jalan-jalan

Kado Ulang Tahun : Bermain Rintangan di Alam Terbuka

Tanggal 11 Juli kemarin, Saya ulang tahun. Tidak usah kasih tahu ya umur berapa, he…he..he..anggap saja forever 21 gitu. Ultah kali ini saya tuh memang sudah kepingin sekali main-main di alam. Tahun lalu kita pergi kemping, tahun ini berhubung jatah liburan habis, jadi kemping terpaksa ditiadakan. Tapi saya tetap ingin ‘jalan-jalan’ ke tempat yang baru.

Beberapa minggu lalu waktu lagi buka-buka Facebook, tidak sengaja melihat iklan GoApe yang akan buka cabang atraksi baru di lokasi tempat kami tinggal. Saya lihat-lihat, koq seru juga ya? Tanya ke suami, boleh tidak ikutan kegiatan seperti ini? dia bilang oke-oke saja. Jadilah seminggu sebelum ultah saya, saya pesan spot untuk kita bertiga.

o iya, GoApe itu perusahaan penyelenggara treetop adventure di berbagai lokasi di negara-negara bagian di Amrik. Mereka baru buka site di hutan nasional Jefferson yang lokasinya cuma 30 menitan dari tempat kita tinggal. Melihat postingan teman saya di Facebook, di Indonesia sendiri, kalau tidak salah sudah ada atraksi seperti ini, jadi teman-teman Indonesia mungkin sudah familiar dengan atraksi ini.

Saya pribadi dengar GoApe dan treetop adventure ya baru kali ini. Ini pengalaman baru untuk saya dan keluarga. Tidak satupun dari kita yang tahu apa akan kita lakoni…ha….ha….ha.

Kita dijadwalkan mulai itu jam 12 siang. Sampai dilokasi, setiap peserta akan diminta untuk mengisi berkas-berkas yang diperlukan : nama, alamat, tanggal lahir dan menandatangai ‘waiver‘. Setelah dokumentasi selesai, kita lalu ke lokasi dengan staf GoApe.

Selama 30 menit kita di berikan instruksi tentang keselamatan, resiko, dan prosedur lainnya seperti meminta pertolongan, cara mendarat setelah berzip line, istilah-istilah yang digunakan selama di permainan  dll.

Berhubung kami membawa anak kami, kami wanti-wanti memberitahukan si kecil masalah keselamatan ini. Maklum, wong kami akan bermain-main di ketinggian 40 ft,jadi masalah keselamatan dan bagaimana cara yang benar untuk bermain haruslah kita perhatikan sebaik-baiknya.

Di briefing ini,peserta di berikan sabuk, lengkap dengan segala kaitan yang akan di perlukan selama bermain di pepohonan. Intinya ada 2 sabuk dengan pengait, merah dan biru, 1 pulley (pengait), dan satu pengait kunci warna hijau. Sabuk biru selalu akan dikaitan dengan pulley setiap kali peserta akan menyeberang rintangan dengan menggunakan kabel, sabuk merah, boleh dibilang sabuk pengaman tambahan, pengunci hijau digunakan setiap kali ada kaitan hijau di rintangan.

2015-07-124

Setelah instruksi pemakaian sabuk dan penggunaan masing-masing sabuk, dilanjutkan dengan kami menjalani rintangan ringan sebagai pemanasan sebelum masuk ke lokasi permainan. Rintangan ringan yang di lakoni di pemanasan ini adalah menggunakan tangga tali, berjalan di kabel dan meluncur di zipline pendek.

2015-07-125

Setelah selesai pemanasan, mulailah kamu melakoni atraksi yang sesungguhnya. Ada 5 lokasi (sites) dengan 5 ziplines, dengan total penyebrangan rintangan : 40, mulai dari berayun tarzan, balok kayu, jaring-jaring, dan tangga tali.

Di situs pertama, saya belum-belum sudah stuck…ha…ha..ha..tidak kuat menarik beban diri sendiri ke atas setelah nyangkut di jaring-jaring. Jadilah dipanggil bantuan untuk membantu saya ke penyeberangan berikutnya. Tapi si kecil dan suami bisa melewati rintangan dengan selamat.

Yang terberat buat saya adalah memanjat jaring-jaring dan menaiki tangga goyang (tangga yang terbuat dari bambu/kayu dan tali). Ada satu lokasi tangga yang saya hampir menyerah, karena ternyata naik tangga jenis itu bikin capek!!

Rintangan-rintangan lainnya boleh dibilang seru-seru saja.

Yang paling saya nikmati itu ber-ziplining!! Memang awalnya keder, karena harus melompat ke udara bebas, tapi setelah zipline pertama, saya malah kegirangan kalau sudah sampai di zipline. Sayang tidak ada foto saya berzipline, karena saya selalu giliran pertama meluncur, sementara kamera dipegang saya.

Si kecil boleh dibilang tidak mengalami kesulitan apapun. Satu-satunya kendala adalah dia agak dibawah ketinggian minimum, jadi beberapa kali saya atau suami harus ikutan membantu dia memasangkan kabel pengaman.

Ini foto-foto rintangan-rintangan yang kita lakoni selama di lapangan.

