Realita

Tempat Duduk Terbaik

Waktu di Indo, masalah tempat duduk oke saya cuma tahu kalau nonton bioskop, opera, teater dan pertunjukkan2 lainnya yang pakai bayar lah. Tahunya ya karena harga tiketnya suka beda (kecuali bisokop ya).

Kayak bulan lalu dapat tiket gratis nonton Broadway kursi kami H17-18..asi banget karena dekat dengan panggung. Bandingkan dengan Orkestra HH misalnya, yang jauh di belakang.

Saya juga baru tahu tentang “best seat” di pesawat terbang , yaitu dibagian emergency exit karena dapat ruang kaki lebih luas, tapi juga harus mau nolongin penumpang lain saat keadaan darurat.

Nah pas di Amrik, dikasih tahulah saya kalau ternyata di rumah makan dan acara kawinan ada istilah best seat juga.

Kalau di acara kawinan disini, tamu2 itu semua duduk rapi di meja bersama tamu2 lain untuk makan sajian di kawinan. Semakin meja kita jauh dari pengantin, semakin kelihatan status kita ke si pengantin. Status dalam arti “kedekatan” saja sik, bukan $$. Jadi ya teman2 dekat si pengantin dapat meja paling depan dan seterusnya

Kalau di rumah makan, saya cuma mikir ogah dekat kamar mandi (karena pesing/hawa kamar mandi, bawaan dari Indo sik).

Atau mungkin kalau pas ke rumah makan yang pemandangannya oke, ya saya pilih dekat jendela supaya bisa lihat pemandangan. Atau dulu pas jaman masih gabung sama orang merokok, saya pilih di bagian gak merokok. Lebih dari itu saya gak repot.

Tapi ternyata ada hal lain, yaitu kitanya “menghadap” kemana.

Konon (saya bilang konon karena saya gak terlalu pusingin masalah ini), view paling oke itu kalau kita lihat seliweran orang2. View paling gak oke kalau kita lihat tembok.

Bawah sadar saya, sepertinya milih kursi dimana saya bisa rumpiin orang2 🤭 atau dulu pas muda ya supaya bisa ngecengin orang kali ya?

Tapi jujur saya gak jadi HARUS SELALU duduk di kursi yg paling oke atau ngotot minta kursi yang paling oke.

Karena buat saya, kalau acara makan, apalagi makan “intim” dalam arti cuma bedua, saya ya niatnya kan menghabiskan waktu dengan si yang bersangkutan tho? Ngobrol dengan siapa yang ada di depan saya.

Mungkin saya bodoh ya berpikir senaif ini.

Orang lebih sering melihat saya sebagai “tu kan dia lagi2 duduk di kursi yang paling oke!”

Padahal kalau diminta tukar, saya gak masalah deh.

Karena ya itu, wong saya sendiri gak “ngeh” sama yang namanya best view seat.

Capek ya kalau suka dianggap orang sebagai Ms Selalu Mau Yang Paling Oke.

Ah. Andai saya gak usah tahu masalah kursi menghadap mana seperti ni, karena yang ada saya jadi senewen kalau pas makan di resto, bukannya menikmati jadi malah bingung.

Buat saya tempat duduk terbaik ya saat saua duduk sama orang yang menikmati keberadaan saya disisi mereka. 

Act Of Pastry

Judul wis ngawur . Gak apa2. Abis gak nemu padanannya di bahasa Indonesia.

Pasangan saya saat ini orangnya frugal. Gak terlalu suka sama yang namanya belanja2, makan luar. Bagian gak suka makan luarnya lebih karena dia sendiri suka masak, dari mulai pizza sampai belajar bikin roti bao, ramen, nasi goreng, sate, rendang sama saya.

Nah sementara saya gak suka masak, suka belanja dan senang jajan alias makan di luar

Dia sempat kesal karena saya sering merengek-rengek minta ngopi setiap pagi pas saya lagi sama dia. Dia gak ngerti kenapa saya kudu ngopi diluar (baca pesan cappuccino) sementara dia punya mesin pembuat espresso terkini.

Dia juga sempat gak ngerti kenapa saya termehek-mehek pas nemu toko roti yang jual roti asin (savory). Jadilah saya jelaskan alasan di belakang obsesi saya sama cappuccino dan savory pastry .

