Sebagai orang Indonesia asli, cinta saya sama krupuk itu tidak akan pernah padam deh.
Setiap kali saya pergi ke kota besar (an) , saya pasti ngacir ke supermarket Asia dan cari krupuk.
Krupuk favorite #1 itu krupuk kampung atau krupuk aci ya istilahnya?
Krupuk2 lain saya bisa tahan diri gak beli segambreng, tapi kalau sudah ketemu krupuk aci, saya bawaannya mau borong semua deh.
Dan ternyata di banyak negara Asia lainnya krupuk itu eksis. India, Jepang, Korea, China, Phillipina, Vietnam mereka juga punya krupuk.
Saya baru ngeh ini pas pindah ke Cleveland tahun 2010, di blok yang sama dengan apartmen tempat saya tinggal, ada warung take out makanan China, nah kalau pesan makanan, mereka selalu bungkusin krupuk yang kalau di Indo tuh kayak krupuk di bubur ayam gitu. Kecil2 dan warna warni.
Kadang kalau pas krupuk Indonesia habis dan saya pengen banget makan krupuk, saya pergi ke mini supermarket India dekat rumah, mereka punya yang namanya fryum. Yang penting ada kriuk2nya deh.
Di Philipina mereka juga sebutannya kropek. Mirip banget kan?!
Teman2 paling suka krupuk apa ni? Krupuk udang Sidoarjo? Krupuk Aci, krupuk kampung warna warni? Krupuk mie? Krupuk kuning? (Sampai sekarang, gak pernah nemu krupuk kuning ih!? Itu loh krupuk asinan abang2 keliling…)
Kemarin pulang dari Cleveland, di oleh2 in sama teman Indo segambreng krupuk bermacam2 jenis…senangnyaaaaa!!!
Teman2 ada yang krupuk maniak juga seperti saya? Cerita2 dong!
Krupuk asli IndonesiaKrupuk terfavorit sayaJenis2 Krupuk dari negara lain
Pas di Indo, saya boleh dibilang pergaulan saya terbatas banget. Tahunya cuma mal melulu.
Nah pas sudah pindah ke Amrik, pergaulan dan eingintahuan saya mulai berkembang sedikit demi sedikit. Dari kemping, hiking ke alam, kayak, nonton balet, teater, orkestra, kursus masak, dan mudah2an sik lebih banyak lagi kegiatan baru yang saya lakoni ya
Nah pas musim liburan gini, di kota saya banyak acara2, salah satunya itu orkestra musik.
Ada 2 penyelengara pertunjukan orkestra di bulan November dan Desember 2023 : Vienna Light Orchestra dan Louisville Orchestra. Berhubung jadwal kerja saya, saya cuma bisa pilih yang Vienna Light Orchestra
Nah lokasi pertunjukkan orkestra ini di salah satu gereja Katolik di Louisville.
Lucu juga ada pertunjukan musik di gereja. Sebetulnya ya gak aneh ya, karena di banyak gereja2, memang ada musik juga kan ya? Gospel istilahnya. Tapi karena saya gak beribadah ke gereja, saya pribadi gak pernah hadiri.
Saya pilih hari Jumat siang, pas saya libur kerja.
Gereja Katedral ini ukurannya gak segede gereja Katedral di Jakarta. Boleh dibilang mungil malah. Tempat duduknya ya tempat duduk gereja.
Tempat duduk kami lokasinya di zona tengah. Lumayan lah
Panggungnya
Pengunjung tidak terlalu padat, dan kebanyakan sudah berumur. Gak tahu apa ini karena lokasi? Atau tipe pertunjukkan ya?
Acara mulai tepat waktu. Para pemain musik yang masih muda2 banget memasuki ruangan dengan baju berpayet. Ada yang payetnya keemasan, merah, hitam, perak.
Kalau saya bilang sik apik ya! Meskipun gak seragam (karena disini gak ada cerita deh harus bikin seragam, mahal!) , tapi semuanya bertema sama.
Total ada 8 pemain instrumen, seimbang antara laki2 dan perempuan.
