Pindahan Oh Pindahan

Sewaktu saya tinggal di Jakarta, seingat saya, saya cuma pindah rumah  3 kali : dari daerah Pasar Minggu ke daerah Condet, lalu ke daerah Pancoran, terakhir ke daerah Cibubur , semuanya dalam kota dan tidak pernah rasanya heboh-heboh amat. Seingat saya, kami selalu dapat bantuan, ayah ibu tetap kerja seharian, tahu-tahu kita pindah ke tempat baru.

Yang jelas namanya hidup ya, pindahan kadang tidak bisa dihindari – idealnya ketemu rumah yang sreg, terus tinggal di situ sampai kakek nenek deh ….

Nah, waktu saya imigrasi ke Amerika, terus terang hal-hal seperti ini tidak terbayang sebelumnya, maklum, tidak terbiasa hidup sendiri, semua-muanya cuma tahu beres, karena selalu tinggal dengan ortu. Baru di Amerika ini saya ‘ngeh’ dan belajar tahu ini itu masalah pindahan. Sejak saya di Amerika tahun 2005 hingga 2014, saya sudah merasakan pindahan itu 5 kali, sementara suami ada kali 10 kali pindahan!

Pindahan pertama kali lumayan gampang, cuma pindah dari apartemen 2 kamar ke rumah yang notabene lebih luas. Barang-barang yang kita miliki tidak terlalu banyak dan cuma perlu sewa satu truk Uhaul ukuran sedang.

Suami sendiri yang nyetir truk, yang ngepakin barang-barang ya kita berdua saja, masalah angkut barang-barang, ada dua teman suami yang bantuin kita gotong mebel-mebel yang lumayan berat: dari apartemen ke truk, dari truk ke rumah.

Setelah pindahan ini, pikirnya ya sudah dong, kita bakalan menetap di sini sampai tahunan, tidak kepikiran mau pindah ke tempat lain.

Itu tahun 2006.

Ternyata keadaan tidak memungkinkan kami untuk menetap di rumah kami, di tahun 2010, suami dapat kerja di negara bagian lain, Ohio. Berhubung dia harus berada di Ohio secepatnya, jadi dia langsung berangkat dengan mobil satu-satunya kami dengan pakaian dan barang-barang keperluan rumah tangga seadanya.  Rencananya saya dan anak (waktu itu dia umur 4 tahun), akan menyusul belakangan dimana suami akan minta cuti untuk pulang ke Montana, bawa kami semua ke Ohio.

Tapi, saya, setelah pikir ini itu, ditambah bawaan diri yang memang agak-agak petualang dan pemberontak, saya nekat bilang ke suami kalau dia tidak usah pulang karena saya sendiri yang akan bawa truk ke Ohio.

Suami amat sangat tidak setuju, tapi dia tahu bininya ini keras kepala dan tidak mau dibilangin sampai dia kejeduk sendiri- akhirnya setuju dengan rencana saya.

Jadilah si Jeng sibuk mengatur rencana kepindahan ke Ohio sorangan dewe.  Cerita kepindahan ku bisa dibaca disini dan disini.
Nah, sejak pindah ke Ohio itu, kami boleh dibilang ‘hobi’ pindahan, baik pindahan antar negara bagian maupun pindahan dalam kota, asli keblenger!!!

Tapi ya mau gimana lagi, kadang kita harus pindah karena pekerjaan, jadi ya lakoni aja.

Dari pengalaman ‘jutaan’ pindahan itu, jadilah di blog ini, saya mau berbagi tips pindahan untuk teman-teman:

Pertama : pilih perusahaan truk yang akan di sewa.

Yang beken di sini itu Uhaul, salah satu perbedaan truk Uhaul dengan truk-truk dari perusahaan lain adalah dek Uhaul lebih rendah, jadi memang agak lebih mudah untuk wara-wiri ke/dari truk.  Tapi Uhaul jauuuuuuuuuuuuh lebih mahal dibanding merek lain.  Berhubung saya orangnya agak-agak pelit, saya pilih truk dari BudgetSelain harga dasar lebih murah, selalu ada diskon untuk sewa dari Budget. Saya dapat kupon 20% , jadi untuk sewa truk saja, bedanya bisa $200 dibanding ambil dari Uhaul.

Masalah ukuran truk, baik Uhaul maupun Budget punya pilihan ukuran yang relatif sama. Harga truk akan tergantung dari ukuran yang dipilih, berapa lama truk akan disewa. Bensin dan resiko kecelakaan harus ditanggung sendiri.

Karena ukuran keluarga kami (& jumlah barang yang kami miliki), biasanya kami harus menyewa truk ukuran 16 kaki dan waktu yang kami ambil untuk pindahan antar negara bagian itu minimal 10 hari (berapa hari di perjalanan, berapa hari istirahat sebelum bisa bongkar truk di tempat baru). Selama pindahan kami (4 kali), rata-rata pengeluaran untuk sewa truk ini tidak kurang dari $1,000.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA Truk pindahan ukuran 16 kaki,muat 3 penumpang

Kedua : beli kotak-kotak penyimpan barang.