Dia juga jelasin kalau dia sangat suka masak apapun buat saya kalau saya lagi sama dia. Kalau saya minta makan luar, dia merasa saya gak suka makanan bikinannya atau gak di”anggep” bisa buatkan saya makanan enak.

Sejak dia tahu kenapa saya suka sama roti asin, dia dengan manisnya suka bawakan saya roti pas saya kerja di akhir pekan untuk saya makan pas jeda 15 menit.

Sebelum saya sama dia dia, saya gak pernah ngeh “hal-hal kecil”seperti yg buat saya ternyata berarti banget.

Alias ya saya ngerasa di perhatikan sama dia dan juga saya jadi ngeh kalau keinginan dia buat masak ini itu buat saya itu bagian dari Act of service gitu istilahnya.

Imut banget gak siiikk??!🥰

Cari Diskon di Amerika

Sejak tinggal sorangan dewe, yang namanya pengeluaran harus diperhatikan banget.

Saya mau mulai seri baru ah. Cari diskon di Amerika gitu…bukan ngumpulin kupon ini itu sik, cuma ya bagi2 tip yang saya sendiri terapkan sehari-hari saja.

Jadi banyak supermarket2 di Amrik punya program yang namanya Fuel Points. Biasanya supermarket2 besar sik. Yang saya tahu itu Giant Eagle di Ohio, Kroger di Ohio, Kentucky. Trader’s Joe dan Whole Food setahu saya tidak punya program ini ya.

Saya baru tahu fuel points ini waktu tunggal di OH, di negara bagian sebelumnya saya gak kenal istilah fuel points.

Jadi intinya ya setiap kali kita berbelanja di supermarket ybs, kita dapat poin.

Nah poin2 itu oleh supermarket dikonversi ke potongan harga bensin per galonnya, 100 poin = $0.10. Ihhh masa cuma 10 sen ? Sedikit sekali??! Memang sih kayaknya sedikit ya? Tapi kalau kita memang sering belanja di tempat yang sama, poin ini lama2 jadi bukit loh!

Kemarin saya dapat potongan sempati $0.60, harga bensin yang tadinya $2.79/galon, jadi cuma $2.19/galon kalau di kalıkan dengan kapasitas tangki 20 galon misalnya, kita irit $12 loh.

Selain belanja barang2 lebutuhan sehari-hari di supermarket, kadang supermarket kasih promo gitu, misalnya beli gift card dapat tambahan point 2x lipat, atau isi survey, dapat 50 point ekstra.

Coba saya pengen dengar cerita teman2 . Ada yang bisa kumpulkan point banyak gak?

Musim Gugur

Mungkin teman2 yang gak terbiasa dengan 4 musim bertanya2 kenapa banyak orang2 yang tinggal di negara 4 musim, pas datang musim gugur seperi “mabok kepayang?”

Saya pribadi pas awal-awal tinggal di Amrik, gak terlalu terpukau dengan musim gugur ya. Secara tinggal di negara bagian yang lebih di arah utara dimana vegetasinya kebanyakan pohon cemara yang gak berubah warna.

Nah pas pindah ke negara bagian lain yang lebih di tengah2 (Midwest) istilahnya dan jalan-jalan ke negara2 bagian lain yang vegetasinya pepohonan yang riuh rendah warnanya pas musim gugur, naah…baru deh saya kena mabok kepayang sama si musim gugur.

Selain cuaca adem dibanding musim panas yang puanaaasnyaa bisa bikin sumuk abis, musim gugur alam seakan akan jadi lukisan. Semburat jingga, kuning, ungu, hijau, merah  bisa kita nikmati.

Sejak tahu betapa indahnya musim gugur, masuk bulan Oktober saya tiap akhir pekan sibuk perhatikan perubahan warna daun dan usahakan hiking di alam. Kadang puncaknya perubahan warna pepohonan terjadi di pertengahan bulan, kadang di minggu ketiga, kadang lagi malah setelah Halloween

Akhir pekan ini kota saya sepertinya puncak perubahan warna2 daun lagi happening.

Hari Sabtu sempat berkendara ke kota sebelah dan pepohonan sudah banyak yang berwarna warni.

