Konon ya, dari artikel2 yang saya baca dan podcast2 tentang kesehatan mental, salah satu “obat mujarab” dan “cepat” saat mental kita lagi bluwek adalah beberes? (Contoh artkel bisa dibaca disini)
Alias merapihkan ruangan sekitar kita?
Saya pribadi yang suka mendadak bluwek pikirannya, sering “minum” obat ini sik…
Saya tuh orangnya slordig kata almarhum ibu. Berantakan. Suka naro barang sembarangan. Suka males beresin piring2 atau peralatan dapur seusai makan/masak. Pulang kerja, sepatu main dilepas di area pintu depan. Kalau mau kerja, pilih2 baju dan gak langsung naruh baju balik ke lemari kalau gak jadi make. Abis belanja, belanjaan gak langsung di bongkar, ataupun kalau dibingkar, nanti dus atau kantong belanjaan gak saya buang langsung.
Parah kan?!?
Nah jadilah tempat tinggal saya wis berantakan.
Dan memang saya perhatikan, semakin saya bluwek, semakin berantakanlah ruangan.
Kalau bluwek pikiran saya sudah sampai ubun2, saya tetapkan hati buat beberes…
Dan benar juga loh..setelah beberes pikiran saya koq plong ya?
Pas di Indo, saya boleh dibilang pergaulan saya terbatas banget. Tahunya cuma mal melulu.
Nah pas sudah pindah ke Amrik, pergaulan dan eingintahuan saya mulai berkembang sedikit demi sedikit. Dari kemping, hiking ke alam, kayak, nonton balet, teater, orkestra, kursus masak, dan mudah2an sik lebih banyak lagi kegiatan baru yang saya lakoni ya
Nah pas musim liburan gini, di kota saya banyak acara2, salah satunya itu orkestra musik.
Ada 2 penyelengara pertunjukan orkestra di bulan November dan Desember 2023 : Vienna Light Orchestra dan Louisville Orchestra. Berhubung jadwal kerja saya, saya cuma bisa pilih yang Vienna Light Orchestra
Nah lokasi pertunjukkan orkestra ini di salah satu gereja Katolik di Louisville.
Lucu juga ada pertunjukan musik di gereja. Sebetulnya ya gak aneh ya, karena di banyak gereja2, memang ada musik juga kan ya? Gospel istilahnya. Tapi karena saya gak beribadah ke gereja, saya pribadi gak pernah hadiri.
Saya pilih hari Jumat siang, pas saya libur kerja.
Gereja Katedral ini ukurannya gak segede gereja Katedral di Jakarta. Boleh dibilang mungil malah. Tempat duduknya ya tempat duduk gereja.
Tempat duduk kami lokasinya di zona tengah. Lumayan lah
Panggungnya
Pengunjung tidak terlalu padat, dan kebanyakan sudah berumur. Gak tahu apa ini karena lokasi? Atau tipe pertunjukkan ya?
Acara mulai tepat waktu. Para pemain musik yang masih muda2 banget memasuki ruangan dengan baju berpayet. Ada yang payetnya keemasan, merah, hitam, perak.
Kalau saya bilang sik apik ya! Meskipun gak seragam (karena disini gak ada cerita deh harus bikin seragam, mahal!) , tapi semuanya bertema sama.
Total ada 8 pemain instrumen, seimbang antara laki2 dan perempuan.
Para pemain musik sudah sedia di tempatnya
Musik2 yang dimainkan di pertunjukan kali ini temanya Magical Movie Scores
Apa gitu artinya? Jadi musik2 yang akan dimainkan adalah musik2 dari film2 beken.
Definisi Tema Pertunjukan
Ada beberapa lagu yang saya ngeh, seperti Over The Rainbow, soundtrack nya Pirates of the Caribbean.
Sebagian besar lagu ya instrumental, kadang ada konduktor, kadang gak.
Pirates Of Caribbean
Tapi ternyata ada beberapa lagu yang dinyanyikan oleh penyanyi. Gile! Si mbak ini suaranya bisa tinggi banget! Soprano istilahnya. Kereeen abisss!!
Di akhir pertunjukkan, ada 2 pemain biola yang duet gitu…asli keren.
Lamanya pertunjukkan itu sekitar 1.5 jaman deh.
Puas gak? Puas bamget! Asli saya kecantol deh sama pertunjukkan orkestra seperti ini.
Pengen bamget nyari pertunjukkan orkestra lagi. Bahkan saya jadi pengen tahu kalau pertunjukkan opera kayak apaa yaaa??
