Turis Lokal : Berkayak Ria Menyusuri Sungai Harrods

Yay, hari Sabtu lagi! Setelah berhasil mengalihkan jadwal kerja ke teman kerja lain, saya jadi cuma kerja hingempaga pukul 12:30 siang hari Sabtu lalu.

Setelah minggu lalu kami telat datang ke tempat kayak, kali ini kami lebih siap!

Jam 3 sore, kami meluncur ke river road, di salah satu tempat makan di sepanjang jalan river road ada satu tempat yang juga menyewakan kayak dan canoe.

Untuk ber-canoe (cukup untuk 3 orang), ongkosnya $50, sementara untuk berkayak satu penumpang itu $30, untuk kayak ganda $50.

Kami pilih satu kayak tunggal dan satu kayak ganda, total ongkos yang kami harus bayar $80 selama 4 jam.

Saya baru sekali ini berkayak ria, pertama-tama bingung bagaimana mengarahkan si perahu, tapi lama-lama bisa juga. Di perjalanan kita melihat groundhog, kura-kura, burung heron dan rusa liar.

Kami menghabiskan waktu kira-kira 1.5 jam an saja, selain tangan pegal mendayung, si kecil mulai ngambek karena lapar!

2015-08-011

2015-08-022

Kalau mau jujur saya tidak merekomendasi tempat ini, pertama karena mereka tidak terima kartu kredit atau kartu debit, semua harus dibayar tunai. Kedua koq tidak ada formulir yang harus ditanda tangani gitu tentang keselamatan (waiver istilahnya). Ketiga haduh……jaket pelampungnya ada yang bau apek…….Keempat kalau ada masalah di tengah sungai – misalnya dayung hanyut, atau kayak terbalik, mereka tidak menyediakan sarana penolong apapun. Kelima waktu kita balik, lah tidak ada petugas yang menolong kami menepi ke darat.

Untuk harga yang kita bayar, yang kita sarana terima koq ya minim sekali.

Ya gak apa-apa, direlakan saja…yang penting sudah pernah mencoba…;-)

Turis Lokal : Bersepeda Menyeberang Jembatan ke Indiana

Akhir pekan, baik itu Sabtu atau Minggu, kadang keluarga kami menyempatkan diri melakukan aktifitas yang agak bedalah dengan hari-hari biasa. Kadang kalau ada rejeki, kami keluar kota, tapi ya tidak selalu juga. Karena saya kadang hari Sabtu kerja dari jam 8:30 am sampai jam 5:00 pm, karena saya kerja di dua tempat ;dulu malah saya juga sering kerja di hari Minggu,baru di pertengahan bulan Mei, saya mengalah untuk tidak lagi kerja di hari Minggu.

Minggu ini kami tadinya mau berkayak ria, tapi sudah agak telat, dan ternyata agak mahal di ongkos….($30 per kayak), jadilah diteruskan berkendara ke tengah kota, dimana saya dan si kecil langsung sepakat mau menyewa sepeda dan menyebarang sungai Ohio.

Kota Louisville itu lokasinya di tepi sungai Ohio. Di seberang sungai Ohio itu sudah masuk negara bagian Indiana. Di antara jembatan-jembatan yang ada, ada satu jembatan yang diubah fungsinya menjadi jembatan penyeberangan orang.

DSCN2059

Kami sudah pernah berjalan di jembatan ini, dan juga sudah pernah menyewa ‘sepeda’ (Surrey) untuk keliling-keliling tengah kota, tapi belum pernah menyewa sepeda untuk menyeberang jembatan.

2013-06-29

Di ujung jembatan, ada tempat penyewaan ‘sepeda’ : Wheels Fun Rental namanya.  Pengunjung bisa menyewa sepeda biasa, sepeda per orang, sepeda rangkap 2 untuk 3-4 orang, atau sepeda rangkap 4 untuk 6 orang.

Di tahun 2013, kami sewa ‘Surrey’ untuk jalan-jalan keliling tengah kota, tapi Surrey tidak bisa dibawa menyeberang jembatan.

July112013_40th

Jadi kali ini kami menyewa sepeda rangkap dua dengan tempat duduk di belakang untuk si kecil (Deuce Coupe) Ongkos untuk menyewa sepeda ini $20 per jam.

