Mau miskin di Indonesia, di Amerika, di Jerman, di Inggris, di Australia, dimanapun, secara umum, kalau penghasilan kita dianggap dibawah tingkat kemiskinan negara, tetep gak enak. Mungkin cuma segelintir negara2 yang boleh dibilang gak ada penduduknya yang miskin.
Kalau ada yang komentar, tapi kalau di Jerman , Aussie kan dikasih bantuan sama pemerintah.
Iya bener, di banyak negara2 asing, pemerintah kasih bantuan. Dari mulai makanan, fasilitas kesehatan, alat2 sekolah dsb
Tetep. Miskin itu gak enak.
Hidup kita jadi terbatas. Pilihan gak akan sebanyak kalau kita gak miskin. Makanan yang kita masak mungkin gak akan banyak variasinya.
Mau belanja kebutuhan sehari2, uang yang kita bisa belanjakan ya tergantung jatah bantuan yang kita terima kan.
Jadi coba deh kita usahakan gak usah membanding-bandingkan penghasilan seseorang di LN dengan penghasilan di Indo.
GAK BISA!
Jangan komentar, miskin di Amrik masih bisa beli rumah, mobil, ada angkutan umum tersedia.
Rumah “murah” ya memang ada, tapi lingkungan tempat tinggalmu ya kemungkinan besar tingkat keamanannya rendah. Maksudnya? Bukan gak mungkin bakal dengar tembak-tembakan, kericuhan, pencurian, perampokan. Lingkungan sekitar gak terurus.
Seringkali beli mobil di Amrik itu menjadi KEHARUSAN karena??? Angkutan umum TERBATAS.
Di Indo, ada ojol, kereta, bis , bajaj, angkot, bemo, taksi.
Di Amrik gak semua kota menengah pun kota besar ada sarana angkutan umum yang bisa diandalkan buat wara wiri sehari-hari.
Setelah kebanyakan rencana mau pergi kemana pas ultah di bulan Juli, akhirnya saya putuskan untuk pergi ke Boston, Massachusetts.
Selain karena MA adalah satu dari 15 negara bagian yang belum saya kunjungi, Boston boleh dibilang juga kota penuh sejarah.
Jadilah saya terbang ke Boston pakai Souhwest. Ambil pesawat paling pagi supaya punya waktu buat jalan-jalan di hari kedatangan.
Pas mendarat pemandangannya agak beda dibanding pas saya ke Houston atau pas ke New Orleans, kelihatan ruang air dari pesawat, gak melulu daratan. Jadi inget pas mendarat di Ngurah Rai , Bali.
Saya pilih menginap di hotel Hilton Park Plaza karena lokasinya yang strategis. Selain ada bis gratis dari airport ke halte yang cuma 1 blok, juga dekat ke stasiun kereta bawah tanah dan tempat-tempat wisata lainnya. (tinggal jalan kaki).
Konon hotel ini sudah beroperasi dari tahun 1927. Kamarnya memang kecil (kami pilih 2 tempat tidur) tapi bersih dan nyaman. Kayaknya dirawat dengan baik ya.
Perjalanan menuju Boston, mulus, sesuai jadwal. Hal pertama yang kami lakukan, drop koper di hotel , karena kepagian belum bisa check in. Terus laper, kebetulan seberang hotel ada resto Logan Seafood. Kalau gak salah ada orang Indo komentar di Threads kalau ini ok tempatnya.
Ya sudah makan disitu, daripada pusing. Mereka ada menu maksi. Kami pilih calamari, lobster mac n cheese, crab rolls.
Kalau teman2 ke Boston, pasti akan sering lihat menu lobster deh, terutama lobster roll. Karena memang itu salah satu makanan umum di sini. Enak sik. Daging lobsternya gak pelit.
