wisata

Jalan-jalan ke Boston: Tentang Hotel

Setelah kebanyakan rencana mau pergi kemana pas ultah di bulan Juli, akhirnya saya putuskan untuk pergi ke Boston, Massachusetts.

Selain karena MA adalah satu dari 15 negara bagian yang belum saya kunjungi, Boston boleh dibilang juga kota penuh sejarah.

Jadilah saya terbang ke Boston pakai Souhwest. Ambil pesawat paling pagi supaya punya waktu buat jalan-jalan di hari kedatangan.

Pas mendarat pemandangannya agak beda dibanding pas saya ke Houston atau pas ke New Orleans, kelihatan ruang air dari pesawat, gak melulu daratan. Jadi inget pas mendarat di Ngurah Rai , Bali.

Saya pilih menginap di hotel Hilton Park Plaza karena lokasinya yang strategis. Selain ada bis gratis dari airport ke halte yang cuma 1 blok, juga dekat ke stasiun kereta bawah tanah dan tempat-tempat wisata lainnya. (tinggal jalan kaki).

Konon hotel ini sudah beroperasi dari tahun 1927. Kamarnya memang kecil (kami pilih 2 tempat tidur)  tapi bersih dan nyaman. Kayaknya dirawat dengan baik ya.

Perjalanan menuju Boston, mulus, sesuai jadwal. Hal pertama yang kami lakukan, drop koper di hotel , karena kepagian belum bisa check in. Terus laper, kebetulan seberang hotel ada resto Logan Seafood. Kalau gak salah ada orang Indo komentar di Threads kalau ini ok tempatnya.

Ya sudah makan disitu, daripada pusing. Mereka ada menu maksi. Kami pilih calamari, lobster mac n cheese, crab rolls.

Kalau teman2 ke Boston, pasti akan sering lihat menu lobster deh, terutama lobster roll. Karena memang itu salah satu makanan umum di sini. Enak sik. Daging lobsternya gak pelit.

Pas lagi makan saya pas iseng nanya ngeliat ada minuman di bar. Eh malah dikasih gratis. Kebetulan memang kesukaan saya, sangria. Rejeki😉

Balik ke hotel buat check in. Dapat di lantai 11.  Pemandangan dari jendela kamar hotel lihat ruang terbuka. Lumayan oke lah.

Sama hotel saya dikasih satu voucher makan gratis karena saya bilang kalau trip ini trip ultah saya. Secara umum Hilton di lokasi ini kasih potongan $15/hari untuk tamu makan di resto mereka.

Si front desknya bilang. Kamu pilihnya makanan yang hearty ya buat treat yourself.

Saya nebus makanan gratis saya baru di hari kedua. Kebetulan anak saya bablas tidur, jadi saya makan sendiri. Saya pilih Steak Frites dan minuman purple rain. Asli enak sik.

Hari terakhir kami sarapan di hotel. Nah sistemnya itu bisa buffet $37/orang, atau pesan dari menu.

Buat teman2 yang gak makan 🐖, mending pesandari menu ya. Karena ada pilihan bukan 🐖 dan harganya lebih murah dari harga buffet.

Buffet nya lumayan lengkap sik. Ada 2 tipe sausage, 🐖 dan ayam kentang goreng, telur orak arik, roti dan teman2nya, buah2 an dan yang agak beda, ada  charcuterie.

Buah-buahannya ada semangka, cantelop, melon, nenas, stoberi, blackberry dan semuanya manis.

Yang saya gemes itu botol saus tomat, Tabasco dan jar2 selai roti..ya ampun imut!! Gemes!!

Catatan. Ini saya sudah kehabisan storage di WordPress, males deh kalau harus bayar lagi. Karena itu, saya taro foto2 di IG yang saya tautkan disini supaya teman2 tetap bisa lihat foto2

Berkunjung ke Kuil TEO CHEW

Akhir bulan September 2024 kemarin, Saya reunian dengan teman SMA di Jakarta, dimana kita ketemuan di Houston, TX.

Salah satu tempat yang saya minta buat kunjungi adalah kuil Budha , TEO CHEW.

Ngapain gitu jauh2 ke Houston koq mau lihat kuil Budha? Gak tahu kenapa, Saya memang demen berkunjung ke tempat ibadah. Kalau di Indo, ya ke Borobudur, Prambanan, Pura Besakih.

Saya juga sempat berkunjung ke negara China bersama keluarga, dimana kita dibawa tur ke tempat peribadatan juga.

Kenapa gak ke mesjid? Ke mesjid ya bosen ya, ditambah juga mesjid di Amrik mah gak ada yang sekeren mesjid di Indonesia. Ke gereja Katolik sudah berkali-kali dan harus saya akui gereja Katolik suasananya apa ya..agung lah boleh dibilang. Dari segi arsitektur, interior dan dekorasi stain glass nya itu loh.

Jadi pas saya tahu di Houston ada kuil Budha, mau ah kunjungi.

Nah kuil TEO CHEW ini kuil Budha tapi versi Vietnam. Saya gak tahu juga bedanya apa? Mungkin ya masalah budaya ya?

Seperti biasa gerbang kuil seperti kebanyakan kuil2 Budha. Di antara gerbang dan kuil, ada 12 patung Shio, lukisan naga.

