Hari-hari di Tampa, Florida : Hari Pertama

Seru. Senang. Bangga.

Itu yang saya rasakan selama saya di Tampa, Florida. Senang karena perusahaan, penyelenggara acara, petugas hotel sangat memanjakan kita semua! Seru karena banyak acara yang asik, dan bangga karena bisa datang ke acara ini.

Di tulisan saya kali ini, saya akan ceritakan bagaimana hari-hari saya di Tampa.

Selasa, 9 Juni 2015

Walah! Saya terbangun jam 5:45am! haduh!! bisa telat ini! pesawat saya dijadwalkan berangkat jam 7:35 am. Langsunglah saya mandi secepat kilat, dan membangunkan suami dan anak saya. Untung saya memang sudah mengepak barang-barang sejak jauh-jauh hari. Jam 6:10 am kita melaju ke airport. Sampai di bandara itu jam 6:35 am, ada sedikit antrian di bagian tiket.  Sambil manyun saya antri, eh orang di depan saya ada sedikit masalah, halaah…….bisa telat ini??!!! tapi untunglah saya tidak usah menunggu terlalu lama, nama saya sudah tercantum dan tidak ada masalah apapun dengan tiket saya.

DSCN1429

Gedabrukaan saya ngibrit masuk ke check-in, harus melewati gerbang pemeriksaan dulu! Tadinya saya sudah senang karena dapat antrian pendek, eh ternyata saya kudu diperiksa fisik dulu gara-gara mesin penidai ‘mencurigai’ sesuatu di saya. Jadilah saya harus diperiksa 3 kali oleh petugas TSA, gara-garanya sih karena ristleting di celana panjang saya yang membuat si mesin berdering. (dalam hati, tidak lagi-lagi deh pakai celana gaya ke bandara kalau jadinya harus diperiksa sama petugas TSA berkali-kali).

Selesai, saya langsung ngacir ke gerbang masuk ke pesawat, di situ saya lihat antrian orang-orang sudah mulai memendek, phew! lega! untunglah saya belum kelewatan untuk masuk ke pesawat.

Yang lucu, armada penerbangan yang saya pakai ini Southwest, saya tidak ngeh kalau sistem Southwest tidak ada penentuan tempat duduk. Di tiket tertulis 53B, saya pikir ya di deretan belakang lah. Eh tahu-tahu ada penumpang yang bilang ‘Mau duduk disini?’ Tidak pikir saya bilang ‘OK’.

Untung jugalah saya bilang OK, karena memang sistem Southwest siapa cepat dia dapat. Ada beberapa penumpang yang kudu balik ke deretan depan karena di bagian belakang sudah tidak ada tempat duduk kosong lagi.

Wis.

Waktu penerbangan dari kota saya ke Louisville cukup pendek, hanya 1 jam. Sesampai di bandara di Tampa saya langsung ambil bagasi dan gabung dengan teman-teman kerja dari kantor cabang lainnya, kira-kira total kami semua itu ada 15 orang.

Setelah semua diabsen oleh penyelenggara acara, dan sudah komplit, kita naik bis menuju ke hotel. Butuh waktu 1 jaman dari bandara ke hotel. Hotel yang dipilih oleh perusahaan untuk acara kali ini adalah hotel bernuansa peristirahatan (bukan bisnis): Saddlebrook.

Di hotel, kita masing-masing diabsen dan di beri paket yang isinya acara selama 3 hari kita di Tampa. Dari situ kita langsung cek in ke kamar masing-masing.

Kamar tempat saya tinggal sangat luas, 2 kamar tidur dengan kamar mandi dan televisi masing-masing, dapur lengkap dengan kompor, kulkas, mesin cuci piring, ruang makan, ruang tamu dan balkon.

Setelah tiba di kamar, saya langsung bongkar koper. gantung baju-baju supaya tidak kusut, menggelar alat-alati penghias wajah dan siap- siap untuk makan siang.

Untuk makan siang kali ini, kita disajikan dengan sistem buffet. Ada 3 pilihan sandwich, salad dan makanan penutup. Lengkaplah pokoknya!

Makan Siang Hari Pertama

Makan Siang Hari Pertama

Selesai makan kita langsung ada sesi bisnis. Sesi bisnis kali ini ada hubungannya dengan program anak-anak usia pra sekolah yang perusahaan saya kembangkan. Buat saya yang memiliki anak relatif masih muda, program ini amat berkena di hati dan mudah ‘nyambungnya’ karena saya sendiri mengalami memiliki anak-anak usia prasekolah.