Pas lagi makan saya pas iseng nanya ngeliat ada minuman di bar. Eh malah dikasih gratis. Kebetulan memang kesukaan saya, sangria. Rejeki😉
Balik ke hotel buat check in. Dapat di lantai 11. Pemandangan dari jendela kamar hotel lihat ruang terbuka. Lumayan oke lah.
Sama hotel saya dikasih satu voucher makan gratis karena saya bilang kalau trip ini trip ultah saya. Secara umum Hilton di lokasi ini kasih potongan $15/hari untuk tamu makan di resto mereka.
Si front desknya bilang. Kamu pilihnya makanan yang hearty ya buat treat yourself.
Saya nebus makanan gratis saya baru di hari kedua. Kebetulan anak saya bablas tidur, jadi saya makan sendiri. Saya pilih Steak Frites dan minuman purple rain. Asli enak sik.
Hari terakhir kami sarapan di hotel. Nah sistemnya itu bisa buffet $37/orang, atau pesan dari menu.
Buat teman2 yang gak makan 🐖, mending pesandari menu ya. Karena ada pilihan bukan 🐖 dan harganya lebih murah dari harga buffet.
Buffet nya lumayan lengkap sik. Ada 2 tipe sausage, 🐖 dan ayam kentang goreng, telur orak arik, roti dan teman2nya, buah2 an dan yang agak beda, ada charcuterie.
Buah-buahannya ada semangka, cantelop, melon, nenas, stoberi, blackberry dan semuanya manis.
Yang saya gemes itu botol saus tomat, Tabasco dan jar2 selai roti..ya ampun imut!! Gemes!!
Catatan. Ini saya sudah kehabisan storage di WordPress, males deh kalau harus bayar lagi. Karena itu, saya taro foto2 di IG yang saya tautkan disini supaya teman2 tetap bisa lihat foto2
Bulan Januari dan Februari, saya mulai deh gelisah gak jelas. Bosen di rumah terus karena cuaca jelek.
Iseng2 cari kegiatan. Eh ada pertunjukkan musikal Moulin Rouge dan balet Don Quixote.
Moulin Rouge saya tertarik karena saya nonton filmnya yang dibintangi Nicole Kidman tahin 2001 dan saya ingat saya suka banget sama film itu ( meskioun gak ingat sama sekali tentang apa 🤭.
Sementara Don Quixote, somehow saya ingat baca versi komiknya pas saya kecil barengan dengan komik2 barat/ Eropa lainnya yang ortu saya belikan.
Maunya sih nonton dua2nya, tapi harga tiket gak murah! Minimal $75. Karena saya perginya berdua, jadi total $300++..duh..berat euy. Jadilah hati Jumat itu saya putuskan beli tiket balet saja.
Pas kerja hari Senin, atasan saya kirim email. Perusahaan punya 6 tiket untuk nonton Moulin Rouge! Ya saya langsung bilang Mau!! Sambil deg2 an, dapat atau gak ya?! 🤞
Hari Selasanya dapat email kalau saya termasuk yang dapat tiket gratis!!!! Yaaay!! Asli saya girang bamget!!!🥳
Hari Selasa 18 Februari 2025 hari pertunjukkannya.
Astaga teman2…ini asli keren banget!!!?!?
Lagu2nya terkini, dari Adele, Lady Gaga, Beyonce. Koreogtafinya seru.
Sepanjang pertunjukkan saya benar2 menikmati!!
Pertunjukan musikal, Broadway ya istilahnya? Saya sudah nonton 3x. Pertama kali nonton itu King Kong di NY, trus Miss Saigon di kota saya
Sejak tinggal sorangan dewe, yang namanya pengeluaran harus diperhatikan banget.
Saya mau mulai seri baru ah. Cari diskon di Amerika gitu…bukan ngumpulin kupon ini itu sik, cuma ya bagi2 tip yang saya sendiri terapkan sehari-hari saja.