Ini bisa di beli dari Home Depot ,Lowe’s,dari perusahaan truk sendiri (untuk kotak-kotak baru) atau Craiglist, atau dari tempat kerja untuk kotak-kotak bekas. Pertama pindahan ini, saya coba ngirit dengan ambil kotak-kotak bekas dari tempat saya kerja. Memang gratis, cumaaaaaaaaaaaaa, waktu penempatan di truk, ini bisa jadi masalah.

Kenapa gitu? karena ukuran kotak tidak seragam dan lebih sulit untuk menumpuk kotak-kotak dengan stabil.  Dan juga seringkali kotak-kotak bekas ini sudah terlalu beat-up, jadi resiko jebol lebih besar.

Kotak-kotak yang dijual di Home Depot atau Lowe ini, biasanya ada beberapa ukuran : kecil, sedang, besar, super besar dan khusus untuk pakaian.

Kotak kecil akan paling banyak di gunakan, terutama untuk mengepak barang-barang berat seperti : buku-buku, peralatan tukang, barang-barang pecah belah.

Secara pribadi saya tidak rekomendasi kotak ukuran besar, kecuali untuk simpan bantal, guling atau boneka-boneka. Karena tho meskipun ukurannya besar, kita tidak bisa memuati terlalu banyak, karena resiko jebol.

Pindahan terakhir kami menggunakan tidak kurang dari 100 kotak. (banyak!!!)

packingprogress-001 Lihat lemari kosong, lega rasanya!
newapart20141 tumpukan kotak-kotak siap diangkut! Truk siap di bongkar!

Ketiga : cari bantuan untuk mengangkut barang-barang

Kalau pindahan pertama dan kedua kita cukup angkat telpon dan minta bantuan teman-teman, pindahan berikutnya kita tidak bisa melakukan hal yang sama. Pertama karena suami orangnya risih minta tolong ke orang (gratisan), kedua, suami tidak di lokasi, saya boleh dibilang tidak ada teman laki-laki.

Waktu pindahan dari Ohio ke Montana, saya pilih perusahaan Mergenthaler – layanan yang saya pilih benar-benar cuma bantu angkut barang-barang besar dari rumah ke truk.

Untuk memilih ‘layanan kuli angkut’ ini boleh dibilang yang paling rumit dan tidak murah!

Perusahaan-perusahaan seperti Margenthaler ini banyak jenisnya di Amerika. dan layanan servis mereka beragam : dari mulai layanan penuh : pengepakan barang, pengangkutan, pembongkaran, pemindahan atau bisa pilih satu layanan tertentu saja.

Yang membuat rumit itu karena masing-masing perusahaan punya kebijakan sendiri yang membuat harga bisa beda.

Secara umum pertanyaan-pertanyaan yang akan mereka ajukan adalah :

  • jenis barang-barang yang akan diangkut – jadi kita harus memberi tahu mereka satu per satu barang-barang yang akan mereka angkut : berapa banyak kotak, mebel apa saja, tempat tidur ukuran apa, dsb
  • berapa jauh mereka harus transpor barang-barang kita (kalau memang kita mau mereka untuk transpor barang-barang kita)
  • apakah ada barang-barang yang unik : piano, kotak penyimpan barang berharga ukuran besar
  • berapa besar asal properti kita dan berapa besar properti baru kita – dan tipenya : rumah atau apartmen
  • apakah ada barang-barang lain yang harus diangkut yang tidak berada di lokasi yang sama

Waktu pindahan kedua kami di Kentucky, saya telpon 3 perusahaan jasa angkut barang. Dua dari tiga perusahaan ini selain saya tahu dari melihat di jalan, saya juga tahu mereka karena mereka klien di tempat saya kerja .

Pilihan saya waktu itu Two Men and a Truck, Margaret Moving dan Edward Neutz Sons & Daughters.

Yang satu bertanya sangat detail mengenai kepindahan kami : apartemen awal kami di lantai berapa dan apartemen tujuan di lantai berapa, konon ini membuat perbedaan harga yang signifikan untuk mereka. Ada juga yang mengenakan biaya transportasi lebih dari 1 jam.

Semuanya memang tergantung dari ‘sreg’ atau tidaknya kita ya. Intinya harga layanan ini berdasarkan jumlah orang-orang yang mereka kirim dan berapa lama mereka bekerja.

Yang jelas, saya belajar dari pengalaman bongkar barang-barang waktu pindahan dari Montana ke Kentucky, saya tidak lagi pilih perusahaan abal-abal alias bukan franchise, bukan kenapa-kenapa, karena saya perhatikan mereka cuma bermodal otot, tapi tidak ada strategi, yang ada waktu pembongkaran bisa jadi lebih lama, meskipun awalnya mereka kenakan harga relatif lebih murah per jamnya, yang ada saya jadi BT.