Yang pertama pengunjung akan lihat saat memasuki gedung utama kuil adalah patung The Jade Emperor. Patung kaisar patung yang berbesar di kuil ini. Di belakang kaisar Jade ada tiga patung berukuran sedang yang melambangkan surga (Queen of Heaven), Tuhan/Dewa Bumi dan Kemakmuran (God of Earth and Prosperity) dan Ibu kebaikan dan Kasih Sayang (Merciful Mother of Great Compassion).

Di kiri dan kanan gedung , masing- masing ada 5 patung lainnya. Semua patung terlihat megah dan apa ya.mm…sacred.

Kuil ini kuil aktif loh dalam arti banyak didatangi penganut agama yang mau berdoa di kuil. (Bukan cuma turis seperti saya)

Pas saya berkunjung , ada beberapa pengunjung yang melakukan sembahyang di kuil. Cara sembahyang mereka ya dengan membakar dupa didepan patung2. Terus terang saya gak tahu apakah penganut kepercayaan bersembahyang di semua patung atau tidak?

Selain kuil utama di komplek kuil juga ada rumah abu dan sekolah bahasa Vietnam.

Meskipun agak keder, saya paksain masuk ke rumah abu. Saya sudah pernah masuk ke rumah pembakaran mayat, mausoleum (kuburan tapi gak dalam tanah) , tapi baru kali ini ke rumah abu.

Suasananya berasa duka dan dingin banget.

Kalau mau lihat foto2 kuil, boleh lihat di IG IndonesiadiAmerika

Kalau mau tahu lebih lanjut tentang kuil ini, bisa di baca di TEO CHEW

Jalan-jalan ke Alam Yuk

Seperti tahun2 kemarin, setiap saya ultah, saya maunya itu jalan-jalan ke air terjun.

Tahun ini, saya pilih ke Ashville, North Carolina , yang saya sudah pernah kunjungi 2 kali. Memang Ashville dan sekitarnya ini boleh dibilang biangnya air terjun deh. Saya sudah ke sini ketiga kalinya pun masih banyak air terjun- air terjun yang belum saya kunjungi.

Setelah riset lewat IG, saya pilih ke air terjun Catawba  dan air terjun Linnville.

Agak beda sedikit dengan tahun2 sebelumnya, kali ini saya pilih pergi 1 minggu sebelum ultah saya, yang jatuhnya bersamaan dengan hari kemerdekaan Amrik.

Yang ada harga penginapan kena harga liburan. Ya gimana lagi, soalnya pasangan saya gak bisa ambil cuti lama pas ultah sayanya.

Kami pilih menginap di kabin 2 kamar  di Laurel Mountain Retreat.  Sebetulnya lokasi penginapan agak2 jauh dari lokasi air terjun yang kita mau, tapi ya sudahlah pusing nyari2 tempat lain yang ngebolehin bawa anjing.

Enaknya kabin kami ini komplit ada dapur dan mesin cuci baju. Kayak studio gitu lah

Yang agak gak enaknya jarak kabi kami dengan kabin tetangga deket banget, jadi bisa denger mobil tetangga , atau mereka ngobrol rame2 di luar.

Kami baru pergi hiking hari kedua, tujuan kamu afalah ke air terjun Catwaba. Air terjun ini baru dibuka lagi tahun ini setelah 2 tahun di perbagus fasilitas trail nya. Saya gak tahu kayak apa sebelumnya, yang jelas nemu di IG kayak gini

Catawba Falls

Keren gak sik??!! Pas lihat postingan ini saya sempet mikir…haduhh 580 anak tangga! Mana saya kuat ya? Apalagi bawa anjing….🤔

Pas sampai di lokasi, di trail head ada 2 pilihan ni. Jalur sungai atau jalur berbukit?

Kami pilih jalur sungai, selain lebih pendek jaraknya, pikir kami kan jalan sepanjang sungai lebih enak?

Ternyata benar, jalan sepanjang sungai cuma sekitar 1.1 mil…

Sampailah kami di bagian bawah dari air terjun Catawba.

Ada cascade kecil dengan kolam dimana pengunjung bisa main air

Sementara si air terjunnya sendiri tinggi menjulang dengan beberapa air mengalir dari berbagai penjuru. Asli keren deh!

Si air terjun Catawba

Tapi juga yang bikin hati saya kecut adalah pas lihat tangga menjulang disisi kanan air terjun! Alamaaak!! Kami di dasar 580 anak tangga!?!??!

Naik enggak? Naik enggak?

Saya putuskan kami akan terus naik si tangga, tapi pelan2 saya ya. Kata saya ke pasangan saya. Gak usah ngoyo. Kalau yang sanggup ya balik turun saya.

Enaknya banyak tempat2 ngaso disediakan buat pengunjung yangutuskan buat menaiki tangga. Baik itu tempat ngaso buat menikmati pemandangan air terjun, atau bangku buat istirahat.

Gak bohong, saya sempat ngerasa cuapeek banget, malah sempat berasa mual. Mana cuaca sudah mulai menyengat dan juga anjingku sayang kelihatan kelelahan juga.

Cuma saya paksain jalan. Akhirnya kami sampai di overlook.

Overlook. Saya disini udah klenyengan banget, gak berani lihat ke jurang karena lagi oleng
Mejeng di overlook padahal mau matiii rasanya

Dari overlook masih 300 anak tangga lagi untuk kita sampai ke bagian atas air terjun

Haduhhh.mau nangis rasanya. Cuma udah segini gitu loh? Balik atau terusin sama banyaknya??!

