amerika

Mudik 2015 : Rencana vs Realita

Di mudik 2015, Saya banyak rencana, selain memenuhi 4 tujuan utama yang saya tulis di tulisan sebelumnya, saya kepingin sekali membawa anak saya ke beberapa tempat jalan-jalan yang khas Jakarta: Kidzania, Taman Safari, Taman Budaya Sentul, WaterBoom, Taman Mini.

Maklum, kesempatan mudik buat keluarga kami itu LANGKA dalam arti kami tidak setiap tahunnya bisa mudik seperti kebanyakan teman-teman lain. Lah terakhir mudik saja itu di tahun 2006, jadi saya realistis saja kalau kenyataannya kami tidak selalu bisa pulang. Memang begitu a koq kenyataannya, mau diapakan lagi? masa mau minta dibayarin orang? Nah Saya inginnya di kesempatan pulang ini, anak saya bisa melihat Jakarta dan sekitarnya sebanyak mungkin.

Berhubung saya sudah bekerja, saya hanya bisa cuti selama 14 hari (bukan sebulan seperti M06) dan anggaran saya TERBATAS. Jadi saya harus pikirkan masalah transportasi dan waktu saya yang relatif sempit.

Sebulan sebelum saya berangkat, saya sudah rencanakan dimana saya tinggal. Rencana saya ini memang tidak semua orang tahu (memang harus ya semua orang tahu???? heh???), tapi secara garis besar saya beritahukan lokasi saya ke orang-orang yang secara langsung terlibat – yaitu mereka yang menjemput saya, mereka yang tempat tinggalnya saya tinggali, dan mereka yang mengajak untuk bertemu dengan saya. 

Sementara rencana akan kemana saya setiap harinya, ya cuma saya ya yang tahu dan mereka yang bertanya langsung kepada saya apa rencana saya. (menurut saya tidak penting ya untuk memberitahu rencana saya ke semua orang, kesannya saya sok penting sekali ah!!)

Well, beberapa rencana saya untuk anak saya tidak terealisasi, kasihan juga si kecil yang sedih karena harus menuruti jadwal yang sama sekali berbeda dengan yang saya rencanakan untuk dia. Kami tidak pergi ke Taman Safari, Taman Mini, Taman Budaya ataupun waterboom.

Lucunya, mereka-mereka yang dengan senang hati mengubah rencana saya ini tidak memberikan alternatif hiburan untuk anak saya. Jadilah saya yang harus pontang panting atur waktu saya ‘seadil-adilnya’ untuk semua pihak yang terlibat.

Tapi yang jelas, 4 tujuan mudik saya terpenuhi , dan anak saya tetap bisa bergembira di mudik ini.

Ibu saya berkesempatan ditemani cucunya, Saya dan anak saya menyekar ke makam Ayah,

Mudik_Jan18Feb3

anak saya bisa bermain di Kidzania,

Mudik_Jan18Feb33

berenang di pantai laut Jawa (Anyer), dan beberapa kali di kolam renang di apartemen (meskipun bukan di waterboom),

Mudik_Jan18Feb32

berkenalan dan bermain dengan anak-anak teman-teman saya,

Collages27

dan saya bisa bertemu teman-teman baik saya.

Mudik_Jan18Feb34-004

Tuhan Maha Baik koq.

