suka duka

Psikologi

Kalau saya boleh milih jurusan pas kuliah ni….saya sebetulnya tertarik sekali dengan psikologi.

Tepatnya ke masalah mental, kejiwaan seseorang dimana kepribadian seseorang terbentuk.

Saya suka mikir, eh kalau tiap bayi dikasih chip yan merekam kejadian yang dialami hingga mereka mencapai usia 18 tahun, bisa kali kita cari akar permasalahan seseorang?

Tapi apa daya, emak saya tipe emak Asia yang “kalau bukan insinyur bukan anak saya”, jadi ya saya masuk jurusan teknik Sipil. Asli berasa banget dungunya!

Tapi ya namanya jaman itu ya..mana bisa membangkang sama ortu, meskipun saya ada jiwa ngeyelnya tapi kalau yang namanya masalah sekolah, saya nurut deh

Nah, karena saya banyak mengalami masalah2 emosi, depresi, kesedihan berlarut-larut, kegagalan hubungan, saya kan jadi pakai jasa terapi, kembalilah saya ke kesenangan saya pas muda, ilmu psikologi.

Hal yang saya baru2 ini sangat tertarik adalah masalah wounded inner child.

Buat saya masalah ini menarik banget buat memahami pamdangan orang lain atau alasan kenapa seseorang berbuat sesuatu.

Konon dari yang saya baca dari isu wounded child berlanjut ke tipe attachment kita. Saya juga lagi baca audiobook buat lebih memahami dua topik ini dan ya lebih memahami diri sendiri juga sik.

Maklum ternyata saya bawaan oroknya itu self aware banget. Ada bagusnya ada enggaknya. Ini mah cerita  buat di tulisan berikutnya kalo ya?!🤭

Dan thank God akan teknologi cookie yang memantau kesukaan saya,  saya nemu reel ini , yang sebetulnya iklan dari app kesehatan mental.

Gak cukup saya repost, saya sampai screenshot satu satu. Kenapa gitu? Karena utasan ini berasa banget dengan apa yang saya sedang rasakan dan coba mengerti saat ini

Ya jujur koq saya akui saya wounded. Boleh dibilang ya kita semua atau minimal sebagian besar dari kita itu  terluka ya?

Ya gak apa2, bukan berarti kita gagal sebagai individu koq

Berarti kita manusia. Dan kita bisa koq menyembuhkan luka hati ini

Dan luka hati ini dialami baik perempuan maupun laki2 ya.

Tapi…tapi…luka hati bisa disembuhkan kalau kita sadar kita punya luka. Dan ada keinginan kuat untuk menyembuhkan.

Dari yang saya baca2, sebagian besar dari kita gak sadar akan luka hati ini.  Kita lebih pilih untuk berpura-pura gak pernah terluka. Lebih pilih untuk mengacuhkan. Yang paling “parah” sebagian besar dari kita lebih pilih untuk……menyalahkan pihak lain.😭

Yang terakhir itu yang paling menyesakkan deh.  Karena saat kita PILIH untuk menyalahkan orang lain, bukan hanya kita mengacuhkan luka kita sendiri, tapi kita juga menambah / menguak luka lama seseorang.

Yuk. Berhenti menyakiti diri sendiri dan orang lain.

Belajar mindful, awareness jelas gak gampang.

Seperti juga IQ kecerdasan, IQ emosional mungkin juga gak semua orang akan setingkat “dewa” ya.

Tapi ni…kalau saya bilang sik, bedanya dengan IQ kecerdasan yang bisa MeNToQ, tingkat intelejensia emosional bisa lebih ditinggikan levelnya?

Eh sok tahu deh.

Kalau saya pribadi sik mau ya jadi orang dengan tingkat IQ emosi tinggi.

Jurnal Pramenapouse

Badan agak berasa kurang enak. Saya pesan vitamin untuk saya ambil di Target. Sengaja saya pilih pick-up karena bisa irit waktu, tinggal ambil

Sampai di Target , ada satu mobil sudah di parkiran pick up gak berapa lama datang mobil lagi disebelah saya.

Saya sudah tandai kalau saya sudah di parkiran. Tunggu punya tunggu, petugas Target datang, layani mobil sebelah saya dan depan saya. Lha orderan saya kemana?