Buat saya sih seru saja melakoni hal-hal seperti ini. Naik jembatan, saya dan suami sempat kewalahan mengayuh pedal, jadilah si kecil harus membantu dengan mendorong si sepeda dari belakang…ha…ha…ha…. Demikian juga waktu kami sampai di sisi Indiana dan mau balik ke Kentucky, si kecil lagi-lagi ‘dipekerjakan’ untuk mendorong sepeda.

2015-07-261

Ternyata kami cuma menghabiskan waktu sekitar 30 menit untuk menyebarang jembatan dan balik ke lokasi,sementara waktu sewa kita 1 jam,  karena si babe kecapaian, jadilah saya dan si kecil wara-wiri berduaan menghabiskan jatah waktu sewa.

2015-07-265

2015-07-262

Setelah lelah bersepeda, kami jajan hotdog dan es krim dari pedangan makanan di taman. (Andai ada bakso, saya mah pilih bakso atau siomay deh!)

Lumayan lah, meskipun cuma 1 jam, yang penting kami menghabiskan waktu bersama-sama dan bersenang-senang!

2015-07-027

Jalan-Jalan Akhir Pekan : Lego Americana Road Show

Anak saya itu hobi sekali main LEGO. Setiap kali ada acara berbau LEGO kita usahakan mampir , dari mulai LEGO Kids Festival, Pameran LEGO Sculpture in kebun binatang, dan baru-baru ini acara LEGO Americana Road Show.

Kalau LEGO Kids Festival itu acara untuk anak-anak dimana mereka bisa bermain LEGO sepuasnya, LEGO Sculpture pameran patung-patung LEGO bernuansa alam, LEGO Americana Road Show adalah pameran gedung-gedung bersejarah di Amerika terbuat dari LEGO tentunya!

Saya tahunya acara ini ya dari majalah LEGO yang memang kita langganan. Seperti juga LEGO Sculpture, acara LEGO Americana ini berpindah dari satu negara bagian ke negara bagian lain.

Nah, dari tanggal 3 Juli kemarin, hingga tanggal 19 Juli, kebetulan acara LEGO Americana ini diselenggarakan di kota Cincinnati (atau Cincy biasa orang Amrik sebutnya), yang lokasinya cuma 2 jam-an dari tempat kita tingga/

Karena baru tahu waktu saya ultah minggu lalu dan jadwal kerja saya dan suami tidak pas di hari biasa, kita baru bisa berangkat ya hari Minggu ini, 19 Juli 2015 – yang juga ultah suami saya.

LEGO Americana Road Show di Cincy, di adakan di pusat perbelanjaan Kenwood Towne Centre. Total ada 9 monumen bersejarah yang akan dipamerkan :

  1. Supreme Court
  2. White House
  3. Liberty Bell
  4. Lincoln Memorial
  5. Washington Monument
  6. Statue of Liberty
  7. Independence Hall
  8. Old North Church
  9. US Capitol Building

Kita sampai di lokasi jam 12, pengunjung mal sudah ramainya minta ampun! Berbekal kamera, kami sekeluarga jadilah ‘bergerilya’ dari satu monumen ke monumen lain. Selain monumen-monumen bersejarah, juga ada beberapa struktur bebas yang kadang isinya kocak-kocak. Contohnya ada struktur seperti monumen Mount Rushmore, tapi digabungkan dengan Cloud Koo Koo land!

Memang kalau melihat video-video di situs LEGO, artis-artis pembuat LEGO suka nyeleneh dalam membuat bagan.

Yuk, belajar sejarah Amerika dari LEGO!

]

Kado Ulang Tahun : Bermain Rintangan di Alam Terbuka

Tanggal 11 Juli kemarin, Saya ulang tahun. Tidak usah kasih tahu ya umur berapa, he…he..he..anggap saja forever 21 gitu. Ultah kali ini saya tuh memang sudah kepingin sekali main-main di alam. Tahun lalu kita pergi kemping, tahun ini berhubung jatah liburan habis, jadi kemping terpaksa ditiadakan. Tapi saya tetap ingin ‘jalan-jalan’ ke tempat yang baru.

