Author: Irus

Cintaku Selamanya : Krupuk

Sebagai orang Indonesia asli, cinta saya sama krupuk itu tidak akan pernah padam deh.

Setiap kali saya pergi ke kota besar (an) , saya pasti ngacir ke supermarket Asia dan cari krupuk.

Krupuk favorite #1 itu krupuk kampung atau krupuk aci ya istilahnya?

Krupuk2 lain saya bisa tahan diri gak beli segambreng, tapi kalau sudah ketemu krupuk aci, saya bawaannya mau borong semua deh.

Dan ternyata di banyak negara Asia lainnya krupuk itu eksis. India, Jepang, Korea, China, Phillipina, Vietnam mereka juga punya krupuk.

Saya baru ngeh ini pas pindah ke Cleveland tahun 2010, di blok yang sama dengan apartmen tempat saya tinggal, ada warung take out makanan China, nah kalau pesan makanan, mereka selalu bungkusin krupuk yang kalau di Indo tuh kayak krupuk di bubur ayam gitu. Kecil2 dan warna warni.

Kadang kalau pas krupuk Indonesia habis dan saya pengen banget makan krupuk, saya pergi ke mini supermarket India dekat rumah, mereka punya yang namanya fryum. Yang penting ada kriuk2nya deh.

Di Philipina mereka juga sebutannya kropek. Mirip banget kan?!

Teman2 paling suka krupuk apa ni? Krupuk udang Sidoarjo? Krupuk Aci, krupuk kampung warna warni? Krupuk mie? Krupuk kuning? (Sampai sekarang, gak pernah nemu krupuk kuning ih!? Itu loh krupuk asinan abang2 keliling…)

Kemarin pulang dari Cleveland, di oleh2 in sama teman Indo segambreng krupuk bermacam2 jenis…senangnyaaaaa!!!

Teman2 ada yang krupuk maniak juga seperti saya? Cerita2 dong!

Krupuk asli Indonesia
Krupuk terfavorit saya
Jenis2 Krupuk dari negara lain

Arti si Biskuit Marie Regal

Quick Writing

Salah satu hal yang saya ingat tentang almarhum ibu saya adalah kesukaan beliau mencelupkan biskuit Marie Regal ke kopinya.

Saya suka ikutan icip2 kalau pas ibu lagi menikmati kopi beliau

Tapi setelah saya dewasa, pindah ke Amerika dan ibu meninggal…

Setiap ke kota besar dan ada supermarket Asia, saya selalu mencari biskuit ini dan melakoni apa yang almarhum ibu lakukan…

Ngopi dengan biskuit Marie Regal

Ha..ha..ha..kadang saya suka geli sendiri.

Gak pernah terbersit saya nyari2 biskuit Marie Regal cuma karena almarhum ibu.

Yang Bikin Hati Senang itu

Masuk musim dingin itu saya rasanya lebih sering uring2 an. Seasonal Depression istilahnya. Atau ada juga istilah cabin fever .

Intinya mental kita lebih cepat terpuruk karena cuaca tidak mendukung. Hari2 menjadi lebih pendek karena matahari tenggelam lebih cepat. Belum lagi pas cuaca gloomy, gelap, mendung, dingin..duh tambah uring2 an deh.

Kalau di musim2 lain, kita bisa jalan2, di musim dingin kita akan lebih banyak di dalam rumah, yang ada ya itu..kena cabin fever alias bluwek terkukung di tempat yang sama.

Secara ilmiah sinar matahari itu bagus buat fisik dan mental kita.

Pas musim dingin begini yang namanya sinar matahari bersinar terang benderang itu bermakna banget.

Saya pribadi berasa banget sama yang namanya cabin fever dan seasonal Depression. Bulan2 terberat buat saya itu bulan Januari dan Februari.

Obatnya apa dong???

Buat saya, obat yang paling mujarab itu adalah jalan2 di alam, apalagi kalau saya bisa lihat aliran air seperti danau, sungai atau air terjun.

Air terjun Brandywine, Cuyahoga Valley National Park, OH
Mill Stream

Biar cuma jalan sedikit, atau cuma mampir di lokasi air terjun buat lihat dan dengar suara air bergemuruh, mood saya langsung berubah deh.

Buat teman2 yang tinggal di negara 4 musim, kalian bagaimana mengatasi seasonal Depression?

Suasana Rapi = Mental Tenang?

Ini artikel singkat saja.

