Informasi berguna

Aktifitas Untuk Anak Di Musim Panas (Summer Camp)

Terus terang setiap musim panas saya kebingungan, bingung cari kegiatan untuk anak semasa liburan sekolah, maklum saya dan suami dua-duanya kerja. Meskipun saya kerja paruh waktu, sehari sekitar 6 jam, si anak yang jelas belum (tidak) bisa ditinggal bengong  sendiri di rumah, terutama waktu dia masih relatif kecil.

Tahun-tahun pertama si kecil masuk usia sekolah, tidak bohong kalau boleh dibilang kita ‘bokek’ selama musim panas. Summer camp itu yang jelas tidak murah! Lumayan banyak memang pilihan, tapi yang sesuai kantong, waduh, boleh dibilang sedikit.

Kami pernah coba summer camp di lokasi sekolahan, summer camp di lokasi YMCA, summer camp di tempat anak berlatih bela diri.

Tahun pertama si kecil di summer camp (dia kelas 1 SD, naik kelas 2, umur 6 tahun), ybs masing menikmati, selain karena lokasinya di sekolah dia sendiri,pengasuh-pengasuhnya juga ramah-ramah dan berpendidikan dan  juga karena cukup banyak kegiatan di luar, seperti berenang di fasilitas YMCA, jalan-jalan ke taman air pancuran, jalan-jalan ke kebun binatang, jalan-jalan ke kolam berenang di luar kota dll.

Tahun kedua, dia mulai bosan, memang lokasinya berbeda dengan lokasi tahun pertama, jadi dia kurang familiar dengan rekan-rekan sebayanya.

Saya sendiri juga kurang puas dengan mutu pengajarnya, terkesan bloon, kurang perhatian dan cuma sibuk ber-selfie waktu saya lihat foto-foto yang di unggah di facebook.

Tahun ini boleh agak beda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Anak sudah lumayan cukup besar dan mandiri, dan tempat tinggal kami sangat dekat dengan tempat kerja saya, kita putuskan anak tidak partisipasi dalam summer camp setiap minggunya dan juga kita pilih summer camp dari institusi yang berbeda-beda.

Salah satu summer camp yang kita pilih tahun ini adalah summer camp yang diselenggarakan oleh boy scout si anak. Boleh dibilang ini summer camp yang paling ‘bermutu’ dan juga sepadan dengan harganya.

Anak-anak bermain di luar seharian, kegiatannya juga bermacam-macam, ada belajar memanah, belajar menembak dengan senjata berpeluru pelor (BB gun), belajar menurunkan bendera, dan lain-lainnya yang boleh dibilang sangat boyish ya namanya juga dari boyscout ya? 😉

Tidak ada yang namanya main komputer, atau terkukung di ruangan selama berjam-jam seperti yang saya lihat di camp yang pernah dia lakoni sebelumnya.

Setiap saya jemput si anak selalu ada yang dibicarakan dengan semangatnya. Senang melihat dia aktif dan berkumpul dengan sesama anak-anak laki sebayanya.

Sekedar berbagi, ini beberapa hal yang saya pertimbangkan sebelum memilih summer camp:

  1. Lokasi – saya selalu pilih lokasi yang dekat dengan rumah atau tempat kerja, pertimbangannya kalau ada masalah, saya atau suami akan mudah datang ke lokasi.
  2. Harga dibanding dengan kegiatan : kalau anggaran tidak terbatas, harga tidak jadi masalah ya. Tapi buat kami pribadi, kami cuma mampu untuk membayar camp sekitar $100-$200, untuk $200 yang jelas tidak mungkin kita lakoni setiap minggu
  3. Durasi camp ,kami harus pilih camp yang sesuai dengan jadwal kerja. Ada beberapa camp yang kami sangat tertarik, tapi sayangnya waktu camp (11 pagi hingga 4 sore), sulit untuk saya ataupun suami untuk mengantar & menjemput si kecil.
  4. Jadwal kegiatan sehari-hari : saya sungguh tidak puas dengan salah satu institusi penyelenggara camp, masa’ di jadwal kegiatan tercantum kunjungan ke lokasi X yang intinya cuma ruangan terbuka, atau cuma tercantum ‘nonton film’ (bukan di bioskop). Hal lain yang saya pelajari adalah meskipun penyelenggara camp sama dan harga camp sama, tapi di lokasi yang berbeda, jadwal jalan-jalan (field trip) akan sangat berbeda, karena si kepala camp di lokasi lah yang menentukan tujuan-tujuan field trip untuk lokasi mereka. Tahun kedua si kecil ikutan camp di lokasi sekolah, saya sempat bandingkan jadwal kegiatan di lokasi dia dan di lokasi lain. Waduh beda banget! untungnya lokasi yang kita pilih waktu itu menawarkan field trip yang lebih seru dibanding lokasi lainnya.
  5. Pengasuh camp : Paling males kalau ketemu pengasuh camp yang terlihat tidak ramah, tidak peduli dengan anak-anak. Pengalaman pribadi ketemu dengan pengasuh seperti ini, saya tidak sungkan sungkan mengutarakan keberatan/kejengkelan saya di survei yang mereka kirim di email.

Intinya ya kita sebagai orang tua harus pandai-pandai memilih camp, karena beberapa camp ada yang super komersil tapi kurang bermutu, ada camp yang terjangkau namun menawarkan aktifitas yang cukup beragam.

Kalau boleh milih sih ya..mending saya jadi ibu RT saja dan menghabiskan waktu dengan si kecil selama musim panas, apa boleh buat, saat ini belum memungkin kan.

Buat ibu-ibu yang tidak perlu repot memilih dan bisa menemani anak-anak selama musim liburan , bersyukurlah, enteng di kantong yang jelas.

Pindahan Oh Pindahan

Sewaktu saya tinggal di Jakarta, seingat saya, saya cuma pindah rumah  3 kali : dari daerah Pasar Minggu ke daerah Condet, lalu ke daerah Pancoran, terakhir ke daerah Cibubur , semuanya dalam kota dan tidak pernah rasanya heboh-heboh amat. Seingat saya, kami selalu dapat bantuan, ayah ibu tetap kerja seharian, tahu-tahu kita pindah ke tempat baru.

Yang jelas namanya hidup ya, pindahan kadang tidak bisa dihindari – idealnya ketemu rumah yang sreg, terus tinggal di situ sampai kakek nenek deh ….