Pindahan dari Bozeman ke Cleveland, kita pakai 3 orang , 1 orang membungkus mebel-mebel sebelum diangkut, yang 2 memindahkan barang-barang dari rumah ke truk. Seingat saya mereka selesai dalam waktu 3-4 jam.

Untuk pindahan di Kentucky, berhubung ukuran rumah dan jumlah barang-barang berkembang, perusahaan yang kami pilih : Two Men and a Truck mengirim 3 + 1 orang untuk membantu kepindahan kami.

Terus terang saya cukup puas dengan pilihan kami, meskipun secara teknis ada 4 orang yang membantu , kami hanya di kenakan biaya untuk 3 orang. Kerja mereka juga lumayan efisien dan santun. Mereka datang jam 8.30-an, selesai mengangkut barang-barang kami dari apartemen lama jam 12-an. Total biaya yang kami harus bayar itu $910 (berikut tip untuk 4 orang)

Keempat : tetapkan waktu pindahan

Karena itu akan berefek ke harga sewa truk dan harga jasa kuli! Sabtu dan Minggu harga bantuan angkut bisa $30-$50 lebih mahal dibanding hari biasa.

Kadang karena jadwal kerja, kita mau tidak mau harus pilih akhir pekan, kalau memang ini jadi pilihan ya siap-siap buka kantong lebih dalam..;-)

Kelima : beli peralatan tambahan.

Hah? apaan tuh?

Setelah 5 kali pindahan saya lumayan paham akan pentingnya pernak-pernik tambahan yang diperlukan :

  • Dolly atau dongkrak angkut – meskipun waktu kita sewa truk, sebagian besar perusahaan menyediakan dolly di truk ybs, tidak ada salahnya kalau kita juga punya Kenapa gitu? dengan punya dolly sendiri, ini memudahkan kita memindahkan kotak-kotak dari ruang-ruang ke satu ruang tertentu yang nantinya akan memudahkan pengangkutan akhir ke truk. (lebih efisien)
  • Tali : bisa tali rafia, bisa tali tambang biasa, bisa tali elastis (bungee) : gunanya untuk membuat jala laba-laba di dalam truk, supaya dalam pengangkutan, kotak-kotak yang sudah tersusun di dalam truk tidak goyang ke sana ke mari .
  • Penahan pintu : ya menahan pintu supaya selalu terbuka, jadi tidak repot harus bolak balik buka tutup pintu selama pengangkutan barang-barang dari truk ke rumah dan sebaliknya.
  • Padding – seperti juga dolly, padding biasanya disediakan dari perusahaan truk, tapi jumlahnya terbatas – terutama kalau kita tidak menyewa jasa kuli. Jadi tidak ada salahnya untuk sedia tambahan – padding ini bisa berupa selimut atau bantal lama yang sudah tidak terpakai lagi.

Tips-tips lain yang kali berguna :

  • Ruang pengemudi dan penumpang relatif sempit, isi dengan minuman dan makanan kecil untuk perjalanan, dan koper ukuran sedang yang muat di taruh dibagian kaki penumpang di paling pinggir, untuk ganti di perjalanan atau ganti di hari-hari awal di tempat baru
  • Pakai pakaian yang tidak nyesal kalau sobek atau kotor selama di perjalanan, maklum akan banyak berhenti dan atau angkut ini itu
  • Gunakan sprei lama untuk melindungi kasur dari kotor selama di truk/pengangkutan- jadi biarpun si sprei ini sobek misalnya dalam perjalanan, kita rela untuk membuang.
  • Kalau mau nyetir truk sendiri, jangan lupa lengkapi penumpang dengan DVD player supaya tidak bosan
  • Isi gas waktu penunjuk gas tidak kurang dari 1/4 kapasitas – terutama kalau pindah antar negara bagian, karena pompa bensin tidak selalu berdekatan di Interstate.
  • Hindari mundur – terutama kalau nyetir truk besar
  • Kumpulkan kotak-kotak yang sudah rapi di satu tempat tertentu – ini akan menghemat waktu pengangkutan dari apartemen/rumah ke truk
  • Jangan sungkan sumbangkan barang-barang yang tidak pernah terpakai lagi, aturannya kalau kita sudah tidak pernah pakai barang yang bersangkutan selama 1 tahun , ya wis sumbangkan saja, daripada menuh-menuhin truk.  Lokasi sumbangan bisa ke Goodwill, Salvation Army, toko-toko barang bekas lainnya. Kalau buat buku-buku, bisa dijual lagi di toko buku Half Price Book Store, lumayan dapat uang beli kopi
  • Beli satu kotak plastik ukuran sedang yang disini barang-barang kepeluan selama hari-hari pertama di tempat baru : sabun, sampo, sisir, barang-barang pribadi lainnya yang bisa dipakai sekeluarga, piring, gelas kertas, sendok, garpu plastik, pisau, talenan, makanan kaleng, pembuka kaleng, 2 gulung paper towel, 3 gulung toilet paper. Simpan kotak ini paling dekat dengan bukaan di truk, jadi mudah diambil dimana perlu.