Teman2 yang suka nonton acara2 seperti ini, cerita dong kesan2nya.
Minggu ini di kerjaan, saya deal sama masalah nyebelin dengan institusi keuangan lain, katakanlah bank S
Pertama saya hubungi mereka karena ada kasus transfer uang yang nama penerima tidak sesuai. Mereka jawab dengan “Nasabah kami menyatakan tidak ada isu”.
Saya harus tekankan lagi ke mereka kalau nama penerima berbeda, mereka dengan ogah2an bilang. “Ya gimana dong, nasabah bilang gak ada masalah koq?”
Yang ada saya Google nama nasabah dan telpon sendiri. Setelah saya jelaskan detail, si konsumen setuju untuk mengecek lebih dalam, dan benar saja, transfer memang sengaja dialihkan ke akun lain.
Jadilah saya minta dokumen resmi dari Bank S. Bolak balik email, perwakilan Bank S tiba2 bilang. “Untuk apa dokumen tsb?”.
Lah bingung lag saya. Ya mbok ya bilang kalau situ gak paham prosedur seperti ini? Jadilah saya jelaskan panjang lebar , bahkan saya kasih contoh bentuk dokumen.
Tunggu punya tunggu, koq dokumen gak dikirim2 ya? Jadilah saya tanya lagi. Kapan dokumen akan di kirim. Dijawab. Transaksi tidak pernah terkirim?!?!
Hadweeeuhhh…capeee deh..jadilah saya harus kasih screenshot kalau transaksi ya sudah tercatat di sisi saya.
Tunggu sehari, akhirnya dokumen dikirim. Hadwwwuhhhh…pengusiannya ajakadul gak karuan! Bagian2 yang harus disini, banyaj yang masih kosong.
Yang ada saya harus bikinkan langkah2 bagaimana mengisi dokumen. Satu hari lagi lewat begitu saja. Bank S kirim lagi dokumen, dan masiiiiiihhhb juga salah .
Saya jawab lagi kalau pengisian dokumen tidak benar . Lah ..si Bank S ngotot, jawab kalau mereka sudah mengisi seperti apa yang saya mau. Jadilah saya screenshot, highlighted kesalahan mereka yang segambreng!
Setelah sekian ribu komunikasi bolak balik, akhirnya dokumen terisi dengan benar…..
Disitu saya ngeh. Eh..perwakilan Bank S gak ada kata2 “maaf” sama sekali padahal jelas2 dia salah…..
Apa keq bilang. Mohon maaf atas kesalahan pengetikan. Mohon di kaji ulang dan beri tahu kalau ada yang perlu di perbaiki?
Kejadian kedua.
Ada kredit internal masuk ke akun nasabah yang kasusnya saya kerjakan. Saya gak ngerti kenapa koq ada credit ya? Jadilah saya tanya ke rekan kerja yang memasukkan kredit. Ini buat apa ya?
Setelah diskusi panjaaaaang, akhirnya dia setuju kalau kredit tidak seharusnya masuk ke akun ini. Dia salah membaca data intinya.
Dan lagi2, tidak ada ucapan. Oh, benar juga ya. Aku salah. Kredit ini gak seharusnya masuk akun ini?
…………………
Sepertinya koq jaman sekarang yang namanya mengakui kesalahan itu langka banget ya???
Dari hal2 sepele dan sehari2 seperti salah sebut nama tempat misalnya, sampai hal2 yang lebih serius, di hubungan, di tempat kerja, buat sebagian besar orang ternyata mengakui kesalahan itu GAK BANGET?
Padahal loh ya, yang namanya membuat kesalahan itu ya wajar.
Dari melakukan kesalahan, kita belajar. Kita jadi lebih ngerti, lebih sadar.
Dan juga ya, mental kita beneran harus di latih buat own our mistakes, gak usah nyalahin orang lain (melulu)
Memasuki 3 bulan terakhir saat tahun hampir berakhir, saya terus terang senewen.
Kenapa gitu?
Banyak hal sik, salah satunya karena saya alami pengalaman pahit, dilecehkan secara seksual di tempat kerja di bulan2 ini
Buat teman2 yang gak pernah merasakan atau mengalami pelecehan seksual mungkin agak susah ya untuk mengerti kenapa “dilecehkan” saja koq trauma ?
Atau bahkan beberapa teman2 gak paham arti pelecehan seksual itu apa?
