Setelah kebanyakan rencana mau pergi kemana pas ultah di bulan Juli, akhirnya saya putuskan untuk pergi ke Boston, Massachusetts.
Selain karena MA adalah satu dari 15 negara bagian yang belum saya kunjungi, Boston boleh dibilang juga kota penuh sejarah.
Jadilah saya terbang ke Boston pakai Souhwest. Ambil pesawat paling pagi supaya punya waktu buat jalan-jalan di hari kedatangan.
Pas mendarat pemandangannya agak beda dibanding pas saya ke Houston atau pas ke New Orleans, kelihatan ruang air dari pesawat, gak melulu daratan. Jadi inget pas mendarat di Ngurah Rai , Bali.
Saya pilih menginap di hotel Hilton Park Plaza karena lokasinya yang strategis. Selain ada bis gratis dari airport ke halte yang cuma 1 blok, juga dekat ke stasiun kereta bawah tanah dan tempat-tempat wisata lainnya. (tinggal jalan kaki).
Konon hotel ini sudah beroperasi dari tahun 1927. Kamarnya memang kecil (kami pilih 2 tempat tidur) tapi bersih dan nyaman. Kayaknya dirawat dengan baik ya.
Perjalanan menuju Boston, mulus, sesuai jadwal. Hal pertama yang kami lakukan, drop koper di hotel , karena kepagian belum bisa check in. Terus laper, kebetulan seberang hotel ada resto Logan Seafood. Kalau gak salah ada orang Indo komentar di Threads kalau ini ok tempatnya.
Ya sudah makan disitu, daripada pusing. Mereka ada menu maksi. Kami pilih calamari, lobster mac n cheese, crab rolls.
Kalau teman2 ke Boston, pasti akan sering lihat menu lobster deh, terutama lobster roll. Karena memang itu salah satu makanan umum di sini. Enak sik. Daging lobsternya gak pelit.
Pas lagi makan saya pas iseng nanya ngeliat ada minuman di bar. Eh malah dikasih gratis. Kebetulan memang kesukaan saya, sangria. Rejeki😉
Balik ke hotel buat check in. Dapat di lantai 11. Pemandangan dari jendela kamar hotel lihat ruang terbuka. Lumayan oke lah.
Sama hotel saya dikasih satu voucher makan gratis karena saya bilang kalau trip ini trip ultah saya. Secara umum Hilton di lokasi ini kasih potongan $15/hari untuk tamu makan di resto mereka.
Si front desknya bilang. Kamu pilihnya makanan yang hearty ya buat treat yourself.
Saya nebus makanan gratis saya baru di hari kedua. Kebetulan anak saya bablas tidur, jadi saya makan sendiri. Saya pilih Steak Frites dan minuman purple rain. Asli enak sik.
Hari terakhir kami sarapan di hotel. Nah sistemnya itu bisa buffet $37/orang, atau pesan dari menu.
Buat teman2 yang gak makan 🐖, mending pesandari menu ya. Karena ada pilihan bukan 🐖 dan harganya lebih murah dari harga buffet.
Buffet nya lumayan lengkap sik. Ada 2 tipe sausage, 🐖 dan ayam kentang goreng, telur orak arik, roti dan teman2nya, buah2 an dan yang agak beda, ada charcuterie.
Buah-buahannya ada semangka, cantelop, melon, nenas, stoberi, blackberry dan semuanya manis.
Yang saya gemes itu botol saus tomat, Tabasco dan jar2 selai roti..ya ampun imut!! Gemes!!
Catatan. Ini saya sudah kehabisan storage di WordPress, males deh kalau harus bayar lagi. Karena itu, saya taro foto2 di IG yang saya tautkan disini supaya teman2 tetap bisa lihat foto2
Jauh2 tinggal di Amrk bukannya bergaya pakai tas Tory Burch, Kate Spade, Coach dll, saya koq malah demen yang namanya jalan-jalan ke pasar loak, atau istilah bulenya Vintage Market/Flea Market.
Agak beda dikit dengan toko jual barang2 bekas seperti Salvation Army, Goodwill yang jualan barang2 dari donasi masyarakat , Vintage Market lebih ke pasar dimana banyak booth sewaan si pemilik barang yang naro barang2 mereka dan kasih harga seberapa yang mereka mau untuk dijual. Jadi seperti consignment.
Di kota saya ada lah beberapa toko seperti ini.
Yang serunya kalau ke toko-toko seperti ini saya koq jadi banyak nemu barang-barang yang mirip seperti ibu atau sanak keluarga di Indo punya.
Jadi bukan cuma belanjalah, tapi bernostalgia juga
Pernah saya iseng pergi buat cari figur gajah. Eh nemu ukiran gajah kayu buatan Thai, keren banget kan?.dan cuma $10.
Pernah lihat pembatas ruang yang ala2 ukiran Jepara gitu. Pengen banget beli!
Hari ini iseng-iseng kami pergi ke salah satu vintage market di kota.
Saya pengen cari piring-piring kristal untuk tatakan buat pot-pot tanaman saya.