Para pemain musik sudah sedia di tempatnya
Musik2 yang dimainkan di pertunjukan kali ini temanya Magical Movie Scores
Apa gitu artinya? Jadi musik2 yang akan dimainkan adalah musik2 dari film2 beken.
Definisi Tema Pertunjukan
Ada beberapa lagu yang saya ngeh, seperti Over The Rainbow, soundtrack nya Pirates of the Caribbean.
Sebagian besar lagu ya instrumental, kadang ada konduktor, kadang gak.
Pirates Of Caribbean
Tapi ternyata ada beberapa lagu yang dinyanyikan oleh penyanyi. Gile! Si mbak ini suaranya bisa tinggi banget! Soprano istilahnya. Kereeen abisss!!
Di akhir pertunjukkan, ada 2 pemain biola yang duet gitu…asli keren.
Lamanya pertunjukkan itu sekitar 1.5 jaman deh.
Puas gak? Puas bamget! Asli saya kecantol deh sama pertunjukkan orkestra seperti ini.
Pengen bamget nyari pertunjukkan orkestra lagi. Bahkan saya jadi pengen tahu kalau pertunjukkan opera kayak apaa yaaa??
Teman2 yang suka nonton acara2 seperti ini, cerita dong kesan2nya.
Memasuki 3 bulan terakhir saat tahun hampir berakhir, saya terus terang senewen.
Kenapa gitu?
Banyak hal sik, salah satunya karena saya alami pengalaman pahit, dilecehkan secara seksual di tempat kerja di bulan2 ini
Buat teman2 yang gak pernah merasakan atau mengalami pelecehan seksual mungkin agak susah ya untuk mengerti kenapa “dilecehkan” saja koq trauma ?
Atau bahkan beberapa teman2 gak paham arti pelecehan seksual itu apa?
Semata2 di grepe2?
Minggu ini gak sengaja pas saya lagi lihat2 IG, keluar postingan ini
Inappropriate Behavior.
Nah. Tingkah laku yang tidak pada tempatnya.
Seperti apa sih tingkah laku yang tidak pada tempatnya?
Buat teman2 yang kerja di perusahaan, corporate istilahnya, pasti terima yang namanya pelatihan etika, dimana pegawai di informasikan apa itu tingkah laku yang tidak pada tempatnya, terutama di tempat kerja.
Dari mulai pemakaian kata2 vulgar, sampai komentar2 nyerempet2 ke arah seksual itu ya termasuk tingkah laku tidak pada tempatnya.
Mungkin buat kebanyakan orang Indonesia, kalau ada rekan kerja lelaki yang komentar “Kamu hot” dilanjutkan dengan desahan birahi dianggap pujian?
Atau pas rekan lelaki komentar, “duh kamu seksi banget, bikin saya terngiang2” kita malah cekikikan gak jelas?
Atau kalau ada rekan kerja yang terus menerus colak colek kita, pegang-pegang, peluk-peluk dianggap lucu?
Ini salah satu artikel online saya pasang disini supaya pembaca bisa mengerti lebih dalam tentang pelecehan seksual
Sedihnya semua yang tertulis di atas, saya pernah alami dan itu beneran AMAT SANGAT MENJIJiKAN.
Gak bisa orang mencoba menepiska apa yang saya alami dengan pernyatan2 seperti
“Ah. Dia bercanda kali. Masa gitu aja marah”
” ah cuekin aja.”
“Ah, namanya juga lelaki”
“Ah , kamu aja terlalu sensitif”
Ugh. Yang ada saya bisa muak dengarnya
Sayangnya seperti hal nya pelecehan seksual yang saya alami, komentar2 diatas saya juga dapat dari orang2 (gak laki2 gak perempuan)
Sebagai penutup tulisan saya kali ini, saya cuma mau bilang
Pelecehan seksual itu nyata. Dan jangan dianggap sebagai “pujian”, jangan di anggap sebagai hal yang ‘imut’.
Kalau ada teman yang curhat dan cerita mereka mengalami pelecehan seksual, tolong jangan di ketawain karena buat banyak korban, kejadian yang mereka alami itu sangat traumatik.