Nah, waktu saya imigrasi ke Amerika, terus terang hal-hal seperti ini tidak terbayang sebelumnya, maklum, tidak terbiasa hidup sendiri, semua-muanya cuma tahu beres, karena selalu tinggal dengan ortu. Baru di Amerika ini saya ‘ngeh’ dan belajar tahu ini itu masalah pindahan. Sejak saya di Amerika tahun 2005 hingga 2014, saya sudah merasakan pindahan itu 5 kali, sementara suami ada kali 10 kali pindahan!

Pindahan pertama kali lumayan gampang, cuma pindah dari apartemen 2 kamar ke rumah yang notabene lebih luas. Barang-barang yang kita miliki tidak terlalu banyak dan cuma perlu sewa satu truk Uhaul ukuran sedang.

Suami sendiri yang nyetir truk, yang ngepakin barang-barang ya kita berdua saja, masalah angkut barang-barang, ada dua teman suami yang bantuin kita gotong mebel-mebel yang lumayan berat: dari apartemen ke truk, dari truk ke rumah.

Setelah pindahan ini, pikirnya ya sudah dong, kita bakalan menetap di sini sampai tahunan, tidak kepikiran mau pindah ke tempat lain.

Itu tahun 2006.

Ternyata keadaan tidak memungkinkan kami untuk menetap di rumah kami, di tahun 2010, suami dapat kerja di negara bagian lain, Ohio. Berhubung dia harus berada di Ohio secepatnya, jadi dia langsung berangkat dengan mobil satu-satunya kami dengan pakaian dan barang-barang keperluan rumah tangga seadanya.  Rencananya saya dan anak (waktu itu dia umur 4 tahun), akan menyusul belakangan dimana suami akan minta cuti untuk pulang ke Montana, bawa kami semua ke Ohio.

Tapi, saya, setelah pikir ini itu, ditambah bawaan diri yang memang agak-agak petualang dan pemberontak, saya nekat bilang ke suami kalau dia tidak usah pulang karena saya sendiri yang akan bawa truk ke Ohio.

Suami amat sangat tidak setuju, tapi dia tahu bininya ini keras kepala dan tidak mau dibilangin sampai dia kejeduk sendiri- akhirnya setuju dengan rencana saya.

Jadilah si Jeng sibuk mengatur rencana kepindahan ke Ohio sorangan dewe.  Cerita kepindahan ku bisa dibaca disini dan disini.
Nah, sejak pindah ke Ohio itu, kami boleh dibilang ‘hobi’ pindahan, baik pindahan antar negara bagian maupun pindahan dalam kota, asli keblenger!!!

Tapi ya mau gimana lagi, kadang kita harus pindah karena pekerjaan, jadi ya lakoni aja.

Dari pengalaman ‘jutaan’ pindahan itu, jadilah di blog ini, saya mau berbagi tips pindahan untuk teman-teman:

Pertama : pilih perusahaan truk yang akan di sewa.

Yang beken di sini itu Uhaul, salah satu perbedaan truk Uhaul dengan truk-truk dari perusahaan lain adalah dek Uhaul lebih rendah, jadi memang agak lebih mudah untuk wara-wiri ke/dari truk.  Tapi Uhaul jauuuuuuuuuuuuh lebih mahal dibanding merek lain.  Berhubung saya orangnya agak-agak pelit, saya pilih truk dari BudgetSelain harga dasar lebih murah, selalu ada diskon untuk sewa dari Budget. Saya dapat kupon 20% , jadi untuk sewa truk saja, bedanya bisa $200 dibanding ambil dari Uhaul.

Masalah ukuran truk, baik Uhaul maupun Budget punya pilihan ukuran yang relatif sama. Harga truk akan tergantung dari ukuran yang dipilih, berapa lama truk akan disewa. Bensin dan resiko kecelakaan harus ditanggung sendiri.

Karena ukuran keluarga kami (& jumlah barang yang kami miliki), biasanya kami harus menyewa truk ukuran 16 kaki dan waktu yang kami ambil untuk pindahan antar negara bagian itu minimal 10 hari (berapa hari di perjalanan, berapa hari istirahat sebelum bisa bongkar truk di tempat baru). Selama pindahan kami (4 kali), rata-rata pengeluaran untuk sewa truk ini tidak kurang dari $1,000.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA Truk pindahan ukuran 16 kaki,muat 3 penumpang

Kedua : beli kotak-kotak penyimpan barang.

Ini bisa di beli dari Home Depot ,Lowe’s,dari perusahaan truk sendiri (untuk kotak-kotak baru) atau Craiglist, atau dari tempat kerja untuk kotak-kotak bekas. Pertama pindahan ini, saya coba ngirit dengan ambil kotak-kotak bekas dari tempat saya kerja. Memang gratis, cumaaaaaaaaaaaaa, waktu penempatan di truk, ini bisa jadi masalah.

Kenapa gitu? karena ukuran kotak tidak seragam dan lebih sulit untuk menumpuk kotak-kotak dengan stabil.  Dan juga seringkali kotak-kotak bekas ini sudah terlalu beat-up, jadi resiko jebol lebih besar.

Kotak-kotak yang dijual di Home Depot atau Lowe ini, biasanya ada beberapa ukuran : kecil, sedang, besar, super besar dan khusus untuk pakaian.

Kotak kecil akan paling banyak di gunakan, terutama untuk mengepak barang-barang berat seperti : buku-buku, peralatan tukang, barang-barang pecah belah.

Secara pribadi saya tidak rekomendasi kotak ukuran besar, kecuali untuk simpan bantal, guling atau boneka-boneka. Karena tho meskipun ukurannya besar, kita tidak bisa memuati terlalu banyak, karena resiko jebol.

Pindahan terakhir kami menggunakan tidak kurang dari 100 kotak. (banyak!!!)

packingprogress-001 Lihat lemari kosong, lega rasanya!
newapart20141 tumpukan kotak-kotak siap diangkut! Truk siap di bongkar!

Ketiga : cari bantuan untuk mengangkut barang-barang

Kalau pindahan pertama dan kedua kita cukup angkat telpon dan minta bantuan teman-teman, pindahan berikutnya kita tidak bisa melakukan hal yang sama. Pertama karena suami orangnya risih minta tolong ke orang (gratisan), kedua, suami tidak di lokasi, saya boleh dibilang tidak ada teman laki-laki.