Sempat lihat “kursi rotan” ala2 pejabat tahun 80 an versi mininya. Trus lihat toples kue kristal, tas pesta metal, tempat garpu kecil kalo gak salah dari belalai gajah yang diukir yang seperti almarhum ibu punya.
Belum lagi musik yang dimainkan juga musik jadul. ABBA yang almarhum bapak suka pasang pagi-pagi circa 80 an.
Ah..tenyata saya sudah menua ya.
Yang ada saya beli vas cilik 2, yang rencananya mau saya kasih bunga segar, sendok bertuliskan Bismillahi rahmanni rahim dan piring kristal segi 4 buat tatakan pot.
Akhir bulan September 2024 kemarin, Saya reunian dengan teman SMA di Jakarta, dimana kita ketemuan di Houston, TX.
Salah satu tempat yang saya minta buat kunjungi adalah kuil Budha , TEO CHEW.
Ngapain gitu jauh2 ke Houston koq mau lihat kuil Budha? Gak tahu kenapa, Saya memang demen berkunjung ke tempat ibadah. Kalau di Indo, ya ke Borobudur, Prambanan, Pura Besakih.
Saya juga sempat berkunjung ke negara China bersama keluarga, dimana kita dibawa tur ke tempat peribadatan juga.
Kenapa gak ke mesjid? Ke mesjid ya bosen ya, ditambah juga mesjid di Amrik mah gak ada yang sekeren mesjid di Indonesia. Ke gereja Katolik sudah berkali-kali dan harus saya akui gereja Katolik suasananya apa ya..agung lah boleh dibilang. Dari segi arsitektur, interior dan dekorasi stain glass nya itu loh.
Jadi pas saya tahu di Houston ada kuil Budha, mau ah kunjungi.
Nah kuil TEO CHEW ini kuil Budha tapi versi Vietnam. Saya gak tahu juga bedanya apa? Mungkin ya masalah budaya ya?
Seperti biasa gerbang kuil seperti kebanyakan kuil2 Budha. Di antara gerbang dan kuil, ada 12 patung Shio, lukisan naga.
Yang pertama pengunjung akan lihat saat memasuki gedung utama kuil adalah patung The Jade Emperor. Patung kaisar patung yang berbesar di kuil ini. Di belakang kaisar Jade ada tiga patung berukuran sedang yang melambangkan surga (Queen of Heaven), Tuhan/Dewa Bumi dan Kemakmuran (God of Earth and Prosperity) dan Ibu kebaikan dan Kasih Sayang (Merciful Mother of Great Compassion).
Di kiri dan kanan gedung , masing- masing ada 5 patung lainnya. Semua patung terlihat megah dan apa ya.mm…sacred.
Kuil ini kuil aktif loh dalam arti banyak didatangi penganut agama yang mau berdoa di kuil. (Bukan cuma turis seperti saya)
Pas saya berkunjung , ada beberapa pengunjung yang melakukan sembahyang di kuil. Cara sembahyang mereka ya dengan membakar dupa didepan patung2. Terus terang saya gak tahu apakah penganut kepercayaan bersembahyang di semua patung atau tidak?
Selain kuil utama di komplek kuil juga ada rumah abu dan sekolah bahasa Vietnam.
Meskipun agak keder, saya paksain masuk ke rumah abu. Saya sudah pernah masuk ke rumah pembakaran mayat, mausoleum (kuburan tapi gak dalam tanah) , tapi baru kali ini ke rumah abu.
Seperti tahun2 kemarin, setiap saya ultah, saya maunya itu jalan-jalan ke air terjun.
Tahun ini, saya pilih ke Ashville, North Carolina , yang saya sudah pernah kunjungi 2 kali. Memang Ashville dan sekitarnya ini boleh dibilang biangnya air terjun deh. Saya sudah ke sini ketiga kalinya pun masih banyak air terjun- air terjun yang belum saya kunjungi.
Setelah riset lewat IG, saya pilih ke air terjun Catawba dan air terjun Linnville.
Agak beda sedikit dengan tahun2 sebelumnya, kali ini saya pilih pergi 1 minggu sebelum ultah saya, yang jatuhnya bersamaan dengan hari kemerdekaan Amrik.
Yang ada harga penginapan kena harga liburan. Ya gimana lagi, soalnya pasangan saya gak bisa ambil cuti lama pas ultah sayanya.
Kami pilih menginap di kabin 2 kamar di Laurel Mountain Retreat. Sebetulnya lokasi penginapan agak2 jauh dari lokasi air terjun yang kita mau, tapi ya sudahlah pusing nyari2 tempat lain yang ngebolehin bawa anjing.
Enaknya kabin kami ini komplit ada dapur dan mesin cuci baju. Kayak studio gitu lah
Yang agak gak enaknya jarak kabi kami dengan kabin tetangga deket banget, jadi bisa denger mobil tetangga , atau mereka ngobrol rame2 di luar.