Beberapa minggu lalu waktu lagi buka-buka Facebook, tidak sengaja melihat iklan GoApe yang akan buka cabang atraksi baru di lokasi tempat kami tinggal. Saya lihat-lihat, koq seru juga ya? Tanya ke suami, boleh tidak ikutan kegiatan seperti ini? dia bilang oke-oke saja. Jadilah seminggu sebelum ultah saya, saya pesan spot untuk kita bertiga.

o iya, GoApe itu perusahaan penyelenggara treetop adventure di berbagai lokasi di negara-negara bagian di Amrik. Mereka baru buka site di hutan nasional Jefferson yang lokasinya cuma 30 menitan dari tempat kita tinggal. Melihat postingan teman saya di Facebook, di Indonesia sendiri, kalau tidak salah sudah ada atraksi seperti ini, jadi teman-teman Indonesia mungkin sudah familiar dengan atraksi ini.

Saya pribadi dengar GoApe dan treetop adventure ya baru kali ini. Ini pengalaman baru untuk saya dan keluarga. Tidak satupun dari kita yang tahu apa akan kita lakoni…ha….ha….ha.

Kita dijadwalkan mulai itu jam 12 siang. Sampai dilokasi, setiap peserta akan diminta untuk mengisi berkas-berkas yang diperlukan : nama, alamat, tanggal lahir dan menandatangai ‘waiver‘. Setelah dokumentasi selesai, kita lalu ke lokasi dengan staf GoApe.

Selama 30 menit kita di berikan instruksi tentang keselamatan, resiko, dan prosedur lainnya seperti meminta pertolongan, cara mendarat setelah berzip line, istilah-istilah yang digunakan selama di permainan  dll.

Berhubung kami membawa anak kami, kami wanti-wanti memberitahukan si kecil masalah keselamatan ini. Maklum, wong kami akan bermain-main di ketinggian 40 ft,jadi masalah keselamatan dan bagaimana cara yang benar untuk bermain haruslah kita perhatikan sebaik-baiknya.

Di briefing ini,peserta di berikan sabuk, lengkap dengan segala kaitan yang akan di perlukan selama bermain di pepohonan. Intinya ada 2 sabuk dengan pengait, merah dan biru, 1 pulley (pengait), dan satu pengait kunci warna hijau. Sabuk biru selalu akan dikaitan dengan pulley setiap kali peserta akan menyeberang rintangan dengan menggunakan kabel, sabuk merah, boleh dibilang sabuk pengaman tambahan, pengunci hijau digunakan setiap kali ada kaitan hijau di rintangan.

2015-07-124

Setelah instruksi pemakaian sabuk dan penggunaan masing-masing sabuk, dilanjutkan dengan kami menjalani rintangan ringan sebagai pemanasan sebelum masuk ke lokasi permainan. Rintangan ringan yang di lakoni di pemanasan ini adalah menggunakan tangga tali, berjalan di kabel dan meluncur di zipline pendek.

2015-07-125

Setelah selesai pemanasan, mulailah kamu melakoni atraksi yang sesungguhnya. Ada 5 lokasi (sites) dengan 5 ziplines, dengan total penyebrangan rintangan : 40, mulai dari berayun tarzan, balok kayu, jaring-jaring, dan tangga tali.

Di situs pertama, saya belum-belum sudah stuck…ha…ha..ha..tidak kuat menarik beban diri sendiri ke atas setelah nyangkut di jaring-jaring. Jadilah dipanggil bantuan untuk membantu saya ke penyeberangan berikutnya. Tapi si kecil dan suami bisa melewati rintangan dengan selamat.

Yang terberat buat saya adalah memanjat jaring-jaring dan menaiki tangga goyang (tangga yang terbuat dari bambu/kayu dan tali). Ada satu lokasi tangga yang saya hampir menyerah, karena ternyata naik tangga jenis itu bikin capek!!

Rintangan-rintangan lainnya boleh dibilang seru-seru saja.

Yang paling saya nikmati itu ber-ziplining!! Memang awalnya keder, karena harus melompat ke udara bebas, tapi setelah zipline pertama, saya malah kegirangan kalau sudah sampai di zipline. Sayang tidak ada foto saya berzipline, karena saya selalu giliran pertama meluncur, sementara kamera dipegang saya.