Tunggu lagi. Di App terlihat nota darti Target  Maaf Harus Menunggu. Akhirnya ada mobil baru datang. Petugas Target datang lagi, lagi2 saya hampir dicuekin. Untungnya saya panggil.

Halah ternyata ada kesalahan teknis. Orderan saya entah gimana hilang disisi mereka?

Tadinya saya mau marah2.  bitching. Tapi saya bilang ke diri saya sendiri. Bukan salah si petugas kan? Yang penting dia sudah ketemu order saya.

0-marah. 1- damai.❤️

Lanjut balik ke apartemen untuk kembali bekerja. Tiba2 ditengah-tengah bekerja, saya pengen nangis.

Entah apa karena saya memang sedang galau juga atau karena hormon atau kedua-duanya?

Thinking traps tiba2 memenuhi benak saya. Ini itu gak jelas. Saya tahan emosi ngawur hingga rapat mingguan dengan tim.

Setelah selesai rapat, saya bawa anjing saya jalan. 1 kilo. Cuma sekedar keliling 2 blok istilahnya. Tapi saya legowo

0-perasaan depresi 1-perasaan lega

530 an selesai kerja. Saya putuskan untuk membereskan dapur. Ah. Lega.

Hampir mau doom scrolling sambil nunggu webinar tentang investasi. Gak ah. Ambil 2 kotak Lego bunga yang sudah nangkring berbulan-bulan belum juga dibangun.

Sambil dengarkan webinar, sambil bangun Lego bunga.

0-nemumpulkan otak 1-mengasah otak.

Terasa sekali ada kepuasan di diri saya. Ketangkasan tangan saya terlatih sedikit. Pengetahuan bertambah sedkiti.

“Pelan2 ya sayang” bisik saya ke diri saya sendiri 

“Pelan2 kamu belajar mengatur tingkat intelensi emosi kamu supaya lebih baik”

Jurnal Pramenapouse

Minggu malam, November 16, 2025, sebelum tidur sudah minum magnesium seperti biasa.

Jam 2 pagi terbangun. Dan gak gampang untuk balik tidur lagi sementara ini kan hari Senin, saya mau ke kantor.

Akhirnya bisa tertidur lagi setelah 1 jam-an berusaha.

Bangun jam 630 an.

Untunglah beban kerja minggu ini sudah setengahnya saya selesaikan minggu lalu.

Berhasil berangkat pada waktunya

Di jalan hampir di tabrak mobil. Alhamdulillah waspada.

Sudah tiba di kantor. Mulai bekerja.

Mudah2an hari ini berlalu dengan baik❤️

Pojokan Kalem

Jadi ni..salah satu gak enaknya tinggal di negara 4 musim, adalah masalah pengungsian tanaman dari teras ke dalam ruang

Nah masuk bulan Oktober tahun ini, suhu udara cepat menurun. Jadilah saya harus masukkan tanaman2 saya ke dalam ruang. Tahun lalu saya telat masukkin tanaman2 saya, yang ada banyak yang mati…😭. Ugh. Nyesel banget. Makanya tahun ini saya lebih was was memperhatikan cuaca

Masalahnya ruang yang kena matahari di apartemen saya itu cuma sedikit sekali. Harus putar otak cara penempatannya supaya semua tanaman bisa masuk.

Kebetulan kapan itu, saya lihat tetangga atas saya mau buang rak/meja. Terus saya bilang. Eh mau dibuang ya? Buat saya saja boleh?. Dan ternyata mereka membolehkan. Saya tahu banget rak tersebut akan saya gunakan untuk menaruh tanaman2 saya.

Dan ternyata rak yang gak seberapa besar itu muat untuk kurleb 12 pot tanaman. Tanaman2 lainnya ada yang saya gantung, ada yang saya taruh di kursi lipat (yang juga di ambil dari tempat sampah apartemen) , taruh di bangku dekorasi.

Untuk mengakali sedikitnya sinar matahari , saya memang pakai grow light. Ini juga harus diakali penempatannya. Yang jelas ruang vertikal benar2 saya manfaatkan, ya untuk gantung tanaman maupun menggantung lampu2.

Saat ini boleh dibilang “hutan” kecil saya sudah komplit. Hampir semua tanaman2 yang harus masuk, sudah masuk. Lampu2 sudah ditempatkan sedemikian rupa supaya semua tanaman mendapatkan cahaya tambahan selain cahaya matahari dari pintu teras.