Kami baru pergi hiking hari kedua, tujuan kamu afalah ke air terjun Catwaba. Air terjun ini baru dibuka lagi tahun ini setelah 2 tahun di perbagus fasilitas trail nya. Saya gak tahu kayak apa sebelumnya, yang jelas nemu di IG kayak gini
Keren gak sik??!! Pas lihat postingan ini saya sempet mikir…haduhh 580 anak tangga! Mana saya kuat ya? Apalagi bawa anjing….🤔
Pas sampai di lokasi, di trail head ada 2 pilihan ni. Jalur sungai atau jalur berbukit?
Kami pilih jalur sungai, selain lebih pendek jaraknya, pikir kami kan jalan sepanjang sungai lebih enak?
Ternyata benar, jalan sepanjang sungai cuma sekitar 1.1 mil…
Sampailah kami di bagian bawah dari air terjun Catawba.
Ada cascade kecil dengan kolam dimana pengunjung bisa main air
Sementara si air terjunnya sendiri tinggi menjulang dengan beberapa air mengalir dari berbagai penjuru. Asli keren deh!
Si air terjun Catawba
Tapi juga yang bikin hati saya kecut adalah pas lihat tangga menjulang disisi kanan air terjun! Alamaaak!! Kami di dasar 580 anak tangga!?!??!
Naik enggak? Naik enggak?
Saya putuskan kami akan terus naik si tangga, tapi pelan2 saya ya. Kata saya ke pasangan saya. Gak usah ngoyo. Kalau yang sanggup ya balik turun saya.
Enaknya banyak tempat2 ngaso disediakan buat pengunjung yangutuskan buat menaiki tangga. Baik itu tempat ngaso buat menikmati pemandangan air terjun, atau bangku buat istirahat.
Gak bohong, saya sempat ngerasa cuapeek banget, malah sempat berasa mual. Mana cuaca sudah mulai menyengat dan juga anjingku sayang kelihatan kelelahan juga.
Cuma saya paksain jalan. Akhirnya kami sampai di overlook.
Overlook. Saya disini udah klenyengan banget, gak berani lihat ke jurang karena lagi olengMejeng di overlook padahal mau matiii rasanya
Dari overlook masih 300 anak tangga lagi untuk kita sampai ke bagian atas air terjun
Haduhhh.mau nangis rasanya. Cuma udah segini gitu loh? Balik atau terusin sama banyaknya??!
Jadilah dengan nafas ngos2 an kamu terus mendaki. Eh grup keluarga di depan kita berhenti karena melihat ada pendaki yang “tertidur” di bangku.
Ada apa kami tanya? Gak tahu juga? Apa dia istirahat atau pingsan? Cuma koq gak bisa kita bangunkan?
Duh? Gimana dong? Kami ngeh kalau si pendaki yang “tertidur” itu orang yang motret kami pas di overlook. .Kita semua coba bangunkan dia lagi. Takutnya di pendaki ini dehidrasi gitu. Dan tetap gak bamgun2. Pasangan saya ambil icepack dari ransel sebagai usaha terakhir membangunkan dia. Masih belum bamgun juga?Akhirnya kita putuskan untuk panggil 911. Pas saya sudah tersambung dengan 911, si pendaki terbangun! Icepack saya sepertinya mengagetkan sistem dia. Uh. Syukurlah. Kami berikan si pendaki snack bar kami juga. Si pendaki akui kalau dia gak pernah hiking sebelumnya
Haduh mbaaaak. Kalau gak biasa hiking janganlah ambi 580 anak tangga?! Saya yang tiap hari jalan 1 mil, pakai tongkat trekking, pakai knee brace aja mau matiiii!!!
Setelah tahu si pendaki ini akan baik2 saya, somehow saya dapat dorongan energi buat meneruskan perjalanan.
Akhirnya sampailah kami di upper falls Catawba. Saya nyemplung di kolam…segar rasanya ( saya memang sengaja pakai baju renang sebagai dalam baju saya, celana panjang saya juga celana yang cepat kering bahannya)
Muka kecapekan di Upper Falls CatawbaUpper Falls Catawba
Balik ke tempat parkir, kami ambil jalur bukit yang ternyata tetap capek ya meskipun sebagian besar trail itu menurun. (Gak kebayang kalau kami pilih jalur ini di awal)
Selesai petualangan hari ini!
Sampai di kabin, saya berendam merilekskan si kaki di hottub!
Tahun 2010, saya dan keluarga sempat tinggal di Cleveland, Ohio. Salah satu lokasi yang saya suka buat kunjungi adalah sudut kota namanya Little Italy
Sign Little Italy
Pada dasarnya ini satu jalan yang di Cleveland timur dimana pengunjung bisa puas cemil2 makanan Itali.
Peta toko2 di Little Italy
Dari mulai toko roti, restoran pizza, pasta, ngopi2 dan favorit saya, makan Gelato alias es krim versi itali.