Kalau gak ngerti apa sih pelecehan seksual itu, coba deh belajar lagi.
Dari waktu masih tinggal di Jakara belum kawin sama bule, sampai saya tinggal di Amrik…saya perhatikan banyak sekali orang2 Indo yang tinggal di LN sepertinya harus menunjukkan betapa makmurnya mereka di Amrik.
Dari mulai fotoin mobil Porsche, bikin video buka bungkus tas Hermes, foto sehari2 harus pakai tas LV atau Gucci dan seterusnya….
Saya juga orangnya gak terlalu peduli sik dengan “keharusan” pakai barang2 bermerek tertentu.
Senang barang bagus? Ya senang. Contoh, kalau beli tas, saya pilih tas kulit, gak suka tas2 vinyl atau kulit sintetik dan memang saya akui tas kulit dari Itali itu lembut banget. Cuma apa harus beli bermerek? Ya enggak.
Saya gak belanja di H&M bukan karena merasa merek tersebut gak high end, tapi karena saya gak terlalu suka modelnya.
Demikian juga kalo saya beli baju2 Banana Republic, yang memang bukan high end, meskipun buat saya pribadi tidak murah, tapi saya suka model nya. Di tambah lagi saya kerja di situ.
Saya dikasih Michael Kors ogah banget. Gak suka sama modelnya. Di kasih Never Full nya LV mikir2, soalnya pasaran banget.
Mungkin juga karena ya saya memang gak mampu ya.
Pertanyaannya adalah
Kalau kita sebetulnya gak mampu beli barang2 luxury , apa kita harus maksakan beli barang2 tersebut supaya “diterima” ?
Supaya dilihat keren? Dipuja2 sama temen2, keluarga2 di Indo karena foto2 menenteng “barang2 investasi” berwujud tas, sepatu beralas merah, mobil bernama Eropa?
Sepertinya anggapan banyak orang itu kalau pakai barang2 bermerek, kita jadi lebih accepted? Naik “kasta” nya.
Kenapa koq gak ada tren Terlihat Miskin Tapi Kaya? Atau Biar Miskin Tetap Oke ?
Atau tren Be Humble?
Status simbol ternyata masih kuat banget ya di masyarakat Indonesia. (Saya fokus ke orang Indonesia soalnya saya gak terlalu tahu budaya lain sik. Tapi sepertinya hal ini gak kenal batas ras)
Sejak saya pindah hidup sendiri, sehari2 saya memang banyak masak makanan tanpa daging. Kalau tho pakai daging, biasanya saya pilih ayam dan bukan daging sapi.
Sekali2 saya suka juga order dari rumah makan India dekat rumah. Biasany saya order nasi Biryani kambing. Soalnya males ngolah kambing….
Nah…
Anak saya suka ngeledekin kalau sejak saya hidup sendiri, saya jadi miskin dan makanan saya kebanyakan tahu, telur, dan sayur-sayuran
Dia gak salah sik…masalahnya tiap kali dia datang, saya masaknya ya itu…bihun goreng pakai tahu, sawi, wortel, kol, udon pakai bayam, pangsit siap jadi, atau nasi putih sama tahu goreng dan tumis sayur
Mana dagingnya? Gitu ya?
Sebetulnya saya bisa tambahkan protein hewani, cuma bahan2 mentah separti ayam, daging, udang, ikan itu saya simpan di lemari beku.
Yang paling cepat di bikin gak beku itu kan ikan2 an ya. Nah anak saya gak suka sama ikan. Jadi ya nasib dia cuma dapat tahu…🤣🤣.
Setelah saya perhatikan ya, saya merasa beruntung lahir sebagai orang Indo yang makanan sehari2 kita itu sederhana banget.
Oseng2 sayur, nasi, tahu, telor itu sudah komplit. Gak selalu harus makan ayam atau daging.
Buat teman2 yang tinggal di luar negeri ngerasain hal yang sama gak sik sama saya?