Jadilah dengan nafas ngos2 an kamu terus mendaki. Eh grup keluarga di depan kita berhenti karena melihat ada pendaki yang “tertidur” di bangku.

Ada apa kami tanya? Gak tahu juga? Apa dia istirahat atau pingsan? Cuma koq gak bisa kita bangunkan?

Duh? Gimana dong? Kami ngeh kalau si pendaki yang “tertidur” itu orang yang motret kami pas di overlook. .Kita semua coba bangunkan dia lagi. Takutnya di pendaki ini dehidrasi gitu. Dan tetap gak bamgun2.  Pasangan saya ambil icepack dari ransel sebagai usaha terakhir membangunkan dia. Masih belum bamgun juga?Akhirnya kita putuskan untuk panggil 911. Pas saya sudah tersambung dengan 911, si pendaki terbangun! Icepack saya sepertinya mengagetkan sistem dia. Uh. Syukurlah. Kami berikan si pendaki snack bar kami juga. Si pendaki akui kalau dia gak pernah hiking  sebelumnya

Haduh mbaaaak. Kalau gak biasa hiking janganlah ambi 580 anak tangga?! Saya yang tiap hari jalan 1 mil, pakai tongkat trekking, pakai knee brace aja mau matiiii!!!

Setelah tahu si pendaki ini akan baik2 saya, somehow saya dapat dorongan energi buat meneruskan perjalanan.

Akhirnya sampailah kami di upper falls Catawba.  Saya nyemplung di kolam…segar rasanya ( saya memang sengaja pakai baju renang sebagai dalam baju saya, celana panjang saya juga celana yang cepat kering bahannya)

Muka kecapekan di Upper Falls Catawba
Upper Falls Catawba

Balik ke tempat parkir, kami ambil jalur bukit yang ternyata tetap capek ya meskipun sebagian besar trail itu menurun. (Gak kebayang kalau kami pilih jalur ini di awal)

Selesai petualangan hari ini!

Sampai di kabin, saya berendam merilekskan si kaki di hottub!

Sampai besok yaaa

Nonton Balet Yuk!

Seumur2, baru tahun 2022 lalu saya nonton balet.

Salah satu dari banyak hal yang saya janji ke diri saya sendiri adalah beranikan mencoba hal2 baru yang saya gak pernah jalani. Bahkan hal2 yang saya mungkin gak tertarik, saya janji ke diri sendiri kalau saya tetap mau coba.

Pas di Indonesia saya gak pernah nonton balet  Saya tahu ada sanggar balet Namarina, tahu pebalet Indo yang beken jaman itu, Linda Hoemar. Kalau ada pertunjukkan balet pasti di Gedung Kesinian Jakarta di kota. Sudah itu saja tahunya.

Nah pas pindah ke Amrik juga gak jadi nonton balet langsung sik, karena gak kepikiran saja. Kota pertama saya di Amrik kota kecil dan juga saya punya anak kecil. Masih sibuk urus anak dsb.

Baru di tahun 2022, itu pertama kalinya saya pergi nonton balet

Pertunjukkan balet pertama yang saya tonton itu yang organisir Louisville Ballet Company.

Cerita yang diadaptasi adalah cerita Sleeping Beauty. Lokasi pertunjukkan di teater Brown , teater lama dan bersejarah di kota saya.

Pertunjukkan balet kedua yang saya tonton itu Nutcracker di akhir tahun 2023. Biasa kan acara liburan natal, tahun baru cerita Nutcracker pasti keluar.

Panggung Nutcracker

Pertunjukkan balet ketiga yang saya hadiri itu di selenggarakan oleh World Ballet dengan mengambil cerita Swan Lake. Lokasi pertunjukkan di teater Louisville Palace yang seperti Brown theater juga salah satu teater bersejarah di kota Louisville.

Di acara Sleeping Beauty dan Nutcracker penonton diberi buku, cuma di acara Swan Lake penonton di beri QR code yang isinya brosur digital  buat dibaca di telpon masing2.

Secara umum di semua pertunjukkan balet, pengunjung diberikan buku yang disinya untuk menjelaskan penonton adegan2 yang akan disajikan. Di buku ybs juga ada keterangan tentang semua penari balet dan tokoh yang mereka bawakan di pertunjukan.

Bukunya seperti ini:

Dari tiga kali nonton pertunjukkan balet, akhirnya  saya baru deh agak2 ngerti “gres” nya.

Ibarat nonton konser musik, terutama musik klasik, pengunjung tahu simponi2 apa yang akan dimainkan. Ada Mozart, Chopin, Beethoven dst. Yang mbedakan dan yang bikin pertunjukan musik iti beda ya dikeahlian pemain instrumennya.

Sama dengan pertunjukan balet. Biar ceritanya sama, classic western fairy tales tapi cara penyampaian cerita, koreografer, latar belakang musik, kostum, dekorasi panggung dan ya pastinya keapikkan penari2 baletlah yang bikin kita bisa kesengsem sama satu grup balet dibanding yang lain.

Contohnya.  Dari ketiga pertunjukkan balet yang saya nonton, saya paling kesengsem sama acara yang diselenggarakan sama World Ballet.

Ternyata World Ballet ya kelasnya memang lebih oke lah dibanding Louisville Ballet yang nyelenggarain 2 pertunjukkan balet yang saya tonton sebelumnya.

