Cerita Saya

Hari-hari di Tampa, Florida : Hari Ketiga -Hari ‘Tuk Berpesta!

Kamis, 11 Juni 2015.

Ah! Hari terakhir di Tampa sebelum balik ke kota asal besok.

Hari ini adalah acara bebas peserta dan malam penghargaan.

Peserta boleh memilih antara :

  1. Bermain golf
  2. Ambil paket pijat, manicure atau pedicure di spa hotel
  3. Ke Aquarium
  4. Ke Busch Garden
  5. Deep Sea Fishing

Memang saya agak geblek, memilih aktifitas #5, habis pikir saya, pilihan lainnya lebih seru kalau dilakoni dengan anak, jadi ya saya pilih aktifitas yang ‘selfish’ lah, biar si anak tidak iri,

Jam 9 rombongan berangkat menuju tujuan.

Ternyata saya salah perhitungan. 30 menit pertama saya masih kuat di goncang laut ke kiri dan ke kanan. Lalu saya putuskan untuk makan siang. Well. Salah besar. Ternyata perjalanan masih jauh sebelum kita berhenti di tengah laut, yang ada saya mabok laut. Rekan-rekan lain sudah banyak yang mulai tepar dan muntah, tadinya saya pikir saya tidak ada muntah. Di beri tahu kru kapal untuk coba pindah ke belakang perahu, waaaaaah..gara-gara mencium bau gas dari perahu, ditambah bau rokok, yang ada saya tambah mual daaaaaan muntahlah saya. 😦

Ya sudah, terpaksalah di aktifitas kali ini, saya tiduran saja. Sebel juga sih karena tidak bisa ‘nampang’ kalau saya berhasil menangkap ikan..apa boleh buat, ternyata perut tidak kuat.

Balik ke hotel, buru-burulah saya mandi dan berdandan apik untuk menghadiri malam penghargaan.

Acara lagi-lagi dibuka dengan sajian cocktail, saya karena sudah ‘mabok’ duluan, cuma minum soda biasa. Jam 6 kita masuk ke ruang makanan. Grup KY/SO IN dapat meja dekat dari panggung : 12-13-14. Artinya kita semua bakalan cepat dipanggil ke panggung untuk menerima penghargaan.

DSCN1481

DSCN1482

Benar saja, sekitar 30 menit, tibalah giliran kit ina.

Waktu giliran nama saya dipanggil, duh, bangga sekali hati ini! Satu-satunya orang Indonesia loh dan pekerja paruh waktu yang mendapat penghargaan ini!!

Hari-hari di Tampa, Florida : Hari Kedua

Rabu, 10 Juni 2015

Hari kedua!

Dimulai dengan sarapan pastinya! Berhubung setelah sarapan selalu diikuti dengan acara bisnis, jadilah saya kudu bangun pagi-pagi, dandan nan apik seperti layaknya mau pergi kerja. (kalau boleh pilih sih maunya sarapan pakai piyama wae!!, tapi apa boleh buat ?!)

Setelah sarapan, dimulailah acara bisnis sesuai dengan jadwal. Terus terang acara kali ini agak-agak monoton dan tidak seseru acara kemarin. Meskipun demikian tetap saja lebih nyaman disini, dibanding di tempat kerja biasa karena disini peserta diberikan makanan kecil dan minuman ringan di jeda waktu istirahat dan makan siang komplit. Sambil mendengarkan ceramah, ini tangan dan mulut sibuk mengunyah.

Waktu makan siang, ada peserta lain yang menegur saya, dia bilang nama saya familiar, saya juga sejak kemarin sempat melihat dia (dan namanya). Saya langsung ‘nyambung’ – kamu dari mana? ternyata dia dari Malaysia. Senang juga bertemu rekan serumpun!! Jadilah kita ngobrol ngalor ngidul dengan bahasa Melayu. hi..hi..hi..lucu ya?

(ini juga yang membuat saya bangga dengan perusahaan tempat saya bekerja, saya benar-benar melihat keragaman dari pegawai-pegawai yang hadir di acara ini)

Jam 4, acara selesai, saya langsung ngacir ke kamar untuk ganti baju dan siap-siap menghadiri pesta bertema Bajak Laut.