Jadi banyak supermarket2 di Amrik punya program yang namanya Fuel Points. Biasanya supermarket2 besar sik. Yang saya tahu itu Giant Eagle di Ohio, Kroger di Ohio, Kentucky. Trader’s Joe dan Whole Food setahu saya tidak punya program ini ya.
Saya baru tahu fuel points ini waktu tunggal di OH, di negara bagian sebelumnya saya gak kenal istilah fuel points.
Jadi intinya ya setiap kali kita berbelanja di supermarket ybs, kita dapat poin.
Nah poin2 itu oleh supermarket dikonversi ke potongan harga bensin per galonnya, 100 poin = $0.10. Ihhh masa cuma 10 sen ? Sedikit sekali??! Memang sih kayaknya sedikit ya? Tapi kalau kita memang sering belanja di tempat yang sama, poin ini lama2 jadi bukit loh!
Kemarin saya dapat potongan sempati $0.60, harga bensin yang tadinya $2.79/galon, jadi cuma $2.19/galon kalau di kalıkan dengan kapasitas tangki 20 galon misalnya, kita irit $12 loh.
Selain belanja barang2 lebutuhan sehari-hari di supermarket, kadang supermarket kasih promo gitu, misalnya beli gift card dapat tambahan point 2x lipat, atau isi survey, dapat 50 point ekstra.
Coba saya pengen dengar cerita teman2 . Ada yang bisa kumpulkan point banyak gak?
Hari ini saya pergi ke Homegoods, ceritanya mau cari mangkok ramen eh, malah nemu bidet. Sudah lama kepengen banget cari bidet cuma gak jadi beli. Soalnya gak murah juga.
Tapi ini koq saya sanggup beli lah. $24.99 dan juga lokal..maksudnya kalau gak pas di toilet saya, saya bisa kembalikan tanpa repot. Belilah saya. Ternyata butuh beli selang tipe yang berbeda, karena selang toilet saya tidak fleksibel, gak bisa di bengkokkan.
Sudah itu saja sih.
Setelah selang diganti, jadilah toilet saya sekarang lebih beradab.
Wuih…rasanya asli lebih bersih.
Merek bidet yang saya beli itu Poddi.
Isinya cuma 2 bagian; selang buat saluran air ke bidet dan bagian bidet nya sendiri yang cukup diselipkan di bawah dudukan toilet.
Tombol pengatur bidet, kalau diputar ke kiri buat pipis, kanan buat poo.
Gampang koq masangnya.
Teman saya yang bule nanya.
“Kalau fungsinya buat hemat toilet paper setelah di siram air, gimana mengeringkan?”
Saya jawabnya. Buat saya sik lebih ke lebih bersih pas bab ya?
Seperti tahun2 kemarin, setiap saya ultah, saya maunya itu jalan-jalan ke air terjun.
Tahun ini, saya pilih ke Ashville, North Carolina , yang saya sudah pernah kunjungi 2 kali. Memang Ashville dan sekitarnya ini boleh dibilang biangnya air terjun deh. Saya sudah ke sini ketiga kalinya pun masih banyak air terjun- air terjun yang belum saya kunjungi.
Setelah riset lewat IG, saya pilih ke air terjun Catawba dan air terjun Linnville.
Agak beda sedikit dengan tahun2 sebelumnya, kali ini saya pilih pergi 1 minggu sebelum ultah saya, yang jatuhnya bersamaan dengan hari kemerdekaan Amrik.
Yang ada harga penginapan kena harga liburan. Ya gimana lagi, soalnya pasangan saya gak bisa ambil cuti lama pas ultah sayanya.
Kami pilih menginap di kabin 2 kamar di Laurel Mountain Retreat. Sebetulnya lokasi penginapan agak2 jauh dari lokasi air terjun yang kita mau, tapi ya sudahlah pusing nyari2 tempat lain yang ngebolehin bawa anjing.
Enaknya kabin kami ini komplit ada dapur dan mesin cuci baju. Kayak studio gitu lah
Yang agak gak enaknya jarak kabi kami dengan kabin tetangga deket banget, jadi bisa denger mobil tetangga , atau mereka ngobrol rame2 di luar.