Saya akui saja sejujurnya punya buanyaaak banget kebiasaan jelek.
Salah satu yang cukup parah adalah malas berberes dan bersih2 tempat tinggal.
Mana saya suka naruh barang tidak pada tempatnya, jadilah barang2 jadi berserakan dimana-mana.
Ada tas di ruang makan, botol minuman kosong di ruang TV, dan banyak lagi lah.
Sering kali ya tempat tinggal saya jadi berantakan.
Untungnya sik…saya lumayan sadar kalau mood saya kalau keadaan apartemen berantakan, saya jadi ngomel2 dan stres sendiri. Jadilah saya selalu paksain buat beberes.
Apalagi kalau ada teman yang bilang. Eh g mampir ya ke tempat elo.
Nah lo!??! Langsung secepat kilat sebisa mungkin saya beres2, meskipun sering juga teman2 harus menjadi saksi keberantakan saya.
Terus terang loh saya sering merasa kewalahan atau overwhelmed gitu, mana yang harus diberesin duluan, wong semua ruang kayak kapal pecah?
Berantakan abissss
Setelah hidup sendiri dan baca2 postingan tentang kesehatan mental, hidup sederhana, saya nemu langkah2 kecil yang saya terapkan pas puyeng karena apartemen berantakan sana sini
1. Saya pilih ruang yang paling gak terlalu berantakan. Alasannya. Ruang cepat di tata yang artinya saya bisa lihat progres cepat, mood saya juga cepat berubahnya.
Contoh. Bersihkan seluruh kamar mandi? Duh koq banyak amat? Ya sudah bersihkan dan beresin wastafel saja dulu
10 menit kemudian bisa koq rapihan
2. Saya paksain dari ruangan yang saya pilih, semua barang2 yang tidak pada tempatnya, saya langsung taruh pada tempatnya, bukan cuma mindahin ke ruang lain
3. Saya pilih kotak2 yang apik yang enak dilihat lah buat nyimpan barang2 sehingga biarpun kotak2 ini saya tidak masukka. Di ruangan tertutup tapi tetap emak dipandang mata
4. Saya tidak paksakan buat semua ruangan harus rapih sekaligus. Karena buat saya kalau saya maksa semua ruangan harus rapih saat itu juga, saya bakal senewen.
Untungnya karena tempat tinggal saya kecil, ruangan saya gak banyak : hallway pintu masuk, ruang TV, ruang cuci baju, teras, ruang kerja, ruang makan, dapur, kamar mandi, kamar tidur dan lemari baju.
5. Benerapa ruang, seperti dapur dan kamar tidur itu pun saya bagi lagi. Dapur saya terbagi atas area kompor, cucian piring, lemari penyimpanan makan. Jadi saya bisa cuma beberes bagian cucian piring dulu. Bagian2 lain bisa nanti.
Kamar mandi , bagian wastafel, bak mandi, WC.
Saya sendiri orangnya bukan yang super pembersih loh. Saya lebih santai akan ruangan berantakan.
Masalah lantai, hampir tiap hari saya harus sapu, karena bulu2 anjing saya kelihatan bertebaran.
Lantai dapur, apalagi kan. Namanya tempat masak, pasti ada makanan jatuh, tumpahan ini itu wuihhh..cepat kotornya deh.
Ya jadi saya paksain buat bersih2 dan beberes.
Kendala terbesar saya adalah ruangan yang terbatas. Ini juga jadi faktor utama saya pas me.pertimbangkan beli ini itu. Mau taruh dimana?
Dan setelah saya telaah lagi, mending saya punya ruang kecil dan terbatas. Karena punya tempat tinggal luas ternyata gak selalu menjamin kerapihan, gak menjamin kita jadi pinter ngatur barang2. Bisa2 malah jadi keteteran harus berberes ruang2 yang lebih banyak lagi.
Saya perhatikan, ada kali sebulan sekali, saya beberes gede2 an. Dalam arti keluarin sapu, vaccum debu, ngepel lantai berkali2, ngelap debu sana sini, bersihkan pintu kaca, gosok kamar mandi.