Waktu pindahan dari Ohio ke Montana, saya pilih perusahaan Mergenthaler – layanan yang saya pilih benar-benar cuma bantu angkut barang-barang besar dari rumah ke truk.

Untuk memilih ‘layanan kuli angkut’ ini boleh dibilang yang paling rumit dan tidak murah!

Perusahaan-perusahaan seperti Margenthaler ini banyak jenisnya di Amerika. dan layanan servis mereka beragam : dari mulai layanan penuh : pengepakan barang, pengangkutan, pembongkaran, pemindahan atau bisa pilih satu layanan tertentu saja.

Yang membuat rumit itu karena masing-masing perusahaan punya kebijakan sendiri yang membuat harga bisa beda.

Secara umum pertanyaan-pertanyaan yang akan mereka ajukan adalah :

  • jenis barang-barang yang akan diangkut – jadi kita harus memberi tahu mereka satu per satu barang-barang yang akan mereka angkut : berapa banyak kotak, mebel apa saja, tempat tidur ukuran apa, dsb
  • berapa jauh mereka harus transpor barang-barang kita (kalau memang kita mau mereka untuk transpor barang-barang kita)
  • apakah ada barang-barang yang unik : piano, kotak penyimpan barang berharga ukuran besar
  • berapa besar asal properti kita dan berapa besar properti baru kita – dan tipenya : rumah atau apartmen
  • apakah ada barang-barang lain yang harus diangkut yang tidak berada di lokasi yang sama

Waktu pindahan kedua kami di Kentucky, saya telpon 3 perusahaan jasa angkut barang. Dua dari tiga perusahaan ini selain saya tahu dari melihat di jalan, saya juga tahu mereka karena mereka klien di tempat saya kerja .

Pilihan saya waktu itu Two Men and a Truck, Margaret Moving dan Edward Neutz Sons & Daughters.

Yang satu bertanya sangat detail mengenai kepindahan kami : apartemen awal kami di lantai berapa dan apartemen tujuan di lantai berapa, konon ini membuat perbedaan harga yang signifikan untuk mereka. Ada juga yang mengenakan biaya transportasi lebih dari 1 jam.

Semuanya memang tergantung dari ‘sreg’ atau tidaknya kita ya. Intinya harga layanan ini berdasarkan jumlah orang-orang yang mereka kirim dan berapa lama mereka bekerja.

Yang jelas, saya belajar dari pengalaman bongkar barang-barang waktu pindahan dari Montana ke Kentucky, saya tidak lagi pilih perusahaan abal-abal alias bukan franchise, bukan kenapa-kenapa, karena saya perhatikan mereka cuma bermodal otot, tapi tidak ada strategi, yang ada waktu pembongkaran bisa jadi lebih lama, meskipun awalnya mereka kenakan harga relatif lebih murah per jamnya, yang ada saya jadi BT.

Pindahan dari Bozeman ke Cleveland, kita pakai 3 orang , 1 orang membungkus mebel-mebel sebelum diangkut, yang 2 memindahkan barang-barang dari rumah ke truk. Seingat saya mereka selesai dalam waktu 3-4 jam.

Untuk pindahan di Kentucky, berhubung ukuran rumah dan jumlah barang-barang berkembang, perusahaan yang kami pilih : Two Men and a Truck mengirim 3 + 1 orang untuk membantu kepindahan kami.

Terus terang saya cukup puas dengan pilihan kami, meskipun secara teknis ada 4 orang yang membantu , kami hanya di kenakan biaya untuk 3 orang. Kerja mereka juga lumayan efisien dan santun. Mereka datang jam 8.30-an, selesai mengangkut barang-barang kami dari apartemen lama jam 12-an. Total biaya yang kami harus bayar itu $910 (berikut tip untuk 4 orang)

Keempat : tetapkan waktu pindahan

Karena itu akan berefek ke harga sewa truk dan harga jasa kuli! Sabtu dan Minggu harga bantuan angkut bisa $30-$50 lebih mahal dibanding hari biasa.

Kadang karena jadwal kerja, kita mau tidak mau harus pilih akhir pekan, kalau memang ini jadi pilihan ya siap-siap buka kantong lebih dalam..;-)

Kelima : beli peralatan tambahan.

Hah? apaan tuh?

Setelah 5 kali pindahan saya lumayan paham akan pentingnya pernak-pernik tambahan yang diperlukan :

  • Dolly atau dongkrak angkut – meskipun waktu kita sewa truk, sebagian besar perusahaan menyediakan dolly di truk ybs, tidak ada salahnya kalau kita juga punya Kenapa gitu? dengan punya dolly sendiri, ini memudahkan kita memindahkan kotak-kotak dari ruang-ruang ke satu ruang tertentu yang nantinya akan memudahkan pengangkutan akhir ke truk. (lebih efisien)
  • Tali : bisa tali rafia, bisa tali tambang biasa, bisa tali elastis (bungee) : gunanya untuk membuat jala laba-laba di dalam truk, supaya dalam pengangkutan, kotak-kotak yang sudah tersusun di dalam truk tidak goyang ke sana ke mari .
  • Penahan pintu : ya menahan pintu supaya selalu terbuka, jadi tidak repot harus bolak balik buka tutup pintu selama pengangkutan barang-barang dari truk ke rumah dan sebaliknya.
  • Padding – seperti juga dolly, padding biasanya disediakan dari perusahaan truk, tapi jumlahnya terbatas – terutama kalau kita tidak menyewa jasa kuli. Jadi tidak ada salahnya untuk sedia tambahan – padding ini bisa berupa selimut atau bantal lama yang sudah tidak terpakai lagi.