Kami baru pergi hiking hari kedua, tujuan kamu afalah ke air terjun Catwaba. Air terjun ini baru dibuka lagi tahun ini setelah 2 tahun di perbagus fasilitas trail nya. Saya gak tahu kayak apa sebelumnya, yang jelas nemu di IG kayak gini
Keren gak sik??!! Pas lihat postingan ini saya sempet mikir…haduhh 580 anak tangga! Mana saya kuat ya? Apalagi bawa anjing….🤔
Pas sampai di lokasi, di trail head ada 2 pilihan ni. Jalur sungai atau jalur berbukit?
Kami pilih jalur sungai, selain lebih pendek jaraknya, pikir kami kan jalan sepanjang sungai lebih enak?
Ternyata benar, jalan sepanjang sungai cuma sekitar 1.1 mil…
Sampailah kami di bagian bawah dari air terjun Catawba.
Ada cascade kecil dengan kolam dimana pengunjung bisa main air
Sementara si air terjunnya sendiri tinggi menjulang dengan beberapa air mengalir dari berbagai penjuru. Asli keren deh!
Si air terjun Catawba
Tapi juga yang bikin hati saya kecut adalah pas lihat tangga menjulang disisi kanan air terjun! Alamaaak!! Kami di dasar 580 anak tangga!?!??!
Naik enggak? Naik enggak?
Saya putuskan kami akan terus naik si tangga, tapi pelan2 saya ya. Kata saya ke pasangan saya. Gak usah ngoyo. Kalau yang sanggup ya balik turun saya.
Enaknya banyak tempat2 ngaso disediakan buat pengunjung yangutuskan buat menaiki tangga. Baik itu tempat ngaso buat menikmati pemandangan air terjun, atau bangku buat istirahat.
Gak bohong, saya sempat ngerasa cuapeek banget, malah sempat berasa mual. Mana cuaca sudah mulai menyengat dan juga anjingku sayang kelihatan kelelahan juga.
Cuma saya paksain jalan. Akhirnya kami sampai di overlook.
Overlook. Saya disini udah klenyengan banget, gak berani lihat ke jurang karena lagi olengMejeng di overlook padahal mau matiii rasanya
Dari overlook masih 300 anak tangga lagi untuk kita sampai ke bagian atas air terjun
Haduhhh.mau nangis rasanya. Cuma udah segini gitu loh? Balik atau terusin sama banyaknya??!
Jadilah dengan nafas ngos2 an kamu terus mendaki. Eh grup keluarga di depan kita berhenti karena melihat ada pendaki yang “tertidur” di bangku.
Ada apa kami tanya? Gak tahu juga? Apa dia istirahat atau pingsan? Cuma koq gak bisa kita bangunkan?
Duh? Gimana dong? Kami ngeh kalau si pendaki yang “tertidur” itu orang yang motret kami pas di overlook. .Kita semua coba bangunkan dia lagi. Takutnya di pendaki ini dehidrasi gitu. Dan tetap gak bamgun2. Pasangan saya ambil icepack dari ransel sebagai usaha terakhir membangunkan dia. Masih belum bamgun juga?Akhirnya kita putuskan untuk panggil 911. Pas saya sudah tersambung dengan 911, si pendaki terbangun! Icepack saya sepertinya mengagetkan sistem dia. Uh. Syukurlah. Kami berikan si pendaki snack bar kami juga. Si pendaki akui kalau dia gak pernah hiking sebelumnya
Haduh mbaaaak. Kalau gak biasa hiking janganlah ambi 580 anak tangga?! Saya yang tiap hari jalan 1 mil, pakai tongkat trekking, pakai knee brace aja mau matiiii!!!
Setelah tahu si pendaki ini akan baik2 saya, somehow saya dapat dorongan energi buat meneruskan perjalanan.