Di sesi ini peserta diajak berfikir seperti anak-anak : tanpa beban, tanpa prasangka, ada adanya. Di sesi ini peserta diajak memonton video ‘Caine Arcade‘ . Duh, sampai terharu saya menontonnya. Coba deh teman-teman lihat sendiri videonya. Saya jamin membuat teman-teman bersyukur dan ‘malu’ , malu karena sebagian besar dari kita (orang tua), secara sengaja tidak sengaja menghalangi kreativitas anak-anak kita sendiri, atau malu karena sebagian besar dari kita terlalu mengandalkan permainan komputer untuk ‘menghabiskan’ waktu si kecil.

Selain menonton video si Caine, peserta juga diberikan tantangan-tantangan tertentu dalam waktu terbatas. Dari mulai menggambarkan kata tertentu, merencanakan penangkapan rubah sampai membuat sesuatu dari 3 buah kotak karton bekas, kertas warna warni, spidol, selotip, gunting dan boneka.

Ini hasil kerja sama rekan-rekan semeja saya :

DSCN1441

Rumah boneka. Saya kebagian membuat ide, menggunting hiasan dan menempel boneka2

Sesi bisnis ini selesai jam 4 sore. Dari situ, saya langsung balik ke kamar, untuk mandi dan ganti baju menghadiri acara makan malam dengan rekan-rekan dari wilayah Kentucky and Indiana bagian selatan.

Dari hotel kita naik bis lagi, menuju rumah makan Timpano, dari kepala cabang, kita tahu karena beliau pernah keracunan makan kerang, jadi kita tidak akan pergi ke rumah makan makanan laut, pilihannya jatuh pada rumah makan ala Itali ini yang konon terkenal akan steaknya

Dari luar, rumah makan ini tidak terlihat super mewah, tapi sete;ah kita makan, barulah terasa kalau rumah makan ini tidak main-main dengan masakan mereka.

Di sini semua peserta disajikan makanan penutup (3 jenis roti datar, bola daging), dipilihkan 3 macam makanan utama : steak, chicken parmesan with spaghetti atau salmon – saya pilih steak- empuk dan bumbu sausnya benar-banar lain sendiri rasanya : ada secercah rasa pedas di lidah, tapi tetap tidak dominan , dan 2 macam pilihan makanan penutup : tiramisu atau chocolate torte – dua-duanya enak!!!

Selesai makan, baliklah kita ke hotel. Perut kenyang, tinggal tidur untuk acara besok pagi!

Persiapan ke Tampa, Florida

Tangga 9 Juni 2015 besok, Saya akan berangkat ke Tampa, Florida untuk menghadiri acara penghargaan dari tempat kerja. Selama 10 tahun di Amrik, Ini pengalaman pertama Saya pisah dari suami dan anak selama 3 hari ;terus terang keder juga, takut kangen berat sama si kecil dan sebaliknya. Lha, si kecil lahir sampai sekarang, boleh dibilang Saya tidak pernah berpisah lebih dari 24 jam! Tadinya kita semua mau boyongan ke Florida, tapi pikir-pikir karena jadwal acara saya padat, kita putuskan untuk ‘relakan’ saya bersorangan wae di Tampa. Istilahnya ‘having my alone time‘ gitu. Antara senang dan sedih hati ini, well, it is what it is!

Tidak bohong kalau untuk acara ini Saya agak-agak kegenitan, dalam masalah persiapan pakaian dan perlengkapannya (dibaca : sepatu!). Pikir-pikir, karena acaranya di Florida, sepatu yang saya bawa semuanya sepatu sandal, jadilah hari ini saya ngacir ke salon kuku untuk mewarnai kuku kaki saya.  (ini yang kedua kalinya saya ke salon kuku seumur hidup…ha…ha..ha..maklum, saya kan sebetulnya kurang feminin dalam hal ini dan juga pikir saya, daripada membayar $20 buat kaki, mending beli baju!, tapi khusus untuk acara ini saya maulah bayar lebih untuk tampil istimewa)

11391182_10152966196791267_3057686232298504014_n

Kaki sudah cantik, sekarang masalah pakai baju apa ya?

Sebagian besar acara saya bisa pakai baju sehari-hari seperti saya kerja, cuma ada beberapa acara tertentu yang mengharuskan saya mikir dua kai mau pakai baju apa, di antaranya acara team building, pesta bertema bajak laut acara mancing di laut dan acara pemberian penghargaan.