Tips-tips lain yang kali berguna :

  • Ruang pengemudi dan penumpang relatif sempit, isi dengan minuman dan makanan kecil untuk perjalanan, dan koper ukuran sedang yang muat di taruh dibagian kaki penumpang di paling pinggir, untuk ganti di perjalanan atau ganti di hari-hari awal di tempat baru
  • Pakai pakaian yang tidak nyesal kalau sobek atau kotor selama di perjalanan, maklum akan banyak berhenti dan atau angkut ini itu
  • Gunakan sprei lama untuk melindungi kasur dari kotor selama di truk/pengangkutan- jadi biarpun si sprei ini sobek misalnya dalam perjalanan, kita rela untuk membuang.
  • Kalau mau nyetir truk sendiri, jangan lupa lengkapi penumpang dengan DVD player supaya tidak bosan
  • Isi gas waktu penunjuk gas tidak kurang dari 1/4 kapasitas – terutama kalau pindah antar negara bagian, karena pompa bensin tidak selalu berdekatan di Interstate.
  • Hindari mundur – terutama kalau nyetir truk besar
  • Kumpulkan kotak-kotak yang sudah rapi di satu tempat tertentu – ini akan menghemat waktu pengangkutan dari apartemen/rumah ke truk
  • Jangan sungkan sumbangkan barang-barang yang tidak pernah terpakai lagi, aturannya kalau kita sudah tidak pernah pakai barang yang bersangkutan selama 1 tahun , ya wis sumbangkan saja, daripada menuh-menuhin truk.  Lokasi sumbangan bisa ke Goodwill, Salvation Army, toko-toko barang bekas lainnya. Kalau buat buku-buku, bisa dijual lagi di toko buku Half Price Book Store, lumayan dapat uang beli kopi
  • Beli satu kotak plastik ukuran sedang yang disini barang-barang kepeluan selama hari-hari pertama di tempat baru : sabun, sampo, sisir, barang-barang pribadi lainnya yang bisa dipakai sekeluarga, piring, gelas kertas, sendok, garpu plastik, pisau, talenan, makanan kaleng, pembuka kaleng, 2 gulung paper towel, 3 gulung toilet paper. Simpan kotak ini paling dekat dengan bukaan di truk, jadi mudah diambil dimana perlu.

Hah. Heboh ya?  Banget! dan yang pasti, pindahan itu selain menguras tenaga juge menguras kantong, karena tidak pernah murah (kecuali ada yang bayarin ya). Dan meskipun kami sudah pindahan berkali-kali, tetap saja stres waktu kami harus melakukannya lagi.

Yah wis, sampai disini dulu cerita dari saya,  mudah-mudahan cerita saya kali ini bisa membantu teman-teman yang mau pindahan….

blog4-002

School Supplies Nightmare!!!

Terpaksa judulnya harus berbahasa Inggris, karena kalau di Indonesiakan kurang greget rasanya. 

Setiap tahun ajaran baru dimulai itu, salah satu kesibukan para orang tua yang memiliki anak usia sekolah adalah mengecek daftar keperluan sekolah si anak alias school supplies. Daftarnya sih biasa ya, pensil, buku, penghapus, crayon, spidol dan seterusnya.

Tahun pertama anak sekolah, Saya masih nurut-nurut saja dengan daftar ini. Lama-kelamaan, setelah ngobrol sana sini dengan sesama orang tua, mulai hati bertanya-tanya.

Pertama, dari tahun ke tahun daftar ini makin lama makin panjang dan tidak murah! Dari mulai pensil sampai kantong ziploc. Anak Saya cuma satu, bayangkan orang tua yang punya anak lebih dari satu.

Kedua, setelah Saya perhatikan, tidak setiap guru efisien menggunakan perlengkapan sekolah ini selama tahun berjalan.

Contohnya ya anak Saya sendiri. Waktu dia kelas 1, semua pekerjaan rumah, aktivitas dia di sekolah menggunakan perlengkapan yang kita beli di awal tahun ajaran, dan diakhir tahun ajaran, si guru mengembalikan perlengkapan sekolah yang tidak terpakai ke si anak. 

Tapi waktu dia di kelas 2, wis Saya bingung. Si anak tidak pernah pakai buku ataupun perlengkapan lain yang sudah dibelikan dari awal, 

Kemana larinya itu 20 jenis perlengkapan sekolah yang kita beli di awal tahun? 

Ketiga apa harus gitu kita selalu membeli barang baru buat perlengkapan sekolah? crayon contohnya. Halah. Aku ada se-ember penuh crayon yang masih bisa dipakai. Spidol juga sami mawon. Pensil? memang beberapa pensil sudah lebih pendek ya, tapi kan masih bisa dipakai dong? Tempat pensil, dari 2 tahun lalu masih utuh deh.  Mbuh.

Akhirnya tahun ketiga ini, Saya pura-pura ‘bego’ tidak lagi buru-buru ngacir ke toko untuk membeli perlengkapan sekolah. Obrak-abrik dulu apa yang kita punya di rumah, baru setelah itu kami akan beli yang memang kita tidak miliki untuk si anak. 

DSCN4405[1]Dan juga setelah Saya amat-amati, setiap tahun ada jenis perlengkapan yang selalu diminta (pensil, map, binder), yang ada Saya tunggu setelah masa awal tahun ajaran lewat, baru deh Saya beli, karena harganya di potong, alias lebih murah….tho tahun depan bakal di minta lagi….

Tapi ya terus terang, masalah perlengkapan sekolah ini adalah salah satu ‘kebingungan’ Saya dengan sistem sekolah di Amrik. Buat Saya terlalu konsumtif dan tidak efisien, tapi apa boleh buat…kadang kita kudu tunduk dengan aturan…

Setelah tiba di Amerika…..

Then what?

Pertama, karena status kita (ini asumsi kondisi masuk ke US secara legal ya) belum penduduk tetap (permanent resident), jadi kita belum langsung bisa kerja.

Dengan alat pengenal satu-satunya yang berlaku dan dihargai secara hukum Amerika adalah paspor Indonesia- memang agak sulit untuk ‘bergerak’.

Nah dengan keterbatasan itu, ini hal-hal yang bisa kita lakukan :

1. Kalau tinggal di apartemen bersama pasangan, minta supaya nama kita di masukkan dalam kontrak sewa menyewa. Kenapa? Karena ini bisa dijadikan bukti tinggal di USA yang akan banyak diminta oleh institusi-institusi lainnya.

2. Kalau tinggal di rumah, bisa gunakan tagihan listrik dan air (utility bills istilahnya) sebagai tanda bukti tinggal di Amerika. Pasangan kita harus menelpon perusahaan ybs untuk menambahkan nama kita di tagihan.

3. Nah setelah ada bukti bertempat tinggal di Amerika, bisa ajukan aplikasi kartu identitas – ibarat KTP lah, judulnya State ID. Dengan memiliki ‘KTP’ ini akan memudahkan kita bertransaksi di tempat-tempat lainnya dari mulai perpustakaan, perbankan, kebun binatang dll.