Saya tuh paling kesengsem sama yang namanya patio dining, padahal sik bisasa aja gitu artinya…makan di pinggir jalan dibawah tenda…kalau di Indo, kakik lima blok M gitu ya??..ha..ha..ha..pakai bahasa Inggris aja jadi kedengerannya gimana gitu?!
Nah di Little Italy ini ya hampir semua tempat makan ada makan di luar, baik itu di pinggir jalan utama , atau di belakang resto, atau pun di gang antara gedung…
Pas saya jalan2 ke Little Italy, saya tengok hampir semua toko/restoran.
Tapi saya cuma makan di 3 tempat:
Mia Bella. Lucu tempatnya, saya makan di patio di belakang, maap gak sempat foto, keburu laper..
Saya pesan Veal Marsala daging sapi muda dengan saus marsala
Terus saya makan es serut ala Itali di Mount Granita. Rasa es nya macam2, ada kelapa, beri, mangga, jeruk limo, lemon, semangka, stoberi dst
Macam2 Rasa Es Itali
Saya tadinya pengen kelapa, pas icip2 kurang sreg, jadi saya pilih rasa mangga, enak! Karena asli bukan essence
Makan Es Serut Mangga di Mount Granita
Setelah itu saya makan Gelato di Rosso Gelato….haduhhh…gilaaaa…enaaaak banget ini!! Tadinya saya cuma pilih kopi, karena saya tahu banget kalau saya suka es krim kopi
Toko Gelato di Little Italy
Pas lihat2 rasa es krim yang tersedia, ada satu rasa yang saya gak pernah lihat di toko Gelato lainnya, Nero yaitu rasa dark chocolate. Dan waktu saya icip2, saya langsung jatuh cinta!💞
Jadilah saya pilih 2 rasa, kopi dan nero.. asli! Enak banget!! Saya sampai merem melek deh makan gelato ini
Sayangnya saya gak sempat beli2 roti2 , padahal roti2 yang dipajang di dua toko roti yang saya lewati itu asli semua keliatan enak banget!
Saran saya kalau teman2 mau berkunjung kesini, jangan makan sebelum pergi, biar bisa puas icip sana icip sini
Yang jelas jangan sampai tidak makan gelato!! Ini mah WAJIB! Rosso Gelato mulai buka jam 2 siang.
Bangun pagi2…biar bisa santai di jalan. Pesan makan di resto hotel biar perut disini dan gak lapar pas nyetir. Rencananya….
“Abe sana gih nyalain mobil, Mom urus cek out”.
*bunyi mobil dinyalakan*
Loh..koq suaranya begitu?! Kata saya dalam hati. Mungkin Abe masukkin kuncinya gak bener kali? Mungkin pedal gas kudu diinjek?
Buru2 lah saya ngacir ke mobil. dan..yak….benar saja…mobilku gak “nyantel”. Pas dinyalain ya bunyi- berarti bukan masalah batere. Cuma gak cranking??
Panik? Jelas. Wong saya cuma berdua sama anak saya dan anjing saya.
Dan lokasi saya termasuk di tempat terpencil ya.
Gimanaaa dong?!!
Balik ke hotel, tanya mbak resepsionis nomor telpon bengkel terdekat. Setelah menelpon 3 nomor, akhirnya nemu orang yang mau narik mobil saya.
Satu jam kemudiam datanglah mobil derek raksasa.
Nah..isu terbesar mobil saya adalah…karena mobilku bukan mobil orang standard, dalam arti banyak bagian2 yang ukurannya spesifik buat mobilku. Contoh, kalau mobil2 sedan bisa beli sarung jok generic dan muat2 aja, gak akan muat di mobilku, tipe mesin juga beda, mobilku gak bisa di reparasi di bengkel lokal. Harus di dealership Mercedez Benz. Borju ya? Padahal punya Merci juga enggak.
Ternyata lagi..Saya juga baru tahu…kalau gak semua dealer MB ada teknisi Smart. Weleeehhh..
Setelah menelpon 3 dealer MB, cuma satu yang ada teknisi buat Smart…yaitu di Richmond,VA yang jaraknya 100+ mil 😭
Jadilah kami bertiga umpel2an naik mobil derek ke Richmond.
Sampai di dealership, mobil saya gak bisa langsung di lihat..karena ya itu..lagi2 cuma 1 teknisi…jadi harus tunggu giliran
Ya sudahlah..mau gimana lagi?
Cari2 hotel. Dapet di Hilton Garden Inn yang untungnya dekat dengan resto2. Hotel saya juga sempet berabe karena gak tahu kan sampai kapan saya akan disini? Tadinya booked sampai Rabu..dilanjutkan sampai Jumat..lanjut lagi sampai Sabtu…
Gilaaaaaa seminggu saya nambah “liburan”??!
Saya mah sudah pasrah saja deh lihat tagihan KK…💰💰💰💰💰💰💰💰
4Untungnya saya bawa laptop kerja. Jadi saya tetap bisa kerja, tapi ternyata internet hotel memble, bahkan saya coba beli premium, masih gak bisa konek ke jaringan kantor. Ya sudah saya pakai hotspot telpon seluler saya. Ini juga ada isu…data saya habis hari Kamis…haduh pikir saya, tinggal sehari lagi kerja gitu loh?! -> kalau ada yang komentar “makanya pakai unlimited data dong. Jawab saya, selama ini saya gak perlu ya, dan memang situ mau bayarin?