Semata2 di grepe2?
Minggu ini gak sengaja pas saya lagi lihat2 IG, keluar postingan ini
Inappropriate Behavior.
Nah. Tingkah laku yang tidak pada tempatnya.
Seperti apa sih tingkah laku yang tidak pada tempatnya?
Buat teman2 yang kerja di perusahaan, corporate istilahnya, pasti terima yang namanya pelatihan etika, dimana pegawai di informasikan apa itu tingkah laku yang tidak pada tempatnya, terutama di tempat kerja.
Dari mulai pemakaian kata2 vulgar, sampai komentar2 nyerempet2 ke arah seksual itu ya termasuk tingkah laku tidak pada tempatnya.
Mungkin buat kebanyakan orang Indonesia, kalau ada rekan kerja lelaki yang komentar “Kamu hot” dilanjutkan dengan desahan birahi dianggap pujian?
Atau pas rekan lelaki komentar, “duh kamu seksi banget, bikin saya terngiang2” kita malah cekikikan gak jelas?
Atau kalau ada rekan kerja yang terus menerus colak colek kita, pegang-pegang, peluk-peluk dianggap lucu?
Ini salah satu artikel online saya pasang disini supaya pembaca bisa mengerti lebih dalam tentang pelecehan seksual
Sedihnya semua yang tertulis di atas, saya pernah alami dan itu beneran AMAT SANGAT MENJIJiKAN.
Gak bisa orang mencoba menepiska apa yang saya alami dengan pernyatan2 seperti
“Ah. Dia bercanda kali. Masa gitu aja marah”
” ah cuekin aja.”
“Ah, namanya juga lelaki”
“Ah , kamu aja terlalu sensitif”
Ugh. Yang ada saya bisa muak dengarnya
Sayangnya seperti hal nya pelecehan seksual yang saya alami, komentar2 diatas saya juga dapat dari orang2 (gak laki2 gak perempuan)
Sebagai penutup tulisan saya kali ini, saya cuma mau bilang
Pelecehan seksual itu nyata. Dan jangan dianggap sebagai “pujian”, jangan di anggap sebagai hal yang ‘imut’.
Kalau ada teman yang curhat dan cerita mereka mengalami pelecehan seksual, tolong jangan di ketawain karena buat banyak korban, kejadian yang mereka alami itu sangat traumatik.
Kalau gak ngerti apa sih pelecehan seksual itu, coba deh belajar lagi.
Dari waktu masih tinggal di Jakara belum kawin sama bule, sampai saya tinggal di Amrik…saya perhatikan banyak sekali orang2 Indo yang tinggal di LN sepertinya harus menunjukkan betapa makmurnya mereka di Amrik.
Dari mulai fotoin mobil Porsche, bikin video buka bungkus tas Hermes, foto sehari2 harus pakai tas LV atau Gucci dan seterusnya….
Saya juga orangnya gak terlalu peduli sik dengan “keharusan” pakai barang2 bermerek tertentu.
Senang barang bagus? Ya senang. Contoh, kalau beli tas, saya pilih tas kulit, gak suka tas2 vinyl atau kulit sintetik dan memang saya akui tas kulit dari Itali itu lembut banget. Cuma apa harus beli bermerek? Ya enggak.
Saya gak belanja di H&M bukan karena merasa merek tersebut gak high end, tapi karena saya gak terlalu suka modelnya.
Demikian juga kalo saya beli baju2 Banana Republic, yang memang bukan high end, meskipun buat saya pribadi tidak murah, tapi saya suka model nya. Di tambah lagi saya kerja di situ.
Saya dikasih Michael Kors ogah banget. Gak suka sama modelnya. Di kasih Never Full nya LV mikir2, soalnya pasaran banget.
Mungkin juga karena ya saya memang gak mampu ya.
Pertanyaannya adalah
Kalau kita sebetulnya gak mampu beli barang2 luxury , apa kita harus maksakan beli barang2 tersebut supaya “diterima” ?
Supaya dilihat keren? Dipuja2 sama temen2, keluarga2 di Indo karena foto2 menenteng “barang2 investasi” berwujud tas, sepatu beralas merah, mobil bernama Eropa?
Sepertinya anggapan banyak orang itu kalau pakai barang2 bermerek, kita jadi lebih accepted? Naik “kasta” nya.
Kenapa koq gak ada tren Terlihat Miskin Tapi Kaya? Atau Biar Miskin Tetap Oke ?
Atau tren Be Humble?