Capek? Ya capek lag.
Nah disini memang kan gak ada asisten seperti di Indonesia ya. Tapi disini kita bisa sewa jasa pembersih dan pengatur ruangan.
Yang jelas jasa pelayanan seperti ini tidak murah sik, minimal $100/jam dan minimum 2 jam. Dari mulai franchise seperti Minute Maid atau pebisnis lokal.
Lumayan dalem juga kan harus merogoh kantong?!
Tapi ya…kadang kita ya memang perlu dan gak apa2 loh sewa jasa layanan seperti ini. Apalagi kalau dari segi keuangan kita mampu.
Rumah bersih, teratur, kita gak usah capek, gak stres dan bagi2 rejeki juga kan?!
Teman2 pembaca ada tips beberes rumah yang bisa dibagi? Bagi dong saran2 nya siapa tahu berguna buat pembaca lainnya kan
Di Instagram, saya ngintilin beberapa profil kota Louisville, KY tempat saya tinggal biar up to date dengan ini itu di kota saya dan kota sekitar.
Salah satu profil yang saya ikutin itu Theloutoday dimana saya jadi tahu tentang taman baru lah, pameran seni, tempat makan baru dan lain2.
Kebanyakan sik soal tempat makanan baru ya .
Nah hari ini saya mampir ke HayMarket, pebisnis lokal yang jual sayur-sayuran, kopi, macam2 roti dan makanan siap saji.
Saya ngiler ke sini gara2 lihat postingan macam2 roti profil HayMarket di IG.
Disini itu, saya suka mangkel sama judul bakery. Di Jakarta, Indonesia yang namanya toko roti kan macam2 yaaa, dari mulai roti gambang, roti manis, roti asin, roti tawar, roti abon, roti daging, croissant, danish, berbagai jenis lah pokoknya.
Di Amerika, kebanyakan toko roti isinya cookies, brownies, scones, donut..ya elah. Bosen amat?!
Kalau pergi ke kota lain, saya selalu tengok yang namanya toko roti, tapi ya itu bikin mangkel. Katanya bakery isinya donut doang. Piye tho?
Ngiler lah saya…jadilah hari Minggu ini saya mampir ..
Jadi HayMarket itu kayak toko kelontong, skala IndoMaret gitu deh, cuma gaya Amerika.
Ini dalamnya HayMarket
Penataan ruangnya ya keren, minimalis , sederhana tapi kelihatan up scale..ceileee..bahasa g kan ..gak nahaan dwh..😆
Masuk toko, langsung di hadang dengan display roti2 yang aduhai
Muffin, Scones, Cookies, standar bakery orang AmrikCroissant, Danish, Brioche, nah..ini baru saya suka
Di sebelah kanan, jualan sayur2 an, macam2 minyak, cuka, mangkok2 lucu
Mangkok lucu2 buatan artis lokal ada mangkok buat nyuci beri, karena bolong2…Berbagai jenis bumbu2 masakanLemari pendingin isi sup, selai, buah2 anBagian sayur-sayuran segar
Di sebelah kiri, pengunjung bisa pesan katering dan sandwich dan makanan hangat lainnya seperti sup.
Ada coklat, permen, keju, peralatan dapur seperti sikat pembersih, sendok ukuran, sendok adukan
Di bagian belakang ada ruang terbuka buat pengunjung menikmati sandwich, beli kopi, teh
Ini drive through mereka, apik banget gak sikkkRuang terbuka buat kongkow2
Yang saya suka dari HayMarket adalah variasi makanan dan produk2 mereka gak cuma barat alias ham dan kejudoang.
Sayurannya juga terlihat segar banget! Dan baru kali ini saya lihat toko jual jamur Lion Mane (dan jamur2 lainnya yang tidak saya temukan di toko biasa)
Saya lihat ada spread labneh, tapenade, minyak zaitun diinfused jahe dan kunyit.
Jualan Sup Kari Jadi
Mungkin karena pemiliknya dari Lebanon ya?
Saya pesan Lebanese American Club, sandwich isi daging domba, teman saya pesan Serano Ham.
