Saya setuju sik dengan apa yang dikatakan si pembicara.
Kalau masalah2 sepele okelah ya, kita bisa cuma angkat bahu dan cengengesan saat ada teman yang “ribut”.
Tapi kalau sudah masalah prinsip? Saya jelas akan berpihak sik. Dan ini juga yang membuat saya menjauh dari ‘teman-teman’ di sini.
Hal prinsip itu seperti apa ya? Ya memang beda-beda pastinya untuk setiap orang ya.
Buat saya ni. Contoh hal prinsip adalah saat saya dengan bego nya cerita hal yang memalukan yang terjadi dengan saya, (dibaca pelecehan seksual) si pendengar dengan entengnya bilang ‘saya nanti jodohnya’ dengan si yang bikin malu saya?
Ya saya putus. Berarti pandangan hidup dia ya sudah beda banget dengan saya ya.
Contoh lain. Saya dikata-katain oleh anak umur 8 tahun. Saya kasih tahu ke orang tua, si ortu cuma bilang ‘Namanya juga anak-anak “
Ya selamat tinggal. Saya tidak mau lagi berhubungan dengan ortu model seperti itu.
Saya memang tipe ‘setia’ , solider, entah itu sama pacar, saudara atau teman.
Kalau teman saya misalnya lagi uring-uringan dengan seseorang, dan saya ngerti kenapa dia uring-uringan, ya saya gak bakal lah manis2 dengan si orang yang teman saya uring-uringan.
Itu saja sih yang minta dari hubungan saya dengan seseorang.
Dan ternyata dari utasan IG ini, ada juga yang sependapat dengan saya.
Jadi ni..salah satu gak enaknya tinggal di negara 4 musim, adalah masalah pengungsian tanaman dari teras ke dalam ruang
Nah masuk bulan Oktober tahun ini, suhu udara cepat menurun. Jadilah saya harus masukkan tanaman2 saya ke dalam ruang. Tahun lalu saya telat masukkin tanaman2 saya, yang ada banyak yang mati…😭. Ugh. Nyesel banget. Makanya tahun ini saya lebih was was memperhatikan cuaca
Masalahnya ruang yang kena matahari di apartemen saya itu cuma sedikit sekali. Harus putar otak cara penempatannya supaya semua tanaman bisa masuk.
Kebetulan kapan itu, saya lihat tetangga atas saya mau buang rak/meja. Terus saya bilang. Eh mau dibuang ya? Buat saya saja boleh?. Dan ternyata mereka membolehkan. Saya tahu banget rak tersebut akan saya gunakan untuk menaruh tanaman2 saya.
Dan ternyata rak yang gak seberapa besar itu muat untuk kurleb 12 pot tanaman. Tanaman2 lainnya ada yang saya gantung, ada yang saya taruh di kursi lipat (yang juga di ambil dari tempat sampah apartemen) , taruh di bangku dekorasi.
Untuk mengakali sedikitnya sinar matahari , saya memang pakai grow light. Ini juga harus diakali penempatannya. Yang jelas ruang vertikal benar2 saya manfaatkan, ya untuk gantung tanaman maupun menggantung lampu2.
Saat ini boleh dibilang “hutan” kecil saya sudah komplit. Hampir semua tanaman2 yang harus masuk, sudah masuk. Lampu2 sudah ditempatkan sedemikian rupa supaya semua tanaman mendapatkan cahaya tambahan selain cahaya matahari dari pintu teras.
Tanaman2 saya selain berwarna hijau, ada yang daunnya berpigmen putih dan merah jambu hingga keunguan /merah anggur. Saya juga isengnya kumat, menyelipkan boneka2 binatang kecil di sela2 tanaman2 saya. Whimsical banget lah.
Yang pasti saya tu senang banget dengan “hutan” kecil saya. Setiap kali saya tengok, hati saya adem dan bahagia.❤️
Padahal cuma kecil banget gitu loh.
Eh ternyata yaaaa.., dari segi regulasi emosi, memiliki pojokan kalem itu bagus untuk membantu kita menenangkan sistem saraf kita loh. Kebetulan koq nemu utasan di IG di bawah ini.
Jadi ternyata tanpa saya sadari “hutan” kecil saya itu pojokan kalem saya juga!
Sejak tinggal sorangan dewe, yang namanya pengeluaran harus diperhatikan banget.