Kita menghabiskan waktu 3 jam menyelesaikan rintangan-rintangan yang ada. Letih sudah jelas, tapi saya dan si kecil puas berpetualang di pepohonan! Di akhir acara, kita di bolehkan berpose dengan tulisan-tulisan yang sudah GoApe siapkan. Saya pilih Live Life Adventurously!

DSCN1752Tips untuk teman-teman yang mau berpetualang di atraksi seperti ini :

  1. Pakai sepatu tertutup, saya pakai sepatu bertali tertutup, jadi tidak selalu harus mengecek tali sepatu
  2. Kalau lokasi di hutan, jangan lupa obat nyamuk semprot
  3. Pakai baju pas dibadan, menghindari nyangkut di rintangan
  4. Saya bawa kamera saku yang saya kaitkan di tali baju. Yang jelas kalau mau bawa kamera, harus bisa menyimpan tanpa menghalangi kabel-kabel pengaman
  5. Kalau rambutnya panjang, mending di kuncir biar tidak riweh
  6. Tidak usah buru-buru dalam menyelesaikan rintangan, kecuali memang acara balapan
  7. Kalau takut, lelah, tidak usah malu memanggil bantuan.

Hari-hari di Tampa, Florida : Hari Ketiga -Hari ‘Tuk Berpesta!

Kamis, 11 Juni 2015.

Ah! Hari terakhir di Tampa sebelum balik ke kota asal besok.

Hari ini adalah acara bebas peserta dan malam penghargaan.

Peserta boleh memilih antara :

  1. Bermain golf
  2. Ambil paket pijat, manicure atau pedicure di spa hotel
  3. Ke Aquarium
  4. Ke Busch Garden
  5. Deep Sea Fishing

Memang saya agak geblek, memilih aktifitas #5, habis pikir saya, pilihan lainnya lebih seru kalau dilakoni dengan anak, jadi ya saya pilih aktifitas yang ‘selfish’ lah, biar si anak tidak iri,

Jam 9 rombongan berangkat menuju tujuan.

Ternyata saya salah perhitungan. 30 menit pertama saya masih kuat di goncang laut ke kiri dan ke kanan. Lalu saya putuskan untuk makan siang. Well. Salah besar. Ternyata perjalanan masih jauh sebelum kita berhenti di tengah laut, yang ada saya mabok laut. Rekan-rekan lain sudah banyak yang mulai tepar dan muntah, tadinya saya pikir saya tidak ada muntah. Di beri tahu kru kapal untuk coba pindah ke belakang perahu, waaaaaah..gara-gara mencium bau gas dari perahu, ditambah bau rokok, yang ada saya tambah mual daaaaaan muntahlah saya. 😦

Ya sudah, terpaksalah di aktifitas kali ini, saya tiduran saja. Sebel juga sih karena tidak bisa ‘nampang’ kalau saya berhasil menangkap ikan..apa boleh buat, ternyata perut tidak kuat.

Balik ke hotel, buru-burulah saya mandi dan berdandan apik untuk menghadiri malam penghargaan.

Acara lagi-lagi dibuka dengan sajian cocktail, saya karena sudah ‘mabok’ duluan, cuma minum soda biasa. Jam 6 kita masuk ke ruang makanan. Grup KY/SO IN dapat meja dekat dari panggung : 12-13-14. Artinya kita semua bakalan cepat dipanggil ke panggung untuk menerima penghargaan.

DSCN1481

DSCN1482

Benar saja, sekitar 30 menit, tibalah giliran kit ina.

Waktu giliran nama saya dipanggil, duh, bangga sekali hati ini! Satu-satunya orang Indonesia loh dan pekerja paruh waktu yang mendapat penghargaan ini!!

Hari-hari di Tampa, Florida : Hari Kedua

Rabu, 10 Juni 2015

Hari kedua!

Dimulai dengan sarapan pastinya! Berhubung setelah sarapan selalu diikuti dengan acara bisnis, jadilah saya kudu bangun pagi-pagi, dandan nan apik seperti layaknya mau pergi kerja. (kalau boleh pilih sih maunya sarapan pakai piyama wae!!, tapi apa boleh buat ?!)

Setelah sarapan, dimulailah acara bisnis sesuai dengan jadwal. Terus terang acara kali ini agak-agak monoton dan tidak seseru acara kemarin. Meskipun demikian tetap saja lebih nyaman disini, dibanding di tempat kerja biasa karena disini peserta diberikan makanan kecil dan minuman ringan di jeda waktu istirahat dan makan siang komplit. Sambil mendengarkan ceramah, ini tangan dan mulut sibuk mengunyah.

Waktu makan siang, ada peserta lain yang menegur saya, dia bilang nama saya familiar, saya juga sejak kemarin sempat melihat dia (dan namanya). Saya langsung ‘nyambung’ – kamu dari mana? ternyata dia dari Malaysia. Senang juga bertemu rekan serumpun!! Jadilah kita ngobrol ngalor ngidul dengan bahasa Melayu. hi..hi..hi..lucu ya?