Tanaman2 saya selain berwarna hijau, ada yang daunnya berpigmen putih dan merah jambu hingga keunguan /merah anggur. Saya juga isengnya kumat, menyelipkan boneka2 binatang kecil di sela2 tanaman2 saya. Whimsical banget lah.

Yang pasti saya tu senang banget dengan “hutan” kecil saya. Setiap kali saya tengok, hati saya adem dan bahagia.❤️

Padahal cuma kecil banget gitu loh.

Eh  ternyata yaaaa.., dari segi regulasi emosi, memiliki pojokan kalem itu bagus untuk membantu kita menenangkan sistem saraf kita loh. Kebetulan koq nemu utasan di IG di bawah ini.

Jadi ternyata tanpa saya sadari “hutan” kecil saya itu pojokan kalem saya juga!

Teman2 ada yang punya pojokan kalem juga?

Miskin Itu …

Teman2 pembaca yang baik.

Saya mau bilang blak2 an ni:

MISKIN ITU GAK ENAK!

Mau miskin di Indonesia, di Amerika, di Jerman, di Inggris, di Australia, dimanapun, secara umum, kalau penghasilan kita dianggap dibawah tingkat kemiskinan negara, tetep gak enak. Mungkin cuma segelintir negara2 yang boleh dibilang gak ada penduduknya yang miskin.

Kalau ada yang komentar, tapi kalau di Jerman , Aussie kan dikasih bantuan sama pemerintah.

Iya bener, di banyak negara2 asing, pemerintah kasih bantuan. Dari mulai makanan, fasilitas kesehatan, alat2 sekolah dsb

Tetep. Miskin itu gak enak.

Hidup kita jadi terbatas. Pilihan gak akan sebanyak kalau kita gak miskin. Makanan yang kita masak mungkin gak akan banyak variasinya.

Mau belanja kebutuhan sehari2, uang yang kita bisa belanjakan ya tergantung jatah bantuan yang kita terima kan.

Jadi coba deh kita usahakan gak usah membanding-bandingkan penghasilan seseorang di LN dengan penghasilan di Indo.

GAK BISA!

Jangan komentar, miskin di Amrik masih bisa beli rumah, mobil, ada angkutan umum tersedia.

Rumah “murah” ya memang ada, tapi lingkungan tempat tinggalmu ya kemungkinan besar tingkat keamanannya rendah. Maksudnya? Bukan gak mungkin bakal dengar tembak-tembakan, kericuhan, pencurian, perampokan. Lingkungan sekitar gak terurus.

Seringkali beli mobil di Amrik itu menjadi KEHARUSAN karena??? Angkutan umum TERBATAS.

Di Indo, ada ojol, kereta, bis , bajaj, angkot, bemo, taksi.

Di Amrik gak semua kota menengah pun kota besar ada sarana angkutan umum yang bisa diandalkan buat wara wiri sehari-hari.

Sekali lagi ya.

Miskin dimanapun itu gak enak.

Tapi biar miskin kan lihat salju?

Percakapan Saya dengan Anak Saya

Semalam anak saya “ketiduran” di tempat saya. Besok paginya ternyata dia gak kerja , jadi balik lagi dia ke tempat saya.

Pas makan siang, saya bangunkan supaya dia makan siang karena saya sengaja masakkan dua potong paha ayam atas untuk dia.

Pas selesai makan, saya lihat tulang2 ayamnya masih “berdaging”. Saya celetukin.

“Duh kamu makannya gak :bersih”, masih banyak dagingnya itu! Sayang kan.:

Yang dijawab sama anak saya

It’s ok Mom..I know you grew up poor” (sambil bercanda tentunya, dalam arti dia bukan bermaksud menghina)

Saya ngakak sambil “nampol”, eh enak aja lu bilang g poor, g grew up privileged tahuuu”

…………….

Tapi dalam hati, saya jadi mikir juga. Eh apa bener ya saya “miskin” sampai ngelihat ada sedikit daging di tulang ayam saja rasanya gak rela?

Saya jadi celingukan lihat kiri kanan saya.

Sofa, meja makan, piring2 , lampu di ruang TV, pyrex semua itu pemberian teman2.

Saya juga gak rela buang2 toples kaca bekas yogurt, selai dll, saya pakai lagi jadi toples bumbu dll.

Ini barusan saya menggoreng krupuk, trus disimpan di kemasan bekas cemilan yg saya pesan dari orang Indo, karena kemasan dia bagus, kedap udara.