Hari ini saya jalan di sekitar rumah pacar…sempat foto pohon ini.

What a magnificent color!

Toilet Naik Derajat

Hari ini saya pergi ke Homegoods, ceritanya mau cari mangkok ramen eh, malah nemu bidet. Sudah lama kepengen banget cari bidet cuma gak jadi beli. Soalnya gak murah juga.


Tapi ini koq saya sanggup beli lah. $24.99 dan juga lokal..maksudnya kalau gak pas di toilet saya, saya bisa kembalikan tanpa repot.
Belilah saya. Ternyata butuh beli selang tipe yang berbeda, karena selang toilet saya tidak fleksibel, gak bisa di bengkokkan.


Sudah itu saja sih.


Setelah selang diganti, jadilah toilet saya sekarang lebih beradab.

Wuih…rasanya asli lebih bersih.

Merek bidet yang saya beli itu Poddi.

Isinya cuma 2 bagian; selang buat saluran air ke bidet dan bagian bidet nya sendiri yang cukup diselipkan di bawah dudukan toilet.

Tombol pengatur bidet, kalau diputar ke kiri buat pipis, kanan buat poo.

Gampang koq masangnya.

Teman saya yang bule nanya.

“Kalau fungsinya buat hemat toilet paper setelah di siram air, gimana mengeringkan?”

Saya jawabnya. Buat saya sik lebih ke lebih bersih pas bab ya?

Menurut teman2 gimana?

Pilih bidet atau pilih toilet paper?

Jalan-jalan ke Alam Yuk

Seperti tahun2 kemarin, setiap saya ultah, saya maunya itu jalan-jalan ke air terjun.

Tahun ini, saya pilih ke Ashville, North Carolina , yang saya sudah pernah kunjungi 2 kali. Memang Ashville dan sekitarnya ini boleh dibilang biangnya air terjun deh. Saya sudah ke sini ketiga kalinya pun masih banyak air terjun- air terjun yang belum saya kunjungi.

Setelah riset lewat IG, saya pilih ke air terjun Catawba  dan air terjun Linnville.

Agak beda sedikit dengan tahun2 sebelumnya, kali ini saya pilih pergi 1 minggu sebelum ultah saya, yang jatuhnya bersamaan dengan hari kemerdekaan Amrik.

Yang ada harga penginapan kena harga liburan. Ya gimana lagi, soalnya pasangan saya gak bisa ambil cuti lama pas ultah sayanya.

Kami pilih menginap di kabin 2 kamar  di Laurel Mountain Retreat.  Sebetulnya lokasi penginapan agak2 jauh dari lokasi air terjun yang kita mau, tapi ya sudahlah pusing nyari2 tempat lain yang ngebolehin bawa anjing.

Enaknya kabin kami ini komplit ada dapur dan mesin cuci baju. Kayak studio gitu lah

Yang agak gak enaknya jarak kabi kami dengan kabin tetangga deket banget, jadi bisa denger mobil tetangga , atau mereka ngobrol rame2 di luar.

Kami baru pergi hiking hari kedua, tujuan kamu afalah ke air terjun Catwaba. Air terjun ini baru dibuka lagi tahun ini setelah 2 tahun di perbagus fasilitas trail nya. Saya gak tahu kayak apa sebelumnya, yang jelas nemu di IG kayak gini

Catawba Falls

Keren gak sik??!! Pas lihat postingan ini saya sempet mikir…haduhh 580 anak tangga! Mana saya kuat ya? Apalagi bawa anjing….🤔

Pas sampai di lokasi, di trail head ada 2 pilihan ni. Jalur sungai atau jalur berbukit?

Kami pilih jalur sungai, selain lebih pendek jaraknya, pikir kami kan jalan sepanjang sungai lebih enak?

Ternyata benar, jalan sepanjang sungai cuma sekitar 1.1 mil…

Sampailah kami di bagian bawah dari air terjun Catawba.

Ada cascade kecil dengan kolam dimana pengunjung bisa main air

Sementara si air terjunnya sendiri tinggi menjulang dengan beberapa air mengalir dari berbagai penjuru. Asli keren deh!

Si air terjun Catawba

Tapi juga yang bikin hati saya kecut adalah pas lihat tangga menjulang disisi kanan air terjun! Alamaaak!! Kami di dasar 580 anak tangga!?!??!