(ini juga yang membuat saya bangga dengan perusahaan tempat saya bekerja, saya benar-benar melihat keragaman dari pegawai-pegawai yang hadir di acara ini)

Jam 4, acara selesai, saya langsung ngacir ke kamar untuk ganti baju dan siap-siap menghadiri pesta bertema Bajak Laut.

Modal saya cuma kaos garis-garis merah putih, celana panjang hitam, ikat pinggang gede, bandana dan anting-anting bulat.

IMG_20150613_000955

Waktu turun ke lobi, waduh heboh!! peserta lain banyak yang lebih keren kostumnya! Dari wilayah saya, cuma saya dan satu orang rekan lainnya yang berdandan ala bajak laut. Seru juga melihatnya!

Dari hotel kita dibawa ke Stadium Raymond James. Tidak nyangka kalau perusahaan (& penyelenggara acara) benar-benar serius melakoni pesta tema ini. Di stadium kita bisa ambil berbagai jenis topi bajak laut, pedang, kumis palsu, kalung-kalung berbagai warna, hiasan ini itu, tato, artis-artis berpakaian ala bajak laut dan tempat foto segala!!

Saya yang ada ambil topi bajak laut, pedang dan beberapa tato…hi…hii..hii seru saja rasanya.

Di pesta ini, peserta benar-benar diajak ‘berpesta’, ada live music, lantai dansapertunjukan oleh para pejabat tinggi perusahaan yang asli kocak habis! makanan ‘ringan’ tapi mengenyangkan dan minuman beralkohol yang tidak putus putus.

Di layar kecil di panggung, diperlihatkan foto-foto setiap peserta dari wilayah masing-masing. Saya berhasil merekam video waktu giliran wilayah saya ditampikan. Bisa dilihat disini.

Saya mah kurang hobi berpesta, jam 10 sudah balik ke hotel lagi. Dengar-dengar dari peserta lain, ada sekelompok peserta yang berpesta hingga jam 3 pagi! weleh-weleh!? 😉

Pulang pesta, saya telpon ke rumah sebentar lalu langsung tidur untuk siap-siap ke acara bebas besok!!

Hari-hari di Tampa, Florida : Hari Pertama

Seru. Senang. Bangga.

Itu yang saya rasakan selama saya di Tampa, Florida. Senang karena perusahaan, penyelenggara acara, petugas hotel sangat memanjakan kita semua! Seru karena banyak acara yang asik, dan bangga karena bisa datang ke acara ini.

Di tulisan saya kali ini, saya akan ceritakan bagaimana hari-hari saya di Tampa.

Selasa, 9 Juni 2015

Walah! Saya terbangun jam 5:45am! haduh!! bisa telat ini! pesawat saya dijadwalkan berangkat jam 7:35 am. Langsunglah saya mandi secepat kilat, dan membangunkan suami dan anak saya. Untung saya memang sudah mengepak barang-barang sejak jauh-jauh hari. Jam 6:10 am kita melaju ke airport. Sampai di bandara itu jam 6:35 am, ada sedikit antrian di bagian tiket.  Sambil manyun saya antri, eh orang di depan saya ada sedikit masalah, halaah…….bisa telat ini??!!! tapi untunglah saya tidak usah menunggu terlalu lama, nama saya sudah tercantum dan tidak ada masalah apapun dengan tiket saya.

DSCN1429

Gedabrukaan saya ngibrit masuk ke check-in, harus melewati gerbang pemeriksaan dulu! Tadinya saya sudah senang karena dapat antrian pendek, eh ternyata saya kudu diperiksa fisik dulu gara-gara mesin penidai ‘mencurigai’ sesuatu di saya. Jadilah saya harus diperiksa 3 kali oleh petugas TSA, gara-garanya sih karena ristleting di celana panjang saya yang membuat si mesin berdering. (dalam hati, tidak lagi-lagi deh pakai celana gaya ke bandara kalau jadinya harus diperiksa sama petugas TSA berkali-kali).

Selesai, saya langsung ngacir ke gerbang masuk ke pesawat, di situ saya lihat antrian orang-orang sudah mulai memendek, phew! lega! untunglah saya belum kelewatan untuk masuk ke pesawat.

Yang lucu, armada penerbangan yang saya pakai ini Southwest, saya tidak ngeh kalau sistem Southwest tidak ada penentuan tempat duduk. Di tiket tertulis 53B, saya pikir ya di deretan belakang lah. Eh tahu-tahu ada penumpang yang bilang ‘Mau duduk disini?’ Tidak pikir saya bilang ‘OK’.

Untung jugalah saya bilang OK, karena memang sistem Southwest siapa cepat dia dapat. Ada beberapa penumpang yang kudu balik ke deretan depan karena di bagian belakang sudah tidak ada tempat duduk kosong lagi.

Wis.

Waktu penerbangan dari kota saya ke Louisville cukup pendek, hanya 1 jam. Sesampai di bandara di Tampa saya langsung ambil bagasi dan gabung dengan teman-teman kerja dari kantor cabang lainnya, kira-kira total kami semua itu ada 15 orang.

Setelah semua diabsen oleh penyelenggara acara, dan sudah komplit, kita naik bis menuju ke hotel. Butuh waktu 1 jaman dari bandara ke hotel. Hotel yang dipilih oleh perusahaan untuk acara kali ini adalah hotel bernuansa peristirahatan (bukan bisnis): Saddlebrook.