Si kecil boleh dibilang tidak mengalami kesulitan apapun. Satu-satunya kendala adalah dia agak dibawah ketinggian minimum, jadi beberapa kali saya atau suami harus ikutan membantu dia memasangkan kabel pengaman.

Ini foto-foto rintangan-rintangan yang kita lakoni selama di lapangan.

Kita menghabiskan waktu 3 jam menyelesaikan rintangan-rintangan yang ada. Letih sudah jelas, tapi saya dan si kecil puas berpetualang di pepohonan! Di akhir acara, kita di bolehkan berpose dengan tulisan-tulisan yang sudah GoApe siapkan. Saya pilih Live Life Adventurously!

DSCN1752Tips untuk teman-teman yang mau berpetualang di atraksi seperti ini :

  1. Pakai sepatu tertutup, saya pakai sepatu bertali tertutup, jadi tidak selalu harus mengecek tali sepatu
  2. Kalau lokasi di hutan, jangan lupa obat nyamuk semprot
  3. Pakai baju pas dibadan, menghindari nyangkut di rintangan
  4. Saya bawa kamera saku yang saya kaitkan di tali baju. Yang jelas kalau mau bawa kamera, harus bisa menyimpan tanpa menghalangi kabel-kabel pengaman
  5. Kalau rambutnya panjang, mending di kuncir biar tidak riweh
  6. Tidak usah buru-buru dalam menyelesaikan rintangan, kecuali memang acara balapan
  7. Kalau takut, lelah, tidak usah malu memanggil bantuan.

Perempuan Itu Takut Jelek?

Di tempat kerja ada anak baru, masih muda, menurut saya sih ya dia lumayan cantik, rambutnya panjang tergerai, bergincu, mata berias warna.

Satu hari dia nunjukin alat pelurus rambut di telponnya, lagi murah, katanya dan dia pengen sekali beli.

Saya cuma nyengir saja, lah, saya itu paling tidak repot dalam masalah rambut. Buat saya, cukup punya rambut dan tidak berketombe, saya sudah senang

Ada sih kepikiran mau di bikin ikal, mau diwarnai, tapi waktu dijalani, ternyata butuh waktu lama…yah batallah keinginan-keinginan tersebut.

Hari lainnya, dia panik bercuap-cuap melihat hujan turun dengan derasnya. Takut rambutnya jadi berantakan. Saya cuma geleng-geleng saja melihat kelakuannya.

Lain waktu lagi, dia sibuk memberi tahu rekan-rekan kerja tentang lipgloss barunya. Memang kelihatan bagus dibibir dia, saking bagusnya dia itu sampai-sampai sibuk cari-cari sedotan karena dia takut kalau minum langsung dari gelas, akan buat pewarna bibirnya pudar.

Mengamati perilaku rekan kerja ini, saya jadi bertanya-tanya…

Apakah semua perempuan itu takut (terlihat) jelek. Benar atau tidak sih?

Atau itu masalah beda generasi? atau masalah bagaimana kita dibesarkan?

Kalau menilik dari pengalaman saya pribadi, perasaan saya, saya tidak pernah seheboh dia waktu saya seumuran dia deh.

Terus terang saya tidak merasa cantik, biasa-biasa saja. Yang jelas memang kudu pakai perias wajah supaya muka terlihat agak enak dipandang, tapi saya tidak pernah ‘kerepotan’ harus terlihat cantik ataupun panik kalau hari ini saya kurang kece di muka publik.

Saya waktu kecil itu cenderung tomboy. Ingat banget difoto rambutku wis kupluk, pakai celana pendek dan sering dikira anak laki-laki. Jadilah ibuku pastikan saya selalu memakai anting-anting.

Kalau mau  motong rambut juga dibawanya ke tukang cukur bukan salon.

Hingga SMP, saya ogah pakai perias wajah, rambut awut-awutan, cuek bebek. Sampai-sampai sepupu-sepupu beramai-ramai membelikan saya gincu dengan harapan saya mulai tertarik merias wajah. Ibu juga mulai kebat kebit dan mengharuskan saya membawa sikat rambut di tas sekolah supaya bisa merapikan rambut saya.

SMA, Kuliah, ya mulai kenal riasan wajah, tapi tidak fasih memakainya, alias ya ala kadarnya dan bukan sesuatu yang ‘kudu’ dilakoni.