Modal saya cuma kaos garis-garis merah putih, celana panjang hitam, ikat pinggang gede, bandana dan anting-anting bulat.

IMG_20150613_000955

Waktu turun ke lobi, waduh heboh!! peserta lain banyak yang lebih keren kostumnya! Dari wilayah saya, cuma saya dan satu orang rekan lainnya yang berdandan ala bajak laut. Seru juga melihatnya!

Dari hotel kita dibawa ke Stadium Raymond James. Tidak nyangka kalau perusahaan (& penyelenggara acara) benar-benar serius melakoni pesta tema ini. Di stadium kita bisa ambil berbagai jenis topi bajak laut, pedang, kumis palsu, kalung-kalung berbagai warna, hiasan ini itu, tato, artis-artis berpakaian ala bajak laut dan tempat foto segala!!

Saya yang ada ambil topi bajak laut, pedang dan beberapa tato…hi…hii..hii seru saja rasanya.

Di pesta ini, peserta benar-benar diajak ‘berpesta’, ada live music, lantai dansapertunjukan oleh para pejabat tinggi perusahaan yang asli kocak habis! makanan ‘ringan’ tapi mengenyangkan dan minuman beralkohol yang tidak putus putus.

Di layar kecil di panggung, diperlihatkan foto-foto setiap peserta dari wilayah masing-masing. Saya berhasil merekam video waktu giliran wilayah saya ditampikan. Bisa dilihat disini.

Saya mah kurang hobi berpesta, jam 10 sudah balik ke hotel lagi. Dengar-dengar dari peserta lain, ada sekelompok peserta yang berpesta hingga jam 3 pagi! weleh-weleh!? 😉

Pulang pesta, saya telpon ke rumah sebentar lalu langsung tidur untuk siap-siap ke acara bebas besok!!

Hari-hari di Tampa, Florida : Hari Pertama

Seru. Senang. Bangga.

Itu yang saya rasakan selama saya di Tampa, Florida. Senang karena perusahaan, penyelenggara acara, petugas hotel sangat memanjakan kita semua! Seru karena banyak acara yang asik, dan bangga karena bisa datang ke acara ini.

Di tulisan saya kali ini, saya akan ceritakan bagaimana hari-hari saya di Tampa.

Selasa, 9 Juni 2015

Walah! Saya terbangun jam 5:45am! haduh!! bisa telat ini! pesawat saya dijadwalkan berangkat jam 7:35 am. Langsunglah saya mandi secepat kilat, dan membangunkan suami dan anak saya. Untung saya memang sudah mengepak barang-barang sejak jauh-jauh hari. Jam 6:10 am kita melaju ke airport. Sampai di bandara itu jam 6:35 am, ada sedikit antrian di bagian tiket.  Sambil manyun saya antri, eh orang di depan saya ada sedikit masalah, halaah…….bisa telat ini??!!! tapi untunglah saya tidak usah menunggu terlalu lama, nama saya sudah tercantum dan tidak ada masalah apapun dengan tiket saya.

DSCN1429

Gedabrukaan saya ngibrit masuk ke check-in, harus melewati gerbang pemeriksaan dulu! Tadinya saya sudah senang karena dapat antrian pendek, eh ternyata saya kudu diperiksa fisik dulu gara-gara mesin penidai ‘mencurigai’ sesuatu di saya. Jadilah saya harus diperiksa 3 kali oleh petugas TSA, gara-garanya sih karena ristleting di celana panjang saya yang membuat si mesin berdering. (dalam hati, tidak lagi-lagi deh pakai celana gaya ke bandara kalau jadinya harus diperiksa sama petugas TSA berkali-kali).

Selesai, saya langsung ngacir ke gerbang masuk ke pesawat, di situ saya lihat antrian orang-orang sudah mulai memendek, phew! lega! untunglah saya belum kelewatan untuk masuk ke pesawat.

Yang lucu, armada penerbangan yang saya pakai ini Southwest, saya tidak ngeh kalau sistem Southwest tidak ada penentuan tempat duduk. Di tiket tertulis 53B, saya pikir ya di deretan belakang lah. Eh tahu-tahu ada penumpang yang bilang ‘Mau duduk disini?’ Tidak pikir saya bilang ‘OK’.