Di hotel, kita masing-masing diabsen dan di beri paket yang isinya acara selama 3 hari kita di Tampa. Dari situ kita langsung cek in ke kamar masing-masing.

Kamar tempat saya tinggal sangat luas, 2 kamar tidur dengan kamar mandi dan televisi masing-masing, dapur lengkap dengan kompor, kulkas, mesin cuci piring, ruang makan, ruang tamu dan balkon.

Setelah tiba di kamar, saya langsung bongkar koper. gantung baju-baju supaya tidak kusut, menggelar alat-alati penghias wajah dan siap- siap untuk makan siang.

Untuk makan siang kali ini, kita disajikan dengan sistem buffet. Ada 3 pilihan sandwich, salad dan makanan penutup. Lengkaplah pokoknya!

Makan Siang Hari Pertama

Makan Siang Hari Pertama

Selesai makan kita langsung ada sesi bisnis. Sesi bisnis kali ini ada hubungannya dengan program anak-anak usia pra sekolah yang perusahaan saya kembangkan. Buat saya yang memiliki anak relatif masih muda, program ini amat berkena di hati dan mudah ‘nyambungnya’ karena saya sendiri mengalami memiliki anak-anak usia prasekolah.

Di sesi ini peserta diajak berfikir seperti anak-anak : tanpa beban, tanpa prasangka, ada adanya. Di sesi ini peserta diajak memonton video ‘Caine Arcade‘ . Duh, sampai terharu saya menontonnya. Coba deh teman-teman lihat sendiri videonya. Saya jamin membuat teman-teman bersyukur dan ‘malu’ , malu karena sebagian besar dari kita (orang tua), secara sengaja tidak sengaja menghalangi kreativitas anak-anak kita sendiri, atau malu karena sebagian besar dari kita terlalu mengandalkan permainan komputer untuk ‘menghabiskan’ waktu si kecil.

Selain menonton video si Caine, peserta juga diberikan tantangan-tantangan tertentu dalam waktu terbatas. Dari mulai menggambarkan kata tertentu, merencanakan penangkapan rubah sampai membuat sesuatu dari 3 buah kotak karton bekas, kertas warna warni, spidol, selotip, gunting dan boneka.

Ini hasil kerja sama rekan-rekan semeja saya :

DSCN1441

Rumah boneka. Saya kebagian membuat ide, menggunting hiasan dan menempel boneka2

Sesi bisnis ini selesai jam 4 sore. Dari situ, saya langsung balik ke kamar, untuk mandi dan ganti baju menghadiri acara makan malam dengan rekan-rekan dari wilayah Kentucky and Indiana bagian selatan.

Dari hotel kita naik bis lagi, menuju rumah makan Timpano, dari kepala cabang, kita tahu karena beliau pernah keracunan makan kerang, jadi kita tidak akan pergi ke rumah makan makanan laut, pilihannya jatuh pada rumah makan ala Itali ini yang konon terkenal akan steaknya

Dari luar, rumah makan ini tidak terlihat super mewah, tapi sete;ah kita makan, barulah terasa kalau rumah makan ini tidak main-main dengan masakan mereka.

Di sini semua peserta disajikan makanan penutup (3 jenis roti datar, bola daging), dipilihkan 3 macam makanan utama : steak, chicken parmesan with spaghetti atau salmon – saya pilih steak- empuk dan bumbu sausnya benar-banar lain sendiri rasanya : ada secercah rasa pedas di lidah, tapi tetap tidak dominan , dan 2 macam pilihan makanan penutup : tiramisu atau chocolate torte – dua-duanya enak!!!

Selesai makan, baliklah kita ke hotel. Perut kenyang, tinggal tidur untuk acara besok pagi!

Jalan-Jalan Alam : Taman Nasional New River Gorge, West Virginia

Akhir pekan ini di Amerika adalah akhir pekan panjang karena hari libur Memorial Day yang jatuh pada hari Senin.  Saya sejak pindah, saya dikenalkan suami dengan jalan-jalan berkendara (road trip) dan mengunjungi taman nasional.  Kami terakhir mengunjungi taman nasional itu di musim panas tahun lalu. Saya kegerahan pengen banget jalan-jalan, jadilah saya putuskan untuk pergi ke negara bagian West Virginia. Selain karena saya belum pernah mengunjungi WV, disana juga ada taman nasional yang kelihatannya seru untuk diexplorasi. Jarak antara WV dengan lokasi tempat tinggal kami juga relatif tidak jauh, sekitar 4 jam-an.

Kami berangkat hari Minggu pagi tanggal 24 Mei, ambil Interstate I-64 arah timur ke WV. Karena kami melewati Charleston, ibukota WV, kita mampir di gedung pemerintahan, karena saya hobi koleksi foto gedung pemerintahan ibukota masing-masing negara bagian.

WestVirginia

Dari situ kami terus ke hotel di daerah Beckley, istirahat sebentar terus kita explorasi taman nasional yang kita mau kunjungi : New River Gorge.