Temen2 suka baca2 tentang lesehatan mental gak?

Konon ya, dari artikel2 yang saya baca dan podcast2 tentang kesehatan mental, salah satu “obat mujarab” dan “cepat” saat mental kita lagi bluwek adalah beberes? (Contoh artkel bisa dibaca disini)

Alias merapihkan ruangan sekitar kita?

Saya pribadi yang suka mendadak bluwek pikirannya,  sering “minum” obat ini sik…

Saya tuh orangnya slordig kata almarhum ibu.  Berantakan. Suka naro barang sembarangan. Suka males beresin piring2 atau peralatan dapur seusai makan/masak. Pulang kerja, sepatu main dilepas di area pintu depan. Kalau mau kerja, pilih2 baju dan gak langsung naruh baju balik ke lemari kalau gak jadi make. Abis belanja, belanjaan gak langsung di bongkar, ataupun kalau dibingkar, nanti dus atau kantong belanjaan gak saya buang langsung.

Parah kan?!?

Nah jadilah tempat tinggal saya wis berantakan.

Dan memang saya perhatikan, semakin saya bluwek, semakin berantakanlah ruangan.

Kalau bluwek pikiran saya sudah sampai ubun2, saya tetapkan hati buat beberes…

Dan benar juga loh..setelah beberes pikiran saya koq plong ya?

Teman2 begitu juga gak sik??

Ruang TV setelah diberesin dan di tata ulang

Nonton Orkestra Yuk!

Pas di Indo, saya boleh dibilang pergaulan saya terbatas banget. Tahunya cuma mal melulu.

Nah pas sudah pindah ke Amrik, pergaulan dan eingintahuan saya mulai berkembang sedikit demi sedikit. Dari kemping, hiking ke alam, kayak, nonton balet, teater, orkestra, kursus masak, dan mudah2an sik lebih banyak lagi kegiatan baru yang saya lakoni ya

Nah pas musim liburan gini, di kota saya banyak acara2, salah satunya itu orkestra musik.

Ada 2 penyelengara pertunjukan orkestra di bulan November dan Desember 2023 : Vienna Light Orchestra dan Louisville Orchestra. Berhubung jadwal kerja saya, saya cuma bisa pilih yang Vienna Light Orchestra

Nah lokasi pertunjukkan orkestra ini di salah satu gereja Katolik di Louisville.

Lucu juga ada pertunjukan musik di gereja. Sebetulnya ya gak aneh ya, karena di banyak gereja2, memang ada musik juga kan ya? Gospel istilahnya. Tapi karena saya gak beribadah ke gereja, saya pribadi gak pernah hadiri.

Saya pilih hari Jumat siang, pas saya libur kerja.

Gereja Katedral ini ukurannya gak segede gereja Katedral di Jakarta. Boleh dibilang mungil malah. Tempat duduknya ya tempat duduk gereja.

Tempat duduk kami lokasinya di zona tengah. Lumayan lah

Panggungnya

Pengunjung tidak terlalu padat, dan kebanyakan sudah berumur. Gak tahu apa ini karena lokasi? Atau tipe pertunjukkan ya?

Acara mulai tepat waktu. Para pemain musik yang masih muda2 banget memasuki ruangan dengan baju berpayet. Ada yang payetnya keemasan, merah, hitam, perak.

Kalau saya bilang sik apik ya! Meskipun gak seragam (karena disini gak ada cerita deh harus bikin seragam, mahal!) , tapi semuanya bertema sama.

Total ada 8 pemain instrumen, seimbang antara laki2 dan perempuan.

Para pemain musik sudah sedia di tempatnya

Musik2 yang dimainkan di pertunjukan kali ini temanya Magical Movie Scores

Apa gitu artinya? Jadi musik2 yang akan dimainkan adalah musik2 dari film2 beken.

Definisi Tema Pertunjukan

Ada beberapa lagu yang saya ngeh, seperti Over The Rainbow, soundtrack nya Pirates of the Caribbean.

Sebagian besar lagu ya instrumental, kadang ada konduktor, kadang gak.

Pirates Of Caribbean

Tapi ternyata ada beberapa lagu yang dinyanyikan oleh penyanyi. Gile! Si mbak ini suaranya bisa tinggi banget! Soprano istilahnya. Kereeen abisss!!

Di akhir pertunjukkan, ada 2 pemain biola yang duet gitu…asli keren.