Pas mau beli data tambahan, ternyata entah gimana telpon saya dan SIM nya konon gak sinkron, padahal ya dua2nya sudah 5G. Jadilah saya harus telpon operator saya dan menghabiskan waktu sejam cuma buat nambah data doang.
Setiap hari saya gregetan nunggu kabar dari teknisi kapan mobil saya selesai. Bolak balik perpanjang tinggal di hotel yang juga sempet bikin pening kepala.
Hari Kamis, saya bosan sampai ke ubun2, akhirnya ajak anak dan anjing saya jalan-jalan ke Gedung Pusat Pemerintahan pakai Uber. Karena kan Richmond ya memang ibu kota negara bagian Virgina.
Saya pikir ya sudah disini juga..sekalian saja kan?
Sayangnya di sekeliling gedung lagi renovasi..jadi pemandangan agak2 jelek deh buat difoto.
Tadinya setelah dari sini mau jalan2 di Canal Walk, cuma koq lihat langit gelap bener? Ya sudah jadi kami buru2 pulang saja.
Hari Jumat sore, saya baru bisa ambil mobil saya. Setelah punya mobil lagi, saya nekat ajak anak dan anjing ke pantai VA. Lagi2 ya..Wong udah disini gitu loh…cuma 1.5 jam dari hotel.
Meskipun gak lama2 di pantai, saya cukup senang karena nyempatin ya. Gak tahu kan kapan lagi kami bisa ke sini?
Di jalan sempat nemu tanda LOVE pula.
Tanda Love ketiga yang saya temukan
Sabtu jam 11, kami mulai perjalanan balik ke rumah di Kentucky. Sepanjang I64, saya masih yang cari2 tanda Love.
Tanda LOVE ke empat, saya nemu di pertanian lokal dimana si pebisnis jual bunga2, tanaman, buah2 an. Saya sempatkan beli lavender kering dan roti buat di jalan.
Tanda LOVE berikutnya harusnya di ada di taman seni di Charlottesville, tapi koq saya gak nemu? Yang ada nemu hiruk pikuk farmers market . Ya sudah..nikmati aja
Teruskan perjalanan lagi..kali ini agak menyimpang dari I64, di kota kecil Waynesboro. Tanda LOVE ada di taman kota. GPS sempet ngawur deh kasih arahan. Ugh!
Masih di daerah rural, tanda LOVE berikutnya saya nemu di brewery lokal. Kayaknya sih ramai ya, cuma berhubung saya gak demen penyulingan bir, ya saya gak mampir. Stable Brewery kalau gak salah namanya.
Anak saya sudah mulai ngambek karena saya kebanyakan side trip..ya sudah..tanda LOVE berikutnya, yang terakhir..
Kali ini di jalan utama pusat kota kecil. Agak2 nyempil lokasinya…
Yang saya perhatikan, tanda LOVE ini sepertinya buat promosi tempat / pebisnis lokal ya…sayangnya gak tahu apa gara2 Covid-19, tempat2 ini koq gak terlalu ramai juga? Padahal lucu loh…berburu tanda LOVE.
Malam ini kami istirahat di Charleston, ibukotanya West Virginia. Karena saya gak tega sama mobil, saya sendiri dan Para penumpang untuk terus di jalan selama 6 jam.
Hari Minggu, 18 Juli, kami lanjutkan lagi perjalanan pulang. Namanya juga saya yang kedemenan motret, saya sempatkan mampir di Gedung pemerintahan buat ngeceng. Ini bukan pertama kalinya sik saya mampir di sini, beberapa tahun lalu, saya sudah pernah ke sini. Sekarang kan pertama kalinya sama anjing saya…jadi ya harus foto lagi dong…
Hari saya dilahirkan ke dunia! Bersyukur banget sudah di kasih hidup selama ini yaaa…Alhamdulillah selalu sehat, selalu berusaha untuk berguna dan berfaedah, berpenghasilan diatas UMR, berpendidikan, terus belajar tentang hidup!
Hari ini saya memutuskan untuk memulai perjalanan balik ke KY, karena pas lihat2 peta, iih..capek kali nyetir 8 jam langsung ke KY? Dan juga ternyata koq dekat dengan taman nasional SHENANDOAH yang saya memang sudah kepengen intip?!
Ya sudah..mampir ah ke Shenandoah, meskipun cuma sekedar nyetir di Skyline Drive nya. Lagian juga sudah beli tiket..sayang kalau gak dipakai…
Ya wis..sekitar jam 1, kami cabutlah..
2 jam kemudian, sampailah kami di gerbang Shenandoah, ya wajib foto2 dong..namanya juga turis kan.