Awalnya kami mau ikutan jalan dibawah jembatan, tapi koq ya waktu lihat jembatannya, ketinggiannya dan jaraknya….KEDER euy!!  Selain itu juga, ada umur minimal untuk anak-anak,yaitu 10 tahun, si kecil masih kurang satu tahun! ya sudah, batalkan petualang jalan kaki menyeberang jembatan.

WestVirginia2

Balik ke hotel, saya buru-buru google, kalau tidak salah ingat ada air terjun di dekat taman nasional itu. Voila!

Benar dugaan saya, ada air terjun Sandstone. Jadilah saya cetak peta untuk ke lokasi air terjun.

Hari Senin tanggal 25 Mei, jam 8 pagi, kita pergi meninggalkan hotel , sarapan di tempat makan lokal, Omelette Shoppe, lalu ambil Interstate 64 arah timur menuju Sandstone Visitor Center. Dari situ, kita masih harus berkendara lagi ke lokasi air terjun sekitar 40 menit lewat jalan lokal yang berliku dan sempit.

Sampai di lokasi, kita harus jalan kaki sekitar 10 menit, barulah kita bisa lihat si air terjun Sandstone, cantik juga, meskipun tidak secantik air terjun yang saya pernah lihat di Montana.

Cuplikan air terjun Sandstone bisa dilihat disini.

Nevertheless, saya tetap senang dengan jalan-jalan saya kali ini, saya mengunjungi negara bagian baru, dapat koleksi State sign, State Capitol Building dan air terjun tentu saja!

MUDIK 2015 : MENIKMATI MASAKAN INDONESIA

Untuk tulisan kali ini, mending lewat gambar saja yaaaa…

Masakan Indo yang pertama kali kulahap : Pecel

Pecel Ala MbokSelanjutnya : Bebek Cabai Hijau

049

Lalu ditraktir makan makanan Sunda sama keluarga Mbak Indri/Mas Yo, Mbak Ratna/Mas Indra

Mudik_Jan18Feb320

Masih ditraktir dengan keluarga yang sama, kami berkesempatan makan masakan laut komplit : kepiting saos padang, cumi-cumi, ikan goreng, kangkung cah…

Mudik_Jan18Feb321Balik ke Jakarta, keluarga yang sama lagi-lagi mentraktir kita makan siang di cafe Betawi di Senayan City, disini saya icip-icip Laksa dan Lontong Cap Gomeh dan es cendol

Mudik_Jan18Feb322

Waktu saya dan anak berduaan keluyuran di Grand Indonesia, di food courtnya, saya pesan nasi Padang dari Sari Ratu, sementara si kecil pesan satai kambing dari Sate Khas Senayan

Mudik_Jan18Feb323

Masih banyak lagi petualangan kuliner saya : empek-empek ditraktir si Ambon, Bakmi GM di traktir Susan dan Bona, siomay, nasi goreng kambing di traktir Erma, nasi bungkus Padang dari Sederhana, sate ayam Santa, mie ayam ditraktir Mona, sushi ditraktir Eva, masakan Cina halal di Plaza Indonesia di traktir Fitri dan keluarga.

Di hari terakhir sebelum balik ke Amrik, saya berduaan dengan anak saya mampir di Pacific Place, disitu kita makan di Seruput. Pesanan saya ndeso habis : singkong goreng, tempe mendoan, sop iga…….:-))

Mudik_Jan18Feb325

Tidak semuanya saya sempat abadikan, karena sudah kelaparan…ha….ha…ha…

Yang jelas, Alhamdulilah sekali, amat bersyukur saya memiliki teman-teman yang murah hati dan murah berbagi rejeki.

Terima kasih sekali lagi ya teman-teman semua. Semoga teman-teman semua selalu dimudahkan rejekinya dari Sang Pencipta.

MUDIK 2015 : BERDUAAN DI KIDZANIA

Di mudik 2015, saya sengaja sediakan satu hari yang saya pakai untuk menghibur anak saya. Dari sekian banyak rencana saya : Taman Safari, Taman Mini, Taman Budaya, Perosotan di FX dan Kidzania – terus terang pertama-tama saya masih bingung untuk memutuskan kemana kami akan pergi. Yang jelas, saya sudah pilih kosongkan hari Selasa untuk kami berdua.

Nah, di hari ulang tahun anak saya tanggal 22 Januari, kami ditraktir main ke Kidzania oleh teman baik saya. Ada bagusnya kita mampir di Kidzania hari itu, jadi kami bisa memantau situasi dan lebih ‘mengerti’ apa yang harus dilakukan.

Dari hasil bermain di hari itu, Saya semakin mantap kalau petualangan berdua saya dan anak saya di minggu berikutnya akan di Kidzania saja dan tidak di tempat lainnya. Jadilah pada hari Selasanya kami pergi ke Kidzania lagi sesuai dengan rencana awal saya.

Memang saya juga sengaja tidak mengajak siapa-siapa ke Kidzania ini , karena saya murni ingin spending time together with my son, berduaan saja. Kapan lagi bisa berpetualang berdua di Jakarta? jarang-jarang kan 😉

Nah di blog ini Saya mau cerita petualangan kami di hari itu.

Saya asumsi tidak semua pembaca tahu apa Kidzania itu. Saya coba jelaskan disini ya.