Lamanya pertunjukkan itu sekitar 1.5 jaman deh.

Puas gak? Puas bamget! Asli saya kecantol deh sama pertunjukkan orkestra seperti ini.

Pengen bamget nyari pertunjukkan orkestra lagi. Bahkan saya jadi pengen tahu kalau pertunjukkan opera kayak apaa yaaa??

Teman2 yang suka nonton acara2 seperti ini, cerita dong kesan2nya.

Inflasi oh Inflasi

Haduuuh…..inflasi kali ini berasa bangeeettt efeknya le saya.

Awal minggu saya dapat surat dari pengelola apartemen yang isinya harga sewa apartemen untuk kontrak tahun depan.

Eng Ing Eng. Busssseeetr!! Gilaaaaa!! Total sewa bulanan termasuk penggunaam air dan tempat sampah naik $100 dari harga sekarang! GULP!

Langsunglah saya ambil pulpen dan kertas….merinci pengeluaran bulanan buat tahun depan!

Mana di tempat kerja, bayaran asuransi naik $70!

😭😱😭😱😭😱😭😱😭😱

Pengeluaran bulanan yang gak berubah

1. Sewa apartemen $1100

2. Internet $70

3. Netflix $10

4. Hulu $10

5. Telpon seluler $55

6. Asuransi mobil $90

7. Obat anjingku $30

8. Parkir $64

Pengeluaran bulanan yang jumlahnya variasi

1. Belanja makanan $50/2 minggu

2. Listrik $60

3. Bensin $35/2 minggu

4. Perawatan mobil $1000/tahun

5. Belanja barang2 rumah tangga : toilet paper, paper towel, pembalut, sabun tangan, sabun cuci piring, sabun cuci baju. $150/ 3 bulan

6. Belanja bahan2 dapur : beras, kaldu kaleng, minyak goreng, vitamin $150/3 bulan

Wis puyeng akuuuu

Sepertinya mau gak mau harus kurangi jatah menabung? Dan yang jelas jatah belanja, makan luar.

Untungnya saya masih lebih banyak kerja dari rumah, irit bensin

Dan untungnya lagi saya orang Indonesia, masakan sehari2, tumis2 an sudah bikin kenyang

Teman2 ada saran buat mengurangi pengeluaran atau menambah prnghasilan?

Mengakui Kesalahan Itu Susah Ternyata

Minggu ini di kerjaan, saya deal sama masalah nyebelin dengan institusi keuangan lain, katakanlah bank S

Pertama saya hubungi mereka karena ada kasus transfer uang yang nama penerima tidak sesuai. Mereka jawab dengan “Nasabah kami menyatakan tidak ada isu”.

Saya harus tekankan lagi ke mereka kalau nama penerima berbeda, mereka dengan ogah2an bilang. “Ya gimana dong, nasabah bilang gak ada masalah koq?”

Yang ada saya Google nama nasabah dan telpon sendiri. Setelah saya jelaskan detail, si konsumen setuju untuk mengecek lebih dalam, dan benar saja, transfer memang sengaja dialihkan ke akun lain.

Jadilah saya minta dokumen resmi dari Bank S. Bolak balik email, perwakilan Bank S tiba2 bilang. “Untuk apa dokumen tsb?”.

Lah bingung lag saya. Ya mbok ya bilang kalau situ gak paham prosedur seperti ini? Jadilah saya jelaskan panjang lebar , bahkan saya kasih contoh bentuk dokumen.

Tunggu punya tunggu, koq dokumen gak dikirim2 ya? Jadilah saya tanya lagi. Kapan dokumen akan di kirim. Dijawab. Transaksi tidak pernah terkirim?!?!

Hadweeeuhhh…capeee deh..jadilah saya harus kasih screenshot kalau transaksi ya sudah tercatat di sisi saya.

Tunggu sehari, akhirnya dokumen dikirim. Hadwwwuhhhh…pengusiannya ajakadul gak karuan! Bagian2 yang harus disini, banyaj yang masih kosong.

Yang ada saya harus bikinkan langkah2 bagaimana mengisi dokumen. Satu hari lagi lewat begitu saja. Bank S kirim lagi dokumen, dan masiiiiiihhhb juga salah .

Saya jawab lagi kalau pengisian dokumen tidak benar . Lah ..si Bank S ngotot, jawab kalau mereka sudah mengisi seperti apa yang saya mau. Jadilah saya screenshot, highlighted kesalahan mereka yang segambreng!

