Author: Irus

Untungnya Jadi Orang Etnik di Amrik

Waktu pertama kali pindah ke Amerika, saya tinggal di kota kecil, notabene wajah saya ini amat sangat tidak umum, dan sering mengundang pertanyaan. Ada yang cablak menebak saya dari Filipin, ada yang sopan bertanya dari mana asal saya.

Jarang memang yang bisa menebak dengan tepat, dan biasanya kalau mereka bisa menebak saya dari Indonesia itu karena mereka mengenali nama saya, mereka sudah pernah berkunjung ke Indo atau paling tidak familiar dengan perbedaan negara-negara di Asia Tenggara.

Kalau pas bertemu dengan bule-bule yang familiar dengan Indonesia, saya senang rasanya! Dan biasanya pertanyaan selanjutnya dari si bule adalah ‘Are you from Jakarta?’ – tidak pasti juga kenapa mereka tebak Jakarta, apakah karena cuma Jakarta yang mereka tahu sebagai ibukota Indonesia atau gaya saya yang (ternyata) masih Jakarta banget. 😉

Selain ‘bahagia’ karena bertemu bule-bule yang berwawasan luas, sering kali saya dan si bule jadi ‘berteman dekat’. Bukan sekali ada bule yang sibuk memperlihatkan foto-foto sewaktu mereka di Indonesia setelah tahu saya dari Indo, atau sibuk membahas resep masakan. Ha..ha…ha…lucu ya??!! Membahas resep masakan koq ya sama wong londo…;-)

Nah, di tempat kerja saya, ada salah satu klien yang baru-baru ini berkunjung ke Indonesia, ke Bali tepatnya. Beliau termasuk orang berada, tapi tidak sombong, sangat ramah dan baiiiiiiiiiik sekali.

Setiap kali beliau datang, kita selalu rumpi-rump tentang Indonesia. Nah, terakhir beliau berkunjung itu, beliau bilang kalau dia mau bagi foto-foto dia waktu di Bali (keluarga mereka menginap di Amanusa dan Amandari yang kalau saya tidak salah ingat, tempatnya mendiang Putri Diana menginap juga).

Minggu lalu beliau datang lagi dan memberikan flash disk ke saya. Beliau bilang ‘ini untuk kamu, seperti yang sudah saya janjikan’.

Ternyata isinya foto-foto waktu beliau dan keluarga di Bali!

Seru ya!??!

Ini salah satu hal yang saya senangi sebagai orang etnik di Amerika, tidak jarang saya mendapat kejutan unik seperti ini.!

Yuk mari lihat foto-foto Amanusa dan Amandari dari klien saya. Sapa tahu satu hari bisa mampir juga!

Selingan : Memotret Jahil

Kemarin itu waktu saya lagi di Tampa, Florida, di sekitar hotel banyak melihat belalang gendut-gendut!! (besar-besar gitu maksudnya).

Setelah pertama kali gagal motret si belalang ( kejauhan), melihat foto peserta lain koq kelihatan lebih keren, saya berketetapan untuk mencari si belalang untuk di potret lagi.

Jadilah hari terakhir saya di hotel, iseng-iseng saya nyari si belalang untuk di potret, dan dapat lah potret-potret ini.

Gimana? Keren juga ya?

DSCN1502 DSCN1500 DSCN1503 RSCN1514

Aktifitas Untuk Anak Di Musim Panas (Summer Camp)

Terus terang setiap musim panas saya kebingungan, bingung cari kegiatan untuk anak semasa liburan sekolah, maklum saya dan suami dua-duanya kerja. Meskipun saya kerja paruh waktu, sehari sekitar 6 jam, si anak yang jelas belum (tidak) bisa ditinggal bengong  sendiri di rumah, terutama waktu dia masih relatif kecil.

Tahun-tahun pertama si kecil masuk usia sekolah, tidak bohong kalau boleh dibilang kita ‘bokek’ selama musim panas. Summer camp itu yang jelas tidak murah! Lumayan banyak memang pilihan, tapi yang sesuai kantong, waduh, boleh dibilang sedikit.

Kami pernah coba summer camp di lokasi sekolahan, summer camp di lokasi YMCA, summer camp di tempat anak berlatih bela diri.