Naik enggak? Naik enggak?

Saya putuskan kami akan terus naik si tangga, tapi pelan2 saya ya. Kata saya ke pasangan saya. Gak usah ngoyo. Kalau yang sanggup ya balik turun saya.

Enaknya banyak tempat2 ngaso disediakan buat pengunjung yangutuskan buat menaiki tangga. Baik itu tempat ngaso buat menikmati pemandangan air terjun, atau bangku buat istirahat.

Gak bohong, saya sempat ngerasa cuapeek banget, malah sempat berasa mual. Mana cuaca sudah mulai menyengat dan juga anjingku sayang kelihatan kelelahan juga.

Cuma saya paksain jalan. Akhirnya kami sampai di overlook.

Overlook. Saya disini udah klenyengan banget, gak berani lihat ke jurang karena lagi oleng
Mejeng di overlook padahal mau matiii rasanya

Dari overlook masih 300 anak tangga lagi untuk kita sampai ke bagian atas air terjun

Haduhhh.mau nangis rasanya. Cuma udah segini gitu loh? Balik atau terusin sama banyaknya??!

Jadilah dengan nafas ngos2 an kamu terus mendaki. Eh grup keluarga di depan kita berhenti karena melihat ada pendaki yang “tertidur” di bangku.

Ada apa kami tanya? Gak tahu juga? Apa dia istirahat atau pingsan? Cuma koq gak bisa kita bangunkan?

Duh? Gimana dong? Kami ngeh kalau si pendaki yang “tertidur” itu orang yang motret kami pas di overlook. .Kita semua coba bangunkan dia lagi. Takutnya di pendaki ini dehidrasi gitu. Dan tetap gak bamgun2.  Pasangan saya ambil icepack dari ransel sebagai usaha terakhir membangunkan dia. Masih belum bamgun juga?Akhirnya kita putuskan untuk panggil 911. Pas saya sudah tersambung dengan 911, si pendaki terbangun! Icepack saya sepertinya mengagetkan sistem dia. Uh. Syukurlah. Kami berikan si pendaki snack bar kami juga. Si pendaki akui kalau dia gak pernah hiking  sebelumnya

Haduh mbaaaak. Kalau gak biasa hiking janganlah ambi 580 anak tangga?! Saya yang tiap hari jalan 1 mil, pakai tongkat trekking, pakai knee brace aja mau matiiii!!!

Setelah tahu si pendaki ini akan baik2 saya, somehow saya dapat dorongan energi buat meneruskan perjalanan.

Akhirnya sampailah kami di upper falls Catawba.  Saya nyemplung di kolam…segar rasanya ( saya memang sengaja pakai baju renang sebagai dalam baju saya, celana panjang saya juga celana yang cepat kering bahannya)

Muka kecapekan di Upper Falls Catawba
Upper Falls Catawba

Balik ke tempat parkir, kami ambil jalur bukit yang ternyata tetap capek ya meskipun sebagian besar trail itu menurun. (Gak kebayang kalau kami pilih jalur ini di awal)

Selesai petualangan hari ini!

Sampai di kabin, saya berendam merilekskan si kaki di hottub!

Sampai besok yaaa

Tulisan Pendek: Estate Sale

Saya gak tahu terjemahkan Estate Sale ke bahasa Indonesia?

Intinya Estate Sale adalah penjualan barang2 seseorang setelah ybs meninggal dunia.

Biasa kan setelah seseorang meninggal, harta gono gini, pembagian warisan dsb.

Estate sale ya lokasinya di rumah almarhum.

Bedanya dengan garage sale ?

Kalau garage sale barang2 yang dijual terbatas dan di taruh di garasi rumah doang, dan biasanya barang2nya relatif baru lah.

Sementara kalau estate sale boleh dibilang semua barang2 di rumah almarhum ya buat dijual, dari mulai peralatan dapur, tempat tidur, baju. Semua deh dari A sampai Z!

Dan ya pengunjung keluar masuk rumah, dari kamar ke kamar. Dan biasanya barang2 di estate sale, vintage gitu.