Saya mau mulai seri baru ah. Cari diskon di Amerika gitu…bukan ngumpulin kupon ini itu sik, cuma ya bagi2 tip yang saya sendiri terapkan sehari-hari saja.
Jadi banyak supermarket2 di Amrik punya program yang namanya Fuel Points. Biasanya supermarket2 besar sik. Yang saya tahu itu Giant Eagle di Ohio, Kroger di Ohio, Kentucky. Trader’s Joe dan Whole Food setahu saya tidak punya program ini ya.
Saya baru tahu fuel points ini waktu tunggal di OH, di negara bagian sebelumnya saya gak kenal istilah fuel points.
Jadi intinya ya setiap kali kita berbelanja di supermarket ybs, kita dapat poin.
Nah poin2 itu oleh supermarket dikonversi ke potongan harga bensin per galonnya, 100 poin = $0.10. Ihhh masa cuma 10 sen ? Sedikit sekali??! Memang sih kayaknya sedikit ya? Tapi kalau kita memang sering belanja di tempat yang sama, poin ini lama2 jadi bukit loh!
Kemarin saya dapat potongan sempati $0.60, harga bensin yang tadinya $2.79/galon, jadi cuma $2.19/galon kalau di kalıkan dengan kapasitas tangki 20 galon misalnya, kita irit $12 loh.
Selain belanja barang2 lebutuhan sehari-hari di supermarket, kadang supermarket kasih promo gitu, misalnya beli gift card dapat tambahan point 2x lipat, atau isi survey, dapat 50 point ekstra.
Coba saya pengen dengar cerita teman2 . Ada yang bisa kumpulkan point banyak gak?
Masih topik yang sama dan masih ada sangkut pautnya dengan tulisan saya sebelumnya,
Hijrah ke Amrik berati juga…..
Kemungkinan besar kita akan kehilangan momen2 penting di keluarga besar di Indonesia, dari mulai perkawinan, kelahiran anak dan kematian.
Lagi2 ya, ini salah satu dari sekian banyak hal yang saya tidak pikirkan.
Buat saya yang kenyataan paling memilukan gak bisa pulang saat itu juga adalah saat kematian orang tua.
Tahun 2010, Ibu saya kena stroke saya cuma bisa manyun, jangankan mudik, saat itu pasangan saya baru mulai kerja kembali setelah setahun tidak bekerja.
2014, Bapak meninggal, saya terima kabar pas lagi kerja, sepupu saya di NY telpon buat kasih tahu. Nangis lah saya di tempat. Pulang ke apartmen, lagi2 saya cuma bisa nangis di kamar.
2019, ibu meninggal, saya cuma bisa doakan dari jauh.
Bukan cuma masalah gak bisa menghantar almarhum ke tempat peristirahatan terakhir yang bikin pahit, pilu dan pedih, siap2 juga diomongin sama keluarga besar.
‘Dasar anak gak tahu diri, masa orang tua sakit gak bisa ditengok?
‘Sudah lupa sama keluarga/budaya ya? Masa segitu gak ada duitnya ?? ‘
‘Memang suaminya kerja apa sih?’
Yang nyebelinnya lagi , yang berisik itu orang2 berada loh..yang bisa jalan2 keluar negeri cuma buat ikutan lomba lari, nengokin anaknya yang sekolah/tinggal di luar negeri.
Saya gak bilang kondisi itu berlaku buat semua imigran Indo di luar negeri loh ya. Seperti yang saya bilang di tulisan saya sebelumnya, banyak juga orang2 Indo yang gak ada masalah buat angkat koper saat itu juga saat ada musibah di kampung halaman, ada hajatan atau sekedar berlebaran/bernatalan atau merayakan hari besar lainnya dengan keluarga besar di Indo.
Saya salah satu contoh yang gak bisa.
Realita berikutnya
Kita benar2 hidup sendiri tanpa keluarga.
Maksudnya? Gak semua punya pasangan yang punya keluarga besar misalnya. Tidak ada mertua, atau kakak/adik ipar.
Kita benar2 nikah dengan si bule tanpa ada keluarga tambahan lainnya
Ini berat juga loh. Apalagi kalau kita pas di Indo biasa dikelilingi dengan sepupu, Oom, tante segambreng.
Beratnya dimana gitu?