Setelah sekian ribu komunikasi bolak balik, akhirnya dokumen terisi dengan benar…..

Disitu saya ngeh. Eh..perwakilan Bank S gak ada kata2 “maaf” sama sekali padahal jelas2 dia salah…..

Apa keq bilang. Mohon maaf atas kesalahan pengetikan. Mohon di kaji ulang dan beri tahu kalau ada yang perlu di perbaiki?

Kejadian kedua.

Ada kredit internal masuk ke akun nasabah yang kasusnya saya kerjakan. Saya gak ngerti kenapa koq ada credit ya? Jadilah saya tanya ke rekan kerja yang memasukkan kredit. Ini buat apa ya?

Setelah diskusi panjaaaaang, akhirnya dia setuju kalau kredit tidak seharusnya masuk ke akun ini. Dia salah membaca data intinya.

Dan lagi2, tidak ada ucapan. Oh, benar juga ya. Aku salah. Kredit ini gak seharusnya masuk akun ini?

…………………

Sepertinya koq jaman sekarang yang namanya mengakui kesalahan itu langka banget ya???

Dari hal2 sepele dan sehari2 seperti salah sebut nama tempat misalnya, sampai hal2 yang lebih serius, di hubungan, di tempat kerja, buat sebagian besar orang ternyata mengakui kesalahan itu GAK BANGET?

Padahal loh ya, yang namanya membuat kesalahan itu ya wajar.

Dari melakukan kesalahan, kita belajar. Kita jadi lebih ngerti, lebih sadar.

Dan juga ya, mental kita beneran harus di latih buat own our mistakes, gak usah nyalahin orang lain (melulu)

Bener gak sih?

Menurut teman2 gimana?

Trauma Pengalaman Pahit

Memasuki 3 bulan terakhir saat tahun hampir berakhir, saya terus terang senewen.

Kenapa gitu?

Banyak hal sik, salah satunya karena saya alami pengalaman pahit, dilecehkan secara seksual di tempat kerja di bulan2 ini

Buat teman2 yang gak pernah merasakan atau mengalami pelecehan seksual mungkin agak susah ya untuk mengerti kenapa “dilecehkan” saja koq trauma ?

Atau bahkan beberapa teman2 gak paham arti pelecehan seksual itu apa?

Semata2 di grepe2?

Minggu ini gak sengaja pas saya lagi lihat2 IG, keluar postingan ini

Inappropriate Behavior.

Nah. Tingkah laku yang tidak pada tempatnya.

Seperti apa sih tingkah laku yang tidak pada tempatnya?

Buat teman2 yang kerja di perusahaan, corporate istilahnya, pasti terima yang namanya pelatihan etika, dimana pegawai di informasikan apa itu tingkah laku yang tidak pada tempatnya, terutama di tempat kerja.

Dari mulai pemakaian kata2 vulgar, sampai komentar2 nyerempet2 ke arah seksual itu ya termasuk tingkah laku tidak pada tempatnya.

Mungkin buat kebanyakan orang Indonesia, kalau ada rekan kerja lelaki yang komentar “Kamu hot” dilanjutkan dengan desahan birahi dianggap pujian?

Atau pas rekan lelaki komentar, “duh kamu seksi banget, bikin saya terngiang2” kita malah cekikikan gak jelas?

Atau kalau ada rekan kerja yang terus menerus colak colek kita, pegang-pegang, peluk-peluk dianggap lucu?

Ini salah satu artikel online saya pasang disini supaya pembaca bisa mengerti lebih dalam tentang pelecehan seksual

Sedihnya semua yang tertulis di atas, saya pernah alami dan itu beneran AMAT SANGAT MENJIJiKAN.

Gak bisa orang mencoba menepiska apa yang saya alami dengan pernyatan2 seperti

“Ah. Dia bercanda kali. Masa gitu aja marah”

” ah cuekin aja.”

“Ah, namanya juga lelaki”

“Ah , kamu aja terlalu sensitif”

Ugh. Yang ada saya bisa muak dengarnya

Sayangnya seperti hal nya pelecehan seksual yang saya alami, komentar2 diatas saya juga dapat dari orang2 (gak laki2 gak perempuan)

Sebagai penutup tulisan saya kali ini, saya cuma mau bilang

Pelecehan seksual itu nyata. Dan jangan dianggap sebagai “pujian”, jangan di anggap sebagai hal yang ‘imut’.