Hah. Heboh ya?  Banget! dan yang pasti, pindahan itu selain menguras tenaga juge menguras kantong, karena tidak pernah murah (kecuali ada yang bayarin ya). Dan meskipun kami sudah pindahan berkali-kali, tetap saja stres waktu kami harus melakukannya lagi.

Yah wis, sampai disini dulu cerita dari saya,  mudah-mudahan cerita saya kali ini bisa membantu teman-teman yang mau pindahan….

blog4-002

Ulang Tahun Belle of Louisville ke 100

Kali ini tulisan saya mau cerita tentang atraksi lokal di kota Louisville.

Salah satu atraksi turis di kota Louisville itu adalah kapal uap bernama Belle of Louisville yang berlayar di sungai Ohio di tepi kota Louisville.

Bulan Oktober 2014, bulan spesial buat kapal uap Belle of Louisville, Belle berumur 100 tahun di bulan ini. Untuk ulang tahun Belle ke 100, kota Louisville mengadakan festival untuk merayakan hari jadi Belle selama 6 hari sejak tanggal 14 Oktober 2014 hingga hari Minggu, tanggal 19 Oktober 2014.

100yearsbelle

Meskipun kami sudah tinggal di Louisville selama 2 tahun lebih, antara cuaca, cari waktu luang (karena saya kadang kerja di akhir pekan) dan anggaran rumah tangga,  keluarga kami sendiri belum sempat naik Belle. Maklum, untuk ukuran keluarga kami, harga tiket hari biasa itu lumayan tidak murah, $24 per orang dewasa untuk berlayar (tanpa makanan), kalau kita mau makan di kapal, harga tiket menjadi $ 34 per orang dewasa. (untuk informasi tiket bisa dilihat di situs ini)

Sedangkan untuk festival kali ini, harga tiket per orang bervariasi dari $41 (tiket di pagi hari, termasuk sarapan) hingga $77 (tiket di malam hari, termasuk makan malam). Kalau kita mau beli tiket untuk 3 orang, waduh lumayan tekor ya kantong ini…he….he….he..

Nah, meskipun belum mampu berlayar dengan Belle, hari ini kita putuskan buat melihat festival perayaan ulang tahun ke 100 si Belle. Maklum hari terakhir, dan kalau menunggu 100 tahun lagi, belum tentu kita ada umur lah!

Jadilah setelah pulang saya pulang kerja, kita langsung menuju pusat kota (downtown) Louisville, dimana Belle berlabuh. Selain Belle, ada 4 kapal uap lainnya yang juga berlabuh disini, sebagai tamu si Belle : Spirit of Jefferson, dan River Queen dan dua kapal uap lagi dari negara bagian lain : , Belle of Cincinnati, Ohio,  Spirit of Peoria dari negara bagian Illinois.

Collages18

Seru juga, karena selain melihat-lihat kapal-kapal uap ini, pengunjung bisa menikmati musik dan makanan dari pengusaha lokal, dari mulai pop corn, funnell cake, corn dog, gyro, bourbon, pancake Meksiko semua ada disini.

Ini beberapa foto dari festival 100 tahun Belle of Louisville.

Selamat Ulang Tahun Belle! Semoga dirimu terus berlayar!!

100yearsbelle2-001

Bahagianya Saat : Ketemu Komik Masa Kecil

Sejak saya tinggal di kota Louisville, Kentucky yang notabene termasuk skala kota ukuran sedang (dalam arti bukan ‘desa’), saya banyak mengalami kejutan-kejutan kecil yang membuat hati riang gembira.

Contohnya hari ini. Kami sekeluarga pergi ke toko buku Half Price Books yang memang toko buku favorit kami. Karena hari Senin itu hari libur ‘Labor Day‘ jadi ada promosi potongan 20% di toko yang bersangkutan.

Biasanya saya cari buku untuk anak, buku hobi, buku resep atau buku agama. Waktu sedang ngobrak ngabrik rak buku satu demi satu, eh alah ketemu Tintin!!

Ini kan buku bacaan saya waktu kecil!!! Hati ini sumingrah sekali rasanya.

 

DSCN4617

 

Catatan :

Seperti halnya cerita Little  House On The Prairie yang boleh dibilang  kurang pamor diantara pembaca generasi milenial, begitu juga seri Tintin, tidak banyak orang Amerika tahu tentang buku karangan Herge ini. Untung juga anak saya punya emak agak ‘beda’ ya…mudah-mudahan dia bisa baca lebih banyak dan lebih beragam dari bapak dan ibunya.