Contoh. Buat pasangan yang memilih untuk mempunyai anak, siap2 pas melahirkan kamu gak ada yang nolong. Gak semua pasangan bersifat kebapakan, banyak juga yang cuek atau gak ngerti mengurus anak.
Atau saat pasangan sakit dan harus masuk rumah sakit atau kena musibah lain padahal anak masih kecil dan kita tidak bekerja. Artinya kehilangan penghasilan.
Saya baru ngeh kalau orang-orang bule lokal pun bisa dibilang lebih beruntung. “I am moving in with my mom_sister/brother..
Ada tempat untuk menampung saat “jatuh” itu ternyata privileged banget.
Dan gak bohong waktu saya sadar kalau saya gak punya siapa2, ya pedihlah.
Mudah2an setelah baca tulisan realita seperti ini, orang2 gak comel lagi ya bisa lebih empati.
Hari Minggu kemarin, saya bebersih kulkas, waduh koq kosong banget ya! Telur tinggal 3 biji, wortel tinggal segenggam, , sayuran hijau tinggal satu jenis. Wah sudah waktunya belanja ini!
Saya itu paling malas yang namanya pergi belanja keperluan dapur ataupun keperluan sehari2. Kenapa? Apa lagi sejak tinggal sendiri dan sejak inflasi. Amit-Amit! Mahalnya minta ampun!
Tapi ya kadang harus kan?
Nah ya sekalian ya saya cerita saja disini kalau belanja itu apa saja.
Biasanya saya kalau belanja itu ke Costco, tempat belanja khusus member, iuran tahunannya $60, saya pilih belanja disini bukan karena keren, tapi karena dekat rumah, harus relatif lebih murah dan ada fasilitas pompa bensin yang asli paling murah di kota saya.
Biasanya saya belanja disini itu buat beli barang-barang tahan lama dan buat bahan-bahan makanan yang pasti saya perlukan.
Barang-barang keperluan rumah tangga yang saya biasanya beli di Costco itu :
Sabun cuci piring
Sabun mesin cuci piring
Tisu kamar Mandi
Tisu dapur
Pembalut
Sabun cair tangan
Sabut pembersih (sponge)
Pel Lantai
Pembersih debu lantai
Sabun cuci baju
Sabun Mandi
Kalau Bahai-bahan makanan yang saya pastikan beli itu:
Telur 5 lusin – hampir setiap hari saya makan telur dan tahu sendir dong, orang Indonesia, kalau ada nasi dan telur, ya survive lah!
Beras = iya beras melati ada loh di Costco dan lebih murah dibanding toko Asia lokal
Wortel 5 lbs, buat bikin sup2 an, bakwan, nasi goreng, bihu goreng
Tahu , meskipun bukan tahu pong, atau tahu Sumedang, saya tetap demen sama tahu
Sayuran hijau – kadang bayam, 2 ikat, kadang buncis beku, yang penting ada sayuran hijau
Kaldu kaleng
Santan kelapa
Minyak goreng, biasanya saya beli 2 jenis. Minyak alpukat dan minyak zaitun
Mentega beli yang merek Costco saja
Dada ayam atau paha ayam 6 kantong, satu kantongnya isi 4 -5
Kalau segambreng barang-barang diatas saya beli sekaligus, itu bisa habis $300. Asli pediiih pas bayar!
. Ih mbak kaya amat? Bukaaaan!! Ini mah harus, bukan masalah kaya! Tapi ya kan menghabiskan uang sebesar itu gak tiap bulan ya?
Biasanya saya sik 4 bulan sekali baru belanja besar lagi. Jadi ya saya pasrahkan saja lah…( sambil tetep nangis dalam hari…😭)
Nah, selain barang-barang diatas, kadang ada bahan-bahan makanan tambahan yang saya beli buat persediaan darurat, alias pas malas masak, atau malas ke supermarket atau pas cuaca jelek gak bisa keluar.
Biasanya yang saya beli itu:
Jamur kalengan – saya suka banget sama jamur, kalau beli segar, koq lebih sering dibuangnya ya? Ya sudah beli kalengan saja
Kentang parut kering – untuk makan pagi
Sosis beku
Pangsit
Sardin kaleng – asli pas kepepet , cukup mengenyangkan. Sama pacar saya, pasti diledekin kalau saya bilang saya makan sardin kaleng
Selain Costco, saya juga pergi ke supermarket biasa, seperti Kroger, Walmart buat beli yang receh-receh, yang ukurannya gak buat orang sekampung.