Panggung Swan Lake

Setelah 3 kali nonton acara balet ini tips dari saya

1. Pertunjukkan selalu mulai tepat waktu

2. Datang ke tempat acara minimal 30 menit sebelum acara mulai. Selain untuk mikirin: parkir, antrian masuk, beberapa penyelenggara menyediakan photo booth.

Saya mah pasti dong foto2 an.  Masalah  potret lucu2an ini ada yang gratis dan kita fikasih link buat ke foto dimana hasil foto ada bingkai dengan judul acara baletnya, ada yang pakai abang2 pemotret plus artis  yang mewakilkan tokoh utama di cerita , dimana kita harus bayar foto kita.

Pas di acara Swan Lake yang agak unik adalah sebelum pertunjukkan si pebalet pakai kostum putih, di tengah2 pertunjukkan saat istirahat si penari balet pakai kostum hitam.

Memang di cerita Swan Lake ada tokoh yang  berganti karakter gitu..

Foto booth Sleeping Beauty
Foto booth Swan Lake, pakai penari balet yang berdandan sebagai tokoh utama

Dan juga di Amrik, lumrah kalau di acara2 seperti ini ada jualan minuman ( Saya biasanya gak minum ya..secara gak ada teh botol 😉).

3 . Bacalah buku yang disediakan sama penyelenggara sebelum pertunjukkan dimulai. . Karena dengan membaca buku ini, kita jadi tahu lah apa yang lagi dimainkan di panggung.

4. Sebelum pertunjukkan mulai, ke toilet dulu gih..pipis.

5. Acara balet selalu ada jeda / rehat. Pengunjung bisa ke toilet, pesan minum atau ya foto2.😇

6. Pakai baju apa kak? Saya lihat2 pengunjung2 lain kebanyakan memang pakai baju cantik2 ya. Saya pribadi memang senang dress up jadi kalau ada acara2 seperti ini saya pilih pakai baju terusan. Yang jelas ya jangan pakai leggings/hoodies/sweatpants/sweatshirt kaliiii

Mau nonton balet lagi gak? Mau tapi mau cari pebalet lainnya.

Tapi secara pribadi saya lebih suka nonton Broadway ya? Lebih seru gitu?

Teman2 lebih pilih mana?

Balet?

Teater?

Orkestra?

Icip-Icip Makanan Malaysia Dimasak Bule Lokal

Minggu lalu, iseng2 saya gulir atas bawah Instagram, nemu postingan resto local masang ini

Menunya

Ihh..lucu juga kali yaaa.

Selain karena saya tahu tidak terlalu bamyak orang2 bule yang tahu Malaysia, kaget juga saya pas namu postingan ini.

Pun juga ya senang saja gitu ada yang berani nyoba buka Pop up jualan makanan Malaysia. Meskipun bukan Indonesia, ya tahu sendiri kan, dua negara ini kayak kakak adik dan memang dari hal makanan kita banyak kesamaan kan?!

Saya juga penasaran pengen tahu gimana si bule ini memasak masakan Malaysia berdasarkan pengalaman dia pas jalan2 ke Malaysia?

Buat saya ada bule (baca bukan Melayu) yang berani jualan makanan kita itu apa ya?.Surprising lah. Ya gimana gak bikin kaget, secara kan dasar makanan barat dan timur beda banget?. Dan antara kita yang penduduk asli vs pendatang, penerimaan kita dengan rasa makanan pasti beda lah.

Saya pergi ke acara ini, harapannya gak tinggi2 banget. Gak mungkin saja, saya ngarep rasa otentik si rendang. Gile. Saya pribadi pun gak berani masak rendang!?

Apa ya?.lebih ke apresiasi atas usaha si bule dan pastilah juga ingin tahu hasil masakan dese

Jadilah saya pesan tempat untuk acara itu.

Lokasi acara di tempat makan bernama Harvey’s Cheese & Nosh yang sehari2nya jualan keju.

Saya pesan tempat jam 7:30 PM lewat Open Table.

Menu di lokasi

Saya pesan Beef Brisket Rendang Buns, Chicken Satay Skewers, Malaysian Curry Laksa, Ramly Burger Special dan Es kacang

Eh…dikasih tahu sama pelayan kalau rendangnya habis baik yang sapi maupun yang jamur…duh..nangis daraaah deh. …

Eh untung tamu sebelah saya, mereka pesan Mushroom Rendang Buns dan berbaik hati bagi ke saya satu biji….dan berbahagialah sayaaaa kesampean nyobain rendang kreasi si bule.

Rasanya? Gigitan pertama , bau bumbu2 khas Asia Tenggaranya kuat banget. Gile. Berani juga ini bule pakai bumbu sekenceng ini yak? Enak? Lumayan. Beda rasa dengan daging2 bbq-an kentara banget

Masakan kedua yang datang adalah Halloumi Skewer , saya sendiri gak tahu Halloumi itu apa, ternyata sejenis keju. Enak? Kata teman saya sik enak? Saya kurang tertarik

Halloumi, Laksa, Es Kacamg Merah, Burger Ramly dan Sate Ayam

Laksanya saya bilang kurang medok. Yang saya suka adalah tahu pongnya. .

Es kacang merahnya enak, ada serpihan kacang tanah, agar2 hijau, lychee, kacang merah dan bola2 kuning. Ya kayak es teler gitu deh. Saya sih seneng2 saja. Kapan lagi makan es kayak beginian di resto disini?!