Pertama kali saya kerja itu di kontraktor pekerjaan sipil , ya jadilah tambah tidak ada keperluan untuk bermanis-manis ria. Ganti pekerjaan, paling-paling riasan wajah saya ya standar saja, gincu dan bedak (dan kadang maskara kali ya?)

Nah pas pindah ke Amrik, dan kerja di department store, saya mulai kenal riasan wajah lebih komplit karena dapat promosi ini itu. Tapi dalam hal pemakaian saya tetap tidak tergolong heboh.

Sekarang ini saya memang lebih rajin memakai perias wajah dan lebih komplit. Dari mulai serum, pelembab wajah, alas bedak, bedak, pemerah pipi, pelentik bulu mata, pemulas mata. Tapi saya masih kurang ‘rajin’ dalam hal melapisi ulang, cukup sekali pakai di pagi hari, setelah itu ya nasib. He…he….he..

Jangan salah, peralatan rias saya lumayan komplit, tapi tetap saya kurang rajin mendayagunakannya.

Entah apa tipe kulit saya, atau tipe perias yang saya gunakan, tapi koq kayaknya mau mahal atau mau murah, itu bedak, pemulas mata, pemerah pipi kurang mau nempel lama-lama di muka saya…….yang ada ya saya malas gitu repot-repot tiap pagi….harus dipaksain istilahnya

Saya jadi penasaran sendiri, apa saya yang memang ‘ajaib’ , kurang suka berdandan, tidak terlalu peduli masalah rambut kudu terlihat sempurna, kuku tidak harus berwarna, dan seterusnya…

Kemarin itu saya sempat keranjingan mengikalkan rambut ….tapi cuma hangat-hangat tahi ayam…cuma 2 mingguan saya rajin, setelah itu yah..mending tidur lah….;-)

Tapi apa kita, perempuan itu secara insting, pengen terlihat selalu cantik ya????

 

Untungnya Jadi Orang Etnik di Amrik

Waktu pertama kali pindah ke Amerika, saya tinggal di kota kecil, notabene wajah saya ini amat sangat tidak umum, dan sering mengundang pertanyaan. Ada yang cablak menebak saya dari Filipin, ada yang sopan bertanya dari mana asal saya.

Jarang memang yang bisa menebak dengan tepat, dan biasanya kalau mereka bisa menebak saya dari Indonesia itu karena mereka mengenali nama saya, mereka sudah pernah berkunjung ke Indo atau paling tidak familiar dengan perbedaan negara-negara di Asia Tenggara.

Kalau pas bertemu dengan bule-bule yang familiar dengan Indonesia, saya senang rasanya! Dan biasanya pertanyaan selanjutnya dari si bule adalah ‘Are you from Jakarta?’ – tidak pasti juga kenapa mereka tebak Jakarta, apakah karena cuma Jakarta yang mereka tahu sebagai ibukota Indonesia atau gaya saya yang (ternyata) masih Jakarta banget. 😉

Selain ‘bahagia’ karena bertemu bule-bule yang berwawasan luas, sering kali saya dan si bule jadi ‘berteman dekat’. Bukan sekali ada bule yang sibuk memperlihatkan foto-foto sewaktu mereka di Indonesia setelah tahu saya dari Indo, atau sibuk membahas resep masakan. Ha..ha…ha…lucu ya??!! Membahas resep masakan koq ya sama wong londo…;-)

Nah, di tempat kerja saya, ada salah satu klien yang baru-baru ini berkunjung ke Indonesia, ke Bali tepatnya. Beliau termasuk orang berada, tapi tidak sombong, sangat ramah dan baiiiiiiiiiik sekali.

Setiap kali beliau datang, kita selalu rumpi-rump tentang Indonesia. Nah, terakhir beliau berkunjung itu, beliau bilang kalau dia mau bagi foto-foto dia waktu di Bali (keluarga mereka menginap di Amanusa dan Amandari yang kalau saya tidak salah ingat, tempatnya mendiang Putri Diana menginap juga).

Minggu lalu beliau datang lagi dan memberikan flash disk ke saya. Beliau bilang ‘ini untuk kamu, seperti yang sudah saya janjikan’.