Mau lihat harga2 barang yang saya sebut diatas? Bisa lihat disini.
Eh tulisan ini bukan buat nampang loh ya, ini sekedar memberikan gambaran nyata hidup sehari-hari di Amrik.
Ini harga2 di Costco di kota saya, skala sedang. Saya sendiri Alhamdulillah bukan di kategorikan miskin, tapi bukan kategori 2% juga🤪. Meskipun anak saya selalu bilangnya Kamu kere Mom.
Harga-harga barang ini saya foto setelah inflasi….pedih banget loh lihat kenaikan harca…(contoh sardin kaleng sebelum inflasi $6.99 sekarang $9.99..pedih kan?!?!)
Jam 2.20 an, hari ini lagi asik2 dengerin lagu di TV, eh koq lampu kamar mandi kedip2 ya? Beberapa detik kemudian..blas…mati.
Lhaaa…mati listrik??? Yang bener?! Sejak tinggal di sendiri, saya gak pernah ngalami mati listrik. Memang Alhamdulillah daerah saya lumayan jarang kena mati listrik meskipun habis kota habis kena badai..
Memang semalam, kota saya kena hujan besar dengan angin kencang 80 mil/jam. Saya pas lagi gak di rumah. Badainya cuma 20 -30 menit.
Tapi pas kita keluar, berasa gimana kencangnya itu angin. Pagi2 pas kita jalan olah raga ke taman dekat rumah..wuih pohon2 tumbang di sekeliling taman.
Ini pohon batangnya kelihatan besar loh, tapi tumbangGak kena si lampu,🫢
Lha..badai kemarin koq mati lampunya sekarang? Yang paling repot masalah isi kulkas kan??!
Saya keluar, tetangga juga pada keluar, nanyain hal yang sama.
Cek peta mati listrik . Waduh..memang sekomplek dan sekitar kita mati. Pas saya text buat cek kondisi..jawabannya
Haaaa??!! Listrik baru nyala lagi hari Rabu??? Gimana makanan2 ??
Cek tempat anak tinggal. Oh ternyata tempat mereka gak mati. Ya sudah berarti bisa kasih makanan ke dia.
Cek tempat kerja (ada kulkas soalnya). Mereka aman. Ok. Langsung aku text bos. Kasih tahu kondisi.
Cek teman yang suaminya kerja di perusahaan listrik. Dia mau bawain aku cooler gede buat masukkin makanan, buat bawa ke tempat teman saya di kota yang listriknya gak mati.
Langsung ngepak laptop buat kerja, baju buat kerja di tempat kedua.
Jam 4 lampu nyala!!! Pas temen saya juga dateng dengan cooler nya!! Seperti ya mati lampu daerah kita buat memperbaiki daerah2 yang lebih parah.
Puiiih…Alhamdulillah banget!! Saya jadi gak usah ngerepotin orang ngungsi ke sana ke mari.
Saya text teman kerja yg juga tinggal di Louisville. Ya ampun dia juga kena mati lampu dan belum nyala lagi!
Saya tawarin dia buat kerja di tempat saya kalau dia mau (kita kerja dari rumah).
Karena saya berasa banget paniknya pas listrik mati. Bingung makanan. Bingung mau kerja gimana. Bingung tidur gimana?
Sekali lagi Alhamdulillah bangettt..mati listrik tempat aku gak lama2.
Beneran ih…hidup sendiri itu susah juga ya?!!
Belajar dari teman saya, dia bilang kalau dia langsung beli es beberapa kantong yang lalu dia taruh di kulkas, buat mendinginkan makanan sementara.
Repot banget yaaa kalau listrik mati!
Semoga temen2 gak ada yang harus mengalami mati listrik lama.!
Yang namanya sakit dimana-mana pasti gak enak ya. Lebih gak enak lagi yang namanya sakit dan kita hidup sendiri, gak enaknya dobel deh!
Saya hari Minggu lalu mulai bersin2 seharian. Ah kena flu kali? Secara cuaca juga lagi gak enak kan? Maklum musim dingin. Jadi saya gak terlalu khawatir.
Hari Senin pas libur, saya malah sempat kongkow2 sama teman2. Pas hari Selasa eh koq gak enak badan lagi ya? Jadilah saya telpon tempat kerja kedua saya bilang kalau saya sakit. Besoknya saya tambah gak punya energi, tapi paksain kerja , karena ada wawancara yang gak bisa di undur.