Burger nya kata temen saya okelah, yang bikin beda adalah telor dadar dan saos sambel

Sate ayamnya kalau saya bilang koq kurang berasa rendamannya gitu?! Empuk sik..cuma kurang kecap manis deh…ha…ha..ha.. Bumbu kacangnya juga samu mawon, kurang kecap manis.

Kesimpulannya?

Saya hargai lah si koki bule membuka kedai kagetan ini. Biar warga Louisville bisa icip2 makanan etnik lebih sering kan.

Mudah2an lain kali ada orang Melayu dong yang buka warung makanan Malaysia/Indonesia di sini?!

Sampai ketemu lagi yaaa

Pas di Cleveland, Mampir di Little Italy yuk!

Tahun 2010, saya dan keluarga sempat tinggal di Cleveland, Ohio. Salah satu lokasi yang saya suka buat kunjungi adalah sudut kota namanya Little Italy

Sign Little Italy

Pada dasarnya ini satu jalan yang di Cleveland timur dimana pengunjung bisa puas cemil2 makanan Itali.

Peta toko2 di Little Italy

Dari mulai toko roti, restoran pizza, pasta, ngopi2 dan favorit saya, makan Gelato alias es krim versi itali.

Saya tuh paling kesengsem sama yang namanya patio dining, padahal sik bisasa aja gitu artinya…makan di pinggir jalan dibawah tenda…kalau di Indo, kakik lima blok M gitu ya??..ha..ha..ha..pakai bahasa Inggris aja jadi kedengerannya gimana gitu?!

Nah di Little Italy ini ya hampir semua tempat makan ada makan di luar, baik itu di pinggir jalan utama , atau di belakang resto, atau pun di gang antara gedung…

Pas saya jalan2 ke Little Italy, saya tengok hampir semua toko/restoran.

Tapi saya cuma makan di 3 tempat:

Mia Bella. Lucu tempatnya, saya makan di patio di belakang, maap gak sempat foto, keburu laper..

Saya pesan Veal Marsala daging sapi muda dengan saus marsala

Terus saya makan es serut ala Itali di Mount Granita. Rasa es nya macam2, ada kelapa, beri, mangga, jeruk limo, lemon, semangka, stoberi dst

Macam2 Rasa Es Itali

Saya tadinya pengen kelapa, pas icip2 kurang sreg, jadi saya pilih rasa mangga, enak! Karena asli bukan essence

Makan Es Serut Mangga di Mount Granita

Setelah itu saya makan Gelato di Rosso Gelato….haduhhh…gilaaaa…enaaaak banget ini!! Tadinya saya cuma pilih kopi, karena saya tahu banget kalau saya suka es krim kopi

Pas lihat2 rasa es krim yang tersedia, ada satu rasa yang saya gak pernah lihat di toko Gelato lainnya, Nero yaitu rasa dark chocolate. Dan waktu saya icip2, saya langsung jatuh cinta!💞

Jadilah saya pilih 2 rasa, kopi dan nero.. asli! Enak banget!! Saya sampai merem melek deh makan gelato ini

Sayangnya saya gak sempat beli2 roti2 , padahal roti2 yang dipajang di dua toko roti yang saya lewati itu asli semua keliatan enak banget!

Saran saya kalau teman2 mau berkunjung kesini, jangan makan sebelum pergi, biar bisa puas icip sana icip sini

Yang jelas jangan sampai tidak makan gelato!! Ini mah WAJIB! Rosso Gelato mulai buka jam 2 siang.

Sekian dulu cerita saya kali ini!

Sampai lain kali!

Belajar Membuat Topi Fascinator

Hari Sabtu minggu lalu pas saya gak kerja, kami sempat jalan2 ke pusat kota La Grange. Pas keluar masuk toko-toko di pusat kotanya, saya mampir di toko topi Judith Millinery.

Selama tinggal di Amrik, baru pertama kali ini saya ngeh toko pembuat topi, padahal yang namanya Louisville, Kentucky yang namanya topi2 cantik itu boleh dibilang sesuatu yang harus dimiliki..maklum di sini kan tempatnya festival Kentucky Derby.

Ternyata Millinery itu artinya pembuat topi wanita.

Saya boleh dibilang senang topi ya, tapi ya kebanyakan cuma topi musim panas, sama barrettes sik. Pengen sebenarnya punya Fedora atau Fascinator..cuma mahal ih! Apalagi Fascinator,  harganya bisa diatas $100, padahal kecil ukurannya!

Nah..toko ini selain jualan topi, ternyata juga penyedia material2 untuk pembeli mebuat topi sendiri dan ternyata juga mereka mengadakan workshop.

Pas saya mampir itu ternyata ada beberapa workshop yang masih buka untuk mendaftar dan workshop berikutnya , saya tertarik banget! Membuat topi Fascinator.

Topi Fascinator itu apa ya..topi cepluk gitu deh..biasanya kombinasi bunga2 , bulu2, dan cadar. Dipakai buat ke acara balapan kuda, kalau disini.

Mendaftar lah saya……

Nah berikut adalah cerita saya pas di kelas Membuat Topi Fascinator model Bunga dari Bulu2.

Bahan2 untuk membuat topi :

24 helai bulu2 yang peserta boleh pilih warna

Bahan beludru berbentuk lingkaran dan persegi panjang untuk dasar bunga

Lem, alat penggulung rambut (curling iron), pelurus rambut (straightening iron), tusuk sate, kawat fleksibel dan gunting.

