Saya beli tiket untuk tur online untuk jam 4 sore dan karena saya ambil tur trolley saya dapat potongan $6.
Kami ke lokasi pakai trolley hop on and off. O iya, lupa, saya ambil tiket troli untuk 2 hari, karena waktu saya lihat2, perhentian si troli ini boleh dibilang ya lokasi2 yang kami akan lewati, termasuk Tea Pary Museum ini.
Tempat stop si troli ini juga dekat banget sama hotel kami. Jadi gampang lah.
Dengan ikutan tur, pengunjung dijelaskan lah ya latar belakang istilah tea party.
Seru sik, saya jadi belajar juga tentang sejarah Amerika.
Awal masuk, setiap pengunjung dibkasih kartu “karakter” , nama orang2 yang terlibat di insiden pembuangan teh dari kapal.
Di utasan saya di IG di bawah teman2 bisa lihat prototype kapal, dan kotak2 teh yang di lempar ke laut (biasalah saya , maubikutan ngelempar juga, harap maklum ya pembacaðŸ¤).
Di lokasi ada musium, ada tempat buat ngeteh dan ngemil. Di mana pengunjung bisa icip2 teh yang dibuang ke laut. Total ada 5 jenis teh yang dibuang ke laut pada saat peristiwa bersejarah itu.
Salah satu dari banyak hal yang saya janji ke diri saya sendiri adalah beranikan mencoba hal2 baru yang saya gak pernah jalani. Bahkan hal2 yang saya mungkin gak tertarik, saya janji ke diri sendiri kalau saya tetap mau coba.
Pas di Indonesia saya gak pernah nonton balet Saya tahu ada sanggar balet Namarina, tahu pebalet Indo yang beken jaman itu, Linda Hoemar. Kalau ada pertunjukkan balet pasti di Gedung Kesinian Jakarta di kota. Sudah itu saja tahunya.
Nah pas pindah ke Amrik juga gak jadi nonton balet langsung sik, karena gak kepikiran saja. Kota pertama saya di Amrik kota kecil dan juga saya punya anak kecil. Masih sibuk urus anak dsb.
Baru di tahun 2022, itu pertama kalinya saya pergi nonton balet
Pertunjukkan balet pertama yang saya tonton itu yang organisir Louisville Ballet Company.
Cerita yang diadaptasi adalah cerita Sleeping Beauty. Lokasi pertunjukkan di teater Brown , teater lama dan bersejarah di kota saya.
Pertunjukkan balet kedua yang saya tonton itu Nutcracker di akhir tahun 2023. Biasa kan acara liburan natal, tahun baru cerita Nutcracker pasti keluar.
Panggung Nutcracker
Pertunjukkan balet ketiga yang saya hadiri itu di selenggarakan oleh World Ballet dengan mengambil cerita Swan Lake. Lokasi pertunjukkan di teater Louisville Palace yang seperti Brown theater juga salah satu teater bersejarah di kota Louisville.
Di acara Sleeping Beauty dan Nutcracker penonton diberi buku, cuma di acara Swan Lake penonton di beri QR code yang isinya brosur digital buat dibaca di telpon masing2.
Secara umum di semua pertunjukkan balet, pengunjung diberikan buku yang disinya untuk menjelaskan penonton adegan2 yang akan disajikan. Di buku ybs juga ada keterangan tentang semua penari balet dan tokoh yang mereka bawakan di pertunjukan.
Bukunya seperti ini:
Dari tiga kali nonton pertunjukkan balet, akhirnya saya baru deh agak2 ngerti “gres” nya.
Ibarat nonton konser musik, terutama musik klasik, pengunjung tahu simponi2 apa yang akan dimainkan. Ada Mozart, Chopin, Beethoven dst. Yang mbedakan dan yang bikin pertunjukan musik iti beda ya dikeahlian pemain instrumennya.
Sama dengan pertunjukan balet. Biar ceritanya sama, classic western fairy talestapi cara penyampaian cerita, koreografer, latar belakang musik, kostum, dekorasi panggung dan ya pastinya keapikkan penari2 baletlah yang bikin kita bisa kesengsem sama satu grup balet dibanding yang lain.