Hari Kamis, saya tepar. Kepala saya sakitttt nya minta ampun, dan tenggorokan rasanya terbakar, tapi masih sedikit bisa tengok kerjaan, yang ada sama bos, disuruh istirahat. Masalahnya saya gak bisa tidur, karena ya itu tenggorokan, sakit kepala dan ingusan! Hadeuhhhh….
Terakhir kali tenggorokan saya kayak terbakar seperti ini, saya kena Covid. Jadilah saya tes pakai test at home kit….dan ternyata benar, saya kena covid. Lagi2 saya gak bisa tidur nyenyak padahal sudah minum Nyquill.
Hari Jumat, ternyata saya belum merasa lebih baik yang ada malah lebih berasa lemas, ya sudah saya ambit cuti sakit lagi. Kali ini saya benar2 gak ada energi sama sekali. Cuma bisa rebahan di tempat tidur.
Yang paling gak enak pas sakit dan hidup sendiri kayak saya itu adalah, semua jadi terbengkalai. Ya cucian piring, ya cucian baju dan yang paling berat adalah masalah makan.
Kita tahu kan kalau yang namanya lagi sakit, harus paksakan makan makanan yang bergizi buat bantu tubuh kita ngebangun imun buat ngelawan si virus di badan. Apalagi covid gini.
Ya gimana mau makan, wong berdiri sama susah? Pas hari Kamis, saya terpaksa pesan makan lewat DoorDash, kayak Gojek gitu lah. Cuma kan gak bisa terus2an ya. Mahal aja!
Tapi pas hari Jumat, saya paksain masak sup ayam. Ada ayam beku di kulkas ya sudah saya cemplungin ke panci pakai irisan jahe sebanyak mungkin. Teman saya juga berbaik hati, nge-drop nasi bungkus ala Padang yang dia masak sendiri.
Hari Sabtu saya bikin teh jahe seharian. Lumayan sakit kepala sudah hilang dan tenggorokan tidak lagi berasa panas.
Hari ini, Minggu, berarti sudah seminggu ya sejak saya bersin2 gak jelas. Saya paksain banget bikin hearty meal.
Ayam hasil rebusan saya suwir2 dan dibumbuin pedas, oseng2 sayur dan bakwan goreng.
Sebagai orang Indonesia asli, cinta saya sama krupuk itu tidak akan pernah padam deh.
Setiap kali saya pergi ke kota besar (an) , saya pasti ngacir ke supermarket Asia dan cari krupuk.
Krupuk favorite #1 itu krupuk kampung atau krupuk aci ya istilahnya?
Krupuk2 lain saya bisa tahan diri gak beli segambreng, tapi kalau sudah ketemu krupuk aci, saya bawaannya mau borong semua deh.
Dan ternyata di banyak negara Asia lainnya krupuk itu eksis. India, Jepang, Korea, China, Phillipina, Vietnam mereka juga punya krupuk.
Saya baru ngeh ini pas pindah ke Cleveland tahun 2010, di blok yang sama dengan apartmen tempat saya tinggal, ada warung take out makanan China, nah kalau pesan makanan, mereka selalu bungkusin krupuk yang kalau di Indo tuh kayak krupuk di bubur ayam gitu. Kecil2 dan warna warni.
Kadang kalau pas krupuk Indonesia habis dan saya pengen banget makan krupuk, saya pergi ke mini supermarket India dekat rumah, mereka punya yang namanya fryum. Yang penting ada kriuk2nya deh.
Di Philipina mereka juga sebutannya kropek. Mirip banget kan?!
Teman2 paling suka krupuk apa ni? Krupuk udang Sidoarjo? Krupuk Aci, krupuk kampung warna warni? Krupuk mie? Krupuk kuning? (Sampai sekarang, gak pernah nemu krupuk kuning ih!? Itu loh krupuk asinan abang2 keliling…)
Kemarin pulang dari Cleveland, di oleh2 in sama teman Indo segambreng krupuk bermacam2 jenis…senangnyaaaaa!!!
Teman2 ada yang krupuk maniak juga seperti saya? Cerita2 dong!
