Hidup Sendiri Itu

Ternyata enak sekali!

Saya gak pernah mengira kalau ternyata, saya jadinya lebih milih hidup sendiri dibandingkan dengan hidup bersama seseorang.

Dan ternyata saya gak sendiri! Saya ketemu banyak utasan-utasan di IG yang berbagi sentimen yang serupa dengan saya.

Yang jelas saya merasa sangat bebas untuk mendekorasi tempat saya sesuka hati. Karena ternyata yang saya alami setelah dua kali hidup bersama seseorang, meskipun mereka bilang ‘Do whatever you like’ itu ternyata….bohong. Dalam arti mereka sebetulnya gak suka pilihan dekorasi kita dan itu lama-lama ya akan jadi resentment.

Hal lain yang saya sukai adalah saya bisa seenak dewe mau ngapain. Gak mau beberes? Ya gak apa2, gak ada yang marah. Gak ada yang rolling eyes. Berantakan pun ya berantakan karena saya seorang, bukan karena orang lain. Gak perlu marah dengan orang lain kalau ada jaket di lantai, cucian piring gak langsung dicuci.

Saya bukan tipe yang HARUS BERBERSIH saat itu juga, dan juga bukan tipe yang teratur. Tapi ya gak apa2, karena berantakan di tempat saya ya berantakan ya saya. Yang saya bisa toleransi. Saya tetap berbersih, karena saya juga bukan tipe yang bisa cuek lama-lama lihat cucian numpuk segunung, atau lihat lantai kotor. Ya pasti saya akan ngepel, nyapu, gosok-gosok bak mandi, dapur, kulkas dan lain lain.

Apalagi yang namanya masalah berbagi kamar tidur dan kamar mandi. 1000000% pilih sendiri! Betapa bahagianya saya, tidur di kasur ukuran Queen gak harus mepet2 (kecuali sama anjing saya), gak harus denger orang lain ngorok, gak harus ngungsi saat saya ngorok terlalu kencang, atau pas saya restless terbangun jam 4 pagi karena gejala perimenapos.

Kamar mandi? Bodo amat, makeup ini itu di sekitar sink, nanti juga saya akan bereskan. Itu 🚽saya gak perlu ‘geli’ bersihin 💩, wong yang pakai kan cuma saya sendiri. Gak perlu kegelian ada bekas cukuran jenggot misalnya. Atau bercak-bercak di cermin, ya saya langsung lap secepatnya.

Honestly it’s glorious.

Kepikiran misalnya saya harus tinggal sama orang lain lagi terus terang membuat saya mengernyitkan dahi. Ewww…ogah banget.

Kalau tho saya misalnya punya pasangan lagi, saya lebih pilih konsep together separately.

Aneh? Ternyata gak!? Banyak perempuan2 yang sepemikiran dengan saya.

Leave a comment