Tahun pertama si kecil di summer camp (dia kelas 1 SD, naik kelas 2, umur 6 tahun), ybs masing menikmati, selain karena lokasinya di sekolah dia sendiri,pengasuh-pengasuhnya juga ramah-ramah dan berpendidikan dan  juga karena cukup banyak kegiatan di luar, seperti berenang di fasilitas YMCA, jalan-jalan ke taman air pancuran, jalan-jalan ke kebun binatang, jalan-jalan ke kolam berenang di luar kota dll.

Tahun kedua, dia mulai bosan, memang lokasinya berbeda dengan lokasi tahun pertama, jadi dia kurang familiar dengan rekan-rekan sebayanya.

Saya sendiri juga kurang puas dengan mutu pengajarnya, terkesan bloon, kurang perhatian dan cuma sibuk ber-selfie waktu saya lihat foto-foto yang di unggah di facebook.

Tahun ini boleh agak beda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Anak sudah lumayan cukup besar dan mandiri, dan tempat tinggal kami sangat dekat dengan tempat kerja saya, kita putuskan anak tidak partisipasi dalam summer camp setiap minggunya dan juga kita pilih summer camp dari institusi yang berbeda-beda.

Salah satu summer camp yang kita pilih tahun ini adalah summer camp yang diselenggarakan oleh boy scout si anak. Boleh dibilang ini summer camp yang paling ‘bermutu’ dan juga sepadan dengan harganya.

Anak-anak bermain di luar seharian, kegiatannya juga bermacam-macam, ada belajar memanah, belajar menembak dengan senjata berpeluru pelor (BB gun), belajar menurunkan bendera, dan lain-lainnya yang boleh dibilang sangat boyish ya namanya juga dari boyscout ya? 😉

Tidak ada yang namanya main komputer, atau terkukung di ruangan selama berjam-jam seperti yang saya lihat di camp yang pernah dia lakoni sebelumnya.

Setiap saya jemput si anak selalu ada yang dibicarakan dengan semangatnya. Senang melihat dia aktif dan berkumpul dengan sesama anak-anak laki sebayanya.

Sekedar berbagi, ini beberapa hal yang saya pertimbangkan sebelum memilih summer camp:

  1. Lokasi – saya selalu pilih lokasi yang dekat dengan rumah atau tempat kerja, pertimbangannya kalau ada masalah, saya atau suami akan mudah datang ke lokasi.
  2. Harga dibanding dengan kegiatan : kalau anggaran tidak terbatas, harga tidak jadi masalah ya. Tapi buat kami pribadi, kami cuma mampu untuk membayar camp sekitar $100-$200, untuk $200 yang jelas tidak mungkin kita lakoni setiap minggu
  3. Durasi camp ,kami harus pilih camp yang sesuai dengan jadwal kerja. Ada beberapa camp yang kami sangat tertarik, tapi sayangnya waktu camp (11 pagi hingga 4 sore), sulit untuk saya ataupun suami untuk mengantar & menjemput si kecil.
  4. Jadwal kegiatan sehari-hari : saya sungguh tidak puas dengan salah satu institusi penyelenggara camp, masa’ di jadwal kegiatan tercantum kunjungan ke lokasi X yang intinya cuma ruangan terbuka, atau cuma tercantum ‘nonton film’ (bukan di bioskop). Hal lain yang saya pelajari adalah meskipun penyelenggara camp sama dan harga camp sama, tapi di lokasi yang berbeda, jadwal jalan-jalan (field trip) akan sangat berbeda, karena si kepala camp di lokasi lah yang menentukan tujuan-tujuan field trip untuk lokasi mereka. Tahun kedua si kecil ikutan camp di lokasi sekolah, saya sempat bandingkan jadwal kegiatan di lokasi dia dan di lokasi lain. Waduh beda banget! untungnya lokasi yang kita pilih waktu itu menawarkan field trip yang lebih seru dibanding lokasi lainnya.
  5. Pengasuh camp : Paling males kalau ketemu pengasuh camp yang terlihat tidak ramah, tidak peduli dengan anak-anak. Pengalaman pribadi ketemu dengan pengasuh seperti ini, saya tidak sungkan sungkan mengutarakan keberatan/kejengkelan saya di survei yang mereka kirim di email.

Intinya ya kita sebagai orang tua harus pandai-pandai memilih camp, karena beberapa camp ada yang super komersil tapi kurang bermutu, ada camp yang terjangkau namun menawarkan aktifitas yang cukup beragam.

Kalau boleh milih sih ya..mending saya jadi ibu RT saja dan menghabiskan waktu dengan si kecil selama musim panas, apa boleh buat, saat ini belum memungkin kan.