Hari ini saya iseng2 pergi ke estate sale,  secara dekat tempat tinggal saya juga dan memang mau cari pot bunga, nampan kaca, vas bunga dan mangkok2 buat pot2 saya

Sepertinya ini estate sale ibu lajang. Barang2nya ya barang2 perempuan lah. Baju2, hiasan rumah, buku2 masak, tas, ikat pinggang, perhiasan, topi, peralatan dapur, hiasan rumah.

Ada jaket kulit yang keren ih..cuma untung gak muat..🤣  . Dihargain $75.

Hari ini, hari Minggu hari kedua estate sale, karena sudah berlangsung dari hari Sabtu, tapi saya gak mampir karena kerja.

Enaknya pergi di hari terakhir, harga barang2 jadi cuma setengah harga, gak enaknya ya banyak barang2 yang sudah terjual ya.

Saya beli vas bunga kecil, pot bunga kaca dengan peralatan berkebun mini,  2 botol kaca (yang biasanya orang2 sini palai buat minyak dan cuka, tapi saya mau pakai buat cairan pencuci riasan wajah) dan rantai kalung (yang sama seperti yang saya punya, cuma punya saya sudah patah).

Dari botol minyak dapur saya isi cairan pembersih muka di taruhnya di kamar mandi

Total pembelian saya $5.50.

Kadang ya mampir di estate sale seperti ini suka bikin saya mikir juga loh…

Waduh ternyata barang2 yang seseorang tinggalkan saat mereka meninggal itu banyaaaaak ya??! Padahal rumah si almarhum gak gede2 amat , 2000 sqft atau sekitar 186 m2.

Saya gak yakin semua barang2 akan semua terjual.

Ya kali kita yang masih hidup kudu lebih mawas diri kali yaa…jangan terlalu konsumtif, bisa bikin repot orang lain juga lohh.

Di Indonesia ada gak sih yang namanya estate sale?

Shakespeare di Taman

Setiap tahun di kota Louisville, Kentucky ada acara yang namanya Shakespeare in the Park.

Bertahun2 saya tinggal disini baru kali ini saya datangi acara ini. Intinya ya pertunjukkan karya2 Shakespeare di panggung terbuka di taman kota, Central Park.

Saya sengaja pilih cerita Romeo & Juliet yang klasik kan dan sudah familiar dengan jalan ceritanya. Secara gitu Shakespeare, live pula. Kalau gak tahu ceritanya bisa2 saya bengong kan.

Si penyelenggara gak cuma mainkan cerita Romeo & Juliet, ada cerita2 lainnya yang mereka gantian mainkan

Yang saya senang dari lokasi ini adalah;

1. Gratis

2. Tempat duduk tersedia banyak, selain tempat duduk taman, meja piknik, pengunjung juga bisa bawa kursi lipat sendiri dan pilih lokasi

Panggung dan tempat duduk

3. Ada toilet di taman. Bukan cuma portable potty

4. Ada truk2 makanan buat pengunjung beli makan. Dan meskipun ada truk makanan banyak pengunjung yang bawa makanan minuman sendiri.  Dan truk makanan ini gak selalu sama. Hari ini truk makanannya burger, mediteranian dan cheese cake

Truk Makanan

5. Buat yang suka minum, ada bar

6. Boleh bawa anjing.

Kualitas pertunjukkan nya gimana?

Setiap pemain punya microphone masing2, jadi lumayan kedengeran.

Karena saya belum pernah nonton pertunjukkan tipe seperti ini, jadi saya gak terlalu tahu masalah kualitas pemain sih ya.

Yang jelas sih saya senang2 saja. Nonton pertunjukkan seni selalu menarik.

Mas Romeo lagi ngerayu Juliet
Acara dansa dansi
Mas Romeo ketemu Juliet
Suit..suit..Mas Romeo cipokan sama Juliet

Dan juga saya lihatnya, dengan kita pergi ke acara2  seperti ini, pikiran / otak kita dibuka untuk mengalami sesuatu yang beda dengan kegiatan sehari2, yang konon bagus buat kesehatan otak.

Gak ada ruginya kan? Gratis. Terhibur. Bikin wawasan lebih luas!

Mati Listrik!

Jam 2.20 an, hari ini lagi asik2 dengerin lagu di TV, eh koq lampu kamar mandi kedip2 ya? Beberapa detik kemudian..blas…mati.