Nah, Karena di KTP ini akan tercantum alamat kita di Amerika, makanya nomor 1 atau nomor 2 kudu dilakoni dulu. Selain kontrak apartemen dan tagihan air/listrik, surat masuk dengan nama dan alamat kita baru kadang juga bisa dijadikan bukti bertempat tinggal di Amerika.

Karena Saya di Jakarta sudah bisa mengendarai mobil sendiri, Saya tidak pernah memiliki KTP, tapi cukup SIM lokal.

Di beberapa negara bagian, ada yang membolehkan penduduk memiliki KTP dan SIM, tapi di beberapa negara bagian lain, si penduduk cuma boleh memiliki salah satu kartu identitas. Contohnya sewaktu kami tinggal di Ohio. SIM Saya masih berlaku hingga tahun 2014, dan kita tahu kita akan balik ke negara bagian asal (Montana). Jadi Saya ogah menyerahkan SIM Saya, tadinya Saya cuma mau ambil KTP setempat, eh ternyata hukum negara bagian Ohio tidak membolehkan satu orang memiliki 2 KTP dan SIM. Jadi ya Saya ogah ambil KTP/SIM Ohio, yang ada kemana-mana Saya kudu bawa surat dari apartemen yang menyatakan Saya penduduk lokal.

Di Kentucky, ternyata boleh-boleh saja. Lucu ya? Padahl Kentucky dan Ohio berbatasan.

4. Karena Saya  tidak punya uang sama sekali sewaktu baru pindah ke US, jadi kita langsung pergi ke bank suami untuk menambahkan nama Saya di rekening suami – asikk!!- dan dapat kartu debit supaya bisa belanja! hah!!

Nah, masalah bank ini, juga tergantung dari bank masing-masing, kartu identitas apa yang mereka syaratkan. Kalau di tempat Saya bekerja, untuk individu yang bukan warga negara Amerika dan tidak/belum memiliki nomor individu (social security number), bukti identitas yang diperlukan adalah : Paspor, KTP lokal, kartu kredit Visa atau Mastercard atau Discover atau American Express.

Bisa ditanyakan dulu ke bank yang bersangkutan, identitas apa yang mereka minta.

Urusan kartu identitas lokal sudah beres? sip. Langkah selanjutnya?

6. Amat sangat Saya sarankan untuk bisa mengemudi mobil di Amerika. Karena tidak semua kota-kota di Amerika memiliki fasilitas kendaraan umum yang memadai dan bisa diandalkan. Dan tergantung Anda tipe seperti apa? Saya tipe pembosan dan malas selalu tergantung dengan suami untuk diantar ke sana kemari, jadi Saya kudu punya SIM.

Karena Saya sudah biasa menyetir di Jakarta, Saya cukup belajar dengan suami membiasakan diri menyetir di jalur yang berbeda. Jelaslah Saya pernah masuk jalan yang salah…;-).

Untuk yang belum pernah menyetir mobil di Jakarta, monggo daftarkan ke sekolah mengemudi setempat.

Setelah PD mengemudi, mampir ke kantor DMV atau Department Motor Vehicle untuk mengambil bahan tes tertulis mengambil SIM. Pelajari dulu itu soal-soal di rumah supaya nanti sewaktu tes, bisa langsung lulus. Tiap-tiap DMV punya peraturan beda-beda. Kadang Anda bisa tes hingga 3 kali berturut-turut dalam sehari, ada yang hanya membolehkan tes 1 kali sehari.

Sudah PD mengemudi? sudah belajar tes tentang peraturan lalu lintas? Bisa daftarkan untuk tes di DMV setempat.

Nah ini juga berbeda di tiap negara bagian. Ada negara bagian yang calon pengemudi bisa ambil tes tertulis dan langsung tes mengemudi. Di negara bagian lain, karena jadwal yang ketat dan terbatasnya pegawai, si calon harus datang minimal dua kali.

Yang jelas tes tertulis harus lulus dulu baru Anda bisa ambil tes mengemudi.

Alhamdulillah Saya langsung lulus- karena sudah belajar lebih dulu!

7. Dapat identitas lokal sudah. Beres-beres tempat tinggal sudah. Lihat-lihat tempat belanja keperluan sehari-hari sudah. Ngapain lagi dong? bosan? tapi belum bisa kerja? (karena belum dapat ijin kerja). Anda bisa :

a. Daftarkan diri ke ‘adult education class‘ yang di selenggarakan oleh Pemda setempat dan biayanya amat terjangkau. Dari mulai berkebun, memasak, bertukang, dan banyaaaak lagi. Di Louisville, Kentucky bisa dibaca disini,

Saya sendiri pernah ikutan beberapa kelas sewaktu tinggal di Bozeman, biasanya kelas-kelasnya diselenggarakan di malam hari. Lumayan biar ini otak tidak menganggur.

b. Menjadi sukarelawan alias volunteer. Biasanya perpustakaan, tempat ibadah, sekolah, musium, food bankcommunity center selalu ada lowongan untuk sukarelawan. Jangan salah, waktu yang kita habiskan sebagai relawan ini bisa dimasukkan ke dalam resume loh! untuk sekolah, kemungkinan agak lebih sulit karena mereka akan minta laporan latar belakang (background check) dari FBI – dan untuk itu mereka akan perlu SSN kita. (yang kemungkinan belum kita dapatkan)

Kayaknya itu saja deh yang Saya bisa tulis saat ini.

Semoga berguna ya!

 

 

 

 

 

 

 

 

Proses Masuk ke Amerika

Baca juga : PROSES MASUK KE AMERIKA – TANYA JAWAB

Di tulisan saya ini, teman-teman akan temukan banyak tautan (link) ke situs di luar blog saya, yang berguna untuk ereferensi teman-teman yang ingin tahu lebih detail proses masuk ke Amrik.

Waktu saya kenal dengan calon suami yang warga negara Amerika (2003)dan tahu akan menikah,  kita di hadapkan dua pilihan. Menikah di Amerika atau menikah di Indonesia. Pilihan ini menentukan tipe visa yang akan saya dapat  harus (calon) suami ajukan. 

Kalau menikah di Amerika berarti calon suami harus ajukan petisi untuk visa tunangan; keuntungan visa tunangan ini, jangka waktu pengajuan aplikasi notabene relatif lebih cepat didapat dan juga kita bisa tinggal langsung dengan pasangan, karena kita sudah berada di Amerika (untuk menikah dan tinggal bersama).