Buat ibu-ibu yang tidak perlu repot memilih dan bisa menemani anak-anak selama musim liburan , bersyukurlah, enteng di kantong yang jelas.

Hari-hari di Tampa, Florida : Hari Ketiga -Hari ‘Tuk Berpesta!

Kamis, 11 Juni 2015.

Ah! Hari terakhir di Tampa sebelum balik ke kota asal besok.

Hari ini adalah acara bebas peserta dan malam penghargaan.

Peserta boleh memilih antara :

  1. Bermain golf
  2. Ambil paket pijat, manicure atau pedicure di spa hotel
  3. Ke Aquarium
  4. Ke Busch Garden
  5. Deep Sea Fishing

Memang saya agak geblek, memilih aktifitas #5, habis pikir saya, pilihan lainnya lebih seru kalau dilakoni dengan anak, jadi ya saya pilih aktifitas yang ‘selfish’ lah, biar si anak tidak iri,

Jam 9 rombongan berangkat menuju tujuan.

Ternyata saya salah perhitungan. 30 menit pertama saya masih kuat di goncang laut ke kiri dan ke kanan. Lalu saya putuskan untuk makan siang. Well. Salah besar. Ternyata perjalanan masih jauh sebelum kita berhenti di tengah laut, yang ada saya mabok laut. Rekan-rekan lain sudah banyak yang mulai tepar dan muntah, tadinya saya pikir saya tidak ada muntah. Di beri tahu kru kapal untuk coba pindah ke belakang perahu, waaaaaah..gara-gara mencium bau gas dari perahu, ditambah bau rokok, yang ada saya tambah mual daaaaaan muntahlah saya. 😦

Ya sudah, terpaksalah di aktifitas kali ini, saya tiduran saja. Sebel juga sih karena tidak bisa ‘nampang’ kalau saya berhasil menangkap ikan..apa boleh buat, ternyata perut tidak kuat.

Balik ke hotel, buru-burulah saya mandi dan berdandan apik untuk menghadiri malam penghargaan.

Acara lagi-lagi dibuka dengan sajian cocktail, saya karena sudah ‘mabok’ duluan, cuma minum soda biasa. Jam 6 kita masuk ke ruang makanan. Grup KY/SO IN dapat meja dekat dari panggung : 12-13-14. Artinya kita semua bakalan cepat dipanggil ke panggung untuk menerima penghargaan.

DSCN1481

DSCN1482

Benar saja, sekitar 30 menit, tibalah giliran kit ina.

Waktu giliran nama saya dipanggil, duh, bangga sekali hati ini! Satu-satunya orang Indonesia loh dan pekerja paruh waktu yang mendapat penghargaan ini!!

Hari-hari di Tampa, Florida : Hari Kedua

Rabu, 10 Juni 2015

Hari kedua!

Dimulai dengan sarapan pastinya! Berhubung setelah sarapan selalu diikuti dengan acara bisnis, jadilah saya kudu bangun pagi-pagi, dandan nan apik seperti layaknya mau pergi kerja. (kalau boleh pilih sih maunya sarapan pakai piyama wae!!, tapi apa boleh buat ?!)

Setelah sarapan, dimulailah acara bisnis sesuai dengan jadwal. Terus terang acara kali ini agak-agak monoton dan tidak seseru acara kemarin. Meskipun demikian tetap saja lebih nyaman disini, dibanding di tempat kerja biasa karena disini peserta diberikan makanan kecil dan minuman ringan di jeda waktu istirahat dan makan siang komplit. Sambil mendengarkan ceramah, ini tangan dan mulut sibuk mengunyah.

Waktu makan siang, ada peserta lain yang menegur saya, dia bilang nama saya familiar, saya juga sejak kemarin sempat melihat dia (dan namanya). Saya langsung ‘nyambung’ – kamu dari mana? ternyata dia dari Malaysia. Senang juga bertemu rekan serumpun!! Jadilah kita ngobrol ngalor ngidul dengan bahasa Melayu. hi..hi..hi..lucu ya?

(ini juga yang membuat saya bangga dengan perusahaan tempat saya bekerja, saya benar-benar melihat keragaman dari pegawai-pegawai yang hadir di acara ini)

Jam 4, acara selesai, saya langsung ngacir ke kamar untuk ganti baju dan siap-siap menghadiri pesta bertema Bajak Laut.