Hari keberangkatan saya mau gaya santai, pakai kaos gambar perempuan bertopi, celana gombrang, jaket jeans, topi, kaca mata hitam dan sepatu terbuka warna netral. Pakai jaket karena takut di pesawat kedinginan kan, sementara pilih pakai kaos untuk persiapan udara musim panas,

fieldtrip_wings_cofe1

Untuk acara pesta bertema bajak laut, saya agak-agak panik, habis saya orangnya malu kalau ada acara custom, tapi ya mau juga lah berpartisipasi. Jadilah saya ubek-ubek cari di internet gaya bajak laut yang kira-kira bisa saya adaptasi. Hasilnya :

Baju kaos loreng merah, putih, celana panjang hitam, ikat pinggang kulit dengan kepala yang mentereng dan scarf merah untuk dipakai di rambut. Mudah-mudahan saya cukup percaya diri untuk melenggang kangkung di antara tamu-tamu lain dengan gaya ini.

DSCN1423

Nah, untuk acara bebas yang saya pilih, saya memang agak-agak nekat memilih acara memancing di laut bebas. Lah..di Florida gitu loh, masa sih saya tidak melihat laut? he…he…he.

Ini pilihan baju saya untuk acara di laut bebas nanti. Baju bahan linen putih melapisi baju renang bunga-bunga dibawahnya. Topi dan kacamata hitam plus sepatu air wajib lah!

fieldtrip_wings_cofe2

Acara terakhir dan paling penting, yaitu pemberian penghargaan. Saya bertekad bulat untuk mengenakan baju atau sesuatu yang khas dari Indonesia. Tadinya saya mau memakai atasan kebaya dan bawahan kain batik, tapi sayangnya kebaya yang saya inginkan warnanya kurang sreg. Jadilah saya putuskan untuk memakai baju maksi dengan selendang batik cantik pemberian teman saya waktu saya pergi ke Jakarta bulan Januari lalu.

Kalau dilihat dari warna, orang-orang mungkin kurang setuju, karena warna nya cerah sekali, padahal ini acara malam hari. Tapi saya mau acuhkan saja..#wearwhatworks, #wearwhatyoulike

Dan lagi kapan lagi saya bisa nampang selendang batik cantik ini??!!

DSCN1417

Jalan-Jalan Alam : Taman Nasional New River Gorge, West Virginia

Akhir pekan ini di Amerika adalah akhir pekan panjang karena hari libur Memorial Day yang jatuh pada hari Senin.  Saya sejak pindah, saya dikenalkan suami dengan jalan-jalan berkendara (road trip) dan mengunjungi taman nasional.  Kami terakhir mengunjungi taman nasional itu di musim panas tahun lalu. Saya kegerahan pengen banget jalan-jalan, jadilah saya putuskan untuk pergi ke negara bagian West Virginia. Selain karena saya belum pernah mengunjungi WV, disana juga ada taman nasional yang kelihatannya seru untuk diexplorasi. Jarak antara WV dengan lokasi tempat tinggal kami juga relatif tidak jauh, sekitar 4 jam-an.

Kami berangkat hari Minggu pagi tanggal 24 Mei, ambil Interstate I-64 arah timur ke WV. Karena kami melewati Charleston, ibukota WV, kita mampir di gedung pemerintahan, karena saya hobi koleksi foto gedung pemerintahan ibukota masing-masing negara bagian.

WestVirginia

Dari situ kami terus ke hotel di daerah Beckley, istirahat sebentar terus kita explorasi taman nasional yang kita mau kunjungi : New River Gorge.

Awalnya kami mau ikutan jalan dibawah jembatan, tapi koq ya waktu lihat jembatannya, ketinggiannya dan jaraknya….KEDER euy!!  Selain itu juga, ada umur minimal untuk anak-anak,yaitu 10 tahun, si kecil masih kurang satu tahun! ya sudah, batalkan petualang jalan kaki menyeberang jembatan.

WestVirginia2

Balik ke hotel, saya buru-buru google, kalau tidak salah ingat ada air terjun di dekat taman nasional itu. Voila!

Benar dugaan saya, ada air terjun Sandstone. Jadilah saya cetak peta untuk ke lokasi air terjun.

Hari Senin tanggal 25 Mei, jam 8 pagi, kita pergi meninggalkan hotel , sarapan di tempat makan lokal, Omelette Shoppe, lalu ambil Interstate 64 arah timur menuju Sandstone Visitor Center. Dari situ, kita masih harus berkendara lagi ke lokasi air terjun sekitar 40 menit lewat jalan lokal yang berliku dan sempit.

Sampai di lokasi, kita harus jalan kaki sekitar 10 menit, barulah kita bisa lihat si air terjun Sandstone, cantik juga, meskipun tidak secantik air terjun yang saya pernah lihat di Montana.

Cuplikan air terjun Sandstone bisa dilihat disini.

Nevertheless, saya tetap senang dengan jalan-jalan saya kali ini, saya mengunjungi negara bagian baru, dapat koleksi State sign, State Capitol Building dan air terjun tentu saja!