Kidzania itu area bermain anak-anak, dimana anak-anak berkesempatan untuk berlakon (pretend play) sebagai orang dewasa dalam kehidupan sehari-hari. Dalam arti mereka bisa pilih berbagai jenis profesi, mulai dari polisi, petugas pemadam kebakaran, pembalap mobil, pembalap motor, petugas bank, pekerja konstruksi, pekerja hotel, pembuat pizza, roti, mie, handuk, montir, pilot, artis dan banyak lagi.

Anak-anak diajarkan konsep real life situation –misalnya sebagai pekerja mereka akan digaji – jadi kalau mereka pilih untuk menjadi montir, mereka harus ‘bekerja’ dan di akhir sesi mereka akan dibayar – sementara kalau mereka mau memakai jasa ini dan itu, mereka harus membayar dengan uang Kidzania.

Tiket masuk ke Kidzania itu di hari biasa Rp. 130,000 untuk si anak dan Rp. 80,000 untuk orang tua. Pengunjung tidak diperbolehkan membawa makanan dari luar , yang diperbolehkan dibawa hanya botol air.

Di Jakarta, lokasi Kidzania itu baru satu (Januari 2015), yaitu di Pacific Place di SCBD Sudirman.

Setelah membayar tiket, pengunjung harus di cek di mesin pemindai seperti di bandara, lalu masing-masing dari pengunjung akan diberikan gelang – yang menurut petugas, akan membantu kalau si anak kehilangan orang tuanya. Dan si anak di berikan voucher Kidzania yang harus ditukarkan dengan uang Kidzania di ‘bank’ di dalam lokasi.

Jadilah tujuan pertama kita setelah masuk itu ke bank, untuk menukarkan voucher. Si anak mendapat uang awal sebesar 20 ribu uang Kidzania.

Dari sini, si anak bebas untuk memilih ‘pekerjaan’ yang dia minati.

Anak saya memilih mau ikutan balap mobil, Sebelum bisa balapan, seperti layaknya di dunia nyata, si anak harus di periksa kesehatan terlebih dahulu, berlatih mengemudi dan mengambil SIM. 😉

Dia juga harus membayar ‘ongkos’ membuat SIM dan juga dia pilih ikut balapan, dia harus membayar ongkos ikut balapan.

Uang hampir habis? berarti si anak harus pilih ‘profesi’ untuk bisa berpenghasilan.

Saat kami di Kidzania, anak saya memilih jadi petugas pemadam kebakaran, montir mobil, petugas pembersih gedung, petugas konstruksi, petugas hotel, pembalap mobil, pembalap motor.

Ada yang lucu waktu si kecil mau balapan motor; saya sempat deg-degan, apa bisa ya anak saya naik motor sebesar itu? – ukuran motor yang akan dikendarai anak saya seperti layaknya ukuran motor biasa, beda dengan waktu dia jadi pembalap mobil, ukuran mobil yang dia kendarai ya memang ukuran anak-anak.

Teliti punya teliti, ternyata si motor ada 2 ban tambahan dibelakangnya…he…he…he..legalah saya melihatnya!

Mudik_Jan18Feb318

Sewaktu jadi petugas pemadam kebakaran dia ikut di belakang truk pemadam kebakaran berkeliling ‘kota’ (sebetulnya ada aksi memadamkan api, tapi waktu kami kesana, lokasi pemadaman kebakaran ditutup).

Saat jadi montir mobil, dia dan anak-anak lainnya ‘sibuk’ mempreteli ban mobil 😉

Mudik_Jan18Feb315

Sewaktu si kecil pilih jadi petugas pembersih bangunan tinggi, dia naik gondola mini lengkap dengan helm dan sabuk pengaman082

Si kecil juga berkesempatan memanjat ‘gedung tinggi’ dan membunyikan bel saat berhasil sampai di puncak.

Mudik_Jan18Feb316Mudik_Jan18Feb317

Asli seru bermain di Kidzania ini. Kalau mau melakoni semua permainan rasanya harus ke sini lebih dari satu kali!

Saya mau berbagi beberapa tips untuk orang tua sebelum bermain disini

  • Kidzania buka dari jam 9 pagi hingga 4 sore. Permainan terakhir itu jam 3:45 pm
  • Beberapa permainan membutuhkan sekelompok anak, dan permainan tidak akan mulai sebelum jumlah anak terpenuhi, contoh dibagian montir mobil. Tapi ada beberapa permainan yang cuma bisa dilakoni 2 anak per sesinya. Contoh – pekerja pembersih bangunan
  • Satu sesi permainan itu rata-rata membutuhkan waktu 15 menit – bisa lebih. Jadi sabar saja.
  • Ajarkan anak-anak untuk mengantri dan tidak menyelak antrian
  • Harap maklum dengan panjangnya antrian, terutama kalau anda bersamaan dengan segerombolan anak-anak dari sekolah
  • Jangan harap bisa melakoni semua permainan, tetapkan harapan si anak, supaya mereka tidak kecewa

O iya, disini juga ada pemotret anak-anak di lokasi permainan tertentu. Ongkos untuk menebus foto ini, tergantung berapa banyak foto yang pengunjung mau ambil, minimal itu Rp. 90,000. Tidak bohong kalau saya tebus semua foto anak saya, dengan pertimbangan, kami turis dan belum tentu bisa balik lagi ke Kidzania tiap tahunnya. 😉

Mudik 2015 : Reuni Dengan Teman-Teman

Tiga minggu sebelum Saya berangkat ke Jakarta, boleh dibilang saya sudah umumkan rencana mudik saya ke publik lewat blog ini, yang tersambung ke profil saya di sosial media lainnya.