Saya suka sisihkan sabun2, sampo dari hotel buat “bekal” si anak kalau dia sudah siap tinggal sendiri.

Mungkin ada benarnya ya saya miskin?.

Mungkin lebih tepatnya saya pas-pasan, gitu ya? Atau ya berkecukupan?

Gak tahu juga sik.

Ada memang di suatu masa, saya benar2 harus irit dan gak belanja kebutuhan tersier sama sekali dan bukan cuma sekali ya. (Waktu saya masih tinggal dgn bapaknya si anak & dia kehilangan pekerjaan & wakti saya putuskan untuk berpisah & tinggal sendiri dengan pendapatan saya murni).

Jadi memang scarcity trauma saya pernah alami.

Tapi yang jelas sik…saya gak mau anak saya hidupnya lebih sulit dibandingkan saya.

Secara gitu loh. Seperti kata anak umur 8 tahun :

Saya kan hidup di Amerikaaaaaaa (sarkastik mode on!)

Jalan-jalan ke Boston: Tentang Hotel

Setelah kebanyakan rencana mau pergi kemana pas ultah di bulan Juli, akhirnya saya putuskan untuk pergi ke Boston, Massachusetts.

Selain karena MA adalah satu dari 15 negara bagian yang belum saya kunjungi, Boston boleh dibilang juga kota penuh sejarah.

Jadilah saya terbang ke Boston pakai Souhwest. Ambil pesawat paling pagi supaya punya waktu buat jalan-jalan di hari kedatangan.

Pas mendarat pemandangannya agak beda dibanding pas saya ke Houston atau pas ke New Orleans, kelihatan ruang air dari pesawat, gak melulu daratan. Jadi inget pas mendarat di Ngurah Rai , Bali.

Saya pilih menginap di hotel Hilton Park Plaza karena lokasinya yang strategis. Selain ada bis gratis dari airport ke halte yang cuma 1 blok, juga dekat ke stasiun kereta bawah tanah dan tempat-tempat wisata lainnya. (tinggal jalan kaki).

Konon hotel ini sudah beroperasi dari tahun 1927. Kamarnya memang kecil (kami pilih 2 tempat tidur)  tapi bersih dan nyaman. Kayaknya dirawat dengan baik ya.

Perjalanan menuju Boston, mulus, sesuai jadwal. Hal pertama yang kami lakukan, drop koper di hotel , karena kepagian belum bisa check in. Terus laper, kebetulan seberang hotel ada resto Logan Seafood. Kalau gak salah ada orang Indo komentar di Threads kalau ini ok tempatnya.

Ya sudah makan disitu, daripada pusing. Mereka ada menu maksi. Kami pilih calamari, lobster mac n cheese, crab rolls.

Kalau teman2 ke Boston, pasti akan sering lihat menu lobster deh, terutama lobster roll. Karena memang itu salah satu makanan umum di sini. Enak sik. Daging lobsternya gak pelit.

Pas lagi makan saya pas iseng nanya ngeliat ada minuman di bar. Eh malah dikasih gratis. Kebetulan memang kesukaan saya, sangria. Rejeki😉

Balik ke hotel buat check in. Dapat di lantai 11.  Pemandangan dari jendela kamar hotel lihat ruang terbuka. Lumayan oke lah.

Sama hotel saya dikasih satu voucher makan gratis karena saya bilang kalau trip ini trip ultah saya. Secara umum Hilton di lokasi ini kasih potongan $15/hari untuk tamu makan di resto mereka.

Si front desknya bilang. Kamu pilihnya makanan yang hearty ya buat treat yourself.

Saya nebus makanan gratis saya baru di hari kedua. Kebetulan anak saya bablas tidur, jadi saya makan sendiri. Saya pilih Steak Frites dan minuman purple rain. Asli enak sik.

Hari terakhir kami sarapan di hotel. Nah sistemnya itu bisa buffet $37/orang, atau pesan dari menu.

Buat teman2 yang gak makan 🐖, mending pesandari menu ya. Karena ada pilihan bukan 🐖 dan harganya lebih murah dari harga buffet.

Buffet nya lumayan lengkap sik. Ada 2 tipe sausage, 🐖 dan ayam kentang goreng, telur orak arik, roti dan teman2nya, buah2 an dan yang agak beda, ada  charcuterie.