Modal saya cuma kaos garis-garis merah putih, celana panjang hitam, ikat pinggang gede, bandana dan anting-anting bulat.

IMG_20150613_000955

Waktu turun ke lobi, waduh heboh!! peserta lain banyak yang lebih keren kostumnya! Dari wilayah saya, cuma saya dan satu orang rekan lainnya yang berdandan ala bajak laut. Seru juga melihatnya!

Dari hotel kita dibawa ke Stadium Raymond James. Tidak nyangka kalau perusahaan (& penyelenggara acara) benar-benar serius melakoni pesta tema ini. Di stadium kita bisa ambil berbagai jenis topi bajak laut, pedang, kumis palsu, kalung-kalung berbagai warna, hiasan ini itu, tato, artis-artis berpakaian ala bajak laut dan tempat foto segala!!

Saya yang ada ambil topi bajak laut, pedang dan beberapa tato…hi…hii..hii seru saja rasanya.

Di pesta ini, peserta benar-benar diajak ‘berpesta’, ada live music, lantai dansapertunjukan oleh para pejabat tinggi perusahaan yang asli kocak habis! makanan ‘ringan’ tapi mengenyangkan dan minuman beralkohol yang tidak putus putus.

Di layar kecil di panggung, diperlihatkan foto-foto setiap peserta dari wilayah masing-masing. Saya berhasil merekam video waktu giliran wilayah saya ditampikan. Bisa dilihat disini.

Saya mah kurang hobi berpesta, jam 10 sudah balik ke hotel lagi. Dengar-dengar dari peserta lain, ada sekelompok peserta yang berpesta hingga jam 3 pagi! weleh-weleh!? 😉

Pulang pesta, saya telpon ke rumah sebentar lalu langsung tidur untuk siap-siap ke acara bebas besok!!

Hari-hari di Tampa, Florida : Hari Pertama

Seru. Senang. Bangga.

Itu yang saya rasakan selama saya di Tampa, Florida. Senang karena perusahaan, penyelenggara acara, petugas hotel sangat memanjakan kita semua! Seru karena banyak acara yang asik, dan bangga karena bisa datang ke acara ini.

Di tulisan saya kali ini, saya akan ceritakan bagaimana hari-hari saya di Tampa.

Selasa, 9 Juni 2015

Walah! Saya terbangun jam 5:45am! haduh!! bisa telat ini! pesawat saya dijadwalkan berangkat jam 7:35 am. Langsunglah saya mandi secepat kilat, dan membangunkan suami dan anak saya. Untung saya memang sudah mengepak barang-barang sejak jauh-jauh hari. Jam 6:10 am kita melaju ke airport. Sampai di bandara itu jam 6:35 am, ada sedikit antrian di bagian tiket.  Sambil manyun saya antri, eh orang di depan saya ada sedikit masalah, halaah…….bisa telat ini??!!! tapi untunglah saya tidak usah menunggu terlalu lama, nama saya sudah tercantum dan tidak ada masalah apapun dengan tiket saya.

DSCN1429

Gedabrukaan saya ngibrit masuk ke check-in, harus melewati gerbang pemeriksaan dulu! Tadinya saya sudah senang karena dapat antrian pendek, eh ternyata saya kudu diperiksa fisik dulu gara-gara mesin penidai ‘mencurigai’ sesuatu di saya. Jadilah saya harus diperiksa 3 kali oleh petugas TSA, gara-garanya sih karena ristleting di celana panjang saya yang membuat si mesin berdering. (dalam hati, tidak lagi-lagi deh pakai celana gaya ke bandara kalau jadinya harus diperiksa sama petugas TSA berkali-kali).

Selesai, saya langsung ngacir ke gerbang masuk ke pesawat, di situ saya lihat antrian orang-orang sudah mulai memendek, phew! lega! untunglah saya belum kelewatan untuk masuk ke pesawat.

Yang lucu, armada penerbangan yang saya pakai ini Southwest, saya tidak ngeh kalau sistem Southwest tidak ada penentuan tempat duduk. Di tiket tertulis 53B, saya pikir ya di deretan belakang lah. Eh tahu-tahu ada penumpang yang bilang ‘Mau duduk disini?’ Tidak pikir saya bilang ‘OK’.

Untung jugalah saya bilang OK, karena memang sistem Southwest siapa cepat dia dapat. Ada beberapa penumpang yang kudu balik ke deretan depan karena di bagian belakang sudah tidak ada tempat duduk kosong lagi.

Wis.