Dari tulisan pertama saya di bulan Desember 2014, teman-teman banyak yang ikutan senang dan banyak yang langsung menghubungi saya untuk janjian ketemuan. Semakin dekat ke hari H, semakin banyak teman-teman yang serius minta waktu untuk ketemu saya, yang tentunya berusaha saya penuhi.

Saya memang sengaja membuat keberadaan saya di Indonesia ‘dipublikasikan’ di umum (di profil FB saya). Dari mulai saya mendarat, nomor telpon saya di Indonesia, dimana saya tinggal, semua saya pajang. Apa alasan saya melakukan hal itu?

Untuk memudahkan komunikasi saya dengan siapapun yang berminat untuk ketemuan dengan saya. Meskipun ada beberapa rekan-rekan yang saya hubungi lewat pesan di FB dan saya utarakan keinginan saya untuk bertemu ;tidak semua dari mereka membalas pesan saya atau antusias menyambut ajakan saya. Ya tidak apa-apa juga, itu kan hak setiap orang. Saya sih amat mengerti kesibukan masing-masing, masa’ mau dipaksa?

Minggu pertama saya di Indonesia, karena kami tinggal di Parung, saya tidak berani membuat janji bertemu dengan terlalu banyak teman, secara jauh gitu loh. Saya mengerti sekali kalau akses ke Parung tidak mudah dan akan habis lebih banyak waktu di jalan dibanding untuk ketemuan.

Meskipun demikian tetap ada teman-teman yang sangat murah hatinya untuk tetap janjian bertemu kami dari jauh-jauh hari. 

Teman pertama yang kami janjian ketemu itu sahabat lama saya dari sejak SMA (1990). Dia sengaja mengambil cuti hari itu, karena mau menghabiskan waktu seharian dengan kami. Kebetulan hari itu juga hari ulang tahun anak saya yang ke sembilan. Jadilah teman saya ini menjemput kami jauh-jauh dari Jakarta, mentraktir kami makan di Urban Kitchen di Pacific Place, untuk kemudian memboyong kami masuk di Kidzania, membelikan hadiah LEGO untuk anak saya dan mengantar kami pulang ke Parung lagi.

Mudik_Jan18Feb35-002

Teman kedua yang bisa ketemuan yang juga sudah membuat janji jauh-jauh hari untuk bertemu itu, teman waktu kerja dulu. Teman saya ini baru balik dari luar negeri dua hari sebelumnya, tapi dia bela-belain untuk ketemu saya di minggu pertama saya diIndo. Teman saya ini saking baiknya, juga rela-rela saja mengantar kami balik ke Parung.

Sungguh kami amat beruntung mempunyai teman-teman yang murah hati kepada kami.

O iya, selain dia, ada teman SMA yang kebetulan tinggal di daerah relatif dekat dengan Parung yang juga antusias ingin ketemuan. Jadilah kami janjian untuk bertemu mereka berdua di Bogor.

Mudik_Jan18Feb36

Meskipun kita tidak bisa menghabiskan waktu lama-lama untuk rumpi-rumpi dan melepas kangen, tapi sungguh kami merasa bersyukur sekali bisa ketemuan, setelah 20 tahun tidak pernah ketemu!

Biasanya setelah bertemu teman-teman, kami pulang tidak lebih dari jam 7 malam, karena kami tinggal di rumah orang (rumah tempat tinggal Ibu) dan juga karena masih jetlag. Maunya ya kelayapan terus, tapi percaya atau tidak kami masih tahu diri lah…

Bersambung…..

Mudik 2015 : Rencana vs Realita

Di mudik 2015, Saya banyak rencana, selain memenuhi 4 tujuan utama yang saya tulis di tulisan sebelumnya, saya kepingin sekali membawa anak saya ke beberapa tempat jalan-jalan yang khas Jakarta: Kidzania, Taman Safari, Taman Budaya Sentul, WaterBoom, Taman Mini.

Maklum, kesempatan mudik buat keluarga kami itu LANGKA dalam arti kami tidak setiap tahunnya bisa mudik seperti kebanyakan teman-teman lain. Lah terakhir mudik saja itu di tahun 2006, jadi saya realistis saja kalau kenyataannya kami tidak selalu bisa pulang. Memang begitu a koq kenyataannya, mau diapakan lagi? masa mau minta dibayarin orang? Nah Saya inginnya di kesempatan pulang ini, anak saya bisa melihat Jakarta dan sekitarnya sebanyak mungkin.

Berhubung saya sudah bekerja, saya hanya bisa cuti selama 14 hari (bukan sebulan seperti M06) dan anggaran saya TERBATAS. Jadi saya harus pikirkan masalah transportasi dan waktu saya yang relatif sempit.