Buah-buahannya ada semangka, cantelop, melon, nenas, stoberi, blackberry dan semuanya manis.

Yang saya gemes itu botol saus tomat, Tabasco dan jar2 selai roti..ya ampun imut!! Gemes!!

Catatan. Ini saya sudah kehabisan storage di WordPress, males deh kalau harus bayar lagi. Karena itu, saya taro foto2 di IG yang saya tautkan disini supaya teman2 tetap bisa lihat foto2

Pasar Loak

Jauh2 tinggal di Amrk bukannya bergaya pakai tas Tory Burch, Kate Spade, Coach dll, saya koq malah demen yang namanya jalan-jalan ke pasar loak, atau istilah bulenya Vintage Market/Flea Market.

Agak beda dikit dengan toko jual barang2 bekas seperti Salvation Army, Goodwill yang jualan barang2 dari donasi masyarakat , Vintage Market lebih ke pasar dimana banyak booth sewaan si pemilik barang yang naro barang2 mereka dan kasih harga seberapa yang mereka mau untuk dijual. Jadi seperti consignment.

Di kota saya ada lah beberapa toko seperti ini.

Yang serunya kalau ke toko-toko seperti ini saya koq jadi banyak nemu barang-barang yang mirip seperti ibu atau sanak keluarga di Indo punya.

Jadi bukan cuma belanjalah, tapi bernostalgia juga

Pernah saya iseng pergi buat cari figur gajah. Eh nemu ukiran gajah kayu buatan Thai, keren banget kan?.dan cuma $10.

Pernah lihat pembatas ruang yang ala2 ukiran Jepara gitu. Pengen banget beli!

Hari ini iseng-iseng kami pergi ke salah satu vintage market di kota.

Saya pengen cari piring-piring kristal untuk tatakan buat pot-pot tanaman saya.

Sempat lihat “kursi rotan” ala2 pejabat tahun 80 an versi mininya. Trus lihat toples kue kristal, tas pesta metal, tempat garpu kecil kalo gak salah dari belalai gajah yang diukir yang seperti almarhum ibu punya.

Belum lagi musik yang dimainkan juga musik jadul. ABBA yang almarhum bapak suka pasang pagi-pagi circa 80 an.

Ah..tenyata saya sudah menua ya.

Yang ada saya beli vas cilik 2, yang rencananya mau saya kasih bunga segar, sendok bertuliskan Bismillahi rahmanni rahim dan piring kristal segi 4 buat tatakan pot.

Act Of Pastry

Judul wis ngawur . Gak apa2. Abis gak nemu padanannya di bahasa Indonesia.

Pasangan saya saat ini orangnya frugal. Gak terlalu suka sama yang namanya belanja2, makan luar. Bagian gak suka makan luarnya lebih karena dia sendiri suka masak, dari mulai pizza sampai belajar bikin roti bao, ramen, nasi goreng, sate, rendang sama saya.

Nah sementara saya gak suka masak, suka belanja dan senang jajan alias makan di luar

Dia sempat kesal karena saya sering merengek-rengek minta ngopi setiap pagi pas saya lagi sama dia. Dia gak ngerti kenapa saya kudu ngopi diluar (baca pesan cappuccino) sementara dia punya mesin pembuat espresso terkini.

Dia juga sempat gak ngerti kenapa saya termehek-mehek pas nemu toko roti yang jual roti asin (savory). Jadilah saya jelaskan alasan di belakang obsesi saya sama cappuccino dan savory pastry .

Dia juga jelasin kalau dia sangat suka masak apapun buat saya kalau saya lagi sama dia. Kalau saya minta makan luar, dia merasa saya gak suka makanan bikinannya atau gak di”anggep” bisa buatkan saya makanan enak.

Sejak dia tahu kenapa saya suka sama roti asin, dia dengan manisnya suka bawakan saya roti pas saya kerja di akhir pekan untuk saya makan pas jeda 15 menit.

Sebelum saya sama dia dia, saya gak pernah ngeh “hal-hal kecil”seperti yg buat saya ternyata berarti banget.

Alias ya saya ngerasa di perhatikan sama dia dan juga saya jadi ngeh kalau keinginan dia buat masak ini itu buat saya itu bagian dari Act of service gitu istilahnya.

Imut banget gak siiikk??!🥰

Yuk , Belanja Bulanan!