Status simbol ternyata masih kuat banget ya di masyarakat Indonesia. (Saya fokus ke orang Indonesia soalnya saya gak terlalu tahu budaya lain sik. Tapi sepertinya hal ini gak kenal batas ras)
Sejak saya pindah hidup sendiri, sehari2 saya memang banyak masak makanan tanpa daging. Kalau tho pakai daging, biasanya saya pilih ayam dan bukan daging sapi.
Sekali2 saya suka juga order dari rumah makan India dekat rumah. Biasany saya order nasi Biryani kambing. Soalnya males ngolah kambing….
Nah…
Anak saya suka ngeledekin kalau sejak saya hidup sendiri, saya jadi miskin dan makanan saya kebanyakan tahu, telur, dan sayur-sayuran
Dia gak salah sik…masalahnya tiap kali dia datang, saya masaknya ya itu…bihun goreng pakai tahu, sawi, wortel, kol, udon pakai bayam, pangsit siap jadi, atau nasi putih sama tahu goreng dan tumis sayur
Mana dagingnya? Gitu ya?
Sebetulnya saya bisa tambahkan protein hewani, cuma bahan2 mentah separti ayam, daging, udang, ikan itu saya simpan di lemari beku.
Yang paling cepat di bikin gak beku itu kan ikan2 an ya. Nah anak saya gak suka sama ikan. Jadi ya nasib dia cuma dapat tahu…🤣🤣.
Setelah saya perhatikan ya, saya merasa beruntung lahir sebagai orang Indo yang makanan sehari2 kita itu sederhana banget.
Oseng2 sayur, nasi, tahu, telor itu sudah komplit. Gak selalu harus makan ayam atau daging.
Buat teman2 yang tinggal di luar negeri ngerasain hal yang sama gak sik sama saya?
Saya senang sama yang namanya mode, tapi bukan masalah mode2 pakaian yang trendi di peragaan busana sik, lebih ke gimana cara berbusana yang apik, sesuai tempat dan waktu.
Almarhum ibu saya dulu itu wanita karir, setiap pagi saya melihat beliau memilih baju, tas, sepatu, perhiasan.
Saya ingat banget beliau paling hobi beli sepatu. Dan dia senang bahan2 kulit untuk sepatu dan juga tas2nya. Barang2 beliau tidak selalu bermerek ya, meskipun beliau ya punya beberapa tas Gucci dan Christian Dior.
Setelah saya dewasa, saya ternyata jadi senang memperhatikan masalah pakaian, fashion lah.
Yang jelas saya telat banget masalah ini, saya ingat teman dekat saya pas kuliah, dia sudah ke penjahit sendiri dan tahu mau dijahitkan model baju seperti apa. Saya jaman segitu mah gak tahu yang namanya cara berbusana keren atau sesuai proporsi badan kita.
Kalau lihat cara saya berpakaian pas saya muda sih…malu2in deh. 🤣🤣🤣
Semakin berumur, dan juga karena saya kerja di toko pakaian wanita, saya jadi tahu sedikit lebih banyak tentang cara berpakaian, istilah2 dalam bergaya busana mengkombinasikan warna, pola dll.
Ada 2 prinsip PAKEM dibawah ini yang saya adaptasi dalam hal berbusana saya sehari2
1. Gaya berbusana setiap orang beda2.
Coba belajar memahami proporsi tubuh kita dan apa yang nyaman kita pakai.
Contoh. Saya paling ogah yang namanya pakai legging atau hoodie, atau celana cargo.
Menurut saya gak feminin.
Tapi banyak teman2 yang kalau pakai semua yang saya sebut di atas dan kelihatan oke. Saya mah ogah. Tapi kalau teman2 nyaman ya gak apa2 juga
Atau saya tuh seneng banget gaya celana gombrang (wide legs) cuma ternyata gak semua celana gombrang cocok buat saya kadang saya jadi kayak Aladin, atau saya jadi “tenggelam”. Jadi saya harus pinter2 milih.
Baju terusan aka Jumper dengan bawahan melebar
Saya juga pengeeen banget bergaya pakai celana paperbag istilahnya. Celana yang pakai ikat pinggang trus kruwil2 di pinggang nya
Berkali2 nyoba. Gak bagus di proporsi badan saya, karena saya endut dibagian perut atas. ya sudahlah…nasib
2. Berpakaianlah sesuai waktu dan tempat atau acara
Beberapa orang ada yang menganut paham Berpakaianlah Sesuai Umur. Meskipun saya mengerti alasan dibalik pernyataan itu, saya pribadi gak terlalu setuju.