Contohnya. Dari ketiga pertunjukkan balet yang saya nonton, saya paling kesengsem sama acara yang diselenggarakan sama World Ballet.
Ternyata World Ballet ya kelasnya memang lebih oke lah dibanding Louisville Ballet yang nyelenggarain 2 pertunjukkan balet yang saya tonton sebelumnya.
Panggung Swan Lake
Setelah 3 kali nonton acara balet ini tips dari saya
1. Pertunjukkan selalu mulai tepat waktu
2. Datang ke tempat acara minimal 30 menit sebelum acara mulai. Selain untuk mikirin: parkir, antrian masuk, beberapa penyelenggara menyediakan photo booth.
Saya mah pasti dong foto2 an. Masalah potret lucu2an ini ada yang gratis dan kita fikasih link buat ke foto dimana hasil foto ada bingkai dengan judul acara baletnya, ada yang pakai abang2 pemotret plus artis yang mewakilkan tokoh utama di cerita , dimana kita harus bayar foto kita.
Pas di acara Swan Lake yang agak unik adalah sebelum pertunjukkan si pebalet pakai kostum putih, di tengah2 pertunjukkan saat istirahat si penari balet pakai kostum hitam.
Memang di cerita Swan Lake ada tokoh yang berganti karakter gitu..
Foto booth Sleeping Beauty Foto booth Swan Lake, pakai penari balet yang berdandan sebagai tokoh utama
Dan juga di Amrik, lumrah kalau di acara2 seperti ini ada jualan minuman ( Saya biasanya gak minum ya..secara gak ada teh botol 😉).
3 . Bacalah buku yang disediakan sama penyelenggara sebelum pertunjukkan dimulai. . Karena dengan membaca buku ini, kita jadi tahu lah apa yang lagi dimainkan di panggung.
4. Sebelum pertunjukkan mulai, ke toilet dulu gih..pipis.
5. Acara balet selalu ada jeda / rehat. Pengunjung bisa ke toilet, pesan minum atau ya foto2.😇
6. Pakai baju apa kak? Saya lihat2 pengunjung2 lain kebanyakan memang pakai baju cantik2 ya. Saya pribadi memang senang dress up jadi kalau ada acara2 seperti ini saya pilih pakai baju terusan. Yang jelas ya jangan pakai leggings/hoodies/sweatpants/sweatshirt kaliiii
Mau nonton balet lagi gak? Mau tapi mau cari pebalet lainnya.
Tapi secara pribadi saya lebih suka nonton Broadway ya? Lebih seru gitu?
Setelah beberapa kali lihat foto teman2 di IG bergaya di kebun bunga matahari, hari Minggu tanggal 8 Agustus 3021, saya kesampaian ngeceng di kebum bunga matahari.
Seperti di Indo, di Amrik, yang namanya mengunjungi kebun (dan memetik buah sendiri) atau peternakan itu juga aktifitas wisata. Kalau di Indo, saya sempat ke perkebunan apel di Malang dan metik apel sendiri, di Amrik selain kebun buah2an seperti blueberries, strawberries, apel, pumpkin, kita juga bisa ke kebun bunga2 an, yang paling banyak itu adalah kebun bunga matahari dan lavender.
Di sekitar tempat saya tinggal yang pasti memang saya tahu kebun2 yang saya sebutkan diatas. Saya sendiri sudah pernah metik blueberries dan strawberries di Huber Farms, ambil pumpkin di IN.
Kalau kebun bunga matahari ya baru kali ini. Tahun2 sebelumnya saya telat melulu, si kebun sudah keburu tutup karena memang aktifitas2 seperti ini sifatnya musiman banget.
Makanya pas saya nemu artikel di FB tentang Country Pumpkin masih buka kunjungan ke kebun bunga matahari mereka dan ada buat hari Minggu jam 7:30 PM, ya saya langsung beli tiketnya.
Tiket buat ke kebun bunga matahari ini $8 per orang, kalau pengunjung mau petik bunga, ada tambahan $3.00 untuk 3 bunga matahari atau $6 untuk 6 bunga matahari
Saya pilih petik 3.
Lokasi pertanian ini lumayan jauh sik, sekitar 1.5 jam.
Sampai di lokasi, pengunjung naik gerbong di tarik traktor, duduk di tumpukan jerami, hay rides istilahnya untuk pergi ke area kebun matahari nya.