 

 

 

 

 

 

Peritel Baru Kenal di Amrik : Vera Bradley

Kalau teman-teman membaca tulisan seri ‘Peritel Baru’, boleh dibilang ini tulisan pelepas rindu masa-masa kerja di Jakarta – keliling mal-mal memperhatikan pasar ritel di Jakarta dan sekitarnya.  Ternyata hobi lama itu susah hilang, sampai sekarang kalau pergi ke mal di kota berbeda, ini mata sibuk jelalatan memperhatikan riteler yang belum pernah saya lihat sebelumnya.

Harap maklum saya belum pernah ke Jakarta lagi sejak 2006 dan 5 tahun pertama tinggal di desa, jadi pembendaharaan ritelernya kurang beragam. Beberapa dari merek yang akan saya ‘bahas’ di blog saya kemungkinan besar bukan merek baru buat orang Jakarta ataupun Amrik, tapi ‘baru’ buat saya, maaf kalau dianggap kadaluwarsa ya….

Yuk mulai:

Pertama kali tahu Vera Bradley itu waktu kami mengunjungi Iowa di tahun 2007.  Lagi jalan-jalan di depan gedung pemerintahan yang lama di Iowa City, tidak sengaja mampir di toko buku. Di toko buku inilah Saya pertama kali ‘berjumpa’ dengan VB.

Cinta pandangan pertama. Corak VB yang sebagian besar bunga-bungaan dan berwarna cerah, cocok sekali dengan selera Saya.  Buat Saya masuk ke toko VB itu ibarat ke negara antah berantah ‘Cloud Cuckcoo Land‘ – hati rasanya riang gembira, karena semua serba cerah di toko ini.

Yang tidak cocok itu harganya. Ha! 😉

Vera Bradley adalah merek barang-barang perempuan – sebagian besar tas, aksesoris : syal, gantungan kunci, sandal jepit, agenda, pensil jepitan rambut dsb – seperti halnya Coach atau Fossil. Bedanya material VB sebagian besar terbuat dari kain dengan corak beragam.

Meskipun barang-barang VB itu dari bahan kain, tapi harganya tidak kalah dengan harga barang serupa tapi terbuat dari kulit. Yang ada Saya cuma mampu beli barang-barang kecil seperti gantungan kunci, jepitan rambut dan sandal jepit.

Dari hasil ‘wawancara’ dengan pengguna VB, rata-rata dari mereka puas dengan kualitas VB dan mereka juga boleh dibilang fanatik dengan VB seperti layaknya merek lain.

VB sendiri juga punya acara diskon tahunan yang ditunggu-tunggu. Pelanggan harus membeli tiket beberapa bulan dimuka untuk bisa belanja di acara ini. Dan percaya atau tidak, tiket ini selalu habis terjual!! Ibarat konser musik lah!

Saya sendiri sempat terpikir mau hadir di acara ini, kepingin tahu saja, tapi baca kemungkinan padatnya pengunjung Saya jadi keder sendiri.

Nah di Louisville ini, VB bisa dibeli dibeberapa tempat : di toko Vera Bradley di St. Matthew’s Mal, di Taylor Trunk Company di Hurstbourne, di toko Rabbit on The Moon di Paddocks Shop, di toko-toko Hallmark dan outletnya di Bluegrass.

Sampai saat ini saya belum kesampaian punya tas VB, padahal banyak yang saya taksir, habis masih kurang tega menghabiskan $60 lebih untuk membeli tas kain…he…he…he..

Ini salah satu motif favorit saya dari VB : flutterby : ada kupu-kupu dan nuansanya merah jambu keungu-unguan – istilah teman-teman : Gue Bangget!

DSCN4406

Selingan Ringan : Nemu Coklat Cemilan Jaman SD!

Kalau di tulisan pertama saya di seri ‘Selingan’ , saya cerita tentang ketemu tulisan nama alias kota Jakarta – kota kelahiran saya, sekarang saya mau cerita kalau saya ketemu coklat jaman saya cilik, masih sekolah dasar.

Saya ingat sekali,waktu saya kelas 5 atau 6 SD, kami sekeluarga tinggal di daerah Pancoran, Pasar Minggu, dimana salah satu kakak Ibu, juga tinggal di situ. Jadi kita (saya dan kakak) lumayan sering berkunjung ke rumah beliau. Saya senang ngaso di rumah beliau, karena Oom dan Tante baik sekali dengan kami berdua, kami berdua selalu di beri cemilan, kadang kue kering kalengan, tapi yang kebanyakan itu : coklat!

Saya bahkan ingat merek coklatnya, yaitu coklat merek Van Houten. Tidak terhitunglah berapa banyak coklat yang saya makan! (pastinya banyak ya, karena puluhan tahun kemudian masih terngiang-ngiang…he..he..he..)