Kalau ada teman yang curhat dan cerita mereka mengalami pelecehan seksual, tolong jangan di ketawain karena buat banyak korban, kejadian yang mereka alami itu sangat traumatik.

Kalau gak ngerti apa sih pelecehan seksual itu, coba deh belajar lagi.

Terima kasih!

Terlihat Kaya Itu Penting?

Dari waktu masih tinggal di Jakara belum kawin sama bule, sampai saya tinggal di Amrik…saya perhatikan banyak sekali orang2 Indo yang tinggal di LN sepertinya harus menunjukkan betapa makmurnya mereka di Amrik.

Dari mulai fotoin mobil Porsche, bikin video buka bungkus tas Hermes, foto sehari2 harus pakai tas LV atau Gucci dan seterusnya….

Saya juga orangnya gak terlalu peduli sik dengan “keharusan” pakai barang2 bermerek tertentu.

Senang barang bagus? Ya senang. Contoh, kalau beli tas, saya pilih tas kulit, gak suka tas2 vinyl atau kulit sintetik dan memang saya akui tas kulit dari Itali itu lembut banget. Cuma apa harus beli bermerek? Ya enggak.

Saya gak belanja di H&M bukan karena merasa merek tersebut gak high end, tapi karena saya gak terlalu suka modelnya.

Demikian juga kalo saya beli baju2 Banana Republic, yang memang bukan high end, meskipun buat saya pribadi tidak murah, tapi saya suka model nya. Di tambah lagi saya kerja di situ.

Saya dikasih Michael Kors ogah banget. Gak suka sama modelnya. Di kasih Never Full nya LV mikir2, soalnya pasaran banget.

Mungkin juga karena ya saya memang gak mampu ya.

Pertanyaannya adalah

Kalau kita sebetulnya gak mampu beli barang2 luxury , apa kita harus maksakan beli barang2 tersebut supaya “diterima” ?

Supaya dilihat keren? Dipuja2 sama temen2, keluarga2 di Indo karena foto2 menenteng “barang2 investasi” berwujud tas, sepatu beralas merah, mobil bernama Eropa?

Sepertinya anggapan banyak orang itu kalau pakai barang2 bermerek, kita jadi lebih accepted? Naik “kasta” nya.

Kenapa koq gak ada tren Terlihat Miskin Tapi Kaya? Atau Biar Miskin Tetap Oke ?

Atau tren Be Humble?

Status simbol ternyata masih kuat banget ya di masyarakat Indonesia. (Saya fokus ke orang Indonesia soalnya saya gak terlalu tahu budaya lain sik. Tapi sepertinya hal ini gak kenal batas ras)

Tinggal LN = kaya

Suami bule = kaya

Tinggal di Amerika = keren

Saya mah jadi penonton saja deh…..

Yuk mari….

Makan Sederhana = Miskin?

Sejak saya pindah hidup sendiri, sehari2 saya memang banyak masak makanan tanpa daging. Kalau tho pakai daging, biasanya saya pilih ayam dan bukan daging sapi.

Sekali2 saya suka juga order dari rumah makan India dekat rumah. Biasany saya order nasi Biryani kambing. Soalnya males ngolah kambing….

Nah…

Anak saya suka ngeledekin kalau sejak saya hidup sendiri, saya jadi miskin dan makanan saya kebanyakan tahu, telur, dan sayur-sayuran

Dia gak salah sik…masalahnya tiap kali dia datang, saya masaknya ya itu…bihun goreng pakai tahu, sawi, wortel, kol, udon pakai bayam, pangsit siap jadi, atau nasi putih sama tahu goreng dan tumis sayur

Mana dagingnya? Gitu ya?

Sebetulnya saya bisa tambahkan protein hewani, cuma bahan2 mentah separti ayam, daging, udang, ikan itu saya simpan di lemari beku.

Yang paling cepat di bikin gak beku itu kan ikan2 an ya. Nah anak saya gak suka sama ikan. Jadi ya nasib dia cuma dapat tahu…🤣🤣.

Setelah saya perhatikan ya, saya merasa beruntung lahir sebagai orang Indo yang makanan sehari2 kita itu sederhana banget.

Oseng2 sayur, nasi, tahu, telor itu sudah komplit. Gak selalu harus makan ayam atau daging.

Buat teman2 yang tinggal di luar negeri ngerasain hal yang sama gak sik sama saya?