Cihuy Saya Dapat Penghargaan

Sekitar bulan Oktober tahun 2014, kantor cabang tempat saya bekerja menyelenggarakan acara. Disitu saya ketemu rekan kerja dari cabang lain. Ngobrol punya ngobrol dia celetuk ‘Eh, kamu ada di daftar 3 besar loh’. Saya dengarnya bingung. ‘Tiga besar apa gitu?’. Tapi saya tidak sempat bertanya lebih lanjut ke si rekan karena kita larut dalam acara saat itu.

Beberapa hari setelah acara lewat, saat saya baru datang ke tempat kerja, atasan saya memanggil saya dengan wajah serius. Dia bilang ‘S, kamu ada masalah’, waduh langsung ketar ketir saya dengarnya, eh tahu-tahu muka si atasan berubah berseri-seri, dia bilang ‘S, kamu di rangking 3 besar di penilaian kinerja tahunan!!’

Saat itu saya cengengesan saja, karena kurang mengerti tentang penilaian kinerja ini. Setelah saya baca, baru saya tahu apa yang atasan saya bicarakan. Intinya setiap tahun perusahaan menilai kerja pegawainya : berdasarkan jumlah penjualan dan penilaian pelanggan. Nah di wilayah tempat saya bekerja (ada 13 kantor cabang), ternyata saya ‘lolos’ babak penyisihan. Karena ini baru bulan Oktober, rangking saya bisa berubah di akhir tahun, bisa-bisa saya malah tidak masuk daftar 3 besar lagi.

Meskipun saya senang juga, tapi saya ogah ke-ge-eran. Saya pikir ‘halah, belum tentu juga. Wis lah, santai saja’. Yang ada saya menolak kalau ada rekan membicarakan daftar ini. Akhir tahun masih jauh, many things could happen.

Masuk tahun 2015, tidak ada kabar berita tentang penghargaan ini. Ya sudah saya diam saja, saya asumsikan saya tidak lagi masuk daftar teratas.

Maret 2015, awal bulan kita kumpul untuk ikutan rapat dengan pimpinan wilayah. Di situ saya dengar pengumuman resmi kalau saya adalah pemenang penghargaan MARKET ALL STARS 2014 dalam kategori ‘Teller’.  Wah senang sekali, karena waktu awal saya bekerja di bank 2012, saya benar-benar bloon dan tidak punya pengalaman di perbankan sebelumnya. Sukurlah saya mampu berprestasi dalam jangka waktu tidak terlalu lama.

Untuk penghargaan ini saya di undang ke makan malam bersama pemenang lainnya di bulan Mei 2015.

Setelah pengumuman itu, atasan saya sekilas bilang ‘Kamu bisa dapat Circle of Excellence’ – haduh apa lagi gitu? saya kurang mengerti. Setahu saya CofE itu ibaratnya dari sekian banyak pemenang MARKET ALL STARS, perusahaan akan pilih satu dari masing-masing wilayah. Saya pikir ‘Yah tidak mungkin lah..mimpi kali…’ . Dapat penghargaan MARKET ALL STARS saja saya sudah senang koq.

Eh……bulan April 2015, pimpinan wilayah datang ke kantor cabang saya dan beliau mengumumkan kalau saya adalah peraih penghargaan Circle of Excellence 2015!!! Percaya tidak percaya rasanya!

Hari ini saya mendapat email resmi tentang perjalanan yang akan saya lakoni sebagai pemenang Circle of Excellence! Saya diundang ke Tampa Florida selama 3 hari!!

Curhat Boleh Ya.

Sampai detik ini saya belum berani berkomitmen ke perusahaan untuk menjadi pekerja penuh waktu – yaitu mereka-mereka yang bekerja 40 jam seminggu.

Terus terang koq saya tidak yakin saya akan sanggup ya? Sanggup untuk menjadi ‘super woman‘ atau ibu-ibu yang bekerja di luar rumah, dan tetap bisa mengatur waktu dengan baik : setiap hari masak makanan segar (bukan makanan beku) untuk keluarganya, menjaga rumah tetap rapi dan teratur, berolah raga,mengerjakan pekerjaan rumah tangga sehari -hari, mendorong anak supaya berprestasi di sekolah, mengantar anak ke acara ini itu dan sebagainya.

Saya jujur saja kalau saya sungguh kagum ( dan tidak jarang iri) dengan banyak teman-teman Indonesia di Amerika yang saya kenal dan saya kategorikan sebagai super woman.

Well, sebetulnya tidak usah jauh-jauh, ibu saya dulu juga perempuan bekerja, beliau malah bekerja 2 pekerjaan. Tapi koq saya tidak merasa sanggup ya berlakoni seperti ibu.