Nah, kami sekeluarga cuma tinggal di daerah itu selama 2 tahun, setelah itu kami pindah di pinggiran kota dan otomatis kunjungan ke rumah Oom dan Tante menjadi berkurang. Jadilah saya tidak lagi bisa menikmati nikmatnya coklat Van Houten, ditambah alharhum ayah dan ibu tidak membiasakan anak-anaknya bercemilan ria.

Pindah ke Amerika, jangankan makan, melihat produk Van Houten saja hampir tidak pernah; maklum 5 tahun pertama saya tinggalnya di desa koboi.

Eh, hari ini, waktu sedang belanja di supermarket Asia, mata tiba-tiba tertumbuk kaleng berwarna ungu yang akrab di hati. Oh lala!!! Ternyata si coklat Van Houten!! Langsunglah saya foto si kaleng coklat ini!

DSCN4581

Senang rasanya menemukan salah satu kenangan manis di masa kecil…..

Konyol ya?

Tapi inilah salah satu indahnya hidup di negeri asing :menemukan hal-hal kecil yang memberikan kebahagiaan tersendiri buat kita…..

 

 

 

 

Kebahagiaan Menemukan Kenangan Masa Kecil Di Negeri Baru

Salah satu hal yang menggembirakan selama tinggal di Amerika adalah saat pertama kali saya menemukan sesuatu yang saya amat kenali (familiar) waktu masih di Indonesia. Heboh dan tidak percaya, biasanya reaksi yang saya alami.

Yang namanya ‘sesuatu’ ini bisa bermacam-macam bentuknya ; dari mulai makanan, buku bacaan, film, tulisan di jalan, tanaman atau hal-hal sepele lainnya yang mungkin amat sangat tidak ‘penting’ untuk orang lain.

Contohnya:

Tahun pertama di Amerika, 2005, dan pertama kali jalan-jalan bermobil ria, saya ingat betapa kegirangannya saya waktu melewati daerah di mana Laura Ingalls Wilder bertempat tinggal.

“Hey..saya kenal itu nama!! Itu kan pengarang cerita ‘Little House On The Prairie’??” begitu pekik saya ke suami.

Maklum waktu kecil saya dicekcoki ibu untuk membaca, salah satu buku yang saya harus baca itu adalah seri Little House On The Prairie. Meskipun sudah bertahun-tahun lalu saya terakhir membaca seri itu, saya masih ingat beberapa detail dari cerita tersebut. Jadilah waktu saya tahu kalau Laura Ingalls Wilder di Amerika juga cukup terkenal, ada perasaan sumringah di hati, entah kenapa.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Atau baru-baru ini, saya ketemu susu kental manis Cap Nona di supermarket lokal langsung hati berlonjak-lonjak kegirangan – padahal cuma susu ya? dan sebetulnya kalau mau jujur saya tidak selalu memakai susu ini sewaktu di Indonesia. Kalau tidak salah saya cuma minum susu ini hingga saya selesai sekolah dasar, jadi saya sudah lama koq tidak mengkonsumsi ini,tapi tetap saja diri ini seakan-akan menemukan harta karun.

Menemukan hal-hal kecil seperti ini boleh dibilang membuat perasaan hidup di tanah asing tidak lagi terasa terlalu berbeda – perasaan bahwa saya adalah alien yang benar-benar dari negeri antah berantah agak  memudar – ternyata  ada hal-hal yang saya dan negara Amerika sama-sama kenali.

Lucu juga kalau dipikir-pikir, sebelum saya migrasi ke Amerika, membaca buku Little House On The Prairie, melihat pohon melati ya biasa saja. Tapi setelah pindah dan tinggal disini, hal-hal yang tadinya sepele, tidak terlalu diperdulikan, bisa menjadi penting dan boleh jadi menjadi amat berharga di mata saya.

Mungkin benar juga ya pepatah ini :

little-things

Selingan Ringan

Ini ‘grup’ terbaru di blogku, isinya tentang ini itu gak penting yang saya temui di Amerika. 😉

Hari Sabtu tanggal 24 Agustus 2014, berhubung tidak kerja dan sumpek dan bosan di kota, kami ngacir ke Cincinnati, kota besar terdekat di negara bagian Ohio.

Kami lumayan sering ‘main’ ke kota Cincy, karena dekat dan juga lebih banyak tempat ‘hura-hura’ untuk sekeluarga. Jangan salah lho…hura-hura disini itu artinya toko LEGO buat si kecil, toko hobi buat suami, supermarket Asia yang lebih lengkap dan toko barang-barang perempuan buat saya…;-)

Nah, di perjalanan menuju tempat makan, tiba-tiba saya melihat tanda jalan ini :

DSCN4586he…he…he..kaget juga…..sampai senyum-senyum sendiri di hati..ternyata kota kelahiran tidak jauh-jauh amat tho……

 

School Supplies Nightmare!!!