Tahun 2010, saya dan keluarga sempat tinggal di Cleveland, Ohio. Salah satu lokasi yang saya suka buat kunjungi adalah sudut kota namanya Little Italy
Sign Little Italy
Pada dasarnya ini satu jalan yang di Cleveland timur dimana pengunjung bisa puas cemil2 makanan Itali.
Peta toko2 di Little Italy
Dari mulai toko roti, restoran pizza, pasta, ngopi2 dan favorit saya, makan Gelato alias es krim versi itali.
Saya tuh paling kesengsem sama yang namanya patio dining, padahal sik bisasa aja gitu artinya…makan di pinggir jalan dibawah tenda…kalau di Indo, kakik lima blok M gitu ya??..ha..ha..ha..pakai bahasa Inggris aja jadi kedengerannya gimana gitu?!
Nah di Little Italy ini ya hampir semua tempat makan ada makan di luar, baik itu di pinggir jalan utama , atau di belakang resto, atau pun di gang antara gedung…
Pas saya jalan2 ke Little Italy, saya tengok hampir semua toko/restoran.
Tapi saya cuma makan di 3 tempat:
Mia Bella. Lucu tempatnya, saya makan di patio di belakang, maap gak sempat foto, keburu laper..
Saya pesan Veal Marsala daging sapi muda dengan saus marsala
Terus saya makan es serut ala Itali di Mount Granita. Rasa es nya macam2, ada kelapa, beri, mangga, jeruk limo, lemon, semangka, stoberi dst
Macam2 Rasa Es Itali
Saya tadinya pengen kelapa, pas icip2 kurang sreg, jadi saya pilih rasa mangga, enak! Karena asli bukan essence
Makan Es Serut Mangga di Mount Granita
Setelah itu saya makan Gelato di Rosso Gelato….haduhhh…gilaaaa…enaaaak banget ini!! Tadinya saya cuma pilih kopi, karena saya tahu banget kalau saya suka es krim kopi
Toko Gelato di Little Italy
Pas lihat2 rasa es krim yang tersedia, ada satu rasa yang saya gak pernah lihat di toko Gelato lainnya, Nero yaitu rasa dark chocolate. Dan waktu saya icip2, saya langsung jatuh cinta!💞
Jadilah saya pilih 2 rasa, kopi dan nero.. asli! Enak banget!! Saya sampai merem melek deh makan gelato ini
Sayangnya saya gak sempat beli2 roti2 , padahal roti2 yang dipajang di dua toko roti yang saya lewati itu asli semua keliatan enak banget!
Saran saya kalau teman2 mau berkunjung kesini, jangan makan sebelum pergi, biar bisa puas icip sana icip sini
Yang jelas jangan sampai tidak makan gelato!! Ini mah WAJIB! Rosso Gelato mulai buka jam 2 siang.
Cerita saya kali ini masalah sehari2 saja ya. Mudah2an tetap bisa menarik dibaca.
Baru2 ini ada yang nyeletuk gara2 saya “tiba2” suibuk majang foto2 makanan yang saya masak di IG. Koq tumben rajin masak? Gitu konon komentar ybs….yang lanjut merembet ke hal2 pribadi saya yang jelas2 bukan urusan si penanya…
Saya jadi geli sendiri dengar komentar seperti itu. Lah, gimana gak geli?
Begini lhooo………
Sejak Desember 2021, saya kan benar2 hidup seorang diri yang artinya saya sepenuhnya menggantungkan diri saya dengan penghasilan saya sendiri.
Mungkin menurut banyak teman2 hal ini biasa banget ya, tapi buat saya ini benar2 pertama kalinya.
Dari sekian banyak tetek bengek yang harus saya belajar lagi, salah satunya adalah mikirin belanjaan dan masak untuk makan sehari2.
Pertama2, saya sempat belanja kebanyakan, yang ada saya jadi banyak membuang makanan. Ini memang saya perhatikan kebiasaan saya pas masih hidup bareng2 pasangan dan anak.