Banyak hal yang membuat saya merasa tidak sanggup. Pertama saya tidak ada sanak keluarga di sini yang bisa saya minta tolong bantuannya untuk ikutan berbagi beban. Kedua, pasangan saya penganut ‘istri harus urus urusan rumah tangga’ titik. Sulit sekali meminta bantuan pasangan untuk ikutan mengerjakan urusan RT. Yang ada saya bisa stres tidak karuan (yang ujung-ujungnya jadi depresi) kalau saya mengharapkan bantuan dia. Ketiga, saya pada dasarnya ya pemalas dan anak manja, maunya semuanya diurusin orang. Keempat, saya sempat panik karena kehilangan ‘ingatan’ hari-hari anak saya saat dia berumur 2-3 tahun, meskipun saya hanya bekerja paruh waktu. Waktu terbang begitu saja, dan sungguh saya merasa ‘pahit’ dan ada rasa bersalah karena saya tidak selalu disisi si kecil selama ini.

Saat ini saya pilih untuk ‘menyerah’ dan realistis.

Menyerah dalam arti saya jujur katakan kepada diri sendiri kalau saya tidak (belum) sanggup untuk melakoni status super woman. Saya mencoba berpikir realistis akan keadaan saya. Sukur Alhamdulillah keluarga kami masih dicukupkan rejekinya, jadi kita masih bisa hidup dengan pemasukan suami. Biarlah saya tidak berkarir, tapi saya bisa punya waktu lebih untuk bersama anak saya.

Just because another woman can do it, does not mean I have to do it.

Because we are different, our limits are different, our condition is different. 

I have to learn to accept myself and make the best out of it

10325390_10152099746062205_5944798855143622418_n

Banjir!

Seperti halnya kota-kota di penjuru dunia, kota-kota di Amrik tidak luput dari kebanjiran. Sampah yang dibuang sembarangan, pengaliran air yang tidak tertata baik, volume air hujan yang melebihi rata-rata, lokasi kota bersebelahan dengan sungai besar menjadi faktor penyebab banjir.

Ini foto di taman di tengah kota Louisville. Diambil hari Sabtu tanggal 14 Maret 2015.Selain tengah kota, dibeberapa tempat lainnya banyak jalan-jalan di tutup karena kebanjiran.

Ternyata banjir bukan cuma milik negara berkembang ya.

0314151919

MUDIK 2015 : MENIKMATI MASAKAN INDONESIA

Untuk tulisan kali ini, mending lewat gambar saja yaaaa…

Masakan Indo yang pertama kali kulahap : Pecel

Pecel Ala MbokSelanjutnya : Bebek Cabai Hijau

049

Lalu ditraktir makan makanan Sunda sama keluarga Mbak Indri/Mas Yo, Mbak Ratna/Mas Indra

Mudik_Jan18Feb320

Masih ditraktir dengan keluarga yang sama, kami berkesempatan makan masakan laut komplit : kepiting saos padang, cumi-cumi, ikan goreng, kangkung cah…

Mudik_Jan18Feb321Balik ke Jakarta, keluarga yang sama lagi-lagi mentraktir kita makan siang di cafe Betawi di Senayan City, disini saya icip-icip Laksa dan Lontong Cap Gomeh dan es cendol

Mudik_Jan18Feb322

Waktu saya dan anak berduaan keluyuran di Grand Indonesia, di food courtnya, saya pesan nasi Padang dari Sari Ratu, sementara si kecil pesan satai kambing dari Sate Khas Senayan

Mudik_Jan18Feb323

Masih banyak lagi petualangan kuliner saya : empek-empek ditraktir si Ambon, Bakmi GM di traktir Susan dan Bona, siomay, nasi goreng kambing di traktir Erma, nasi bungkus Padang dari Sederhana, sate ayam Santa, mie ayam ditraktir Mona, sushi ditraktir Eva, masakan Cina halal di Plaza Indonesia di traktir Fitri dan keluarga.

Di hari terakhir sebelum balik ke Amrik, saya berduaan dengan anak saya mampir di Pacific Place, disitu kita makan di Seruput. Pesanan saya ndeso habis : singkong goreng, tempe mendoan, sop iga…….:-))

Mudik_Jan18Feb325

Tidak semuanya saya sempat abadikan, karena sudah kelaparan…ha….ha…ha…

Yang jelas, Alhamdulilah sekali, amat bersyukur saya memiliki teman-teman yang murah hati dan murah berbagi rejeki.

Terima kasih sekali lagi ya teman-teman semua. Semoga teman-teman semua selalu dimudahkan rejekinya dari Sang Pencipta.

MUDIK 2015: KONTEMPLASI

Hampir sebulan yang lalu saya berangkat mudik ke Jakarta, Indonesia.  Saat ini saya sudah bebas jetlag dan sudah kembali ke rutinitas sehari-hari.