Resikonya adalah kalau tiba-tiba si calon ada musibah atau masalah sehingga pernikahan tertunda, padahal masa berlaku visa tunangan itu cuma 6 bulan, belum tentu visa nya bisa diperpanjang. Atau tiba-tiba calon berubah pikiran, membatalkan pernikahan sementara kita sudah di Amrik seorang diri, tidak punya tiket untuk balik ke Indonesia.

Karena kami putuskan untuk menikah di Indonesia, artinya saya akan diberikan visa pasangan (spouse visa) yang prosesnya lebih lama dibanding dengan visa tunangan.

Resiko visa pasangan ini adalah kami tidak bisa langsung hidup bersama sebagai pasangan (kecuali memang kamu sudah punya visa turis misalnya). Hal ini sudah kami bahas bersama-sama, dan saya pribadi tidak masalah ‘ditinggal suami setelah menikah’, karena saya terbiasa wara-wiri sendiri atau dengan teman-teman kantor.

Untuk menikah dengan orang Indonesia, si warga negara Amrik harus ke Kedutaan Besar Amerika untuk urus masalah administrasi: menandatangani formulir boleh/bisa/bebas untuk menikah. (formulir dan keterangan lebih detail bisa dilihat di sini.-bandingkan dengan arsip yang saya punya)

Di akhir tulisan, saya bagi juga arsip-arsip yang kebetulan masih saya simpan

Tapi ingat loh, ini dokumen-dokumen jaman kuda :2003, ada kemungkinan tidak berlaku lagi, meskipun ada beberapa hal yang masih sama.

Dan kita pilih jalur legal alias sesuai hukum keimigrasian Amerika. 

Nah, setelah kami menikah di Jakarta, Indonesia, Suami balik ke Amerika, segera ajukan petisi untuk mensponsori relatif saya, sebagai istrinya untuk imigrasi ke Amerika (Formulir I-30).

Salah satu persyaratan di formulir ini adalah dia harus membuktikan kalau dia berpenghasilan cukup untuk menghidupi kami berdua di Amerika dan kami berdua juga harus melampirkan bukit-bukit kalau kami sah menikah di Indonesia. (kartu nikah dan surat keterangan menikah)

Jadi waktu itu saya dari Indonesia sibuk mengurus terjemahan bahasa Inggris surat nikah kami di penterjemah yang diakui oleh Kedutaan Besar Amerika. Untungya buat saya, salah satu dari penterjemah tinggal di komplek yang sama dengan saya. Jadi saya tidak perlu repot jauh-jauh ke kota (saya tinggal di pinggir kota gitu loh) 😉

Saya harus kirim dokumen tersebut ke suami, yang oleh suami akan dilampirkan bersama-sama dengan formulir I-30.

Seingat Saya proses pengiriman dokumen ke imigrasi Amerika itu paling tidak dilakukan 3 kali. Setiap kali dokumen di kirim, Suami akan mendapat notifikasi tentang dokumennya. Diterima atau ada kekurangan lampiran. Dan seingat Saya kita harus membayar paling tidak 2 kali biaya keimigrasian – yang tidak murah. ($300)

Proses -pengajuan visa dari mulai pengiriman dokumen hingga visa dikeluarkan –ini juga berlangsung cukup lama – minimal 6 bulan hingga 12 bulanan atau lebih.

Saya baru satu tahun lebih akhirnya mendapat visa pasangan (spouse visa). Terus terang cukup menjengkelkan dan melelahkan hati. Karena selalu ada orang-orang usil yang bertanya ‘Koq masih di Indonesia? Kapan visanya keluar? dan seterusnya.

Sampai-sampai ada yang menggosipkan kalau Saya dikibuli si bule, atau cuma di kawin kontrak dan ditinggal. (menghela nafas panjang).

Visa saya keluar tanggal 1 Februari 2005 dan berlaku hingga 31 Januari 2007.

visaimigran

Saya berangkat ke Amerika tanggal 26 Maret 2005.

stampairport

Visa ini adalah kunci untuk saya masuk ke negara Amerika. 

Nah setelah masuk ke Amerika, Saya segera ajukan penggantian status (formuliar I485), yang merupakan awal dari proses selanjutnya yaitu mendapatkan kartu penduduk tetap (Permanent Resident aka Green Card).

PR seperti namanya adalah dokumen resmi yang membuktikan kalau saya adalah penduduk tetap Amerika yang artinya saya tidak lagi perlu pusing mengurus visa untuk keluar masuk Amerika karena saya sudah PR- bukan turis lagi lah- dan juga memberikan saya hak-hak lainnya seperti layaknya warga negara Amerika.

Penggantian status ini memudahkan Saya untuk bekerja dan menetap dengan legal di Amerika tanpa tergantung dari visa.

Dengan pergantian status, meskipun saya belum memiliki kartu PR, saya sudah berhak untuk bekerja secara sah. Dari pergantian status ini, saya mendapat nomor sosial yang artinya saya boleh bekerja secara legal (dan membayar pajak tentunya)

Nah, hukum keimigrasian Amerika itu berubah-ubah.

Sekitar 20 tahun lalu, pasangan non Amerika yang menikah dengan warga negara Amerika otomatis mendapat kartu penduduk tetap. Yang ada, banyak pernikahan bohong-bohongan, dimana imigran-imigran hanya memanfaatkan warga negara Amerika untuk mendapat si KTP.  Mungkin karena ini lalu hukum keimigrasian Amerika berubah.

Sewaktu Saya mengajukan petisipun, dalam waktu sekitar 6 bulan, hukum keimigrasian berubah lagi. Kebetulan Saya berkenalan dengan teman yang juga menikah dengan orang Amerika, suaminya boleh mengajukan petisi dari Indonesia – waktu masa Saya tidak boleh.

Rekan Saya itu mendapat visa relatif lebih cepat, tapi kartu penduduk tetap yang dia dapat masa berlakunya lebih pendek dibanding yang Saya dapat. (PR Saya berlaku 10 tahun, dia berlaku 2 tahun).

Lumayan riweh lah dan melelahkan hati, tapi yang jelas sekarang kami tenang. Karena tidak perlu pusing memikirkan ijin tinggal, bekerja, mebayar pajak dan sebagainya, karena semua sesuai hukum yang berlaku.

Untuk masalah imigrasi Amerika, gunakan link ini ya.