Akhirnya sampailah kami di upper falls Catawba. Saya nyemplung di kolam…segar rasanya ( saya memang sengaja pakai baju renang sebagai dalam baju saya, celana panjang saya juga celana yang cepat kering bahannya)
Muka kecapekan di Upper Falls CatawbaUpper Falls Catawba
Balik ke tempat parkir, kami ambil jalur bukit yang ternyata tetap capek ya meskipun sebagian besar trail itu menurun. (Gak kebayang kalau kami pilih jalur ini di awal)
Selesai petualangan hari ini!
Sampai di kabin, saya berendam merilekskan si kaki di hottub!
Salah satu dari banyak hal yang saya janji ke diri saya sendiri adalah beranikan mencoba hal2 baru yang saya gak pernah jalani. Bahkan hal2 yang saya mungkin gak tertarik, saya janji ke diri sendiri kalau saya tetap mau coba.
Pas di Indonesia saya gak pernah nonton balet Saya tahu ada sanggar balet Namarina, tahu pebalet Indo yang beken jaman itu, Linda Hoemar. Kalau ada pertunjukkan balet pasti di Gedung Kesinian Jakarta di kota. Sudah itu saja tahunya.
Nah pas pindah ke Amrik juga gak jadi nonton balet langsung sik, karena gak kepikiran saja. Kota pertama saya di Amrik kota kecil dan juga saya punya anak kecil. Masih sibuk urus anak dsb.
Baru di tahun 2022, itu pertama kalinya saya pergi nonton balet
Pertunjukkan balet pertama yang saya tonton itu yang organisir Louisville Ballet Company.
Cerita yang diadaptasi adalah cerita Sleeping Beauty. Lokasi pertunjukkan di teater Brown , teater lama dan bersejarah di kota saya.
Pertunjukkan balet kedua yang saya tonton itu Nutcracker di akhir tahun 2023. Biasa kan acara liburan natal, tahun baru cerita Nutcracker pasti keluar.
Panggung Nutcracker
Pertunjukkan balet ketiga yang saya hadiri itu di selenggarakan oleh World Ballet dengan mengambil cerita Swan Lake. Lokasi pertunjukkan di teater Louisville Palace yang seperti Brown theater juga salah satu teater bersejarah di kota Louisville.
Di acara Sleeping Beauty dan Nutcracker penonton diberi buku, cuma di acara Swan Lake penonton di beri QR code yang isinya brosur digital buat dibaca di telpon masing2.
Secara umum di semua pertunjukkan balet, pengunjung diberikan buku yang disinya untuk menjelaskan penonton adegan2 yang akan disajikan. Di buku ybs juga ada keterangan tentang semua penari balet dan tokoh yang mereka bawakan di pertunjukan.
Bukunya seperti ini:
Dari tiga kali nonton pertunjukkan balet, akhirnya saya baru deh agak2 ngerti “gres” nya.
Ibarat nonton konser musik, terutama musik klasik, pengunjung tahu simponi2 apa yang akan dimainkan. Ada Mozart, Chopin, Beethoven dst. Yang mbedakan dan yang bikin pertunjukan musik iti beda ya dikeahlian pemain instrumennya.
Sama dengan pertunjukan balet. Biar ceritanya sama, classic western fairy talestapi cara penyampaian cerita, koreografer, latar belakang musik, kostum, dekorasi panggung dan ya pastinya keapikkan penari2 baletlah yang bikin kita bisa kesengsem sama satu grup balet dibanding yang lain.
Contohnya. Dari ketiga pertunjukkan balet yang saya nonton, saya paling kesengsem sama acara yang diselenggarakan sama World Ballet.
Ternyata World Ballet ya kelasnya memang lebih oke lah dibanding Louisville Ballet yang nyelenggarain 2 pertunjukkan balet yang saya tonton sebelumnya.