Waktu penerbangan dari kota saya ke Louisville cukup pendek, hanya 1 jam. Sesampai di bandara di Tampa saya langsung ambil bagasi dan gabung dengan teman-teman kerja dari kantor cabang lainnya, kira-kira total kami semua itu ada 15 orang.

Setelah semua diabsen oleh penyelenggara acara, dan sudah komplit, kita naik bis menuju ke hotel. Butuh waktu 1 jaman dari bandara ke hotel. Hotel yang dipilih oleh perusahaan untuk acara kali ini adalah hotel bernuansa peristirahatan (bukan bisnis): Saddlebrook.

Di hotel, kita masing-masing diabsen dan di beri paket yang isinya acara selama 3 hari kita di Tampa. Dari situ kita langsung cek in ke kamar masing-masing.

Kamar tempat saya tinggal sangat luas, 2 kamar tidur dengan kamar mandi dan televisi masing-masing, dapur lengkap dengan kompor, kulkas, mesin cuci piring, ruang makan, ruang tamu dan balkon.

Setelah tiba di kamar, saya langsung bongkar koper. gantung baju-baju supaya tidak kusut, menggelar alat-alati penghias wajah dan siap- siap untuk makan siang.

Untuk makan siang kali ini, kita disajikan dengan sistem buffet. Ada 3 pilihan sandwich, salad dan makanan penutup. Lengkaplah pokoknya!

Makan Siang Hari Pertama

Makan Siang Hari Pertama

Selesai makan kita langsung ada sesi bisnis. Sesi bisnis kali ini ada hubungannya dengan program anak-anak usia pra sekolah yang perusahaan saya kembangkan. Buat saya yang memiliki anak relatif masih muda, program ini amat berkena di hati dan mudah ‘nyambungnya’ karena saya sendiri mengalami memiliki anak-anak usia prasekolah.

Di sesi ini peserta diajak berfikir seperti anak-anak : tanpa beban, tanpa prasangka, ada adanya. Di sesi ini peserta diajak memonton video ‘Caine Arcade‘ . Duh, sampai terharu saya menontonnya. Coba deh teman-teman lihat sendiri videonya. Saya jamin membuat teman-teman bersyukur dan ‘malu’ , malu karena sebagian besar dari kita (orang tua), secara sengaja tidak sengaja menghalangi kreativitas anak-anak kita sendiri, atau malu karena sebagian besar dari kita terlalu mengandalkan permainan komputer untuk ‘menghabiskan’ waktu si kecil.

Selain menonton video si Caine, peserta juga diberikan tantangan-tantangan tertentu dalam waktu terbatas. Dari mulai menggambarkan kata tertentu, merencanakan penangkapan rubah sampai membuat sesuatu dari 3 buah kotak karton bekas, kertas warna warni, spidol, selotip, gunting dan boneka.

Ini hasil kerja sama rekan-rekan semeja saya :

DSCN1441

Rumah boneka. Saya kebagian membuat ide, menggunting hiasan dan menempel boneka2

Sesi bisnis ini selesai jam 4 sore. Dari situ, saya langsung balik ke kamar, untuk mandi dan ganti baju menghadiri acara makan malam dengan rekan-rekan dari wilayah Kentucky and Indiana bagian selatan.

Dari hotel kita naik bis lagi, menuju rumah makan Timpano, dari kepala cabang, kita tahu karena beliau pernah keracunan makan kerang, jadi kita tidak akan pergi ke rumah makan makanan laut, pilihannya jatuh pada rumah makan ala Itali ini yang konon terkenal akan steaknya

Dari luar, rumah makan ini tidak terlihat super mewah, tapi sete;ah kita makan, barulah terasa kalau rumah makan ini tidak main-main dengan masakan mereka.

Di sini semua peserta disajikan makanan penutup (3 jenis roti datar, bola daging), dipilihkan 3 macam makanan utama : steak, chicken parmesan with spaghetti atau salmon – saya pilih steak- empuk dan bumbu sausnya benar-banar lain sendiri rasanya : ada secercah rasa pedas di lidah, tapi tetap tidak dominan , dan 2 macam pilihan makanan penutup : tiramisu atau chocolate torte – dua-duanya enak!!!

Selesai makan, baliklah kita ke hotel. Perut kenyang, tinggal tidur untuk acara besok pagi!