Jangan terkecoh dengan situs imigrasi US yang nongol lewat pencarian Google, selalu gunakan http://www.uscis.gov

Cara mengisi formulir I-30 bisa dibaca di sini

Mudah-mudahan cerita Saya ada gunakan, tapi ingat loh, setiap kasus – tergantung dari visa yang di dapat untuk masuk ke Amerika, proses imigrasinya berbeda.

Yang sama : lakukanlah sesuai dengan hukum yang berlaku ah!

Arsip 1 : langkah-langkah yang kudu dilakoni untuk menikah dengan wn Amrik, baik menikah di Indo atau menikah di Amrik :

marriedinusindo

Karena saya menikah secara Islam, saya juga kudu cari penghulu yang bisa berbahasa Inggris, kalau tidak salah saya dapat referensi dari tempat menikah : Masjid At Tin, Taman Mini Indonesia Indah.

Ini arsip janji suami dalam bahasa Inggris :

 

husbandpledge

Arsip 3 : Pengucapan penerimaan menikah

penghulu

Arsip 4 : Surat keterangan dari Kedutaan Besar Amerika : ijin untuk menikah di Indonesia

formembassy

Pssst….jangan pernah beli barang harga penuh di Amrik!

Image

 

Aturan pertama belanja di Amrik:

Jangan pernah beli barang tanpa ada potongan!

Karena satu saat barang yang bersangkutan pasti akan ada promosi.

Tip belanja :

1. Di Macy – tunggu promosi ‘One Day Sale’ karena harga barang2 notabene paling rendah dan bisa kombinasi dengan kupon yang dikirim lewat pos

2. Banana Republic – paling tidak satu bulan sekali ada promosi extra potongan 40% untuk barang-barang yang sudah didiskon.  Sempat beli sepatu boots harga asli $225, cukup bayar $50, bahan material dari kulit.

3. JC Penney – daftar di program Rewards, dijamin dikirim kupon, maksimal 25%. Sering kali ada promosi gratis. Baru-baru ini dapat kupon gratis handuk (seharga $10), tidak nolak dong.

4. Stein Mart – daftar program Rewards, di email akan dapat extra potongan 20%-40% dari harga yang sudah didiskon. Koleksi sepatu Stein Mart boleh dibilang unik, tidak ada di toko lain, tapi jangan pernah beli kalau harga belum di diskon. Karena kalau tanpa diskon, ya harga jadi samimawon, mahal. Nemu sepatu merek EuroSofft yang notabene merek cukup bagus, seharga $25 – harga asli $60++

5.  TJ Maxx – harga pakaian boleh dibilang ‘biasa’ alias kita bisa temukan harga yang sama di departement store. Yang boleh dibilang miring di toko ini menurut Saya itu kosmetik dan pernak pernik perawatan tubuh. Kadang ada merek kosmetik beken seperti Estee Lauder, Shisedo, Elizabeth Arden dengan harga $10-$30 lebih murah. Contoh : Serum Idealist dari Estee Lauder, di situs harga minimal $62, di TJ Maxx cukup $32. Body Butter merek The Body Shop, harga termurah di toko asli $10 (promosi), disini cukup $4-$6.

Murah? Mahal? Patokannya apa dong? Belanjaan sehari-hari

Minggu-minggu pertama Saya tiba di Amerika, pola pikiran Saya masih selalu ke rupiah. Semua harga-harga barang dalam dolar yang Saya lihat masih selalu Saya konversikan ke rupiah. Yang ada…..Saya ngeri untuk belanja!! karena semua Saya anggap terlalu mahal. (atau mungkin Saya tergolong miskin ya? ha…ha..ha..mungkin juga sih…..ha…ha…ha..)

Setelah beradaptasi dan wara wiri dari satu toko ke toko lain, akhirnya Saya mulai terbiasa dengan harga dolar dan bisa ‘menganalisa’ apakah harga barang ybs murah atau mahal (menurut patokan Saya loh ya!!)

Ini Saya coba bagi dengan teman-teman.

Toko supermarket berantai secara umum harga barang-barangnya akan lebih mahal dibanding toko supermarket lokal. Tapi sayangnya tidak semua kota ada toko supermarket lokal. Ini tidak berlaku untuk Walmart ya, yang memang dikenal sebagai toko murah.

Contohnya : Di Bozeman, Montana, harga barang-barang di Albertsons notabene lebih mahal dibanding di toko Town & Country karena Town & Country supermarket lokal. Lebih mahal disini artinya beda harga bisa sampai $1.00 lebih.

Di toko-toko berantai skala besar (Albertsons, Kroger, Giant, Walmart, Safeway, Marc) kadang teman-teman bisa temukan seksi ‘Manager’s Special‘ atau reduced dimana harga daging atau sayuran atau buah-buahan dijual dengan harga lebih murah. Alasannya barang-barang tersebut sudah hampir kadaluwarsa atau jadi hati-hati kalau memutuskan untuk membeli barang dari bagian tsb. Hanya beli barang kalau memang kalian akan memasaknya langsung.

Jangan lupa tengok toko-toko seperti Big Lots! untuk bahan-bahan makanan kering (dried goods), harganya cukup bersaing. Saya pernah ketemu nasi instan di toko ini cuma $0.50 sementara di toko lainnya bisa $1.00++.

O iya, ada bumbu-bumbu tertentu seperti bawang merah dan jahe, yang Saya paling ogah beli di toko-toko tersebut diatas kecuali di toko Asia (asia tenggara maupun asia selatan alias India) karena harganya sangat jauuuuuuuuuh lebih murah. (Harga jahe $1.49 per  lbs di toko asia, di supermarket berantai $2.99 per lbs…beda jauh kan??!!)

Terus terang Saya malas belanja di Walmart, karena antrian di kasir selalu panjang dan rasanya tidak pernah ada cukup pegawai yang bekerja, tapi secara umum memang harga barang-barang sehari-hari di Walmart lebih murah dibanding toko-toko supermarket berantai lainnya. Selain Walmart, beberapa lokasi Target juga menjual bahan-bahan makanan, terutama jika sebutannya ‘Super Target‘. Harga barang-barang di Walmart vs Target itu beti alias beda tipis – 2 sen lebih murah di Walmart, kecuali kalau di Target sedang ada promosi.

Harga daging disini rata-rata $7.99-$12.99 per lbs, biasanya potongan daging tertentu seperti shank, tail, roundtip lebih murah dibanding T-bone atau Rib Eye. Daging yang sudah dipotong-potong harga per lbs akan lebih mahal dibanding daging utuh. Semua tergantung mau di apakan si daging.