Seraya saya menelurusi angka-angka di rekening bank saya, menelaah bon-bon pembelian ini dan itu, saya mau tidak mau jadi berkontemplasi akan mudik saya kemarin.

Kalau dipikir-pikir saya itu ‘bodoh’ sekali ya, beranggapan kalau anggaran $3,000 itu akan cukup untuk mudik selama 14 hari, mungkin kalau murni $3,000 tanpa termasuk pembelian tiket pesawat, ya cukup-cukup saja. Anggaran $3,000 saya itu termasuk $1,700 tiket pesawat dan $300 sewa apartemen. Jadi notabene anggaran saya itu ya cuma $1,000.

Pikir saya, kalau tho saya harus keluarkan uang lebih dari anggaran, saya bisa gunakan kartu kredit, eh ternyata kartu kredit andalan saya, American Express, jarang di terima di Jakarta. Jadilah saya harus gunakan kartu debit yang lebih terbatas uangnya. Bolak balik minta ke suami untuk transfer uang tambahan, untung suami baik hati, dan Alhamdulillah kita masih ada sedikit uang dari penghasilan dia.

Untungnya juga saya dikaruniai teman-teman yang amat sangat murah hati yang tidak henti-hentinya mentraktir saya saat kita ketemuan.

Tapi masa’ ya saya jadinya tergantung sama kebaikan hati teman-teman – ya tidak bisa dong??!!

Selain bodoh dalam anggaran, banyak lagi kebodohan-kebodohan saya di mudik ini.

Saya bodoh tentang mahalnya Jakarta -meskipun saya sudah diperingati oleh teman-teman tentang itu, saya ‘pura-pura’ bego dan nekat tetap pulang.

Saya merasa bodoh mengasumsi orang-orang tidak akan mengusili keputusan-keputusan saya untuk mudik ini

Saya juga terlalu naive beranggapan kalau semua orang akan mengerti prioritas saya di mudik ini.

Sepertinya saya harus realis, saya tidak bisa mudik dengan anggaran terbatas lagi, Saya tidak boleh paksakan diri untuk mudik seperti yang saya lakukan tahun ini, saya tidak bisa lagi segitu ‘naive’nya berfikir ‘yang penting saya pulang dulu, masalah pengeluaran dipikir nanti’.  Saya tidak mau membebani teman-teman, malu rasanya koq setiap kali ketemu ditraktir.

Bersyukurlah teman-teman Indonesia yang tinggal di Amerika dan bisa mudik setiap tahun dengan anggaran lebih dari cukup. Jujur, betapa irinya saya dengan teman-teman semua.

Tapi iri tidak membuat keadaan lebih baik tho?

Jadi lebih baik ya saya legowo saja. Keinginan mudik akan saya simpan dulu untuk jangka waktu yang tidak terbatas.

004425b3a792c69eebb0d9c0dd83412c

Suka Duka Di Amrik : Pekerja Jam-Jam-an

Baru setelah berimigrasi ke Amerika, saya mengenal istilah pekerja jam-jaman dan pekerja gaji.

Pekerja jam-jaman yaitu pekerja yang dibayar berdasarkan jumlah jam yang si pekerja lakoni, ya biasanya pekerja buruhlah, seperti pegawai toko, pegawai bank,pegawai di rumah sakit, dll. Pekerja jam-an ini bisa pekerja paruh waktu, bisa juga pekerja penuh.

Karena sifatnya yang dibayar berdasarkan jumlah jam si pegawai bekerja, dari NOL jam hingga 40 jam (atau bisa lebih, tapi biasanya managemen perusahaan akan ‘ngomel’ kalau pegawai jam-jaman mereka lembur)- bayaran si pekerja ya bisa berbeda-beda setiap kali terima gaji.

Juga pekerja di haruskan mencatat saat mereka mulai kerja dan selesai kerja setiap harinya di timesheet.

Pekerja jam-jaman ini juga rentan terpotong jadwal kerjanya, terutama pekerja ritel. Kalau manager menilah penjualan pada hari itu tidak seperti yang diperkirakan, mereka harus segera memotong anggaran perusahaan yaitu dengan memotong jam kerja si pegawai yang dijadwalkan bekerja hari itu. Jadi kalau awalnya si pekerja di jadwalkan bekerja selama 4 jam, sangat mungkin kalau si pekerja yang ada cuma bekerja selama 2 jam saja.

Sementara pekerja gajian, yaitu mereka-mereka yang gajinya dihitung secara lumpsum per bulannya, dengan standar jam kerja 40 jam per minggu. Sepengetahuan saya pekerja gajian ini sebagian besar pekerja penuh, atau pekerja kontrak. Contohnya suami saya.