Jadi Skyline Drive ini pada dasarnya ya jalan utama di taman nasional Shenandoah. Di sepanjang jalan ya nanti ada pusat kunjungan, tempat kemping, tempat hiking dan overlook dimana pengendara bisa melihat pemandangan pengunungan Appalachian. Saya tahu kami gak bakal sempet hiking atau eksplorais ya, tapi gak apa2 yang penting saya got the feel kayak apa sik Shenandoah ini.
Saya terus terang sangat menikmati jalan berliku Skyline Drive, gak terlalu curam dan cukup lebar. Apa lagi pemandangan sekitar bikin mata adem…
Kalau mau nurutin saya, saya mau terusin Skyline dari ujung ke ujung, cuma karena waktu gak cukup, kita keluar di pintu Thorp.
Di jalan, saya keluar bandel dan adventurous nya. Saya baca kalau Virginia itu kan slogan ya Virginia Is For Lovers dan sama pemda ada proyek VirginiaLoveWorks dimana kita bisa temui tanda LOVE di seantero negara bagian Virginia. Saya lihat2..ih koq lucu2 sik ? Pengen deh nemuin tanda tsb.
Pas saya lihat di peta, ternyata ada beberapa Love yang saya bisa lewati. Jadilah saya bilang ke anak saya kalau kami akan ber scavenger hunt cari tanda Love .
Saat itu kami di tengah2 jalan I64, saya belokin ke I80 buat dapetin tanda LOVE pertama. Lokasinya di resto lokal yang tutup…
Selesai foto2 kami lanjutkan ke LOVE berikutnya yang ternyata lokasinya di Natural Bridge State Park.
Setelah foto2, saya perhatikan..eh..koq orang2 pada pergi ke bawah gitu ya? Ada apa sih? Yuk lihat yuk? Saya ajaklah su bujang dan si guguk…
Ternyata ada trail, bagian dari Natural Bridge State Park. Ya sudah..yuk..kita jalani?! Kebetulan bareng kami ada grup orang2 dewasa. Jadi saya minta tag bareng mereka..karena hari sudah mau gelap..saya agak2 keder juga kalau cuma kami ber3.
Aiiih…keren loh ternyata! Gak nyesel deh ambil trail ini. Jadi trail yang kita jalani ini dibawah jembatan batu alami..yang diatasnya ya di lalui kendaraan2 sebagai bagian dari jalan lokal. Dan..ternyata trail berakhir di air terjun. Bonus kan!
Selesai hiking koq sudah gelap ya..ya sudah kami putuskan untuk bermalam di hotel Natural Bridge State Park. Rencananya ya besok pagi teruskan perjalanan pulang sambil cari tanda LOVE lagi
Saya sekeluarga sudah ditampung di rumah temen saya di Frederick, MD.
Hari ini kami mau jadi turns naik kereta api di Walkersville, MD.
Ngapain gitu naik KA? Ya karena kesenangan anak saya ya dan ternyata dari Frederick kemana2 jauh ih. Pengen ke Baltimore masih 1 jam an. Ke Pantai 3 jam an. Beli tahu minimal 1/2 jam nyetir. Saya yang sudah nyetir 8 jam an di jalan ya males ya…mau simpan kaki nginjek pedal gas buat perjalanan balik saja kan.
Kebetulan KA nya juga lagi yang bertema Jesse James..itu koboi jahat jaman wild wild west lah. Saya sudah pernah sik ber KA ria bertema perampokan. Tapi temen saya dan lakinya belum pernah.
KA mulai jam 11 pagi, saya sudah beli tiket online $14 per orang. Saya bawa anjing saya yang tampak bingung tapi girang pas di elus2 banyak orang. Dasar deh….
Anak saya dapet souvenir peluru kosong.
Di KA sama gerombolan koboi perampok
Selesai naik KA, saya sama temen saya ngaso bentar di downtown Frederick. Pusat kota Frederick ini tipikal pusat kota kecil di Amrik, toko2 lokal, dari mulai pernak pernik, coklat sampai restaurant yang punya teras terbuka. Saya sih demen ya strolling dan lihat2 pebisnis lokal. Seru aja!
Ngeceng di Pusat Kota Frederick, MD
Habis ngaso, kami berangkat ke Harper’s Ferry buat ber arung jeram, karena sudah pesan buat jam 430 pm. Selama di Amrik, saya lumayan sudah sering berarung jeram, terus terang masih lebih ok arung jeram di Indo, perasaan arusnya lebih mantep.
Anak saya seneng berarung jeram, apalagi kalau ada kesempatan buat nyebur. Di arung jeram kali ini, juga ada acara dimana peserta boleh nyebur . Jadilah si bujang nyemplung ke sungai.
Selesai berarung jeram, kami balik ke rumah teman saya. Sementara anak saya tidur, saya jalan lagi sama teman saya buat ditraktir makan ultah di bakar2 ala Korea
Widih..lokasinya jauh juga…tapi ..ih..enakkk loh. Sistemnya all you can eat gitu. Pengunjung bisa pilih mau BBQ saja atau BBQ dan hotpot. Berhubung saya sumuk..saya cuma pilih BBQ saja.