Lhaaa…mati listrik??? Yang bener?! Sejak tinggal di sendiri, saya gak pernah ngalami mati listrik. Memang Alhamdulillah daerah saya lumayan jarang kena mati listrik meskipun habis kota habis kena badai..

Memang semalam, kota saya kena hujan besar dengan angin kencang 80 mil/jam. Saya pas lagi gak di rumah. Badainya cuma 20 -30 menit.

Tapi pas kita keluar, berasa gimana kencangnya itu angin.  Pagi2 pas kita jalan olah raga  ke taman dekat rumah..wuih pohon2 tumbang di sekeliling taman.

Ini pohon batangnya kelihatan besar loh, tapi tumbang
Gak kena si lampu,🫢

Lha..badai kemarin koq mati lampunya sekarang? Yang paling repot masalah isi kulkas kan??!

Saya keluar, tetangga juga pada keluar, nanyain hal yang sama.

Cek peta mati listrik . Waduh..memang sekomplek dan sekitar kita mati. Pas saya text buat cek kondisi..jawabannya

Haaaa??!! Listrik baru nyala lagi hari Rabu??? Gimana makanan2 ??

Cek tempat anak tinggal. Oh ternyata tempat mereka gak mati. Ya sudah berarti bisa kasih makanan ke dia.

Cek tempat kerja (ada kulkas soalnya). Mereka aman. Ok. Langsung aku text bos. Kasih tahu kondisi.

Cek teman yang suaminya kerja di perusahaan listrik. Dia mau bawain aku cooler gede buat masukkin makanan, buat bawa ke tempat teman saya di kota yang listriknya gak mati.

Langsung ngepak laptop buat kerja, baju buat kerja di tempat kedua.

Jam  4 lampu nyala!!! Pas temen saya juga dateng dengan cooler nya!! Seperti ya mati lampu daerah kita buat memperbaiki daerah2 yang lebih parah.

Puiiih…Alhamdulillah banget!! Saya jadi gak usah ngerepotin orang ngungsi ke sana ke mari.

Saya text teman kerja yg juga tinggal di Louisville. Ya ampun dia juga kena mati lampu dan belum nyala lagi!

Saya tawarin dia buat kerja di tempat saya kalau dia mau (kita kerja dari rumah).

Karena saya berasa banget paniknya pas listrik mati. Bingung makanan. Bingung mau kerja gimana. Bingung tidur gimana?

Sekali lagi Alhamdulillah bangettt..mati listrik tempat aku gak lama2.

Beneran ih…hidup sendiri itu susah juga ya?!!

Belajar dari teman saya, dia bilang kalau dia langsung beli es beberapa kantong yang lalu dia taruh di kulkas, buat mendinginkan makanan sementara.

Repot banget yaaa kalau listrik mati!

Semoga temen2 gak ada yang harus mengalami mati listrik lama.!

Tidak Seindah Yang Dibayangkan

Apa tuh?

Ya  kehidupan imugran Indonesia di Amrik gitu…..

Maunya kan kita berfikir kalau tinggal di Amrik itu

Asik punya pasangan bule, kaya, romantis, bisa jalan2, punya anak blasteran pasti kece, gak usah kerja, kalau tho kerja gaji dolar dong.

Imajinasi tersebut juga didukung dengan postingan2 di berbagai media sosial kan.

Foto2 sana sini di tempat plelisiran. PDA, pamer barang2 yang dibelikan pasangan dari mulai tas LV sampai mobil Porsche. 

Karena memang yang “laku” ya hal2 seperti itu juga kan?

Saya pun pas kawin sama orang bule Amrik ya gak mikir yang susah2. Meskipun saya gak mikir segitunya, tapi memang jujur saya gak “ngeh” akan kesulitan2 yang akan saya alami.

Nah makanya disini saya mau cerita tanpa tedeng aling2 tentang hal2 yang gak selalu manis dan bahkan seringkali menyakitkan.

Teman2 siap bacanya?

Yukkk….

MUDIK KE INDONESIA ITU TIDAK DIJAMIN

Maksudnya? Ya tidak semua dari kita bisa selalu mudik teratur.