Untung jugalah saya bilang OK, karena memang sistem Southwest siapa cepat dia dapat. Ada beberapa penumpang yang kudu balik ke deretan depan karena di bagian belakang sudah tidak ada tempat duduk kosong lagi.

Wis.

Waktu penerbangan dari kota saya ke Louisville cukup pendek, hanya 1 jam. Sesampai di bandara di Tampa saya langsung ambil bagasi dan gabung dengan teman-teman kerja dari kantor cabang lainnya, kira-kira total kami semua itu ada 15 orang.

Setelah semua diabsen oleh penyelenggara acara, dan sudah komplit, kita naik bis menuju ke hotel. Butuh waktu 1 jaman dari bandara ke hotel. Hotel yang dipilih oleh perusahaan untuk acara kali ini adalah hotel bernuansa peristirahatan (bukan bisnis): Saddlebrook.

Di hotel, kita masing-masing diabsen dan di beri paket yang isinya acara selama 3 hari kita di Tampa. Dari situ kita langsung cek in ke kamar masing-masing.

Kamar tempat saya tinggal sangat luas, 2 kamar tidur dengan kamar mandi dan televisi masing-masing, dapur lengkap dengan kompor, kulkas, mesin cuci piring, ruang makan, ruang tamu dan balkon.

Setelah tiba di kamar, saya langsung bongkar koper. gantung baju-baju supaya tidak kusut, menggelar alat-alati penghias wajah dan siap- siap untuk makan siang.

Untuk makan siang kali ini, kita disajikan dengan sistem buffet. Ada 3 pilihan sandwich, salad dan makanan penutup. Lengkaplah pokoknya!

Makan Siang Hari Pertama

Makan Siang Hari Pertama

Selesai makan kita langsung ada sesi bisnis. Sesi bisnis kali ini ada hubungannya dengan program anak-anak usia pra sekolah yang perusahaan saya kembangkan. Buat saya yang memiliki anak relatif masih muda, program ini amat berkena di hati dan mudah ‘nyambungnya’ karena saya sendiri mengalami memiliki anak-anak usia prasekolah.

Di sesi ini peserta diajak berfikir seperti anak-anak : tanpa beban, tanpa prasangka, ada adanya. Di sesi ini peserta diajak memonton video ‘Caine Arcade‘ . Duh, sampai terharu saya menontonnya. Coba deh teman-teman lihat sendiri videonya. Saya jamin membuat teman-teman bersyukur dan ‘malu’ , malu karena sebagian besar dari kita (orang tua), secara sengaja tidak sengaja menghalangi kreativitas anak-anak kita sendiri, atau malu karena sebagian besar dari kita terlalu mengandalkan permainan komputer untuk ‘menghabiskan’ waktu si kecil.

Selain menonton video si Caine, peserta juga diberikan tantangan-tantangan tertentu dalam waktu terbatas. Dari mulai menggambarkan kata tertentu, merencanakan penangkapan rubah sampai membuat sesuatu dari 3 buah kotak karton bekas, kertas warna warni, spidol, selotip, gunting dan boneka.

Ini hasil kerja sama rekan-rekan semeja saya :

DSCN1441

Rumah boneka. Saya kebagian membuat ide, menggunting hiasan dan menempel boneka2

Sesi bisnis ini selesai jam 4 sore. Dari situ, saya langsung balik ke kamar, untuk mandi dan ganti baju menghadiri acara makan malam dengan rekan-rekan dari wilayah Kentucky and Indiana bagian selatan.

Dari hotel kita naik bis lagi, menuju rumah makan Timpano, dari kepala cabang, kita tahu karena beliau pernah keracunan makan kerang, jadi kita tidak akan pergi ke rumah makan makanan laut, pilihannya jatuh pada rumah makan ala Itali ini yang konon terkenal akan steaknya

Dari luar, rumah makan ini tidak terlihat super mewah, tapi sete;ah kita makan, barulah terasa kalau rumah makan ini tidak main-main dengan masakan mereka.

Di sini semua peserta disajikan makanan penutup (3 jenis roti datar, bola daging), dipilihkan 3 macam makanan utama : steak, chicken parmesan with spaghetti atau salmon – saya pilih steak- empuk dan bumbu sausnya benar-banar lain sendiri rasanya : ada secercah rasa pedas di lidah, tapi tetap tidak dominan , dan 2 macam pilihan makanan penutup : tiramisu atau chocolate torte – dua-duanya enak!!!