Krupuk asli IndonesiaKrupuk terfavorit sayaJenis2 Krupuk dari negara lain
Minggu ini di kerjaan, saya deal sama masalah nyebelin dengan institusi keuangan lain, katakanlah bank S
Pertama saya hubungi mereka karena ada kasus transfer uang yang nama penerima tidak sesuai. Mereka jawab dengan “Nasabah kami menyatakan tidak ada isu”.
Saya harus tekankan lagi ke mereka kalau nama penerima berbeda, mereka dengan ogah2an bilang. “Ya gimana dong, nasabah bilang gak ada masalah koq?”
Yang ada saya Google nama nasabah dan telpon sendiri. Setelah saya jelaskan detail, si konsumen setuju untuk mengecek lebih dalam, dan benar saja, transfer memang sengaja dialihkan ke akun lain.
Jadilah saya minta dokumen resmi dari Bank S. Bolak balik email, perwakilan Bank S tiba2 bilang. “Untuk apa dokumen tsb?”.
Lah bingung lag saya. Ya mbok ya bilang kalau situ gak paham prosedur seperti ini? Jadilah saya jelaskan panjang lebar , bahkan saya kasih contoh bentuk dokumen.
Tunggu punya tunggu, koq dokumen gak dikirim2 ya? Jadilah saya tanya lagi. Kapan dokumen akan di kirim. Dijawab. Transaksi tidak pernah terkirim?!?!
Hadweeeuhhh…capeee deh..jadilah saya harus kasih screenshot kalau transaksi ya sudah tercatat di sisi saya.
Tunggu sehari, akhirnya dokumen dikirim. Hadwwwuhhhh…pengusiannya ajakadul gak karuan! Bagian2 yang harus disini, banyaj yang masih kosong.
Yang ada saya harus bikinkan langkah2 bagaimana mengisi dokumen. Satu hari lagi lewat begitu saja. Bank S kirim lagi dokumen, dan masiiiiiihhhb juga salah .
Saya jawab lagi kalau pengisian dokumen tidak benar . Lah ..si Bank S ngotot, jawab kalau mereka sudah mengisi seperti apa yang saya mau. Jadilah saya screenshot, highlighted kesalahan mereka yang segambreng!
Setelah sekian ribu komunikasi bolak balik, akhirnya dokumen terisi dengan benar…..
Disitu saya ngeh. Eh..perwakilan Bank S gak ada kata2 “maaf” sama sekali padahal jelas2 dia salah…..
Apa keq bilang. Mohon maaf atas kesalahan pengetikan. Mohon di kaji ulang dan beri tahu kalau ada yang perlu di perbaiki?
Kejadian kedua.
Ada kredit internal masuk ke akun nasabah yang kasusnya saya kerjakan. Saya gak ngerti kenapa koq ada credit ya? Jadilah saya tanya ke rekan kerja yang memasukkan kredit. Ini buat apa ya?
Setelah diskusi panjaaaaang, akhirnya dia setuju kalau kredit tidak seharusnya masuk ke akun ini. Dia salah membaca data intinya.
Dan lagi2, tidak ada ucapan. Oh, benar juga ya. Aku salah. Kredit ini gak seharusnya masuk akun ini?
…………………
Sepertinya koq jaman sekarang yang namanya mengakui kesalahan itu langka banget ya???
Dari hal2 sepele dan sehari2 seperti salah sebut nama tempat misalnya, sampai hal2 yang lebih serius, di hubungan, di tempat kerja, buat sebagian besar orang ternyata mengakui kesalahan itu GAK BANGET?
Padahal loh ya, yang namanya membuat kesalahan itu ya wajar.
Dari melakukan kesalahan, kita belajar. Kita jadi lebih ngerti, lebih sadar.
Dan juga ya, mental kita beneran harus di latih buat own our mistakes, gak usah nyalahin orang lain (melulu)
Saya akui saja sejujurnya punya buanyaaak banget kebiasaan jelek.
Salah satu yang cukup parah adalah malas berberes dan bersih2 tempat tinggal.
Mana saya suka naruh barang tidak pada tempatnya, jadilah barang2 jadi berserakan dimana-mana.
Ada tas di ruang makan, botol minuman kosong di ruang TV, dan banyak lagi lah.
Sering kali ya tempat tinggal saya jadi berantakan.
Untungnya sik…saya lumayan sadar kalau mood saya kalau keadaan apartemen berantakan, saya jadi ngomel2 dan stres sendiri. Jadilah saya selalu paksain buat beberes.