Ternyata isinya foto-foto waktu beliau dan keluarga di Bali!

Seru ya!??!

Ini salah satu hal yang saya senangi sebagai orang etnik di Amerika, tidak jarang saya mendapat kejutan unik seperti ini.!

Yuk mari lihat foto-foto Amanusa dan Amandari dari klien saya. Sapa tahu satu hari bisa mampir juga!

Selingan : Memotret Jahil

Kemarin itu waktu saya lagi di Tampa, Florida, di sekitar hotel banyak melihat belalang gendut-gendut!! (besar-besar gitu maksudnya).

Setelah pertama kali gagal motret si belalang ( kejauhan), melihat foto peserta lain koq kelihatan lebih keren, saya berketetapan untuk mencari si belalang untuk di potret lagi.

Jadilah hari terakhir saya di hotel, iseng-iseng saya nyari si belalang untuk di potret, dan dapat lah potret-potret ini.

Gimana? Keren juga ya?

DSCN1502 DSCN1500 DSCN1503 RSCN1514

Aktifitas Untuk Anak Di Musim Panas (Summer Camp)

Terus terang setiap musim panas saya kebingungan, bingung cari kegiatan untuk anak semasa liburan sekolah, maklum saya dan suami dua-duanya kerja. Meskipun saya kerja paruh waktu, sehari sekitar 6 jam, si anak yang jelas belum (tidak) bisa ditinggal bengong  sendiri di rumah, terutama waktu dia masih relatif kecil.

Tahun-tahun pertama si kecil masuk usia sekolah, tidak bohong kalau boleh dibilang kita ‘bokek’ selama musim panas. Summer camp itu yang jelas tidak murah! Lumayan banyak memang pilihan, tapi yang sesuai kantong, waduh, boleh dibilang sedikit.

Kami pernah coba summer camp di lokasi sekolahan, summer camp di lokasi YMCA, summer camp di tempat anak berlatih bela diri.

Tahun pertama si kecil di summer camp (dia kelas 1 SD, naik kelas 2, umur 6 tahun), ybs masing menikmati, selain karena lokasinya di sekolah dia sendiri,pengasuh-pengasuhnya juga ramah-ramah dan berpendidikan dan  juga karena cukup banyak kegiatan di luar, seperti berenang di fasilitas YMCA, jalan-jalan ke taman air pancuran, jalan-jalan ke kebun binatang, jalan-jalan ke kolam berenang di luar kota dll.

Tahun kedua, dia mulai bosan, memang lokasinya berbeda dengan lokasi tahun pertama, jadi dia kurang familiar dengan rekan-rekan sebayanya.

Saya sendiri juga kurang puas dengan mutu pengajarnya, terkesan bloon, kurang perhatian dan cuma sibuk ber-selfie waktu saya lihat foto-foto yang di unggah di facebook.

Tahun ini boleh agak beda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Anak sudah lumayan cukup besar dan mandiri, dan tempat tinggal kami sangat dekat dengan tempat kerja saya, kita putuskan anak tidak partisipasi dalam summer camp setiap minggunya dan juga kita pilih summer camp dari institusi yang berbeda-beda.

Salah satu summer camp yang kita pilih tahun ini adalah summer camp yang diselenggarakan oleh boy scout si anak. Boleh dibilang ini summer camp yang paling ‘bermutu’ dan juga sepadan dengan harganya.

Anak-anak bermain di luar seharian, kegiatannya juga bermacam-macam, ada belajar memanah, belajar menembak dengan senjata berpeluru pelor (BB gun), belajar menurunkan bendera, dan lain-lainnya yang boleh dibilang sangat boyish ya namanya juga dari boyscout ya? 😉

Tidak ada yang namanya main komputer, atau terkukung di ruangan selama berjam-jam seperti yang saya lihat di camp yang pernah dia lakoni sebelumnya.

Setiap saya jemput si anak selalu ada yang dibicarakan dengan semangatnya. Senang melihat dia aktif dan berkumpul dengan sesama anak-anak laki sebayanya.