Saya lebih penganut prinsip berpakaian sesuai waktu dan tempatnya/acaranya.
Contoh.
Sesuai waktu :
Di musim dingin, ya saya gak akan pakai celana pendek, atau rok pendek meskipun dilapis dengan stocking misalnya. Saya tetap risih, dan juga menurut saya gak praktis.
Sesuai tempat/acara
Ada acara di taman terbuka dimana ada permainan yang bakalan lari2 ke sana ke mari, ya saya pilih pakai celana panjang supaya gak ribet. Saya antisipasi saya bakal jongkok lah, lari lah, duduk di rumput lah, ada angin, serangga dll.
Kalau saya pakai rok, males kan kalau sedikit2 harus pegangin rok pas ada angin kencang? Atau sibuk tepok nyamuk sana sini?
Pakai celana panjang atau jeans masih bisa kelihatan keren koq.
Di tempat kerja, tempat ibadah
Meskipun saya suka pakai rok pendek, cuma kenyataannya kadang saya harus jongkok, itu ya bisa2 pakaian dalam kelihatan. Saya ya gak mau lah.
Belum lagi saya kudu jalan dari gedung parkir ke gedung tempat kerja. Saya mikir keselamatan dan praktis.
Kadang kita pergi ke lebih dari satu tempat yang bertolak belakang jenisnya. Kayak minggu lalu saya ikutan tur setelah dari situ mau hiking, gak mungkin deh saya pakai baju terusan pas hiking?
Lebih baik saya bawa baju ganti deh, daripada saltum.
Buat mgeceng di castle lucu , tapi buat hiking di hutan gak cocok kaliii
Dari dua prinsip itu, saya pakai buat milih baju yang akan saya pakai.
Kalau teman2 gimana tips nya memilih pakaian sehari2?
Saya akui saja sejujurnya punya buanyaaak banget kebiasaan jelek.
Salah satu yang cukup parah adalah malas berberes dan bersih2 tempat tinggal.
Mana saya suka naruh barang tidak pada tempatnya, jadilah barang2 jadi berserakan dimana-mana.
Ada tas di ruang makan, botol minuman kosong di ruang TV, dan banyak lagi lah.
Sering kali ya tempat tinggal saya jadi berantakan.
Untungnya sik…saya lumayan sadar kalau mood saya kalau keadaan apartemen berantakan, saya jadi ngomel2 dan stres sendiri. Jadilah saya selalu paksain buat beberes.
Apalagi kalau ada teman yang bilang. Eh g mampir ya ke tempat elo.
Nah lo!??! Langsung secepat kilat sebisa mungkin saya beres2, meskipun sering juga teman2 harus menjadi saksi keberantakan saya.
Terus terang loh saya sering merasa kewalahan atau overwhelmed gitu, mana yang harus diberesin duluan, wong semua ruang kayak kapal pecah?
Berantakan abissss
Setelah hidup sendiri dan baca2 postingan tentang kesehatan mental, hidup sederhana, saya nemu langkah2 kecil yang saya terapkan pas puyeng karena apartemen berantakan sana sini
1. Saya pilih ruang yang paling gak terlalu berantakan. Alasannya. Ruang cepat di tata yang artinya saya bisa lihat progres cepat, mood saya juga cepat berubahnya.
Contoh. Bersihkan seluruh kamar mandi? Duh koq banyak amat? Ya sudah bersihkan dan beresin wastafel saja dulu
10 menit kemudian bisa koq rapihan
2. Saya paksain dari ruangan yang saya pilih, semua barang2 yang tidak pada tempatnya, saya langsung taruh pada tempatnya, bukan cuma mindahin ke ruang lain
3. Saya pilih kotak2 yang apik yang enak dilihat lah buat nyimpan barang2 sehingga biarpun kotak2 ini saya tidak masukka. Di ruangan tertutup tapi tetap emak dipandang mata
4. Saya tidak paksakan buat semua ruangan harus rapih sekaligus. Karena buat saya kalau saya maksa semua ruangan harus rapih saat itu juga, saya bakal senewen.
Untungnya karena tempat tinggal saya kecil, ruangan saya gak banyak : hallway pintu masuk, ruang TV, ruang cuci baju, teras, ruang kerja, ruang makan, dapur, kamar mandi, kamar tidur dan lemari baju.