Panggung Swan Lake
Setelah 3 kali nonton acara balet ini tips dari saya
1. Pertunjukkan selalu mulai tepat waktu
2. Datang ke tempat acara minimal 30 menit sebelum acara mulai. Selain untuk mikirin: parkir, antrian masuk, beberapa penyelenggara menyediakan photo booth.
Saya mah pasti dong foto2 an. Masalah potret lucu2an ini ada yang gratis dan kita fikasih link buat ke foto dimana hasil foto ada bingkai dengan judul acara baletnya, ada yang pakai abang2 pemotret plus artis yang mewakilkan tokoh utama di cerita , dimana kita harus bayar foto kita.
Pas di acara Swan Lake yang agak unik adalah sebelum pertunjukkan si pebalet pakai kostum putih, di tengah2 pertunjukkan saat istirahat si penari balet pakai kostum hitam.
Memang di cerita Swan Lake ada tokoh yang berganti karakter gitu..
Foto booth Sleeping Beauty Foto booth Swan Lake, pakai penari balet yang berdandan sebagai tokoh utama
Dan juga di Amrik, lumrah kalau di acara2 seperti ini ada jualan minuman ( Saya biasanya gak minum ya..secara gak ada teh botol 😉).
3 . Bacalah buku yang disediakan sama penyelenggara sebelum pertunjukkan dimulai. . Karena dengan membaca buku ini, kita jadi tahu lah apa yang lagi dimainkan di panggung.
4. Sebelum pertunjukkan mulai, ke toilet dulu gih..pipis.
5. Acara balet selalu ada jeda / rehat. Pengunjung bisa ke toilet, pesan minum atau ya foto2.😇
6. Pakai baju apa kak? Saya lihat2 pengunjung2 lain kebanyakan memang pakai baju cantik2 ya. Saya pribadi memang senang dress up jadi kalau ada acara2 seperti ini saya pilih pakai baju terusan. Yang jelas ya jangan pakai leggings/hoodies/sweatpants/sweatshirt kaliiii
Mau nonton balet lagi gak? Mau tapi mau cari pebalet lainnya.
Tapi secara pribadi saya lebih suka nonton Broadway ya? Lebih seru gitu?
Memasuki 3 bulan terakhir saat tahun hampir berakhir, saya terus terang senewen.
Kenapa gitu?
Banyak hal sik, salah satunya karena saya alami pengalaman pahit, dilecehkan secara seksual di tempat kerja di bulan2 ini
Buat teman2 yang gak pernah merasakan atau mengalami pelecehan seksual mungkin agak susah ya untuk mengerti kenapa “dilecehkan” saja koq trauma ?
Atau bahkan beberapa teman2 gak paham arti pelecehan seksual itu apa?
Semata2 di grepe2?
Minggu ini gak sengaja pas saya lagi lihat2 IG, keluar postingan ini
Inappropriate Behavior.
Nah. Tingkah laku yang tidak pada tempatnya.
Seperti apa sih tingkah laku yang tidak pada tempatnya?
Buat teman2 yang kerja di perusahaan, corporate istilahnya, pasti terima yang namanya pelatihan etika, dimana pegawai di informasikan apa itu tingkah laku yang tidak pada tempatnya, terutama di tempat kerja.
Dari mulai pemakaian kata2 vulgar, sampai komentar2 nyerempet2 ke arah seksual itu ya termasuk tingkah laku tidak pada tempatnya.
Mungkin buat kebanyakan orang Indonesia, kalau ada rekan kerja lelaki yang komentar “Kamu hot” dilanjutkan dengan desahan birahi dianggap pujian?
Atau pas rekan lelaki komentar, “duh kamu seksi banget, bikin saya terngiang2” kita malah cekikikan gak jelas?
Atau kalau ada rekan kerja yang terus menerus colak colek kita, pegang-pegang, peluk-peluk dianggap lucu?