Terpaksa judulnya harus berbahasa Inggris, karena kalau di Indonesiakan kurang greget rasanya. 

Setiap tahun ajaran baru dimulai itu, salah satu kesibukan para orang tua yang memiliki anak usia sekolah adalah mengecek daftar keperluan sekolah si anak alias school supplies. Daftarnya sih biasa ya, pensil, buku, penghapus, crayon, spidol dan seterusnya.

Tahun pertama anak sekolah, Saya masih nurut-nurut saja dengan daftar ini. Lama-kelamaan, setelah ngobrol sana sini dengan sesama orang tua, mulai hati bertanya-tanya.

Pertama, dari tahun ke tahun daftar ini makin lama makin panjang dan tidak murah! Dari mulai pensil sampai kantong ziploc. Anak Saya cuma satu, bayangkan orang tua yang punya anak lebih dari satu.

Kedua, setelah Saya perhatikan, tidak setiap guru efisien menggunakan perlengkapan sekolah ini selama tahun berjalan.

Contohnya ya anak Saya sendiri. Waktu dia kelas 1, semua pekerjaan rumah, aktivitas dia di sekolah menggunakan perlengkapan yang kita beli di awal tahun ajaran, dan diakhir tahun ajaran, si guru mengembalikan perlengkapan sekolah yang tidak terpakai ke si anak. 

Tapi waktu dia di kelas 2, wis Saya bingung. Si anak tidak pernah pakai buku ataupun perlengkapan lain yang sudah dibelikan dari awal, 

Kemana larinya itu 20 jenis perlengkapan sekolah yang kita beli di awal tahun? 

Ketiga apa harus gitu kita selalu membeli barang baru buat perlengkapan sekolah? crayon contohnya. Halah. Aku ada se-ember penuh crayon yang masih bisa dipakai. Spidol juga sami mawon. Pensil? memang beberapa pensil sudah lebih pendek ya, tapi kan masih bisa dipakai dong? Tempat pensil, dari 2 tahun lalu masih utuh deh.  Mbuh.

Akhirnya tahun ketiga ini, Saya pura-pura ‘bego’ tidak lagi buru-buru ngacir ke toko untuk membeli perlengkapan sekolah. Obrak-abrik dulu apa yang kita punya di rumah, baru setelah itu kami akan beli yang memang kita tidak miliki untuk si anak. 

DSCN4405[1]Dan juga setelah Saya amat-amati, setiap tahun ada jenis perlengkapan yang selalu diminta (pensil, map, binder), yang ada Saya tunggu setelah masa awal tahun ajaran lewat, baru deh Saya beli, karena harganya di potong, alias lebih murah….tho tahun depan bakal di minta lagi….

Tapi ya terus terang, masalah perlengkapan sekolah ini adalah salah satu ‘kebingungan’ Saya dengan sistem sekolah di Amrik. Buat Saya terlalu konsumtif dan tidak efisien, tapi apa boleh buat…kadang kita kudu tunduk dengan aturan…

Yang Baru di Louisville : Bluegrass Outlet

Tempat Saya tinggal sekarang ini, kota Louisville, boleh dibilang agak terbelakang dalam masalah retail.  Banyak toko-toko yang sebelumnya Saya sudah kenal, di Louisville baru masuk. Ross, H&M, Nordstrom Rack contohnya. Ketiga toko tersebut baru masuk di Louisville tahun 2013 lalu.

Nah, akhir bulan Juli 2014 lalu, ada outlet baru di buka di Simpsonville, yang notabene 30 menit dari Louisville, alias dekat!!!

Sebagai pensiunan riset pasar properti, Saya gatel mau mampirlah! Selain buat cuci mata dan belanja, juga ya itu, masih senang celingak celiinguk mal seperti dulu.

Kebetulan kemarin Saya cuma kerja  4 jam di pagi hari. Setelah negosiasi dengan si kecil, dia setuju untuk temani Saya ke outlet dengan syarat harus main di kolam renang favorit dia dan beli donut. 😉

Jam 6 sore, Kita sampai di outlet.

Nama resmi si outlet ini  ‘The Outlet Shoppes of The Blue Grass.

Yang baru – dalam arti belum ada di Louisville – di outlet ini adalah Saks Fifh Avenue Off 5th, alias versi diskonnya Saks Fifth Avenue. Ibarat Nordstrom Racknya Nordstrom deh atau Neiman Marcus Last Call. Saya sendiri sebelumnya sudah pernah di toko ini, buat Saya sih harganya masih muahaaaal yak, tapi ya lebih murah daripada Saks.

DSCN4338

Seperti outlet-outlet lain, di Bluegrass Outlet ada Banana Republic Factory Store, Gap Factory tore, Old Navy. atlantis&outlet3

Coach? Sudah pastilah!

Yang membedakan outlet ini dengan Outlet di Cincinati dan di Edinburgh Indiana adalah kedatangan 2 nama besar : Kate Spade dan GUCCI!!!