Buang makanan berarti buang2 $$ dong? Gila mana bisa saya hari gini buang2 $??!
Akhirnya saya tetapkan untuk sebisa mungkin masak dengan menggunakan apa yang tersedia di kulkas dan lemari dapur.
Yang jelas ada bahan2 makanan yang selalu tersedia di dapur:
Nasi, macam2 mi : dari mulai bihun, Indomie, spaghetti, pasta, mi kuning, mi putih, mi udon, ikan kalengan, jamur kering, kaldu ayam di kaleng
Di kulkas:
Telur, tahu, sayuran beku :jagung, kacang polong, wortel, ikan beku separti salmon atau ikan putih atau udang beku atau udang yang sudah dimasak tinggal dipanaskan
Sebulan sekali saya ke Costco beli ayam 6 bungkus yang satu bungkus isinya 5 ayam, bisa paha bawah, paha atas, sayap, dada. Saya biasanya beli paha atau sayap.
Saus2 dasar:
Kecap asin, kecap manis, saus tiram, sambel oelek, garam, merica, bubuk kacang buat bikin saos kacang buat makan sate, gado2, ketoprak
Bumbu2 dapur : bawang putih (buah atau bubuk), bawang merah atau bawang bombay, jahe (segar dan bubuk), madu
Itu yang paling minimal deh yang saya punya. Ibaratnya kalau keuangan pas menipis, saya tetap bisa masak sesuatu: nasi dan telur dadar, mie ayam goreng pakai tahu, nasi goreng.
Saya juga bersyukur deh jadi orang Indonesia, yang terbiasa makan tumis2 an, nasi, ceplok telor bisa kenyang!
Setelah berkali2 gagal menahan diri buat pesan makanan luar dan belanja kebanyakan, saya akhir2 ini lebih bisa kontrol diri untuk masak apa adanya.
Untungnya juga sejak saya pindah ke Amrik, saya banyak belajar resep2 masakan dari negara2 Asia lain dari situ yang namanya Blok Kari Jepang, sambal fementasi Korea (Gochujang), kari merah Thai, miso menjadi bahan sehari2 di dapur saya.
Saya juga belajar menyederhanakan masakan. Kalau ada bumbu yang saya gak punya, saya cuek aja, improvisasi, gak ngotot harus pakai bumbu lengkap dari A sampai Z.
Dan saya juga gak malu memakai bumbu jadi, meskipun saya gak selalu pakai. Yang penting masakan saya enak dimakan!
Ini beberapa makanan yang sehari2 saya masak
Tumis wortel, tahu, bokchoy, nasi da krupuk, warteg banget gak sikkkk
Tengok kulkas. Ada apa ya? Sisa toge, tahu satu blok, mi putih, tahu, bubuk kacang? Bikin ketoprak kali……
Ketoprak, gak nyangka kan jajanan jadi makan utama
Eh ada kacang panjang, sisa kol putih, bubuk kacang tinggal seumprit, ya sudah direbus saja dan bikin bumbu kacang….
Kacang panjang dan kol rebus, plus timun disiram bumbu kacang, jadi makanan juga koq!
Pas rumpi2 sama teman2 kantor, ada yang nyebut kari Jepang sebagai makanan favorit, jadilah makan siang saya hari itu
Cemplungin wortel. Kol putih di kari Jepang, panasin udang goreng tepungAda stok salmon di lemari pendingin, yuk bikin!Mi Goreng saja buat makan siang ya gak apa2 juga
Kadang anak saya suka ngeledekin. Mom kapan terakhir makan daging? Ha..ha..ha..saya ketawa saja.
Kadang ide masak saya selain tengok kulkas lihat bahan2 yang ada, kadang saya dapat ide pas makan bareng. Contoh saya ada sisa kacang panjang yang harus saya masak secepatnya. Tadinya saya mau tumis pakai tahu, tapi keluar malas menggoreng si tahu…inget kemarin pas makan bareng2 di resto Thai ada yang pesan sup udang kari merah. Jadilah saya masak sup kari merah Thai pakai kacang panjang, wortel, tahu. Ada sayur, protein dan karbohidrat.