Apalagi kalau ada teman yang bilang. Eh g mampir ya ke tempat elo.
Nah lo!??! Langsung secepat kilat sebisa mungkin saya beres2, meskipun sering juga teman2 harus menjadi saksi keberantakan saya.
Terus terang loh saya sering merasa kewalahan atau overwhelmed gitu, mana yang harus diberesin duluan, wong semua ruang kayak kapal pecah?
Berantakan abissss
Setelah hidup sendiri dan baca2 postingan tentang kesehatan mental, hidup sederhana, saya nemu langkah2 kecil yang saya terapkan pas puyeng karena apartemen berantakan sana sini
1. Saya pilih ruang yang paling gak terlalu berantakan. Alasannya. Ruang cepat di tata yang artinya saya bisa lihat progres cepat, mood saya juga cepat berubahnya.
Contoh. Bersihkan seluruh kamar mandi? Duh koq banyak amat? Ya sudah bersihkan dan beresin wastafel saja dulu
10 menit kemudian bisa koq rapihan
2. Saya paksain dari ruangan yang saya pilih, semua barang2 yang tidak pada tempatnya, saya langsung taruh pada tempatnya, bukan cuma mindahin ke ruang lain
3. Saya pilih kotak2 yang apik yang enak dilihat lah buat nyimpan barang2 sehingga biarpun kotak2 ini saya tidak masukka. Di ruangan tertutup tapi tetap emak dipandang mata
4. Saya tidak paksakan buat semua ruangan harus rapih sekaligus. Karena buat saya kalau saya maksa semua ruangan harus rapih saat itu juga, saya bakal senewen.
Untungnya karena tempat tinggal saya kecil, ruangan saya gak banyak : hallway pintu masuk, ruang TV, ruang cuci baju, teras, ruang kerja, ruang makan, dapur, kamar mandi, kamar tidur dan lemari baju.
5. Benerapa ruang, seperti dapur dan kamar tidur itu pun saya bagi lagi. Dapur saya terbagi atas area kompor, cucian piring, lemari penyimpanan makan. Jadi saya bisa cuma beberes bagian cucian piring dulu. Bagian2 lain bisa nanti.
Kamar mandi , bagian wastafel, bak mandi, WC.
Saya sendiri orangnya bukan yang super pembersih loh. Saya lebih santai akan ruangan berantakan.
Masalah lantai, hampir tiap hari saya harus sapu, karena bulu2 anjing saya kelihatan bertebaran.
Lantai dapur, apalagi kan. Namanya tempat masak, pasti ada makanan jatuh, tumpahan ini itu wuihhh..cepat kotornya deh.
Ya jadi saya paksain buat bersih2 dan beberes.
Kendala terbesar saya adalah ruangan yang terbatas. Ini juga jadi faktor utama saya pas me.pertimbangkan beli ini itu. Mau taruh dimana?
Dan setelah saya telaah lagi, mending saya punya ruang kecil dan terbatas. Karena punya tempat tinggal luas ternyata gak selalu menjamin kerapihan, gak menjamin kita jadi pinter ngatur barang2. Bisa2 malah jadi keteteran harus berberes ruang2 yang lebih banyak lagi.
Saya perhatikan, ada kali sebulan sekali, saya beberes gede2 an. Dalam arti keluarin sapu, vaccum debu, ngepel lantai berkali2, ngelap debu sana sini, bersihkan pintu kaca, gosok kamar mandi.
Capek? Ya capek lag.
Nah disini memang kan gak ada asisten seperti di Indonesia ya. Tapi disini kita bisa sewa jasa pembersih dan pengatur ruangan.
Yang jelas jasa pelayanan seperti ini tidak murah sik, minimal $100/jam dan minimum 2 jam. Dari mulai franchise seperti Minute Maid atau pebisnis lokal.
Lumayan dalem juga kan harus merogoh kantong?!
Tapi ya…kadang kita ya memang perlu dan gak apa2 loh sewa jasa layanan seperti ini. Apalagi kalau dari segi keuangan kita mampu.
Rumah bersih, teratur, kita gak usah capek, gak stres dan bagi2 rejeki juga kan?!
Teman2 pembaca ada tips beberes rumah yang bisa dibagi? Bagi dong saran2 nya siapa tahu berguna buat pembaca lainnya kan