Sesampai kita di kebun matahari, pengunjung boleh jalan2 dan foto2 selama 1 jam an sebelum balik ke rumah utama.
Di kebun ini, pengelola sengaja meletakkan ornamen2 tersebar di beberapa titik di kebun untuk pengunjung berfoto ria. Ada bangku raksasa, ada piano, ada bingkai, ada rumah kecil, kedai dan gerobak.
Saya yang meskipun kurang bisa bergaya plus gak ada yang motretin juga, sempetin lah motret sana sini.
Secara umum, saya pilih aktifitas seperti ini karena buat saya gak selalu di tiap negara bagian loh kita bisa mengunjungi kebun bunga matahari.
Juga biar ada acara keluar rumah, nikmati alam gitu. Lagian lihat bunga2 begini buat saya juga bikin hati sumringah.
Rencana kita hari ini adalah pergi ke teater Ford – teater dimana Presiden Abraham Lincoln di bunuh, mampir ke Bonbin untuk melihat panda, melewati Embassy Row – jalan dimana kedutaan-kedutaan besar negara asing – termasuk negara Indonesia  berlokasi dan memilih salah satu dari sekian banyak museum di pusat kota DC sebagai pilihan pribadi tanpa harus ikutan grup.
Rombongan sampai di lokasi teater sekitar jam 9: an, karena ada waktu cukup banyak , jadi ya kita jalan-jalan saja sekitar lokasi teater sampai tiba waktunya untuk masuk ke teater.
Teater tempat Lincoln terbunuh ini ukurannya boleh dibilang mini, cuma ada 2 balkon VIP, Lincoln duduk di sebelah kanan.
Sempat merinding juga terbayang kejadian 15 April 1865. Dari teater, kita ke seberang jalan , dimana ada museum tentang kejadian penembakan Lincoln dan rumah tempat Lincoln meninggal dunia.:(
Keterangan foto :
kiri atas :Kamar tempat Lincoln meninggal dunia
kiri bawah : Museum tentang peristiwa penembakan Lincoln
Pintu dimana pembunuh Lincoln masuk ke balkon teater
pistol pembunuh Lincoln
Ilustrasi saat Lincoln dirawat
Keterangan tentang pistol pembunuh Lincoln
Selesai dari teater, rombongan mampir di monumen Franklin D. Roosevelt, monumen Martin Luther King dan monumen Washington – yang mengingatkan saya seperti Monas di Jakarta.
Dari pusat kota, kita lanjutkan perjalanan ke bonbin nasional untuk melihat panda!!
Saya dan anak fan berat panda, beruang hitam putih yang gemesin! Rasanya baru ini saya beneran pergi melihat panda di bonbin….jelas, gemesin seperti yang saya lihat di media. Saking gemesnya, saya luluh hati membelikan anak boneka panda (kami sudah punya 3 boneka panda di rumah gitu loh).
Selesai melihat si panda, kita balik ke pusat kota DC sambil melewati Embassy Row – kalau di Jakarta ibarat daerah Menteng kali ya. Konon bangunan kedutaan Indonesia cukup mencolok (unik), jadi mudah di kenali. Sayang saya tidak ada foto yang jernih, tapi ada videonya dibawah ini. Senang juga melihat bendera negara Indonesia berkibar 🙂
Kembali di pusat kota DC, kita punya beberapa pilihan, mau ke National Museum of American History, Â Indian American History, atau Air and Space Museum. Anak dan suami pilih ke Air & Space Museum.
Di museum ini kita sempat nonton film pendek di planetarium tentang Dark Universe, main simulator pesawat dan makan siang di arena makan.
Berakhirnya acara bebas ini, berarti berakhir pula wisata sejarah kita di DC.
Terus terang cuapeek sekali rasanya, tapi tidak nyesal, karena saya belajar banyak tentang sejarah Amerika dari wisata kali ini.
Apakah akan kembali ke DC?
Mungkin juga. Karena masih banyak sekali yang bisa dilihat di DC yang tidak kesampain disinggahi. Yang jelas bukan mau lihat Cherry Blossom alias Sakura ya…karena di Jakarta dulu, di rumah ortu ada pohon Sakura.