Pakai acara di nyanyiin lagu selamat ulang tahun pula sama staf resto…he…he..he..
Hadewhhhh…pandemi bikin saya “gatel” pengen keluar. Masalah Covid-19, saya pribadi orangnya lebih relaks dibanding anak dan si bapak. Dalam arti, saya gak paranoid kalau ke tempat umum, tapi anak dan si bapak lebih milih buat gak ke tempat umum sebisa mungkin. Beberapa kali saya ajak pelisir, mereka berdua gak mau.
Saya kan ambil cuti akhir tahun, setelah maksa, akhirnya kami sepakat untuk jalan-jalan ke French Lick, Indiana dan nginap di West Baden Springs hotel.
Kami sebelumnya sudah sering mampir di hotel ini, tapi gak pernah nloginap. Dan kami jatuh cinta banget sama ini hotel ini. Jadi keputusan untuk menginap disini, boleh dibilang win-win lah.
Hotelnya hotel tua ya, tapi keren abis. Karena atriumnya itu atrium terbuka dengan kubah raksasa, yang pas jaman ini hotel dibangun, sekitar 1900, struktur seperti ini langka.
Atrium lobi hotel West Baden Springs
Yang bikin saya tambah senang, pas saya baca2 situs hotel, hotel ini ternyata pet friendly hotel. Jadi saya bisa bawa anjing saya !!
Kami berangkat hari Minggu, tanggal 27 Desember 2020. sekitar jam 2 an. Perjalanan ke French Lick dari tempat tinggal kami itu kira2 1.5 hingga 2 jam an.
Sampai di lokasi, kami langsung bisa masuk kamar. Karena kami bawa anjing, kamar kami di lantai 2, yang memang khusus untuk tamu2 yang bawa binatang peliharaan mereka.
Jendela kamar kami dari lobi, itu anjingku lagi nyariin aku dari kamar
Dari hotel, anjing kami di beri mangkok air/makanan, treat dan kantong 💩.
Kunci kamar bergambar foto hotel
Hari ini, kami niatnya cuma leha2 dikamar dan nikmati alunan musik piano di lobi.
Senangnya dengerin alunan piano dan pergantian lampu di lobi
Untuk makan malam, kami makan di rumah makan, Ohana, pusat kota French Lick. Karena masih suasana Natal, baik di kota maupun di hotel banyak hiasan lampu2.
Pas balik, si anak laper lagi, jadilah kami pesan makanan dari room service, sup bawang dan coklat brownie.
Supnya enak, brownie nya juga enak, gak terlalu manis -saya makan tanpa frosting.
O iya, kamar kami menghadap ke atrium, jadi kami bisa lihat atrium kapan saya, bahkan bisa nikmati alunan musik dari pemain piano di lobi.
Hari Senin, 28 Desember 2020
Setelah mandi, kami pesan makanan dari resto di lobi hotel. Karena kami bawa anjing, kami tidak bisa duduk makan di tempat yang disediakan resto, tapi bisa makan di tempat duduk yang tersebar di lobi.
Semalam kami putuskan, kalau hari ini kami akan lihat stables di belakang hotel dan akan hiking ke Hemlock Cliffs.
Saya sebenarnya pengen banget horse back riding ya ($45 per orang. 45 menit), cuma anak saya gak mau..ya sudahlah..jadi kami cuma lihat2 kuda saja.
Sebelum ke lokasi hiking, kami sempatkan mampir ke French Lick Wine Distillery . Karena gak niat2 amat, saya iseng wine tasting , saya pilih $4 buat icip 5 jenis minuman anggur.
Saya sudah pernah wine tasting sebelumnya, jadi agak2 ngeh gitu. Saya bilang kalau saya senangnya minuman anggur yang “manis”. Waktu dikasih daftar minumannya, si mbak kasih tahu mana kira2 yang saya suka.
Dari 30 jenis minuman anggur di daftar saya pilih: French Tickle, Pretty in Pink, French Lick Red, Blueberry dan Mon Cheri.
Tapi sama bartendernya, saya dikasih tambahan 2 :Moscato dan Tropical Frost.
Ternyata, saya suka sama French Tickle , anggur dari jenis anggur Catawba dan berkarbon, alias fizzy dan Blueberry, anggur dengan rasa blueberry….
jadilah beli making satu botol. Mahal juga ih. Ya gpp lah, sekali setahun….
Hasil icip2 minuman anggur
Setelah icip2, kami menuju ke Hemlock Cliffs. Dari app All Trails, trail yang saya pilih ini dikategorikan cocok buat anak2, boleh bawa anjing, ada air terjun dan jaraknya cuma 1.2 mil.
Hasilnya?! Ini boleh dibilang salah satu trail favorit saya! Gak terlalu terjal, meskipun ada beberapa bagian trail yang kami harus ekstra hati2 , biar gak jatuh, gak terlalu berbatu atau berlumpur. Banyak tebing2 unik yang kita bisa explorasi.