Sebagian besar pekerja jam-an menerima gaji setiap minggu atau setiap dua minggu sekali. Sedangkan pekerja gaji, sebagian besar di bayar setiap dua minggu sekali atau 2 kali sebulan : di awal bulan dan di tengah bulan (tanggal 15).

Saya ini termasuk pekerja buruh, alias pekerja yang dibayar per jam, gaji dibayar oleh perusahaan setiap 2 minggu sekali. Tapi karena saya bekerja di dua tempat, saya jadinya terima bayaran setiap minggu, karena jadwal terima gaji saya yang satu dengan yang lain berselisihan.

Ada enak dan tidak enaknya jadi pekerja jam-jaman.

Yang paling tidak enak itu kalau lupa masukkan waktu kerja (clock in dan clock out) dan kelewat tenggat waktu perhitungan gaji. Kenapa? Karena beberapa perusahaan sangat ketat dalam hal pembayaran gaji ini, kalau sudah lewat tenggat masukkan timesheet ya terpaksa kamu dibayar apa adanya, kekurangan jam kerja akan dibayar di gaji berikutnya.

Contohnya saya.

Waktu mau mudik kemarin, saya pikir waktu saya balik saya tetap akan terima gaji cukuplah, karena meskipun saya tidak kerja, saya sudah punya jatah liburan, yang jumlah jam libur per mingggunya boleh dibilanag sama dengan jumlah jam kerja saya kerja.

Saya pikir lagi, karena saya pekerja paruh waktu, manager saya yang harus memasukkan jumlah jam libur saya ke timesheet saya – karena kalau ada libur di kalender, manager saya yang memang harus memasukkan libur kalender itu di timesheet saya supaya saya dibayar.

Waktu kembali ke tempat kerja setelah mudik, saya panik melihat jumlah kerja saya cuma seuncril dan ternyata jam liburan saya tidak tercatat. Ternyata saya salah asumsi, sayalah yang harus memasukkan jam libur saya ke timesheet, bukan manager.

Yaaaaah….apa daya, terpaksalah saya gigit jari selama lebih dari 2 minggu!

Hadweeeh, asli sengsara, karena berarti saya tidak bisa membayar tagihan ini itu seperti yang sudah saya jadwalkan.

Untunglah cuma saya yang pergi berlibur dan suami tidak ikutan, karena berarti kita  masih ada penghasilan dari suami yang bisa bantu untuk hidup sehari-hari…………..

Phew!!??!!

MUDIK 2015 : BERDUAAN DI KIDZANIA

Di mudik 2015, saya sengaja sediakan satu hari yang saya pakai untuk menghibur anak saya. Dari sekian banyak rencana saya : Taman Safari, Taman Mini, Taman Budaya, Perosotan di FX dan Kidzania – terus terang pertama-tama saya masih bingung untuk memutuskan kemana kami akan pergi. Yang jelas, saya sudah pilih kosongkan hari Selasa untuk kami berdua.

Nah, di hari ulang tahun anak saya tanggal 22 Januari, kami ditraktir main ke Kidzania oleh teman baik saya. Ada bagusnya kita mampir di Kidzania hari itu, jadi kami bisa memantau situasi dan lebih ‘mengerti’ apa yang harus dilakukan.

Dari hasil bermain di hari itu, Saya semakin mantap kalau petualangan berdua saya dan anak saya di minggu berikutnya akan di Kidzania saja dan tidak di tempat lainnya. Jadilah pada hari Selasanya kami pergi ke Kidzania lagi sesuai dengan rencana awal saya.

Memang saya juga sengaja tidak mengajak siapa-siapa ke Kidzania ini , karena saya murni ingin spending time together with my son, berduaan saja. Kapan lagi bisa berpetualang berdua di Jakarta? jarang-jarang kan 😉

Nah di blog ini Saya mau cerita petualangan kami di hari itu.

Saya asumsi tidak semua pembaca tahu apa Kidzania itu. Saya coba jelaskan disini ya.

Kidzania itu area bermain anak-anak, dimana anak-anak berkesempatan untuk berlakon (pretend play) sebagai orang dewasa dalam kehidupan sehari-hari. Dalam arti mereka bisa pilih berbagai jenis profesi, mulai dari polisi, petugas pemadam kebakaran, pembalap mobil, pembalap motor, petugas bank, pekerja konstruksi, pekerja hotel, pembuat pizza, roti, mie, handuk, montir, pilot, artis dan banyak lagi.

Anak-anak diajarkan konsep real life situation –misalnya sebagai pekerja mereka akan digaji – jadi kalau mereka pilih untuk menjadi montir, mereka harus ‘bekerja’ dan di akhir sesi mereka akan dibayar – sementara kalau mereka mau memakai jasa ini dan itu, mereka harus membayar dengan uang Kidzania.