Persiapan ke Tampa, Florida

Tangga 9 Juni 2015 besok, Saya akan berangkat ke Tampa, Florida untuk menghadiri acara penghargaan dari tempat kerja. Selama 10 tahun di Amrik, Ini pengalaman pertama Saya pisah dari suami dan anak selama 3 hari ;terus terang keder juga, takut kangen berat sama si kecil dan sebaliknya. Lha, si kecil lahir sampai sekarang, boleh dibilang Saya tidak pernah berpisah lebih dari 24 jam! Tadinya kita semua mau boyongan ke Florida, tapi pikir-pikir karena jadwal acara saya padat, kita putuskan untuk ‘relakan’ saya bersorangan wae di Tampa. Istilahnya ‘having my alone time‘ gitu. Antara senang dan sedih hati ini, well, it is what it is!

Tidak bohong kalau untuk acara ini Saya agak-agak kegenitan, dalam masalah persiapan pakaian dan perlengkapannya (dibaca : sepatu!). Pikir-pikir, karena acaranya di Florida, sepatu yang saya bawa semuanya sepatu sandal, jadilah hari ini saya ngacir ke salon kuku untuk mewarnai kuku kaki saya.  (ini yang kedua kalinya saya ke salon kuku seumur hidup…ha…ha..ha..maklum, saya kan sebetulnya kurang feminin dalam hal ini dan juga pikir saya, daripada membayar $20 buat kaki, mending beli baju!, tapi khusus untuk acara ini saya maulah bayar lebih untuk tampil istimewa)

11391182_10152966196791267_3057686232298504014_n

Kaki sudah cantik, sekarang masalah pakai baju apa ya?

Sebagian besar acara saya bisa pakai baju sehari-hari seperti saya kerja, cuma ada beberapa acara tertentu yang mengharuskan saya mikir dua kai mau pakai baju apa, di antaranya acara team building, pesta bertema bajak laut acara mancing di laut dan acara pemberian penghargaan.

Hari keberangkatan saya mau gaya santai, pakai kaos gambar perempuan bertopi, celana gombrang, jaket jeans, topi, kaca mata hitam dan sepatu terbuka warna netral. Pakai jaket karena takut di pesawat kedinginan kan, sementara pilih pakai kaos untuk persiapan udara musim panas,

fieldtrip_wings_cofe1

Untuk acara pesta bertema bajak laut, saya agak-agak panik, habis saya orangnya malu kalau ada acara custom, tapi ya mau juga lah berpartisipasi. Jadilah saya ubek-ubek cari di internet gaya bajak laut yang kira-kira bisa saya adaptasi. Hasilnya :

Baju kaos loreng merah, putih, celana panjang hitam, ikat pinggang kulit dengan kepala yang mentereng dan scarf merah untuk dipakai di rambut. Mudah-mudahan saya cukup percaya diri untuk melenggang kangkung di antara tamu-tamu lain dengan gaya ini.

DSCN1423

Nah, untuk acara bebas yang saya pilih, saya memang agak-agak nekat memilih acara memancing di laut bebas. Lah..di Florida gitu loh, masa sih saya tidak melihat laut? he…he…he.

Ini pilihan baju saya untuk acara di laut bebas nanti. Baju bahan linen putih melapisi baju renang bunga-bunga dibawahnya. Topi dan kacamata hitam plus sepatu air wajib lah!

fieldtrip_wings_cofe2

Acara terakhir dan paling penting, yaitu pemberian penghargaan. Saya bertekad bulat untuk mengenakan baju atau sesuatu yang khas dari Indonesia. Tadinya saya mau memakai atasan kebaya dan bawahan kain batik, tapi sayangnya kebaya yang saya inginkan warnanya kurang sreg. Jadilah saya putuskan untuk memakai baju maksi dengan selendang batik cantik pemberian teman saya waktu saya pergi ke Jakarta bulan Januari lalu.

Kalau dilihat dari warna, orang-orang mungkin kurang setuju, karena warna nya cerah sekali, padahal ini acara malam hari. Tapi saya mau acuhkan saja..#wearwhatworks, #wearwhatyoulike

Dan lagi kapan lagi saya bisa nampang selendang batik cantik ini??!!