Sebulan sebelum saya berangkat, saya sudah rencanakan dimana saya tinggal. Rencana saya ini memang tidak semua orang tahu (memang harus ya semua orang tahu???? heh???), tapi secara garis besar saya beritahukan lokasi saya ke orang-orang yang secara langsung terlibat – yaitu mereka yang menjemput saya, mereka yang tempat tinggalnya saya tinggali, dan mereka yang mengajak untuk bertemu dengan saya. 

Sementara rencana akan kemana saya setiap harinya, ya cuma saya ya yang tahu dan mereka yang bertanya langsung kepada saya apa rencana saya. (menurut saya tidak penting ya untuk memberitahu rencana saya ke semua orang, kesannya saya sok penting sekali ah!!)

Well, beberapa rencana saya untuk anak saya tidak terealisasi, kasihan juga si kecil yang sedih karena harus menuruti jadwal yang sama sekali berbeda dengan yang saya rencanakan untuk dia. Kami tidak pergi ke Taman Safari, Taman Mini, Taman Budaya ataupun waterboom.

Lucunya, mereka-mereka yang dengan senang hati mengubah rencana saya ini tidak memberikan alternatif hiburan untuk anak saya. Jadilah saya yang harus pontang panting atur waktu saya ‘seadil-adilnya’ untuk semua pihak yang terlibat.

Tapi yang jelas, 4 tujuan mudik saya terpenuhi , dan anak saya tetap bisa bergembira di mudik ini.

Ibu saya berkesempatan ditemani cucunya, Saya dan anak saya menyekar ke makam Ayah,

Mudik_Jan18Feb3

anak saya bisa bermain di Kidzania,

Mudik_Jan18Feb33

berenang di pantai laut Jawa (Anyer), dan beberapa kali di kolam renang di apartemen (meskipun bukan di waterboom),

Mudik_Jan18Feb32

berkenalan dan bermain dengan anak-anak teman-teman saya,

Collages27

dan saya bisa bertemu teman-teman baik saya.

Mudik_Jan18Feb34-004

Tuhan Maha Baik koq.

Mudik 2015 : Indonesia (Jakarta) vs Amerika

  1. Keberadaan wi-fi – Pilih Amerika! halah! ternyata di Jakarta raya, wi-fi itu masih langka ya? waktu ke mal sekeren Grand Indo ataupun Plaza Indonesia sekalipun, wi-fi nya memble. Pengecualian itu Starbucks, koneksi wi-finya samalah dengan di Amrik!
  2. Pilihan makanan – Pilih Jakarta! pilihan makanan di Jakarta itu banyaaaaaaaaaaaaaak sekali! amat beragam dan seakan tidak ada habisnya. Kalau di food court di mal-mal di Amerika itu hitungan kiosnya bisa dihitung dengan jari tangan, di Jakarta, rasanya saya malah kepingin makan semua saking banyaknya pilihan!!
  3. Cara Pembayaran – Pilih Amerika!! dengar dari teman-teman, tempat-tempat makan di Indo sudah terima kartu gesek, kenyataanya sebagian besar masih hanya terima uang tunai, atau hanya kartu dari bank tertentu saja. Lah??
  4. Budaya Antri – Pilih Amerika! Orang Indo masih parah ternyata dalam hal menyelak antrian. Dari mulai ibu-ibu di mal keren sampai anak-anak semuanya seperti tidak kenal kata antri. Hadweeeeh!! terpaksalah berkali-kali diriku berjutek ria dengan kalangan ogah antri ini.
  5. Cara berbersih – Pilih Jakarta! rasanya berbersih dengan air tetap lebih resik dibanding cuma tisu doang. (kalau boleh sih pilih Jepang ya…soalnya mereka punya lebih dari satu pilihan untuk siraman air berbersih!! – termasuk di pesawat terbang!)IMG_20150119_000931IMG_20150119_000945
  6. Air hangat – Pilih Amerika! disini air hangat ya selalu tersedia, di rumah, maupun di tempat umum. Waktu saya tinggal di apartemen, sempat ‘panik’ karena jatah air hangat koq susah sekali..harus tunggu panas dan keluarnya sedikit!!
  7. Air minum – Pilih Amerika! air putih selalu gratis, bottomless pula! maklum air keran ya? di Jakarta, harus selalu pesan air botolan, dan harus dibilang ‘dingin’.
  8. Pesan Makanan – Pilih Indo (Jakarta)!, disini hampir semua resto menawarkan jasa layan antar! dari mulai resto cepat saji sampai warung semua bisa di antar ke tempat!!
  9. Belanja baju – Pilih Amerika!! pertama karena ukuran saya menurut standard Amerika itu ‘S’ atau ‘M’, di Indo jadi XL!! kedua karena di Amerika, rata-rata toko baju ada pilihan untuk mencari ukuran yang kita mau di toko lain atau pesan online.
  10. Keberadaan Taksi – Pilih Jakarta! taksi di Jakarta itu mudah di dapat di mana-mana dan kondisi mobil bagus. Di banyak kota-kota di Amrik, taksi itu jarang, mahal ongkosnya dan mobilnya tidak selalu bagus!!!