5. Benerapa ruang, seperti dapur dan kamar tidur itu pun saya bagi lagi. Dapur saya terbagi atas area kompor, cucian piring, lemari penyimpanan makan. Jadi saya bisa cuma beberes bagian cucian piring dulu. Bagian2 lain bisa nanti.
Kamar mandi , bagian wastafel, bak mandi, WC.
Saya sendiri orangnya bukan yang super pembersih loh. Saya lebih santai akan ruangan berantakan.
Masalah lantai, hampir tiap hari saya harus sapu, karena bulu2 anjing saya kelihatan bertebaran.
Lantai dapur, apalagi kan. Namanya tempat masak, pasti ada makanan jatuh, tumpahan ini itu wuihhh..cepat kotornya deh.
Ya jadi saya paksain buat bersih2 dan beberes.
Kendala terbesar saya adalah ruangan yang terbatas. Ini juga jadi faktor utama saya pas me.pertimbangkan beli ini itu. Mau taruh dimana?
Dan setelah saya telaah lagi, mending saya punya ruang kecil dan terbatas. Karena punya tempat tinggal luas ternyata gak selalu menjamin kerapihan, gak menjamin kita jadi pinter ngatur barang2. Bisa2 malah jadi keteteran harus berberes ruang2 yang lebih banyak lagi.
Saya perhatikan, ada kali sebulan sekali, saya beberes gede2 an. Dalam arti keluarin sapu, vaccum debu, ngepel lantai berkali2, ngelap debu sana sini, bersihkan pintu kaca, gosok kamar mandi.
Capek? Ya capek lag.
Nah disini memang kan gak ada asisten seperti di Indonesia ya. Tapi disini kita bisa sewa jasa pembersih dan pengatur ruangan.
Yang jelas jasa pelayanan seperti ini tidak murah sik, minimal $100/jam dan minimum 2 jam. Dari mulai franchise seperti Minute Maid atau pebisnis lokal.
Lumayan dalem juga kan harus merogoh kantong?!
Tapi ya…kadang kita ya memang perlu dan gak apa2 loh sewa jasa layanan seperti ini. Apalagi kalau dari segi keuangan kita mampu.
Rumah bersih, teratur, kita gak usah capek, gak stres dan bagi2 rejeki juga kan?!
Teman2 pembaca ada tips beberes rumah yang bisa dibagi? Bagi dong saran2 nya siapa tahu berguna buat pembaca lainnya kan
Bandara Udara Louisville pun sekarang namanya di beri nama Muhammad Ali.
Saya ingat waktu beliau meninggal dan akan dikuburkan tahun 2016…wuih…banyak penduduk yang datang menghantar beliau ke tempat peristirahatan terakhir.
Makam AliKata kenangan masyarakat untuk Ali
Makam Ali ada di bagian P, melewati danau tempat tabur abu (Twin Lakes Overlook & Scattering Garden)
Lokasi Makam Ali
Dari situ, kita jalan lagi ke kuburan George Rogers Clark, beliau adalah salah satu jendral dari tim ekspedisi Lewis & Clark yang menjelajah dunia “barat”.
Dari situ, kita balik ke mobil buat melanjutkan melihat2 TP gak pake kepanasan plus keringetan dan juga ke makamnya Colonel Sanders. Tahu dong teman2 siapa Colonel Sanders, empunya Kentucky Fried Chicken.
Air mancurMacam2 nisanMosaik kaca di kantor adminKantor adminPemandangan sekitarPemandangan sekeliling TPMakamnya Col. SandersDari deketKeterangan di makam Col SandersLokasi makam Col Sanders
TP Cave Hill ini karena sudah berumur, 175 tahun! lumayan rimbun, saya sempat ngaso di bawah pohon rindang.
Waktu saya di Jakarta, saya cuma pernah datang ke TP Karet, TP Pahlawan Kalibata dan TP Pondok Rangon. Dan semuanya di bagian pemakaman Islam gitu. Jadi saya tahunya penataan kuburan cara Islam ya, yang notabene gak pakai nisan atau monumen besar2.
Di TP Cave Hill ini ya banyak monumen , patung2, tanda salib dimana2. Ada sik beberapa seksi yang nisannya seragam gitu dan gak gede2 amat.
Memang kalau saya perhatikan tempat pemakaman ala barat lebih monumental? Beda vibe gitu.
Selain foto2 saya disini, teman2 juga bisa Google Cave Hill cemetery untuk bisa lihat2 foto2 lebih banyak.