Sekedar berbagi, ini beberapa hal yang saya pertimbangkan sebelum memilih summer camp:

  1. Lokasi – saya selalu pilih lokasi yang dekat dengan rumah atau tempat kerja, pertimbangannya kalau ada masalah, saya atau suami akan mudah datang ke lokasi.
  2. Harga dibanding dengan kegiatan : kalau anggaran tidak terbatas, harga tidak jadi masalah ya. Tapi buat kami pribadi, kami cuma mampu untuk membayar camp sekitar $100-$200, untuk $200 yang jelas tidak mungkin kita lakoni setiap minggu
  3. Durasi camp ,kami harus pilih camp yang sesuai dengan jadwal kerja. Ada beberapa camp yang kami sangat tertarik, tapi sayangnya waktu camp (11 pagi hingga 4 sore), sulit untuk saya ataupun suami untuk mengantar & menjemput si kecil.
  4. Jadwal kegiatan sehari-hari : saya sungguh tidak puas dengan salah satu institusi penyelenggara camp, masa’ di jadwal kegiatan tercantum kunjungan ke lokasi X yang intinya cuma ruangan terbuka, atau cuma tercantum ‘nonton film’ (bukan di bioskop). Hal lain yang saya pelajari adalah meskipun penyelenggara camp sama dan harga camp sama, tapi di lokasi yang berbeda, jadwal jalan-jalan (field trip) akan sangat berbeda, karena si kepala camp di lokasi lah yang menentukan tujuan-tujuan field trip untuk lokasi mereka. Tahun kedua si kecil ikutan camp di lokasi sekolah, saya sempat bandingkan jadwal kegiatan di lokasi dia dan di lokasi lain. Waduh beda banget! untungnya lokasi yang kita pilih waktu itu menawarkan field trip yang lebih seru dibanding lokasi lainnya.
  5. Pengasuh camp : Paling males kalau ketemu pengasuh camp yang terlihat tidak ramah, tidak peduli dengan anak-anak. Pengalaman pribadi ketemu dengan pengasuh seperti ini, saya tidak sungkan sungkan mengutarakan keberatan/kejengkelan saya di survei yang mereka kirim di email.

Intinya ya kita sebagai orang tua harus pandai-pandai memilih camp, karena beberapa camp ada yang super komersil tapi kurang bermutu, ada camp yang terjangkau namun menawarkan aktifitas yang cukup beragam.

Kalau boleh milih sih ya..mending saya jadi ibu RT saja dan menghabiskan waktu dengan si kecil selama musim panas, apa boleh buat, saat ini belum memungkin kan.

Buat ibu-ibu yang tidak perlu repot memilih dan bisa menemani anak-anak selama musim liburan , bersyukurlah, enteng di kantong yang jelas.

Hari-hari di Tampa, Florida : Hari Ketiga -Hari ‘Tuk Berpesta!

Kamis, 11 Juni 2015.

Ah! Hari terakhir di Tampa sebelum balik ke kota asal besok.

Hari ini adalah acara bebas peserta dan malam penghargaan.

Peserta boleh memilih antara :

  1. Bermain golf
  2. Ambil paket pijat, manicure atau pedicure di spa hotel
  3. Ke Aquarium
  4. Ke Busch Garden
  5. Deep Sea Fishing

Memang saya agak geblek, memilih aktifitas #5, habis pikir saya, pilihan lainnya lebih seru kalau dilakoni dengan anak, jadi ya saya pilih aktifitas yang ‘selfish’ lah, biar si anak tidak iri,

Jam 9 rombongan berangkat menuju tujuan.

Ternyata saya salah perhitungan. 30 menit pertama saya masih kuat di goncang laut ke kiri dan ke kanan. Lalu saya putuskan untuk makan siang. Well. Salah besar. Ternyata perjalanan masih jauh sebelum kita berhenti di tengah laut, yang ada saya mabok laut. Rekan-rekan lain sudah banyak yang mulai tepar dan muntah, tadinya saya pikir saya tidak ada muntah. Di beri tahu kru kapal untuk coba pindah ke belakang perahu, waaaaaah..gara-gara mencium bau gas dari perahu, ditambah bau rokok, yang ada saya tambah mual daaaaaan muntahlah saya. 😦

Ya sudah, terpaksalah di aktifitas kali ini, saya tiduran saja. Sebel juga sih karena tidak bisa ‘nampang’ kalau saya berhasil menangkap ikan..apa boleh buat, ternyata perut tidak kuat.