Selesai makan, baliklah kita ke hotel. Perut kenyang, tinggal tidur untuk acara besok pagi!

Persiapan ke Tampa, Florida

Tangga 9 Juni 2015 besok, Saya akan berangkat ke Tampa, Florida untuk menghadiri acara penghargaan dari tempat kerja. Selama 10 tahun di Amrik, Ini pengalaman pertama Saya pisah dari suami dan anak selama 3 hari ;terus terang keder juga, takut kangen berat sama si kecil dan sebaliknya. Lha, si kecil lahir sampai sekarang, boleh dibilang Saya tidak pernah berpisah lebih dari 24 jam! Tadinya kita semua mau boyongan ke Florida, tapi pikir-pikir karena jadwal acara saya padat, kita putuskan untuk ‘relakan’ saya bersorangan wae di Tampa. Istilahnya ‘having my alone time‘ gitu. Antara senang dan sedih hati ini, well, it is what it is!

Tidak bohong kalau untuk acara ini Saya agak-agak kegenitan, dalam masalah persiapan pakaian dan perlengkapannya (dibaca : sepatu!). Pikir-pikir, karena acaranya di Florida, sepatu yang saya bawa semuanya sepatu sandal, jadilah hari ini saya ngacir ke salon kuku untuk mewarnai kuku kaki saya.  (ini yang kedua kalinya saya ke salon kuku seumur hidup…ha…ha..ha..maklum, saya kan sebetulnya kurang feminin dalam hal ini dan juga pikir saya, daripada membayar $20 buat kaki, mending beli baju!, tapi khusus untuk acara ini saya maulah bayar lebih untuk tampil istimewa)

11391182_10152966196791267_3057686232298504014_n

Kaki sudah cantik, sekarang masalah pakai baju apa ya?

Sebagian besar acara saya bisa pakai baju sehari-hari seperti saya kerja, cuma ada beberapa acara tertentu yang mengharuskan saya mikir dua kai mau pakai baju apa, di antaranya acara team building, pesta bertema bajak laut acara mancing di laut dan acara pemberian penghargaan.

Hari keberangkatan saya mau gaya santai, pakai kaos gambar perempuan bertopi, celana gombrang, jaket jeans, topi, kaca mata hitam dan sepatu terbuka warna netral. Pakai jaket karena takut di pesawat kedinginan kan, sementara pilih pakai kaos untuk persiapan udara musim panas,

fieldtrip_wings_cofe1

Untuk acara pesta bertema bajak laut, saya agak-agak panik, habis saya orangnya malu kalau ada acara custom, tapi ya mau juga lah berpartisipasi. Jadilah saya ubek-ubek cari di internet gaya bajak laut yang kira-kira bisa saya adaptasi. Hasilnya :

Baju kaos loreng merah, putih, celana panjang hitam, ikat pinggang kulit dengan kepala yang mentereng dan scarf merah untuk dipakai di rambut. Mudah-mudahan saya cukup percaya diri untuk melenggang kangkung di antara tamu-tamu lain dengan gaya ini.

DSCN1423

Nah, untuk acara bebas yang saya pilih, saya memang agak-agak nekat memilih acara memancing di laut bebas. Lah..di Florida gitu loh, masa sih saya tidak melihat laut? he…he…he.

Ini pilihan baju saya untuk acara di laut bebas nanti. Baju bahan linen putih melapisi baju renang bunga-bunga dibawahnya. Topi dan kacamata hitam plus sepatu air wajib lah!

fieldtrip_wings_cofe2

Acara terakhir dan paling penting, yaitu pemberian penghargaan. Saya bertekad bulat untuk mengenakan baju atau sesuatu yang khas dari Indonesia. Tadinya saya mau memakai atasan kebaya dan bawahan kain batik, tapi sayangnya kebaya yang saya inginkan warnanya kurang sreg. Jadilah saya putuskan untuk memakai baju maksi dengan selendang batik cantik pemberian teman saya waktu saya pergi ke Jakarta bulan Januari lalu.