Tiket masuk ke Kidzania itu di hari biasa Rp. 130,000 untuk si anak dan Rp. 80,000 untuk orang tua. Pengunjung tidak diperbolehkan membawa makanan dari luar , yang diperbolehkan dibawa hanya botol air.

Di Jakarta, lokasi Kidzania itu baru satu (Januari 2015), yaitu di Pacific Place di SCBD Sudirman.

Setelah membayar tiket, pengunjung harus di cek di mesin pemindai seperti di bandara, lalu masing-masing dari pengunjung akan diberikan gelang – yang menurut petugas, akan membantu kalau si anak kehilangan orang tuanya. Dan si anak di berikan voucher Kidzania yang harus ditukarkan dengan uang Kidzania di ‘bank’ di dalam lokasi.

Jadilah tujuan pertama kita setelah masuk itu ke bank, untuk menukarkan voucher. Si anak mendapat uang awal sebesar 20 ribu uang Kidzania.

Dari sini, si anak bebas untuk memilih ‘pekerjaan’ yang dia minati.

Anak saya memilih mau ikutan balap mobil, Sebelum bisa balapan, seperti layaknya di dunia nyata, si anak harus di periksa kesehatan terlebih dahulu, berlatih mengemudi dan mengambil SIM. 😉

Dia juga harus membayar ‘ongkos’ membuat SIM dan juga dia pilih ikut balapan, dia harus membayar ongkos ikut balapan.

Uang hampir habis? berarti si anak harus pilih ‘profesi’ untuk bisa berpenghasilan.

Saat kami di Kidzania, anak saya memilih jadi petugas pemadam kebakaran, montir mobil, petugas pembersih gedung, petugas konstruksi, petugas hotel, pembalap mobil, pembalap motor.

Ada yang lucu waktu si kecil mau balapan motor; saya sempat deg-degan, apa bisa ya anak saya naik motor sebesar itu? – ukuran motor yang akan dikendarai anak saya seperti layaknya ukuran motor biasa, beda dengan waktu dia jadi pembalap mobil, ukuran mobil yang dia kendarai ya memang ukuran anak-anak.

Teliti punya teliti, ternyata si motor ada 2 ban tambahan dibelakangnya…he…he…he..legalah saya melihatnya!

Mudik_Jan18Feb318

Sewaktu jadi petugas pemadam kebakaran dia ikut di belakang truk pemadam kebakaran berkeliling ‘kota’ (sebetulnya ada aksi memadamkan api, tapi waktu kami kesana, lokasi pemadaman kebakaran ditutup).

Saat jadi montir mobil, dia dan anak-anak lainnya ‘sibuk’ mempreteli ban mobil 😉

Mudik_Jan18Feb315

Sewaktu si kecil pilih jadi petugas pembersih bangunan tinggi, dia naik gondola mini lengkap dengan helm dan sabuk pengaman082

Si kecil juga berkesempatan memanjat ‘gedung tinggi’ dan membunyikan bel saat berhasil sampai di puncak.

Mudik_Jan18Feb316Mudik_Jan18Feb317

Asli seru bermain di Kidzania ini. Kalau mau melakoni semua permainan rasanya harus ke sini lebih dari satu kali!

Saya mau berbagi beberapa tips untuk orang tua sebelum bermain disini

  • Kidzania buka dari jam 9 pagi hingga 4 sore. Permainan terakhir itu jam 3:45 pm
  • Beberapa permainan membutuhkan sekelompok anak, dan permainan tidak akan mulai sebelum jumlah anak terpenuhi, contoh dibagian montir mobil. Tapi ada beberapa permainan yang cuma bisa dilakoni 2 anak per sesinya. Contoh – pekerja pembersih bangunan
  • Satu sesi permainan itu rata-rata membutuhkan waktu 15 menit – bisa lebih. Jadi sabar saja.
  • Ajarkan anak-anak untuk mengantri dan tidak menyelak antrian
  • Harap maklum dengan panjangnya antrian, terutama kalau anda bersamaan dengan segerombolan anak-anak dari sekolah
  • Jangan harap bisa melakoni semua permainan, tetapkan harapan si anak, supaya mereka tidak kecewa

O iya, disini juga ada pemotret anak-anak di lokasi permainan tertentu. Ongkos untuk menebus foto ini, tergantung berapa banyak foto yang pengunjung mau ambil, minimal itu Rp. 90,000. Tidak bohong kalau saya tebus semua foto anak saya, dengan pertimbangan, kami turis dan belum tentu bisa balik lagi ke Kidzania tiap tahunnya. 😉