Selesai hiking, kami balik ke hotel.
Leha2 lagi di lobi sama anak saya…
Selasa, 29 Desember 2020.
Hari ini kami check out ya. Nah, saya pikir, masa sik, sudah nginap di hotel yang pet friendly yang bahkan ada menu makanan khusus buat si anjing, saya gak pesan? Jadilah saya pesan daging gulung ala Mosses (Mosses Meatloaf) untuk sarapan anjing saya di hari terakhir kami disini.
Anjingku makan dengan rakusnya
Setelah check out, kami mampir di indoorgo karting. Sebelumnya kami sudah pernah main gokart di sini, dan anak saya selalu suka. Jadi ya mumpung disini, kami sempatkan main.
Selesai main go-kart, kami lanjutkan ke Wilsten drive thru safari . Sayangnya saya tidak bisa ikut, karena mereka tidak memperbolehkan anjing selama di DT.
Nah..pas saya dan anjing saya nunggu si anak dan bapak ber DT, kami nongkrong depan kandang kanguru. Lucu banget sih kanguru ini, saya pikir.
Selfie sama kanguru dari luar kandang
Pas si anak dan bapak balik dari DT ria, saya bilang kalau saya mau ‘main’ dengan kanguru dan kasih makan jerapah.
Untuk main dengan kanguru, pengunjung cukup bayar $7.50. Di kandang kanguru, selain kanguru, ada Llama Hiram bernama Pacman, 2 rusa, satu laki namanya Guy dan satu cewek, Naomi. Dan ternyata si Guy ini asalnya dari Indonesia!
Si Guy ini anteng banget, gak keberatan di elus2. Kalau si Pacman jahil. Sementara kanguru2 yang bersliweran, ada satu, Sydney yang memang demen dielus2.
Jadilah saya selfie an dong sama Sydney dan Guy…
Buat kasih makan jerapah, pengunjung tinggal beli wortel $2. Saya tadinya gak yakin bakal bisa kasih makan si jerapah, habis saya berasa pendek banget. Tapi ternyata si jerapah bisa nyamperin wortel di tangan saya tanpa masalah…🤩
Setelah wortel ditangan habis, kami kembali ke Louisville, KY.
Meskipun singkat, kami cukup senang dengan pelisiran pendek kami kali ini.
Covid-19 jelas membuat banyak hal2 yang berubah ya. Contoh : kamar kami tidak di bersihkan setiap harinya. Kalau minta ganti handuk, sampo, sabun, botol air, tamu harus minta. Hotel hanya untuk tamu hotel (sebelum Covid-19, bukan tamu hotel boleh masuk). Pas masuk ke area hotel, temperatur kami dicek, nama kami di lihat di daftar kamar mereka, lalu kami diberikan gelang kertas untuk keluar masuk hotel. Gelang kertas ini harus diganti setiap harinya. Masker jelas harus dipakai selama tamu2 wara wiri di ruang umum. Masuk lift, disarankan satu grup. Ribet ya?
Memang sik..tapi kebanyakan tamu2 mentaati aturan koq. Jadi ya saya pribadi gak terlalu khawatir.
Begitu kali ya komentar kebanyakan teman2. Ya gak apa2 juga sik. Pilihan kalian buat berkomentar.
Jujur saya disini merasa sangat kewalahan karena semua2nya harus saya lakoni sendiri. Dalam arti, saya tidak ada ortu atau sanak saudara yang saya bisa datangi / hubungi sesegera mungkin.
Teman2? Ya ada sik. Cuma pernah saya curhat gitu, tapi reaksinya nyakitin aja, yang ada saya ciut hati.
“Apa susahnya cerai?” (Memang situ mau bayarin ya?)
“Namanya lelaki, nafsunya lebih gede”
“Itu kan memang tugas kamu sebagai istri” (si suami make piring , tempat tidur, kamar mandi dsb juga kan??!)
Ya udah sabar aja…(beli dimana ya si sabar ini?)
Dan…seterusnya…
Yang ada saya tambah emosi. Tambah marah. Kheki.
Saya butuh “orang ketiga” tempat saya cerita apa adanya. Orang ketiga yang “waras”, tidak bias, punya latar belakang/pengetahuan ilmiah tentang mental, perilaku manusia atau istilahnya psikologi.
Orang ketiga yang tujuannya membantu saya menjadi versi yang lebih baik, tanpa menghakimi saya.
Orang ketiga yang saya tahu tidak akan comel sama cerita saya atau sibuk nyebar gossip.
Setelah capek dicela sama teman sendiri, dan curhatan saya dijadikan bahan gunjingan sedap, dan juga menyadari kalau kesehatan mental saya menurun drastis. saya putuskan untuk cari terapis.
Dari terapis, saya belajar meluangkan waktu untuk saya sendiri. Dari terapis saya belajar untuk menyibukkan diri dengan hal2 yang positif . Dan yang paling penting, saya belajar mengenali diri saya sendiri.
Buat saya punya terapis itu perlu banget, terutama buat mental saya.