Kalau dilihat dari warna, orang-orang mungkin kurang setuju, karena warna nya cerah sekali, padahal ini acara malam hari. Tapi saya mau acuhkan saja..#wearwhatworks, #wearwhatyoulike

Dan lagi kapan lagi saya bisa nampang selendang batik cantik ini??!!

DSCN1417

Cihuy Saya Dapat Penghargaan

Sekitar bulan Oktober tahun 2014, kantor cabang tempat saya bekerja menyelenggarakan acara. Disitu saya ketemu rekan kerja dari cabang lain. Ngobrol punya ngobrol dia celetuk ‘Eh, kamu ada di daftar 3 besar loh’. Saya dengarnya bingung. ‘Tiga besar apa gitu?’. Tapi saya tidak sempat bertanya lebih lanjut ke si rekan karena kita larut dalam acara saat itu.

Beberapa hari setelah acara lewat, saat saya baru datang ke tempat kerja, atasan saya memanggil saya dengan wajah serius. Dia bilang ‘S, kamu ada masalah’, waduh langsung ketar ketir saya dengarnya, eh tahu-tahu muka si atasan berubah berseri-seri, dia bilang ‘S, kamu di rangking 3 besar di penilaian kinerja tahunan!!’

Saat itu saya cengengesan saja, karena kurang mengerti tentang penilaian kinerja ini. Setelah saya baca, baru saya tahu apa yang atasan saya bicarakan. Intinya setiap tahun perusahaan menilai kerja pegawainya : berdasarkan jumlah penjualan dan penilaian pelanggan. Nah di wilayah tempat saya bekerja (ada 13 kantor cabang), ternyata saya ‘lolos’ babak penyisihan. Karena ini baru bulan Oktober, rangking saya bisa berubah di akhir tahun, bisa-bisa saya malah tidak masuk daftar 3 besar lagi.

Meskipun saya senang juga, tapi saya ogah ke-ge-eran. Saya pikir ‘halah, belum tentu juga. Wis lah, santai saja’. Yang ada saya menolak kalau ada rekan membicarakan daftar ini. Akhir tahun masih jauh, many things could happen.

Masuk tahun 2015, tidak ada kabar berita tentang penghargaan ini. Ya sudah saya diam saja, saya asumsikan saya tidak lagi masuk daftar teratas.

Maret 2015, awal bulan kita kumpul untuk ikutan rapat dengan pimpinan wilayah. Di situ saya dengar pengumuman resmi kalau saya adalah pemenang penghargaan MARKET ALL STARS 2014 dalam kategori ‘Teller’.  Wah senang sekali, karena waktu awal saya bekerja di bank 2012, saya benar-benar bloon dan tidak punya pengalaman di perbankan sebelumnya. Sukurlah saya mampu berprestasi dalam jangka waktu tidak terlalu lama.

Untuk penghargaan ini saya di undang ke makan malam bersama pemenang lainnya di bulan Mei 2015.

Setelah pengumuman itu, atasan saya sekilas bilang ‘Kamu bisa dapat Circle of Excellence’ – haduh apa lagi gitu? saya kurang mengerti. Setahu saya CofE itu ibaratnya dari sekian banyak pemenang MARKET ALL STARS, perusahaan akan pilih satu dari masing-masing wilayah. Saya pikir ‘Yah tidak mungkin lah..mimpi kali…’ . Dapat penghargaan MARKET ALL STARS saja saya sudah senang koq.

Eh……bulan April 2015, pimpinan wilayah datang ke kantor cabang saya dan beliau mengumumkan kalau saya adalah peraih penghargaan Circle of Excellence 2015!!! Percaya tidak percaya rasanya!

Hari ini saya mendapat email resmi tentang perjalanan yang akan saya lakoni sebagai pemenang Circle of Excellence! Saya diundang ke Tampa Florida selama 3 hari!!

Banjir!

Seperti halnya kota-kota di penjuru dunia, kota-kota di Amrik tidak luput dari kebanjiran. Sampah yang dibuang sembarangan, pengaliran air yang tidak tertata baik, volume air hujan yang melebihi rata-rata, lokasi kota bersebelahan dengan sungai besar menjadi faktor penyebab banjir.

Ini foto di taman di tengah kota Louisville. Diambil hari Sabtu tanggal 14 Maret 2015.Selain tengah kota, dibeberapa tempat lainnya banyak jalan-jalan di tutup karena kebanjiran.