Ini salah satu artikel online saya pasang disini supaya pembaca bisa mengerti lebih dalam tentang pelecehan seksual
Sedihnya semua yang tertulis di atas, saya pernah alami dan itu beneran AMAT SANGAT MENJIJiKAN.
Gak bisa orang mencoba menepiska apa yang saya alami dengan pernyatan2 seperti
“Ah. Dia bercanda kali. Masa gitu aja marah”
” ah cuekin aja.”
“Ah, namanya juga lelaki”
“Ah , kamu aja terlalu sensitif”
Ugh. Yang ada saya bisa muak dengarnya
Sayangnya seperti hal nya pelecehan seksual yang saya alami, komentar2 diatas saya juga dapat dari orang2 (gak laki2 gak perempuan)
Sebagai penutup tulisan saya kali ini, saya cuma mau bilang
Pelecehan seksual itu nyata. Dan jangan dianggap sebagai “pujian”, jangan di anggap sebagai hal yang ‘imut’.
Kalau ada teman yang curhat dan cerita mereka mengalami pelecehan seksual, tolong jangan di ketawain karena buat banyak korban, kejadian yang mereka alami itu sangat traumatik.
Kalau gak ngerti apa sih pelecehan seksual itu, coba deh belajar lagi.
Minggu lalu, iseng2 saya gulir atas bawah Instagram, nemu postingan resto local masang ini
Menunya
Ihh..lucu juga kali yaaa.
Selain karena saya tahu tidak terlalu bamyak orang2 bule yang tahu Malaysia, kaget juga saya pas namu postingan ini.
Pun juga ya senang saja gitu ada yang berani nyoba buka Pop up jualan makanan Malaysia. Meskipun bukan Indonesia, ya tahu sendiri kan, dua negara ini kayak kakak adik dan memang dari hal makanan kita banyak kesamaan kan?!
Saya juga penasaran pengen tahu gimana si bule ini memasak masakan Malaysia berdasarkan pengalaman dia pas jalan2 ke Malaysia?
Buat saya ada bule (baca bukan Melayu) yang berani jualan makanan kita itu apa ya?.Surprising lah. Ya gimana gak bikin kaget, secara kan dasar makanan barat dan timur beda banget?. Dan antara kita yang penduduk asli vs pendatang, penerimaan kita dengan rasa makanan pasti beda lah.
Saya pergi ke acara ini, harapannya gak tinggi2 banget. Gak mungkin saja, saya ngarep rasa otentik si rendang. Gile. Saya pribadi pun gak berani masak rendang!?
Apa ya?.lebih ke apresiasi atas usaha si bule dan pastilah juga ingin tahu hasil masakan dese
Saya pesan Beef Brisket Rendang Buns, Chicken Satay Skewers, Malaysian Curry Laksa, Ramly Burger Special dan Es kacang
Eh…dikasih tahu sama pelayan kalau rendangnya habis baik yang sapi maupun yang jamur…duh..nangis daraaah deh. …
Eh untung tamu sebelah saya, mereka pesan Mushroom Rendang Buns dan berbaik hati bagi ke saya satu biji….dan berbahagialah sayaaaa kesampean nyobain rendang kreasi si bule.
Rasanya? Gigitan pertama , bau bumbu2 khas Asia Tenggaranya kuat banget. Gile. Berani juga ini bule pakai bumbu sekenceng ini yak? Enak? Lumayan. Beda rasa dengan daging2 bbq-an kentara banget
Masakan kedua yang datang adalah Halloumi Skewer , saya sendiri gak tahu Halloumi itu apa, ternyata sejenis keju. Enak? Kata teman saya sik enak? Saya kurang tertarik
Halloumi, Laksa, Es Kacamg Merah, Burger Ramly dan Sate Ayam
Laksanya saya bilang kurang medok. Yang saya suka adalah tahu pongnya. .
Es kacang merahnya enak, ada serpihan kacang tanah, agar2 hijau, lychee, kacang merah dan bola2 kuning. Ya kayak es teler gitu deh. Saya sih seneng2 saja. Kapan lagi makan es kayak beginian di resto disini?!