Terus terang Saya tidak  terlalu demen dengan Kate Spade, tapi GUCCI??!! Haduh! Tidak sabar juga menunggu si ‘Gentong’ ini masuk.

Penasaran. Karena harga GUCCI itu, terakhir lihat di Saks Fifth Avenue di Cleveland, sama dengan harga tiket balik ke Indonesia. Pernah sekali nemu GUCCI di TJ Maxx, harganya sami mawon, mahal euy!

Tapi Saya lebih rela nabung buat GUCCI dibanding nabung buat Kate Spade…he…he..he..(penggemar KS maaf yaaaaaaaa)atlantis&outlet4

Yang belum pernah Saya lihat di Louisville juga adalah toko coklat Ghirrardeli.  Seingat Saya, pernah nemu toko ini di Cali dan ada teman pernah posting toko ini waktu dia main di Chicago. Selain menjual coklat, di toko ini juga tersedia es krim. Hari ini Saya tidak sempat nyoba si eskrim, karena antrian panjang dan juga si kecil belum makan malam. Jadi terpaksa cuma bisa dilirik saja.

Kalau Saya tidak salah ingat, Jones New York juga termasuk ‘baru’ di Louisville. Saya selama ini nemu JNY di Macy atau beli lewat online. atlantis&outlet5

Yang membuat Saya senang dengan outlet ini adalah keberadaan outlet Vera Bradley!!! Waktu pergi ke Nashville, ada outlet Vera di situ, tapi ogah beli di Nashville karena pajak penjualan di situ lebih tinggi dibanding di Louisville (9.25% dibanding 6%). Jadi waktu Saya tahu di sini ada Mbak Vera…senangnya hati ini! Tidak perlu menunggu ke Nashville dan tidak perlu bayar pajak tinggi!!

Meskipun toko Vera Bradley sudah ada di Loiusville sendiri, tapi ini outlet pertamanya, dan harga ya memang relatif lebih murah ya dibanding dengan toko Vera yang di mall, meskipun memang motifnya bukan yang terbaru. Tapi Saya cukup senang karena bisa dapat sandal jepit motif Flutterby yang memang motif favorit Saya.

O iya, satu hal lagi yang Saya perhatikan.  Sering kali kalau jalan-jalan ke outlet, suka BT karena yang namanya toilet lokasinya jauuuuuuuuuuh di pojok, tapi di sini toilet lumayan tersedia lebih banyak. Disini juga ada tempat makan, meskipun pilihannya standard banget, alias toko makanan cina, sandwich dan ayam goreng garing.

Mari yuk jalan-jalan ke outlet!!

Ke (Takut) an Kami

Sebagai perantau dan perempuan, sebagian besar dari kita diam-diam menyimpan rasa takut di hati.

Untuk sebagian besar dari kita, perempuan Indonesia ; negara Amerika adalah benar-benar negara asing – negara dengan budaya asing, bahasa asing, kebiasaan asing. Hari kita menginjak bumi Amerika adalah pertama kalinya kita di sini. Never before.

Dan di negara asing ini, Kita, seorang diri. Tanpa tahu seorang temanpun, tanpa ada saudara. Tidak ada tempat bergantung, tidak ada tempat untuk ‘lari’ dari kondisi yang kita alami.

Tentu saja harapan kita disini adalah hidup bersama suami Amerika kita sepanjang hayat, rukun hingga kakek nenek.

But our life ain’t Cinderella’s

Kita dihadapkan dengan kenyataan-kenyataan mengejutkan yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Pasangan kehilangan pekerjaan. Pasangan berjudi. Pasangan tidak setia. Pasangan peminum. Pasangan pembohong. Pasangan Pemukul. Pasangan sakit mental. Pasangan pecundang.

Pasangan bukan lagi Ksatria Perkasa yang kita bayangkan di awal pernikahan.

Sebagian dari kita cukup berani untuk memutuskan keluar dari hidup kekacauan itu.

Sebagian lagi.

Takut.

Takut akan cemoohan keluarga di tanah air.

Takut akan ketidakmampuan untuk hidup mandiri di negara asing

Takut kehilangan kenyamanan sehari-hari : rumah yang kita tinggali, mobil yang kita kendarai

Takut akan kehilangan anak-anak di hidup kita.

Akhirnya kita pilih untuk mengalah.

Kita pilih untuk menelan pil pahit dan jalani hidup seakan-akan semuanya indah.

Kadang hidup dalam kesemuan dan kepura-puraan menjadi pilihan sebagian dari kita.

Salahkah?

03844fc26ab302cb409bbe83f8a014ce

 Entah.

But like it or not, to most of us, it is our way to survive by ourselves in this foreign place

Untuk teman-teman perempuan Indonesia yang merasa tulisan ini mengena di hati, jangan putus asa, yakinlah ada sinar di akhir terowongan yang gelap dan panjang.