Sekitar 30 menit pertama peserta diajarkan memanipulasi bulu2. Bagaimana menggundulkan si bulu, bagaimana menjarangkan si bulu, melekukan si bulu, menggambar pola di permukaan si bulu.

Kalau kita pakai penggelung rambut mulai dari bagian atas,  kalau pakai pelurus rambut , mulai dari bagian bawah si bulu.

Setelah peserta latihan manipulasi, sesi berikutnya adalah membuat topi!

Pertama2 peserta memilih warna bulu2   sesuai selera sebanyak 24 helai.

Kenapa 24? Ternyata kita akan membuat 3 lapisan dari 24 bulu2 tersebut.

Saya pikir…ah kalau gitu saya mau pilih 3 warna!

Peserta2 lain kebanyakan pilih 2 warna. Saya pilih warna2 favorit saya yang semuanya super ngejreng :

Sebelum bulu2 ini ditempel ke fondasi,  bulu2 ini harus dimanipulasi dulu, baik itu di gunting, digunduli atau di bikin meliuk.

Untuk setiap lapis, semua bulu2 di lapis itu harus sama panjangnya. Jadi kita sebisa mungkin  pilih bulu2 yang panjangnya hampir sama, lalu kita bisa gunting

Lapis pertama saya pilih ungu. Beberapa bulu2 saya lekuk biar agak keriting/ berombak ceritanya. Lapis pertama ini kita tempel paling dekat ke tepi base.

Lapis kedua saya pilih warna merah. Untuk lapis kedua, panjang bulu2 harus sedikit lebih pendek dari lapis pertama.

Kenapa? Intinya kita kan mau memberi efek bunga kita “berisi” /bervolum

Lapis ketiga saya pilih si merah jambon.  Kali ini saya kasih efek totol2 di permukaan si bulu menggunakan spidol permanen. Untuk lapisan ketiga ini harus di lem di tengah2 base.

Menurut instruktur, bulu2 ini ibarat rambut kita deh. Apa yang kita bisa lakuin di rambut kita, juga bisa dilakukan di bulu2. ( saya kepikiran glitter dan manik2)

Selesai semua bulu2 sudah di tempel, boleh dibilang bunga bulu2 kita jadi!.

Selanjutnya kita bisa pilih mau di tempel dimana bunga kita? Di bando? Di topi ? Atau di jepit rambut? Di workshop ini peserta di kasih sisir jepit untuk produk akhir

Dan…inilah hasilnya!

Buat saya ini cantik banget yaa. Warnanya sangat vibrant dan memang warna2 kesukaan saya.

Jadilah sejak hari Kamis, saya tiap hari pakai si fascinator ini pas kerja di rumah.

Kegenitan Pakai Topi Fascinator

Jalan-Jalan Ultah 2021. Bagian 4. Terdampar di Virginia

Senin. 12 Juli 2021.

Bangun pagi2…biar bisa santai di jalan. Pesan makan di resto hotel biar perut disini dan gak lapar pas nyetir. Rencananya….

“Abe sana gih nyalain mobil, Mom urus cek out”.

*bunyi mobil dinyalakan*

Loh..koq suaranya begitu?! Kata saya dalam hati. Mungkin Abe masukkin kuncinya gak bener kali? Mungkin pedal gas kudu diinjek?

Buru2 lah saya ngacir ke mobil. dan..yak….benar saja…mobilku gak “nyantel”. Pas dinyalain ya bunyi- berarti bukan masalah batere. Cuma gak cranking??

Panik? Jelas. Wong saya cuma berdua sama anak saya dan anjing saya.

Dan lokasi saya termasuk di tempat terpencil ya.

Gimanaaa dong?!!

Balik ke hotel, tanya mbak resepsionis nomor telpon bengkel terdekat. Setelah menelpon 3 nomor, akhirnya nemu orang yang mau narik mobil saya.

Satu jam kemudiam datanglah mobil derek raksasa.

Nah..isu terbesar mobil saya adalah…karena mobilku bukan mobil orang standard, dalam arti banyak bagian2 yang ukurannya spesifik buat mobilku. Contoh, kalau mobil2 sedan bisa beli sarung jok generic dan muat2 aja, gak akan muat di mobilku, tipe mesin juga beda, mobilku gak bisa di reparasi di bengkel lokal. Harus di dealership Mercedez Benz. Borju ya? Padahal punya Merci juga enggak.

Ternyata lagi..Saya juga baru tahu…kalau gak semua dealer MB ada teknisi Smart. Weleeehhh..

Setelah menelpon 3 dealer MB, cuma satu yang ada teknisi buat Smart…yaitu di Richmond,VA yang jaraknya 100+ mil 😭

Jadilah kami bertiga umpel2an naik mobil derek ke Richmond.

Sampai di dealership, mobil saya gak bisa langsung di lihat..karena ya itu..lagi2 cuma 1 teknisi…jadi harus tunggu giliran

Ya sudahlah..mau gimana lagi?

Cari2 hotel. Dapet di Hilton Garden Inn yang untungnya dekat dengan resto2. Hotel saya juga sempet berabe karena gak tahu kan sampai kapan saya akan disini? Tadinya booked sampai Rabu..dilanjutkan sampai Jumat..lanjut lagi sampai Sabtu…

Gilaaaaaa seminggu saya nambah “liburan”??!