Kari merahnya pakai bumbu jadi, ringkes, cepat, enak!
Sup Kari Merah ala Thai
Saya juga paksakan beli sesuatu yang saya gak terlalu suka, selada contohnya. Saya cuma biasa makan selada di burger doang. Padahal gak suka burger?! Jadilah bikin ini
Selada bungkus tahu parut, kurang kenyang sik….harusnya pakai nasi euy…
Tapi ya kadang saya keluar deh malasnya, ya pesen makanan, atau makan di luar sama teman2 disini, tapi ya itu , gak bisa sering2 karena kenyataannya ya bisa bokek lah saya
Kadang juga belum tentu selera makanannya saya sreg atau pasti bikin kenyang.
Saya ingat perkataan almarhum ibu saya. Beliau bilang, kategori bisa masak itu bukan kamu bisa masak dengan semua bahan2 tersedia lengkap, tapi adalah saat kamu bisa memasak makanan dengan bahan2 terbatas tapi ‘jadi’.
Sepertinya sik saya sudah masuk kategori itu ya?
Jadi kesimpulannya…..Saya itu tetep gak suka masak. Buat saya masak itu kebutuhan sehari2 saja. Maunya sik punya bibi yang masakin..apa daya hidup di Amrik sebagai rakyat jelata 🥰
Saya sibuk foto2 makanan, karena saya mau nulis blog ini…..
Koq bisa yaaa ada orang segitu KEPO nya??
Ha..ha..haa..semoga tulisan saya bikin pembaca senyum2 dan terinspirasi dikit…
Hari ini, Selasa 25 April 2023, saya menghadiri acara kelulusan salah satu teman Indo disini, dimana dia resmi selesai sekolah menjadi Licensed Nurse Practitioner (LPN)
Teman kita ini Gen-X loh ya, dan dia sekolah lagi sembari kerja juga. Dia sekolah hampir tiap hari sampai jam 10 malam, terus akhir pekan disini clinical seharian.
Terus terang saya mah gak sanggup deh, menjalani kerja dan sekolah lagi umur segini. Wong kadang konsentrasi kerjaan saja sudah susah?!
Teman2 Indonesia lainnya disini boleh dibilang jadi ‘saksi’ perjuangan teman kita saat sekolah. Sering kalau kita ajak kongkow2, temen kita jawab “Gak bisa, g harus belajar”, atau “Gak bisa g clinical”, “Gak bisa g ada kelas”.
Saya cuma bisa geleng2 kepala deh. Gile, kuat banget ya mental dan fisik teman kita ini!
Bayangkan saja deh. Sekolah lagi pas umur sudah tidak muda lagi, kapasitas otak sudah gak seperti umur 20 an kan. Lalu ada kendala bahasa. Bahasa Inggris percakapan dan bahasa Inggris akademis beda loh! Kalau situ pikir “alah, yang penting bisa cas cis cus tho?, Salah bamget!
Belum lagi karena mata kuliah yang diambil dekat dengan ilmu kedokteran, berarti harus menghapal nama2 organ tubuh, penyakit…
Atau ada yang mikir “masa sih lulus saja susah?” Ihhh..coba situ yang sekolah lagi??!
Terus masalah bayaran kuliah yang tidak murah. Biaya Satu kelas itu = harga tas merek loh. Kelas ya dapat ilmu bermanfaat, beli tas dapat gengsi di IG.
Nah hari ini, semua “siksaan” sudah lewat!
Hari ini teman kita dapat diploma!
Saya pribadi lebih kagum sama hal2 seperti ini ya (lulus sekolah, promosi kerjaan, penghargaan di tempat kerja) dibanding hal2 material (lihat saya punya tas merek terkenal/mobil mahal loh)
Lebih bermutu gitu.
Ini sekilas foto2 kita pas di acara kelulusan
Bangga gak sik punya teman seperti Ibu LQ ini??!
Mudah2an teman2 pembaca ikutan bangga ya dan termotivasi buat seperti teman kita ini!!