Ternyata banjir bukan cuma milik negara berkembang ya.

0314151919

MUDIK 2015 : MENIKMATI MASAKAN INDONESIA

Untuk tulisan kali ini, mending lewat gambar saja yaaaa…

Masakan Indo yang pertama kali kulahap : Pecel

Pecel Ala MbokSelanjutnya : Bebek Cabai Hijau

049

Lalu ditraktir makan makanan Sunda sama keluarga Mbak Indri/Mas Yo, Mbak Ratna/Mas Indra

Mudik_Jan18Feb320

Masih ditraktir dengan keluarga yang sama, kami berkesempatan makan masakan laut komplit : kepiting saos padang, cumi-cumi, ikan goreng, kangkung cah…

Mudik_Jan18Feb321Balik ke Jakarta, keluarga yang sama lagi-lagi mentraktir kita makan siang di cafe Betawi di Senayan City, disini saya icip-icip Laksa dan Lontong Cap Gomeh dan es cendol

Mudik_Jan18Feb322

Waktu saya dan anak berduaan keluyuran di Grand Indonesia, di food courtnya, saya pesan nasi Padang dari Sari Ratu, sementara si kecil pesan satai kambing dari Sate Khas Senayan

Mudik_Jan18Feb323

Masih banyak lagi petualangan kuliner saya : empek-empek ditraktir si Ambon, Bakmi GM di traktir Susan dan Bona, siomay, nasi goreng kambing di traktir Erma, nasi bungkus Padang dari Sederhana, sate ayam Santa, mie ayam ditraktir Mona, sushi ditraktir Eva, masakan Cina halal di Plaza Indonesia di traktir Fitri dan keluarga.

Di hari terakhir sebelum balik ke Amrik, saya berduaan dengan anak saya mampir di Pacific Place, disitu kita makan di Seruput. Pesanan saya ndeso habis : singkong goreng, tempe mendoan, sop iga…….:-))

Mudik_Jan18Feb325

Tidak semuanya saya sempat abadikan, karena sudah kelaparan…ha….ha…ha…

Yang jelas, Alhamdulilah sekali, amat bersyukur saya memiliki teman-teman yang murah hati dan murah berbagi rejeki.

Terima kasih sekali lagi ya teman-teman semua. Semoga teman-teman semua selalu dimudahkan rejekinya dari Sang Pencipta.

MUDIK 2015: KONTEMPLASI

Hampir sebulan yang lalu saya berangkat mudik ke Jakarta, Indonesia.  Saat ini saya sudah bebas jetlag dan sudah kembali ke rutinitas sehari-hari.

Seraya saya menelurusi angka-angka di rekening bank saya, menelaah bon-bon pembelian ini dan itu, saya mau tidak mau jadi berkontemplasi akan mudik saya kemarin.

Kalau dipikir-pikir saya itu ‘bodoh’ sekali ya, beranggapan kalau anggaran $3,000 itu akan cukup untuk mudik selama 14 hari, mungkin kalau murni $3,000 tanpa termasuk pembelian tiket pesawat, ya cukup-cukup saja. Anggaran $3,000 saya itu termasuk $1,700 tiket pesawat dan $300 sewa apartemen. Jadi notabene anggaran saya itu ya cuma $1,000.

Pikir saya, kalau tho saya harus keluarkan uang lebih dari anggaran, saya bisa gunakan kartu kredit, eh ternyata kartu kredit andalan saya, American Express, jarang di terima di Jakarta. Jadilah saya harus gunakan kartu debit yang lebih terbatas uangnya. Bolak balik minta ke suami untuk transfer uang tambahan, untung suami baik hati, dan Alhamdulillah kita masih ada sedikit uang dari penghasilan dia.

Untungnya juga saya dikaruniai teman-teman yang amat sangat murah hati yang tidak henti-hentinya mentraktir saya saat kita ketemuan.

Tapi masa’ ya saya jadinya tergantung sama kebaikan hati teman-teman – ya tidak bisa dong??!!

Selain bodoh dalam anggaran, banyak lagi kebodohan-kebodohan saya di mudik ini.

Saya bodoh tentang mahalnya Jakarta -meskipun saya sudah diperingati oleh teman-teman tentang itu, saya ‘pura-pura’ bego dan nekat tetap pulang.