Saya mah sudah pasrah saja deh lihat tagihan KK…💰💰💰💰💰💰💰💰

4Untungnya saya bawa laptop kerja. Jadi saya tetap bisa kerja, tapi ternyata internet hotel memble, bahkan saya coba beli premium, masih gak bisa konek ke jaringan kantor. Ya sudah saya pakai hotspot telpon seluler saya. Ini juga ada isu…data saya habis hari Kamis…haduh pikir saya, tinggal sehari lagi kerja gitu loh?! -> kalau ada yang komentar “makanya pakai unlimited data dong. Jawab saya, selama ini saya gak perlu ya, dan memang situ mau bayarin?

Pas mau beli data tambahan, ternyata entah gimana telpon saya dan SIM nya konon gak sinkron, padahal ya dua2nya sudah 5G. Jadilah saya harus telpon operator saya dan menghabiskan waktu sejam cuma buat nambah data doang.

Setiap hari saya gregetan nunggu kabar dari teknisi kapan mobil saya selesai. Bolak balik perpanjang tinggal di hotel yang juga sempet bikin pening kepala.

Hari Kamis, saya bosan sampai ke ubun2, akhirnya ajak anak dan anjing saya jalan-jalan ke Gedung Pusat Pemerintahan pakai Uber. Karena kan Richmond ya memang ibu kota negara bagian Virgina.

Saya pikir ya sudah disini juga..sekalian saja kan?

Sayangnya di sekeliling gedung lagi renovasi..jadi pemandangan agak2 jelek deh buat difoto.

Tadinya setelah dari sini mau jalan2 di Canal Walk, cuma koq lihat langit gelap bener? Ya sudah jadi kami buru2 pulang saja.

Hari Jumat sore, saya baru bisa ambil mobil saya. Setelah punya mobil lagi, saya nekat ajak anak dan anjing ke pantai VA. Lagi2 ya..Wong udah disini gitu loh…cuma 1.5 jam dari hotel.

Meskipun gak lama2 di pantai, saya cukup senang karena nyempatin ya. Gak tahu kan kapan lagi kami bisa ke sini?

Di jalan sempat nemu tanda LOVE pula.

Sabtu jam 11, kami mulai perjalanan balik ke rumah di Kentucky. Sepanjang I64, saya masih yang cari2 tanda Love.

Tanda LOVE ke empat, saya nemu di pertanian lokal dimana si pebisnis jual bunga2, tanaman, buah2 an. Saya sempatkan beli lavender kering dan roti buat di jalan.

Tanda LOVE berikutnya harusnya di ada di taman seni di Charlottesville, tapi koq saya gak nemu? Yang ada nemu hiruk pikuk farmers market . Ya sudah..nikmati aja

Teruskan perjalanan lagi..kali ini agak menyimpang dari I64, di kota kecil Waynesboro. Tanda LOVE ada di taman kota. GPS sempet ngawur deh kasih arahan. Ugh!

Masih di daerah rural, tanda LOVE berikutnya saya nemu di brewery lokal. Kayaknya sih ramai ya, cuma berhubung saya gak demen penyulingan bir, ya saya gak mampir. Stable Brewery kalau gak salah namanya.

Anak saya sudah mulai ngambek karena saya kebanyakan side trip..ya sudah..tanda LOVE berikutnya, yang terakhir..

Kali ini di jalan utama pusat kota kecil. Agak2 nyempil lokasinya…

Yang saya perhatikan, tanda LOVE ini sepertinya buat promosi tempat / pebisnis lokal ya…sayangnya gak tahu apa gara2 Covid-19, tempat2 ini koq gak terlalu ramai juga? Padahal lucu loh…berburu tanda LOVE.

Malam ini kami istirahat di Charleston, ibukotanya West Virginia. Karena saya gak tega sama mobil, saya sendiri dan Para penumpang untuk terus di jalan selama 6 jam.

Hari Minggu, 18 Juli, kami lanjutkan lagi perjalanan pulang. Namanya juga saya yang kedemenan motret, saya sempatkan mampir di Gedung pemerintahan buat ngeceng. Ini bukan pertama kalinya sik saya mampir di sini, beberapa tahun lalu, saya sudah pernah ke sini. Sekarang kan pertama kalinya sama anjing saya…jadi ya harus foto lagi dong…




Jalan-Jalan Ultah 2021. Bagian 3 : 711, Skyline, Virginia

Yay! 711 atau 11 Juli!

Hari saya dilahirkan ke dunia! Bersyukur banget sudah di kasih hidup selama ini yaaa…Alhamdulillah selalu sehat, selalu berusaha untuk berguna dan berfaedah, berpenghasilan diatas UMR, berpendidikan, terus belajar tentang hidup!

Hari ini saya memutuskan untuk memulai perjalanan balik ke KY, karena pas lihat2 peta, iih..capek kali nyetir 8 jam langsung ke KY? Dan juga ternyata koq dekat dengan taman nasional SHENANDOAH yang saya memang sudah kepengen intip?!

Ya sudah..mampir ah ke Shenandoah, meskipun cuma sekedar nyetir di Skyline Drive nya. Lagian juga sudah beli tiket..sayang kalau gak dipakai…

Ya wis..sekitar jam 1, kami cabutlah..