Burger nya kata temen saya okelah, yang bikin beda adalah telor dadar dan saos sambel
Sate ayamnya kalau saya bilang koq kurang berasa rendamannya gitu?! Empuk sik..cuma kurang kecap manis deh…ha…ha..ha.. Bumbu kacangnya juga samu mawon, kurang kecap manis.
Kesimpulannya?
Saya hargai lah si koki bule membuka kedai kagetan ini. Biar warga Louisville bisa icip2 makanan etnik lebih sering kan.
Mudah2an lain kali ada orang Melayu dong yang buka warung makanan Malaysia/Indonesia di sini?!
Di Instagram, saya ngintilin beberapa profil kota Louisville, KY tempat saya tinggal biar up to date dengan ini itu di kota saya dan kota sekitar.
Salah satu profil yang saya ikutin itu Theloutoday dimana saya jadi tahu tentang taman baru lah, pameran seni, tempat makan baru dan lain2.
Kebanyakan sik soal tempat makanan baru ya .
Nah hari ini saya mampir ke HayMarket, pebisnis lokal yang jual sayur-sayuran, kopi, macam2 roti dan makanan siap saji.
Saya ngiler ke sini gara2 lihat postingan macam2 roti profil HayMarket di IG.
Disini itu, saya suka mangkel sama judul bakery. Di Jakarta, Indonesia yang namanya toko roti kan macam2 yaaa, dari mulai roti gambang, roti manis, roti asin, roti tawar, roti abon, roti daging, croissant, danish, berbagai jenis lah pokoknya.
Di Amerika, kebanyakan toko roti isinya cookies, brownies, scones, donut..ya elah. Bosen amat?!
Kalau pergi ke kota lain, saya selalu tengok yang namanya toko roti, tapi ya itu bikin mangkel. Katanya bakery isinya donut doang. Piye tho?
Ngiler lah saya…jadilah hari Minggu ini saya mampir ..
Jadi HayMarket itu kayak toko kelontong, skala IndoMaret gitu deh, cuma gaya Amerika.
Ini dalamnya HayMarket
Penataan ruangnya ya keren, minimalis , sederhana tapi kelihatan up scale..ceileee..bahasa g kan ..gak nahaan dwh..😆
Masuk toko, langsung di hadang dengan display roti2 yang aduhai
Muffin, Scones, Cookies, standar bakery orang AmrikCroissant, Danish, Brioche, nah..ini baru saya suka
Di sebelah kanan, jualan sayur2 an, macam2 minyak, cuka, mangkok2 lucu
Mangkok lucu2 buatan artis lokal ada mangkok buat nyuci beri, karena bolong2…Berbagai jenis bumbu2 masakanLemari pendingin isi sup, selai, buah2 anBagian sayur-sayuran segar
Di sebelah kiri, pengunjung bisa pesan katering dan sandwich dan makanan hangat lainnya seperti sup.
Ada coklat, permen, keju, peralatan dapur seperti sikat pembersih, sendok ukuran, sendok adukan
Di bagian belakang ada ruang terbuka buat pengunjung menikmati sandwich, beli kopi, teh
Ini drive through mereka, apik banget gak sikkkRuang terbuka buat kongkow2
Yang saya suka dari HayMarket adalah variasi makanan dan produk2 mereka gak cuma barat alias ham dan kejudoang.
Sayurannya juga terlihat segar banget! Dan baru kali ini saya lihat toko jual jamur Lion Mane (dan jamur2 lainnya yang tidak saya temukan di toko biasa)
Saya lihat ada spread labneh, tapenade, minyak zaitun diinfused jahe dan kunyit.
Jualan Sup Kari Jadi
Mungkin karena pemiliknya dari Lebanon ya?
Saya pesan Lebanese American Club, sandwich isi daging domba, teman saya pesan Serano Ham.