Hari Minggu kemarin, saya bebersih kulkas, waduh koq kosong banget ya! Telur tinggal 3 biji, wortel tinggal segenggam, , sayuran hijau tinggal satu jenis. Wah sudah waktunya belanja ini!

Saya itu paling malas yang namanya pergi belanja keperluan dapur ataupun keperluan sehari2. Kenapa? Apa lagi sejak tinggal sendiri dan sejak inflasi. Amit-Amit! Mahalnya minta ampun!

Tapi ya kadang harus kan?

Nah ya sekalian ya saya cerita saja disini kalau belanja itu apa saja.

Biasanya saya kalau belanja itu ke Costco, tempat belanja khusus member, iuran tahunannya $60, saya pilih belanja disini bukan karena keren, tapi karena dekat rumah, harus relatif lebih murah dan ada fasilitas pompa bensin yang asli paling murah di kota saya.

Biasanya saya belanja disini itu buat beli barang-barang tahan lama dan buat bahan-bahan makanan yang pasti saya perlukan.

Barang-barang keperluan rumah tangga yang saya biasanya beli di Costco itu :

Sabun cuci piring

Sabun mesin cuci piring

Tisu kamar Mandi

Tisu dapur

Pembalut

Sabun cair tangan

Sabut pembersih (sponge)

Pel Lantai

Pembersih debu lantai

Sabun cuci baju

Sabun Mandi

Kalau Bahai-bahan makanan yang saya pastikan beli itu:

Telur 5 lusin – hampir setiap hari saya makan telur dan tahu sendir dong, orang Indonesia, kalau ada nasi dan telur, ya survive lah!

Beras = iya beras melati ada loh di Costco dan lebih murah dibanding toko Asia lokal

Wortel 5 lbs, buat bikin sup2 an, bakwan, nasi goreng, bihu goreng

Tahu , meskipun bukan tahu pong, atau tahu Sumedang, saya tetap demen sama tahu

Sayuran hijau – kadang bayam, 2 ikat, kadang buncis beku, yang penting ada sayuran hijau

Kaldu kaleng

Santan kelapa

Minyak goreng, biasanya saya beli 2 jenis. Minyak alpukat dan minyak zaitun

Mentega beli yang merek Costco saja

Dada ayam atau paha ayam 6 kantong, satu kantongnya isi 4 -5


Kalau segambreng barang-barang diatas saya beli sekaligus, itu bisa habis $300. Asli pediiih pas bayar!

. Ih mbak kaya amat? Bukaaaan!! Ini mah harus, bukan masalah kaya! Tapi ya kan menghabiskan uang sebesar itu gak tiap bulan ya?

Biasanya saya sik 4 bulan sekali baru belanja besar lagi. Jadi ya saya pasrahkan saja lah…( sambil tetep nangis dalam hari…😭)

Nah, selain barang-barang diatas, kadang ada bahan-bahan makanan tambahan yang saya beli buat persediaan darurat, alias pas malas masak, atau malas ke supermarket atau pas cuaca jelek gak bisa keluar.

Biasanya yang saya beli itu:

Jamur kalengan – saya suka banget sama jamur, kalau beli segar, koq lebih sering dibuangnya ya? Ya sudah beli kalengan saja

Kentang parut kering – untuk makan pagi

Sosis beku

Pangsit

Sardin kaleng – asli pas kepepet , cukup mengenyangkan. Sama pacar saya, pasti diledekin kalau saya bilang saya makan sardin kaleng

Selain Costco, saya juga pergi ke supermarket biasa, seperti Kroger, Walmart buat beli yang receh-receh, yang ukurannya gak buat orang sekampung.

Mau lihat harga2 barang yang saya sebut diatas? Bisa lihat disini.

Eh tulisan ini bukan buat nampang loh ya, ini sekedar memberikan gambaran nyata hidup sehari-hari di Amrik.

Ini harga2 di Costco di kota saya, skala sedang.  Saya sendiri Alhamdulillah bukan di kategorikan miskin, tapi bukan kategori 2% juga🤪. Meskipun anak saya selalu bilangnya Kamu kere Mom.

Harga-harga barang ini saya foto setelah inflasi….pedih banget loh lihat kenaikan harca…(contoh sardin kaleng sebelum inflasi $6.99 sekarang $9.99..pedih kan?!?!)

Phew..sugar daddy dimana kan dikau?🤪