Balik ke hotel, buru-burulah saya mandi dan berdandan apik untuk menghadiri malam penghargaan.

Acara lagi-lagi dibuka dengan sajian cocktail, saya karena sudah ‘mabok’ duluan, cuma minum soda biasa. Jam 6 kita masuk ke ruang makanan. Grup KY/SO IN dapat meja dekat dari panggung : 12-13-14. Artinya kita semua bakalan cepat dipanggil ke panggung untuk menerima penghargaan.

DSCN1481

DSCN1482

Benar saja, sekitar 30 menit, tibalah giliran kit ina.

Waktu giliran nama saya dipanggil, duh, bangga sekali hati ini! Satu-satunya orang Indonesia loh dan pekerja paruh waktu yang mendapat penghargaan ini!!

Hari-hari di Tampa, Florida : Hari Kedua

Rabu, 10 Juni 2015

Hari kedua!

Dimulai dengan sarapan pastinya! Berhubung setelah sarapan selalu diikuti dengan acara bisnis, jadilah saya kudu bangun pagi-pagi, dandan nan apik seperti layaknya mau pergi kerja. (kalau boleh pilih sih maunya sarapan pakai piyama wae!!, tapi apa boleh buat ?!)

Setelah sarapan, dimulailah acara bisnis sesuai dengan jadwal. Terus terang acara kali ini agak-agak monoton dan tidak seseru acara kemarin. Meskipun demikian tetap saja lebih nyaman disini, dibanding di tempat kerja biasa karena disini peserta diberikan makanan kecil dan minuman ringan di jeda waktu istirahat dan makan siang komplit. Sambil mendengarkan ceramah, ini tangan dan mulut sibuk mengunyah.

Waktu makan siang, ada peserta lain yang menegur saya, dia bilang nama saya familiar, saya juga sejak kemarin sempat melihat dia (dan namanya). Saya langsung ‘nyambung’ – kamu dari mana? ternyata dia dari Malaysia. Senang juga bertemu rekan serumpun!! Jadilah kita ngobrol ngalor ngidul dengan bahasa Melayu. hi..hi..hi..lucu ya?

(ini juga yang membuat saya bangga dengan perusahaan tempat saya bekerja, saya benar-benar melihat keragaman dari pegawai-pegawai yang hadir di acara ini)

Jam 4, acara selesai, saya langsung ngacir ke kamar untuk ganti baju dan siap-siap menghadiri pesta bertema Bajak Laut.

Modal saya cuma kaos garis-garis merah putih, celana panjang hitam, ikat pinggang gede, bandana dan anting-anting bulat.

IMG_20150613_000955

Waktu turun ke lobi, waduh heboh!! peserta lain banyak yang lebih keren kostumnya! Dari wilayah saya, cuma saya dan satu orang rekan lainnya yang berdandan ala bajak laut. Seru juga melihatnya!

Dari hotel kita dibawa ke Stadium Raymond James. Tidak nyangka kalau perusahaan (& penyelenggara acara) benar-benar serius melakoni pesta tema ini. Di stadium kita bisa ambil berbagai jenis topi bajak laut, pedang, kumis palsu, kalung-kalung berbagai warna, hiasan ini itu, tato, artis-artis berpakaian ala bajak laut dan tempat foto segala!!

Saya yang ada ambil topi bajak laut, pedang dan beberapa tato…hi…hii..hii seru saja rasanya.

Di pesta ini, peserta benar-benar diajak ‘berpesta’, ada live music, lantai dansapertunjukan oleh para pejabat tinggi perusahaan yang asli kocak habis! makanan ‘ringan’ tapi mengenyangkan dan minuman beralkohol yang tidak putus putus.

Di layar kecil di panggung, diperlihatkan foto-foto setiap peserta dari wilayah masing-masing. Saya berhasil merekam video waktu giliran wilayah saya ditampikan. Bisa dilihat disini.

Saya mah kurang hobi berpesta, jam 10 sudah balik ke hotel lagi. Dengar-dengar dari peserta lain, ada sekelompok peserta yang berpesta hingga jam 3 pagi! weleh-weleh!? 😉

Pulang pesta, saya telpon ke rumah sebentar lalu langsung tidur untuk siap-siap ke acara bebas besok!!