DSCN1417

Jalan-Jalan Alam : Taman Nasional New River Gorge, West Virginia

Akhir pekan ini di Amerika adalah akhir pekan panjang karena hari libur Memorial Day yang jatuh pada hari Senin.  Saya sejak pindah, saya dikenalkan suami dengan jalan-jalan berkendara (road trip) dan mengunjungi taman nasional.  Kami terakhir mengunjungi taman nasional itu di musim panas tahun lalu. Saya kegerahan pengen banget jalan-jalan, jadilah saya putuskan untuk pergi ke negara bagian West Virginia. Selain karena saya belum pernah mengunjungi WV, disana juga ada taman nasional yang kelihatannya seru untuk diexplorasi. Jarak antara WV dengan lokasi tempat tinggal kami juga relatif tidak jauh, sekitar 4 jam-an.

Kami berangkat hari Minggu pagi tanggal 24 Mei, ambil Interstate I-64 arah timur ke WV. Karena kami melewati Charleston, ibukota WV, kita mampir di gedung pemerintahan, karena saya hobi koleksi foto gedung pemerintahan ibukota masing-masing negara bagian.

WestVirginia

Dari situ kami terus ke hotel di daerah Beckley, istirahat sebentar terus kita explorasi taman nasional yang kita mau kunjungi : New River Gorge.

Awalnya kami mau ikutan jalan dibawah jembatan, tapi koq ya waktu lihat jembatannya, ketinggiannya dan jaraknya….KEDER euy!!  Selain itu juga, ada umur minimal untuk anak-anak,yaitu 10 tahun, si kecil masih kurang satu tahun! ya sudah, batalkan petualang jalan kaki menyeberang jembatan.

WestVirginia2

Balik ke hotel, saya buru-buru google, kalau tidak salah ingat ada air terjun di dekat taman nasional itu. Voila!

Benar dugaan saya, ada air terjun Sandstone. Jadilah saya cetak peta untuk ke lokasi air terjun.

Hari Senin tanggal 25 Mei, jam 8 pagi, kita pergi meninggalkan hotel , sarapan di tempat makan lokal, Omelette Shoppe, lalu ambil Interstate 64 arah timur menuju Sandstone Visitor Center. Dari situ, kita masih harus berkendara lagi ke lokasi air terjun sekitar 40 menit lewat jalan lokal yang berliku dan sempit.

Sampai di lokasi, kita harus jalan kaki sekitar 10 menit, barulah kita bisa lihat si air terjun Sandstone, cantik juga, meskipun tidak secantik air terjun yang saya pernah lihat di Montana.

Cuplikan air terjun Sandstone bisa dilihat disini.

Nevertheless, saya tetap senang dengan jalan-jalan saya kali ini, saya mengunjungi negara bagian baru, dapat koleksi State sign, State Capitol Building dan air terjun tentu saja!

Cihuy Saya Dapat Penghargaan

Sekitar bulan Oktober tahun 2014, kantor cabang tempat saya bekerja menyelenggarakan acara. Disitu saya ketemu rekan kerja dari cabang lain. Ngobrol punya ngobrol dia celetuk ‘Eh, kamu ada di daftar 3 besar loh’. Saya dengarnya bingung. ‘Tiga besar apa gitu?’. Tapi saya tidak sempat bertanya lebih lanjut ke si rekan karena kita larut dalam acara saat itu.

Beberapa hari setelah acara lewat, saat saya baru datang ke tempat kerja, atasan saya memanggil saya dengan wajah serius. Dia bilang ‘S, kamu ada masalah’, waduh langsung ketar ketir saya dengarnya, eh tahu-tahu muka si atasan berubah berseri-seri, dia bilang ‘S, kamu di rangking 3 besar di penilaian kinerja tahunan!!’

Saat itu saya cengengesan saja, karena kurang mengerti tentang penilaian kinerja ini. Setelah saya baca, baru saya tahu apa yang atasan saya bicarakan. Intinya setiap tahun perusahaan menilai kerja pegawainya : berdasarkan jumlah penjualan dan penilaian pelanggan. Nah di wilayah tempat saya bekerja (ada 13 kantor cabang), ternyata saya ‘lolos’ babak penyisihan. Karena ini baru bulan Oktober, rangking saya bisa berubah di akhir tahun, bisa-bisa saya malah tidak masuk daftar 3 besar lagi.

Meskipun saya senang juga, tapi saya ogah ke-ge-eran. Saya pikir ‘halah, belum tentu juga. Wis lah, santai saja’. Yang ada saya menolak kalau ada rekan membicarakan daftar ini. Akhir tahun masih jauh, many things could happen.

Masuk tahun 2015, tidak ada kabar berita tentang penghargaan ini. Ya sudah saya diam saja, saya asumsikan saya tidak lagi masuk daftar teratas.