Saya merasa bodoh mengasumsi orang-orang tidak akan mengusili keputusan-keputusan saya untuk mudik ini

Saya juga terlalu naive beranggapan kalau semua orang akan mengerti prioritas saya di mudik ini.

Sepertinya saya harus realis, saya tidak bisa mudik dengan anggaran terbatas lagi, Saya tidak boleh paksakan diri untuk mudik seperti yang saya lakukan tahun ini, saya tidak bisa lagi segitu ‘naive’nya berfikir ‘yang penting saya pulang dulu, masalah pengeluaran dipikir nanti’.  Saya tidak mau membebani teman-teman, malu rasanya koq setiap kali ketemu ditraktir.

Bersyukurlah teman-teman Indonesia yang tinggal di Amerika dan bisa mudik setiap tahun dengan anggaran lebih dari cukup. Jujur, betapa irinya saya dengan teman-teman semua.

Tapi iri tidak membuat keadaan lebih baik tho?

Jadi lebih baik ya saya legowo saja. Keinginan mudik akan saya simpan dulu untuk jangka waktu yang tidak terbatas.

004425b3a792c69eebb0d9c0dd83412c

Suka Duka Di Amrik : Pekerja Jam-Jam-an

Baru setelah berimigrasi ke Amerika, saya mengenal istilah pekerja jam-jaman dan pekerja gaji.

Pekerja jam-jaman yaitu pekerja yang dibayar berdasarkan jumlah jam yang si pekerja lakoni, ya biasanya pekerja buruhlah, seperti pegawai toko, pegawai bank,pegawai di rumah sakit, dll. Pekerja jam-an ini bisa pekerja paruh waktu, bisa juga pekerja penuh.

Karena sifatnya yang dibayar berdasarkan jumlah jam si pegawai bekerja, dari NOL jam hingga 40 jam (atau bisa lebih, tapi biasanya managemen perusahaan akan ‘ngomel’ kalau pegawai jam-jaman mereka lembur)- bayaran si pekerja ya bisa berbeda-beda setiap kali terima gaji.

Juga pekerja di haruskan mencatat saat mereka mulai kerja dan selesai kerja setiap harinya di timesheet.

Pekerja jam-jaman ini juga rentan terpotong jadwal kerjanya, terutama pekerja ritel. Kalau manager menilah penjualan pada hari itu tidak seperti yang diperkirakan, mereka harus segera memotong anggaran perusahaan yaitu dengan memotong jam kerja si pegawai yang dijadwalkan bekerja hari itu. Jadi kalau awalnya si pekerja di jadwalkan bekerja selama 4 jam, sangat mungkin kalau si pekerja yang ada cuma bekerja selama 2 jam saja.

Sementara pekerja gajian, yaitu mereka-mereka yang gajinya dihitung secara lumpsum per bulannya, dengan standar jam kerja 40 jam per minggu. Sepengetahuan saya pekerja gajian ini sebagian besar pekerja penuh, atau pekerja kontrak. Contohnya suami saya.

Sebagian besar pekerja jam-an menerima gaji setiap minggu atau setiap dua minggu sekali. Sedangkan pekerja gaji, sebagian besar di bayar setiap dua minggu sekali atau 2 kali sebulan : di awal bulan dan di tengah bulan (tanggal 15).

Saya ini termasuk pekerja buruh, alias pekerja yang dibayar per jam, gaji dibayar oleh perusahaan setiap 2 minggu sekali. Tapi karena saya bekerja di dua tempat, saya jadinya terima bayaran setiap minggu, karena jadwal terima gaji saya yang satu dengan yang lain berselisihan.

Ada enak dan tidak enaknya jadi pekerja jam-jaman.

Yang paling tidak enak itu kalau lupa masukkan waktu kerja (clock in dan clock out) dan kelewat tenggat waktu perhitungan gaji. Kenapa? Karena beberapa perusahaan sangat ketat dalam hal pembayaran gaji ini, kalau sudah lewat tenggat masukkan timesheet ya terpaksa kamu dibayar apa adanya, kekurangan jam kerja akan dibayar di gaji berikutnya.

Contohnya saya.