Kalau mau merebus daging dalam waktu lama, Saya pilih potongan shank, karena tho si daging akan jadi empuk dalam proses pemasakan dan empuk dalam kantong juga! 😉

Untuk daging ayam, harga termurah yang pernah Saya temui cuma di Costco, yaitu $0.99 per lbs. Di toko-toko umum, harga si ayam berkisar antara $1.49-$2.00++.

Kalau kantong lagi super cekak, bisa pilih ampela, karena notabene harganya lebih murah dan kita sebagai orang Indonesia punya banyak cara untuk mengolah ampla jadi makanan enak tho?!

Bumbu oh Bumbu, Dimanakah Engkau harus Aku cari?

Sudah menjadi kenyataan kalau perut melayu itu berbeda dengan perut Bule.  Meskipun sebagian besar dari kita yang tinggal di luar negeri ‘berhasil’ beradaptasi dengan makanan lokal (alias kentang, steak dan lain-lain), sebagian lagi dari kita masih terngiang-ngiang akan makanan Indonesia.

Nah kalau sudah begini, artinya harus cari bumbu-bumbu masak di Indonesia dong?!

Cara termudah ya belanja via online, tapi di tulisan ini Saya mau cerita mencari bumbu di toko-toko tradisional.

Susah-susah gampang mencari bumbu-bumbu dapur Indonesia. Ada beberapa bumbu yang lebih mudah didapat dibanding bumbu jenis lainnya.  Yang jelas harus tahu dulu nama bumbu dalam versi Inggrisnya. Referensi yang Saya pakai dari situ IndonesiaEats milik Ibu Pepy atau dari situ Resep Keluarga Nugraha.

Setelah tinggal di 3 kota, ini kesimpulan Saya tentang bumbu-bumbu yang tidak selalu mudah didapat.

– Gula Jawa/Coconut Sugar

– Lengkuas/Galangal

-Kencur /Kaempferia Galanga

-Margarin Blueband

Kalau teman-teman termasuk penggemar bumbu-bumbu diatas, lebih gampang kalau pesan lewat toko online deh.

Tapi kalau teman-teman baru sampai di Amrik dan pengen banget masak makanan Indonesia, coba cek toko-toko berikut :

Whole Food Market supermarket yang pasarnya ke konsumen sadar lingkungan dan kesehatan ini lumayan banyak ditemukan bumbu-bumbu ‘eksotis’ plus…tempe! Meskipun menurut Saya rasa tempe ala Amrik agak kurang ‘asli’ tapi lumayan lah untuk penawar rindu…

The World Market selain menjual perabotan, pernak pernik dari berbagai negara, di toko ini juga kalian bisa temukan bumbu-bumbu ‘dasar’ seperti jahe, ketumbar, daun salam. Berbagai jenis mie, juga bisa di beli disini.

Earth Fare serupa dengan Whole Food Market , di supermarket ini ada bagian dimana kalian bisa temukan bumbu-bumbu unik, termasuk bumbu-bumbu dari Asia Tenggara.

Kadang supermarket setempat bukan tidak mungkin menjual bumbu- bumbu etnik, tergantung lokasi mereka. Jadi jangan putus asa kalau tidak ketemu di lokasi X, bukan berarti di lokasi berbeda pasti hasilnya sama.

Selamat berburu bumbu-bumbu Indonesia!

 

Kenalkan : Lemari Rini – aksesoris cantik buatan tangan

Awal mulanya dari hobi & tuntutan pekerjaan , Maria Rini  senang membuat kerajinan tangan. Maklum sewaktu di Jakarta, si Jeng ini profesinya guru TK, jadi ya yang namanya membuat prakarya boleh dibilang memang ‘darah’ nya si Jeng.

Pindah ke Amerika di tahun 2012, hobi Maria tidak hilang begitu saja. Di sini Maria coba-coba belajar membuat perhiasan secara otodidak, yang ternyata membuat si Maria jadi kecantol dan kecanduan. 😉

Jadilah Maria mulai mengeksporasi kursus-kursus membuat perhiasan secara online, mengunduh buku-buku gratis dari internet (ebook) maupun belajar dari video di situs craftsy.comDari mulai menenun manik-manik(interweave beading) hingga menjahit, Maria lakoni.

Ternyata hasil prakarya Maria, banyak di minati orang-orang, pikir punya pikir, akhirnya Maria berani membuka toko online di tahun 2013 – yang untuk ukuran imigran baru, si Jeng ini boleh dibilang cukup cepat dalam mengambil keputusan untuk membuka bisnis sendiri. Salut deh buat si Jeng!

Kenapa koq diberi nama ‘Lemari Rini’?

Yang pasti Maria ingin nama bisnisnya tetap berbau Indonesia dong.

Setelah harus membatalkan nama ‘Rumah Rini’ karena sudah ada yang memiliki, Maria dan Suami akhinya setuju untuk menamai bisnis si Jeng ‘Lemari Rini’ – cocok tho..lemari untuk menyimpan pernak pernik cantik buatan Rini. 😉

Untuk teman-teman yang senang pernak-pernik, butuh buah tangan untuk rekan-rekan bule yang asli Indonesia, atau untuk dipakai sendiri tengok deh toko online Lemari Rini di facebook. Ada bando, kalung, anting-anting, jepitan bros dan banyak lagi deh!

Selain di facebook, teman-teman juga bisa membeli produk Maria di situs Lemari Rini disini.

Untuk pembelian dengan kartu kredit, teman-teman bisa membeli lewat situs Lemari Rini, sementara yang di Facebook, Maria hanya terima pembayaran dengan cek atau money order.

Jangan lupa sebarkan bisnis teman-teman Indonesia kita ke teman-teman yang lain ya!! Paling tidak di beri jempol dong!! 😉

blog

 

O iya, ini daftar situs-situs yang teman-teman bisa gunakan untuk belajar membuat perhiasan atau menjahit.

www.beadingdaily.com

www.jewelrymakingdaily.com

www.clothpaperscissors.com

www.sewdaily.com

www.burdastyle.com

www.flamingotoes.com

Untuk majalah-majalah, buku-buku, bahan-bahan prakarya cek toko-toko seperti :

Michaels

Jo-Ann

Ben Franklin

Dee

Hobby Lobby

Half Price Book Store – untuk majalah-majalah dengan harga relatif lebih murah dari toko buku biasa