Maret 2015, awal bulan kita kumpul untuk ikutan rapat dengan pimpinan wilayah. Di situ saya dengar pengumuman resmi kalau saya adalah pemenang penghargaan MARKET ALL STARS 2014 dalam kategori ‘Teller’.  Wah senang sekali, karena waktu awal saya bekerja di bank 2012, saya benar-benar bloon dan tidak punya pengalaman di perbankan sebelumnya. Sukurlah saya mampu berprestasi dalam jangka waktu tidak terlalu lama.

Untuk penghargaan ini saya di undang ke makan malam bersama pemenang lainnya di bulan Mei 2015.

Setelah pengumuman itu, atasan saya sekilas bilang ‘Kamu bisa dapat Circle of Excellence’ – haduh apa lagi gitu? saya kurang mengerti. Setahu saya CofE itu ibaratnya dari sekian banyak pemenang MARKET ALL STARS, perusahaan akan pilih satu dari masing-masing wilayah. Saya pikir ‘Yah tidak mungkin lah..mimpi kali…’ . Dapat penghargaan MARKET ALL STARS saja saya sudah senang koq.

Eh……bulan April 2015, pimpinan wilayah datang ke kantor cabang saya dan beliau mengumumkan kalau saya adalah peraih penghargaan Circle of Excellence 2015!!! Percaya tidak percaya rasanya!

Hari ini saya mendapat email resmi tentang perjalanan yang akan saya lakoni sebagai pemenang Circle of Excellence! Saya diundang ke Tampa Florida selama 3 hari!!

Curhat Boleh Ya.

Sampai detik ini saya belum berani berkomitmen ke perusahaan untuk menjadi pekerja penuh waktu – yaitu mereka-mereka yang bekerja 40 jam seminggu.

Terus terang koq saya tidak yakin saya akan sanggup ya? Sanggup untuk menjadi ‘super woman‘ atau ibu-ibu yang bekerja di luar rumah, dan tetap bisa mengatur waktu dengan baik : setiap hari masak makanan segar (bukan makanan beku) untuk keluarganya, menjaga rumah tetap rapi dan teratur, berolah raga,mengerjakan pekerjaan rumah tangga sehari -hari, mendorong anak supaya berprestasi di sekolah, mengantar anak ke acara ini itu dan sebagainya.

Saya jujur saja kalau saya sungguh kagum ( dan tidak jarang iri) dengan banyak teman-teman Indonesia di Amerika yang saya kenal dan saya kategorikan sebagai super woman.

Well, sebetulnya tidak usah jauh-jauh, ibu saya dulu juga perempuan bekerja, beliau malah bekerja 2 pekerjaan. Tapi koq saya tidak merasa sanggup ya berlakoni seperti ibu.

Banyak hal yang membuat saya merasa tidak sanggup. Pertama saya tidak ada sanak keluarga di sini yang bisa saya minta tolong bantuannya untuk ikutan berbagi beban. Kedua, pasangan saya penganut ‘istri harus urus urusan rumah tangga’ titik. Sulit sekali meminta bantuan pasangan untuk ikutan mengerjakan urusan RT. Yang ada saya bisa stres tidak karuan (yang ujung-ujungnya jadi depresi) kalau saya mengharapkan bantuan dia. Ketiga, saya pada dasarnya ya pemalas dan anak manja, maunya semuanya diurusin orang. Keempat, saya sempat panik karena kehilangan ‘ingatan’ hari-hari anak saya saat dia berumur 2-3 tahun, meskipun saya hanya bekerja paruh waktu. Waktu terbang begitu saja, dan sungguh saya merasa ‘pahit’ dan ada rasa bersalah karena saya tidak selalu disisi si kecil selama ini.

Saat ini saya pilih untuk ‘menyerah’ dan realistis.

Menyerah dalam arti saya jujur katakan kepada diri sendiri kalau saya tidak (belum) sanggup untuk melakoni status super woman. Saya mencoba berpikir realistis akan keadaan saya. Sukur Alhamdulillah keluarga kami masih dicukupkan rejekinya, jadi kita masih bisa hidup dengan pemasukan suami. Biarlah saya tidak berkarir, tapi saya bisa punya waktu lebih untuk bersama anak saya.

Just because another woman can do it, does not mean I have to do it.

Because we are different, our limits are different, our condition is different. 

I have to learn to accept myself and make the best out of it

10325390_10152099746062205_5944798855143622418_n