2 jam kemudian, sampailah kami di gerbang Shenandoah, ya wajib foto2 dong..namanya juga turis kan.

Jadi Skyline Drive ini pada dasarnya ya jalan utama di taman nasional Shenandoah. Di sepanjang jalan ya nanti ada pusat kunjungan, tempat kemping, tempat hiking dan overlook dimana pengendara bisa melihat pemandangan pengunungan Appalachian. Saya tahu kami gak bakal sempet hiking atau eksplorais ya, tapi gak apa2 yang penting saya got the feel kayak apa sik Shenandoah ini.

Saya terus terang sangat menikmati jalan berliku Skyline Drive, gak terlalu curam dan cukup lebar. Apa lagi pemandangan sekitar bikin mata adem…

Kalau mau nurutin saya, saya mau terusin Skyline dari ujung ke ujung, cuma karena waktu gak cukup, kita keluar di pintu Thorp.

Di jalan, saya keluar bandel dan adventurous nya. Saya baca kalau Virginia itu kan slogan ya Virginia Is For Lovers dan sama pemda ada proyek VirginiaLoveWorks dimana kita bisa temui tanda LOVE di seantero negara bagian Virginia. Saya lihat2..ih koq lucu2 sik ? Pengen deh nemuin tanda tsb.

Pas saya lihat di peta, ternyata ada beberapa Love yang saya bisa lewati. Jadilah saya bilang ke anak saya kalau kami akan ber scavenger hunt cari tanda Love .

Saat itu kami di tengah2 jalan I64, saya belokin ke I80 buat dapetin tanda LOVE pertama. Lokasinya di resto lokal yang tutup…

Selesai foto2 kami lanjutkan ke LOVE berikutnya yang ternyata lokasinya di Natural Bridge State Park.

Setelah foto2, saya perhatikan..eh..koq orang2 pada pergi ke bawah gitu ya? Ada apa sih? Yuk lihat yuk? Saya ajaklah su bujang dan si guguk…

Ternyata ada trail, bagian dari Natural Bridge State Park. Ya sudah..yuk..kita jalani?! Kebetulan bareng kami ada grup orang2 dewasa. Jadi saya minta tag bareng mereka..karena hari sudah mau gelap..saya agak2 keder juga kalau cuma kami ber3.

Aiiih…keren loh ternyata! Gak nyesel deh ambil trail ini. Jadi trail yang kita jalani ini dibawah jembatan batu alami..yang diatasnya ya di lalui kendaraan2 sebagai bagian dari jalan lokal. Dan..ternyata trail berakhir di air terjun. Bonus kan!

Selesai hiking koq sudah gelap ya..ya sudah kami putuskan untuk bermalam di hotel Natural Bridge State Park. Rencananya ya besok pagi teruskan perjalanan pulang sambil cari tanda LOVE lagi

Jalan-Jalan Ultah 2021. Bagian 2 . Naik KA dan Arung Jeram

Hari Sabtu , 10 Juli 2021.

Saya sekeluarga sudah ditampung di rumah temen saya di Frederick, MD.

Hari ini kami mau jadi turns naik kereta api di Walkersville, MD.

Ngapain gitu naik KA? Ya karena kesenangan anak saya ya dan ternyata dari Frederick kemana2 jauh ih. Pengen ke Baltimore masih 1 jam an. Ke Pantai 3 jam an. Beli tahu minimal 1/2 jam nyetir. Saya yang sudah nyetir 8 jam an di jalan ya males ya…mau simpan kaki nginjek pedal gas buat perjalanan balik saja kan.

Kebetulan KA nya juga lagi yang bertema Jesse James..itu koboi jahat jaman wild wild west lah. Saya sudah pernah sik ber KA ria bertema perampokan. Tapi temen saya dan lakinya belum pernah.

KA mulai jam 11 pagi, saya sudah beli tiket online $14 per orang. Saya bawa anjing saya yang tampak bingung tapi girang pas di elus2 banyak orang. Dasar deh….

Anak saya dapet souvenir peluru kosong.

Selesai naik KA, saya sama temen saya ngaso bentar di downtown Frederick. Pusat kota Frederick ini tipikal pusat kota kecil di Amrik, toko2 lokal, dari mulai pernak pernik, coklat sampai restaurant yang punya teras terbuka. Saya sih demen ya strolling dan lihat2 pebisnis lokal. Seru aja!

Habis ngaso, kami berangkat ke Harper’s Ferry buat ber arung jeram, karena sudah pesan buat jam 430 pm. Selama di Amrik, saya lumayan sudah sering berarung jeram, terus terang masih lebih ok arung jeram di Indo, perasaan arusnya lebih mantep.

Anak saya seneng berarung jeram, apalagi kalau ada kesempatan buat nyebur. Di arung jeram kali ini, juga ada acara dimana peserta boleh nyebur . Jadilah si bujang nyemplung ke sungai.

Selesai berarung jeram, kami balik ke rumah teman saya. Sementara anak saya tidur, saya jalan lagi sama teman saya buat ditraktir makan ultah di bakar2 ala Korea

Widih..lokasinya jauh juga…tapi ..ih..enakkk loh. Sistemnya all you can eat gitu. Pengunjung bisa pilih mau BBQ saja atau BBQ dan hotpot. Berhubung saya sumuk..saya cuma pilih BBQ saja.

Pakai acara di nyanyiin lagu selamat ulang tahun pula sama staf resto…he…he..he..