Waktu mau mudik kemarin, saya pikir waktu saya balik saya tetap akan terima gaji cukuplah, karena meskipun saya tidak kerja, saya sudah punya jatah liburan, yang jumlah jam libur per mingggunya boleh dibilanag sama dengan jumlah jam kerja saya kerja.

Saya pikir lagi, karena saya pekerja paruh waktu, manager saya yang harus memasukkan jumlah jam libur saya ke timesheet saya – karena kalau ada libur di kalender, manager saya yang memang harus memasukkan libur kalender itu di timesheet saya supaya saya dibayar.

Waktu kembali ke tempat kerja setelah mudik, saya panik melihat jumlah kerja saya cuma seuncril dan ternyata jam liburan saya tidak tercatat. Ternyata saya salah asumsi, sayalah yang harus memasukkan jam libur saya ke timesheet, bukan manager.

Yaaaaah….apa daya, terpaksalah saya gigit jari selama lebih dari 2 minggu!

Hadweeeh, asli sengsara, karena berarti saya tidak bisa membayar tagihan ini itu seperti yang sudah saya jadwalkan.

Untunglah cuma saya yang pergi berlibur dan suami tidak ikutan, karena berarti kita  masih ada penghasilan dari suami yang bisa bantu untuk hidup sehari-hari…………..

Phew!!??!!

Mudik 2015 : Oleh-Olehnya Mana??

Saya sempat disindir karena tidak membawa oleh-oleh untuk individu-individu tertentu. Mungkin saya dianggap sangat mampu untuk membawa oleh-oleh buat semua pihak atau mungkin saya di anggap BERKEWAJIBAN untuk membawa oleh-oleh untuk mereka. Saya kurang mengerti juga

Sebagai orang Indonesia,saya terbiasa dengan budaya oleh-oleh ini. Dari Amerika gitu loh, masa sih tidak bawa oleh-oleh waktu ke Indonesia?

Pada dasarnya saya ini orangnya kurang perhatian (kurang ngeh) dalam hal beroleh-oleh, atau masalah kado-kadoan. Tidak terbayang kalau saya merayakan hari natal dimana saya kudu memikirkan kado untuk banyak orang. Setiap kali ada acara tukar kado di kantor, saya keringat dingin.

Saya juga tidak seperti kenalan saya yang orangnya telaten memikirkan orang lain dan selalu punya oleh-oleh ekstra di tangan.

Selain karakter saya yang bingung berkado/beroleh-oleh, saya harus realistis dalam banyak hal, yaitu :

  1. masalah muat atau tidak si oleh-oleh di koper. Dalam mudik ini saya belum-belum sudah membeli koper baru yang tidak ada di anggaran. Terus terang saya tidak enak hati dengan misua sendiri yang membelikan koper buat saya

  2. masalah anggaran. Seperti yang saya tulis di tulisan sebelumnya, anggaran mudik saya in relatif ‘tipis’, yaitu $3,000 dan sudah termasuk pembelian tiket pesawat. Kecuali mereka yang nyinyir itu mau ikutan bayarin tagihan keluarga saya setelah saya balik ke Amerika, saya harus selalu memantau anggaran ini.

  3. siapa yang akan saya kasih oleh-oleh. Buat saya oleh-oleh itu BUKAN sekedar buah tangan, tapi oleh-oleh itu juga tanda terima kasih saya untuk mereka yang mau berepot-repot bertemu dengan saya. Yang bersedia menyisihkan waktu diantara kesibukan mereka sehari-hari untuk bertemu saya.  Yang terus terang dalam mudik kali ini, memang saya sesalkan ada beberapa teman-teman yang  saya tidak punya oleh-oleh untuk mereka. Maaf ya buat RIA, DI, YP, RN, saya tidak ada buah tangan untuk kalian 

Jadi ya kalau ada yang merasa harus di oleh-olehi oleh saya tapi tidak dapat oleh-oleh….well.……..

mirror1

nb.

Kalau saya tidak salah juga, oleh-oleh itu bukan keharusan kan ya?

Suami saya sendiri, tidak saya belikan apa-apa dari Indonesia, karena dia memang tidak minta, dan dia juga mengerti sekali kerepotan saya di mudik ini. Dia cuma bilang ‘I know there are things there that you love that you can not get here, go ahead buy them, don’t worry about me