Loh gimana? Kan mau tengok keluarga? Orang tua? Iya bener. Idealnya mudik setiap tahun gitu kan? 3 bulan lamanya.

Saya gak bilang kalau itu mustahil loh ya. Saya pribadi kenal beberapa orang Indo yang bisa mudik ke Indo ibarat pergi ke Bandung dari Jakarta.

Tapi kalau saya lihat2, golongan seperti itu cuma segelintir. Kebanyakan ya gak bisa.

Selain saya sendiri juga mengalami kenyataan ini, saya perhatikan banyak teman2 lain mengalami hal yang sama juga.

Banyak hal ya yang bikin kita gak bisa mudik segampang itu.

Masalah klasik pertama ya soal duit lah. Lagi2 kenyataannya pasangan bule kita gak semuanya tajir atau pintar kelola uang atau rela menghabiskan uang buat mudik si pasangan Indo.

Contoh saya. Sudah di Amrik 18 tahun lebih, saya cuma bisa mudik 2 kali. Dan semuanya saya harus nabung jauh2 hari.

Mudik pertama, anak masih bayi, tiket masih murah. Semua gaji kerja 3 bulan saya simpan buat beli tiket.

Mudik kedua, beli tiket itu dari hasil kerjaan saya yang kedua. Saya minta jam kerja di tambah dan seluruh pemasukan ya buat beli tiket.

Saya bisa kumpulkan SELURUH gaji karena saat itu saya ada pasangan yang membayar biaya kehidupan sehari2.

Kebayang kan kalau kita nya lajang atau orang tua tunggal. Atau punya anak banyak.  Berarti harus beli tiket lebih banyak dong.

Dan juga pengeluaran bukan cuma di tiket saja kan? Harus mikir biaya pas di Indonesia juga.

Gak semua dari kita punya keluarga di Indonesia yang bisa buat tempat menginap atau traktir kita selama di Indo kan. Artinya harus mikir biaya akomofasi, transportasi, makan, hiburan.

Masalah klasik kedua adalah waktu.

Kalau kitanya tidak kerja kantoran, mau cuti berbulan2 ya gak masalah ya. Tapi kalau kita pribadi ataupun pasangan kita kerja, rata2 pegawai disini cuma dapat libur 2 minggu.

Belum lagi kalau punya anak2 usia sekolah, kita harus atur waktu pas mereka libur sekolah. Yang berarti juga harga tiket bisa jadi lebih mahal, karena pas musim liburan.

Mau ambil cuti lebih dari 2 minggu mungkin bisa kalau kita sudah bekerja bertahun2, beberapa perusahan memberikan jatah luburan lebih banyak atau bisa juga ambil cuti tapi resikonya gak dibayar. (Di Amrik , beberapa perusahaan memperbolehkan pegawainya mengambil unpaid leave artinya ya boleh cuti tapi gak digaji)

Mudik kedua kali karena saya kerja dan anak usia sekolah, saya cuma bisa pulang 2 minggu. Saat itu anak saya masih di SD, jadi bolos 2 minggu masih gak “ngefek” lah.

Itu pun saya harus minta ijin dari sekolah anak saya.

Masalah2 lainya?

Dua hal diatas sik yang paling utama kalau saya perhatikan. Kendala2 lain yang mungkin kita2 hadapi bisa dari pasangan yang gak memperbolehkan kita pergi sendiri sementara ybs gak mau pergi bareng kita.

Alasan phobia lah, cemburu lah. Bahkan ada loh saya pernah dengar cerita kalau pasangan si bule gak suka kalau kitanya mudik. Jadi dilarang gitu? Sedih kan?

Jadi gimana dong kalau saya mau mudik teratur?

Saran saya

Kalau belum nikah nikk..coba diskusikan masalah mudik ini. Lihat reaksi si bule.

Kalau sudah nikah dan tinggal di Amrik, ya  ya menabung lah.

Kalau teman2 bekerja, coba nabung minimal $50 tiap gajian.

Kalau teman2 ibu rumah tangga , punya akses ke rekening bersama ya sama, nabung juga. Sisihkan tiap kali pasangan yang bekerja gaijan.

Sekian dulu tulisan saya kali ini.

Kenyataan2 pahit lainnya akan dilanjutkan si tulisan berikutnya yaaaa….