonton berbaju merah (warna tim baseball St. Louis), kapal pengangkut barang, kereta api. Stadium Busch dari Puncak Gerbang Lengkungindiana (123)indiana (121)indiana (117)

Kita menghabiskan waktu kira-kira 30 menitan di lobi puncak monumen…lebih lama menunggu giliran daripada nangkring di atas ya? he…he..he..tapi lumayan seru koq!

Ini foto jendela-jendela di puncak dan sisi Selatan monumen dilihat dari bawah.

indiana (96)

kotak-kotak hitam itu jendela-jendela di lobi puncak monumen

indiana (59)

Jalan-Jalan : St. Louis Missouri – Downtown

Mau cerita tentang jalan-jalan yuk!

Berbeda dengan orang Indonesia yang kalau jalan-jalan dalam negeri menggunakan pesawat, atau orang Eropa yang dengar-dengar senang ber-backpack ria, sebagian besar orang Amerika itu hobi berkelana dengan mobil, road trip istilah kerennya. Termasuk keluarga kami.

Buat Saya bertamasya dengan mobil relatif baru dan tidak biasa, waktu di Indonesia, Saya cuma sekali bermobil ria dengan Ayah dan Ibu ke Bali. Jadi waktu pertama kali sekali bermobil tamasya, agak-agak bosen juga dan ‘kurang mengerti’ asiknya. Tapi lama-lama terbiasa juga, bahkan jadi keranjingan.

Nah, ini mau cerita tentang jalan-jalan kami ke St. Louis, Missouri di bulan Juli 2014.

Sebagai imigran, Saya tuh kepingin sekali mengunjungi tempat-tempat monumental lah di Amerika. Dari mulai taman-taman nasional ataupun tempat-tempat bersejarah di Amerika.

Di St. Louis, terkenal dengan monumen Gerbang Lengkung, atau Gateway Arch.

Gateway Arch

Sejak pindah ke Louisville, Gerbang Lengkung ini menjadi salah satu yang kudu Saya kunjungi, tapi belum juga kesampain. Padahal jarak dari tempat kami tinggal ke St. Louis relatif dekat, 260 mil atau 4 jaman berkendara.

Jadilah waktu hari libur 4 Juli kemarin kita nekat pergi ke St. Louis padahal tidak ada rencana sebelumnya.

Kami berangkat hari Sabtu pagi dan tiba di St. Louis sekitar jam 7 malam. Kami harus melewati 2 negara bagian : Indiana, Illinouis sebelum sampai di negara bagian Missouri.

Karena sudah agak sore, kami putuskan untuk jalan-jalan di downtown St. Louis. Setelah parkir, kami sepakat untuk menyewa ‘delman’ untuk menikmati downtown dengan santai. Harga sewa delman ini untuk 30 menit itu $30. Agak mahal memang kalau dibanding dengan delman di Jogja, maklum area padat turis.

indiana (54)

Yang Saya senangi di downtown St. Louis ini, ada taman kota yang lengkap dengan berbagai ragam pahatan artis, taman air pancur untuk anak-anak dengan air terjun buatan.

Kelihatan kalau taman ini salah satu favorit keluarga untuk mengaso di akhir pekan.
Andai ya di Indonesia, pusat kota selalu ada taman terbuka seperti ini.

st3

st4

 

st5