Mudik 2015 : Indonesia (Jakarta) vs Amerika

  1. Keberadaan wi-fi – Pilih Amerika! halah! ternyata di Jakarta raya, wi-fi itu masih langka ya? waktu ke mal sekeren Grand Indo ataupun Plaza Indonesia sekalipun, wi-fi nya memble. Pengecualian itu Starbucks, koneksi wi-finya samalah dengan di Amrik!
  2. Pilihan makanan – Pilih Jakarta! pilihan makanan di Jakarta itu banyaaaaaaaaaaaaaak sekali! amat beragam dan seakan tidak ada habisnya. Kalau di food court di mal-mal di Amerika itu hitungan kiosnya bisa dihitung dengan jari tangan, di Jakarta, rasanya saya malah kepingin makan semua saking banyaknya pilihan!!
  3. Cara Pembayaran – Pilih Amerika!! dengar dari teman-teman, tempat-tempat makan di Indo sudah terima kartu gesek, kenyataanya sebagian besar masih hanya terima uang tunai, atau hanya kartu dari bank tertentu saja. Lah??
  4. Budaya Antri – Pilih Amerika! Orang Indo masih parah ternyata dalam hal menyelak antrian. Dari mulai ibu-ibu di mal keren sampai anak-anak semuanya seperti tidak kenal kata antri. Hadweeeeh!! terpaksalah berkali-kali diriku berjutek ria dengan kalangan ogah antri ini.
  5. Cara berbersih – Pilih Jakarta! rasanya berbersih dengan air tetap lebih resik dibanding cuma tisu doang. (kalau boleh sih pilih Jepang ya…soalnya mereka punya lebih dari satu pilihan untuk siraman air berbersih!! – termasuk di pesawat terbang!)IMG_20150119_000931IMG_20150119_000945
  6. Air hangat – Pilih Amerika! disini air hangat ya selalu tersedia, di rumah, maupun di tempat umum. Waktu saya tinggal di apartemen, sempat ‘panik’ karena jatah air hangat koq susah sekali..harus tunggu panas dan keluarnya sedikit!!
  7. Air minum – Pilih Amerika! air putih selalu gratis, bottomless pula! maklum air keran ya? di Jakarta, harus selalu pesan air botolan, dan harus dibilang ‘dingin’.
  8. Pesan Makanan – Pilih Indo (Jakarta)!, disini hampir semua resto menawarkan jasa layan antar! dari mulai resto cepat saji sampai warung semua bisa di antar ke tempat!!
  9. Belanja baju – Pilih Amerika!! pertama karena ukuran saya menurut standard Amerika itu ‘S’ atau ‘M’, di Indo jadi XL!! kedua karena di Amerika, rata-rata toko baju ada pilihan untuk mencari ukuran yang kita mau di toko lain atau pesan online.
  10. Keberadaan Taksi – Pilih Jakarta! taksi di Jakarta itu mudah di dapat di mana-mana dan kondisi mobil bagus. Di banyak kota-kota di Amrik, taksi itu jarang, mahal ongkosnya dan mobilnya tidak selalu bagus!!!

MENGHITUNG HARI MUDIK KE JAKARTA: HARI KEBERANGKATAN

Minggu, tanggal 18 Januari 2015, Saya dan anak memulai perjalanan mudik kami ke Jakarta, Indonesia. Total penerbangan 21 jam lebih. Kami akan mendarat di Soekarno Hatta sekitar tengah malam tanggal 20 Januari 2015.🎒🛄✈

Kami semua bangun jam 4 pagi, mandi, setelah minum teh, saya paksakan dandan biar kelihatan manis meskipun rasa seperti zombie karena tidal bisa tidur malamnya. Baju yang mau dipakai sudah disiapkan malam sebelumnya : celana jeans,baju lengan panjang,syal,sepatu slip on,baju dingin. Masalah pakai baju apa selama di perjalanan ini agak-agak riweh; riweh karena tempat keberangkatan masih musim dingin, pesawat terbang biasanya lumayan adem,sementara tempat kedatangan tropis. Mau tidak pakai baju dingin, alias coat koq ya tidak mungkin juga, dibawa buat berat bawaan.

Dilema deh 😱😱😱😱😱

Si kecil pakai baju lengan panjang, celana panjang dan hoodie, sementara diriku pakai baju lengan panjang ditambah baju hangat dan scarf plus jeans andalan khusus beli untuk mudik ini. (pas dapat murah,cuma $16 an).

IMG_20150118_060222

Sampai di bandara Louisville, kita agak – agak kepagian, meskipun ada mesin pemindai tiket elektronik, karena kita ada bagasi, jadi kita tidak bisa langsung cetak tiket, jadi harus tunggu petugas loket. Nah karena loket pesawat sendiri belum dibuka hingga jam 6-an lebih, jadilah kita nangkring-nangkring di bandara.

IMG_20150209_054532

Jam 6 lewat, baru petugas datang, tiket si kecil ada sedikit kesalahan pengejaan namanya, jadi si petugas harus secara manual mengecek tiket dan paspor dia. Untunglah semua beres.

Jadilah kita masuk ke dalam ruang tunggu sekitar jam 7 pagi. Pesawat pertama kita itu United Airlines, dengan tujuan Chicago. Tidak ada keterlambatan keberangkatan, semuanya Alhamdulillah lancar.

Pesawat yang kita tumpangi ini boleh dibilang pesawat kecil (dan sempit), tipe-tipe pesawat yang penumpang harus titipkan koper bawaan mereka di luar pintu pesawat, karena penyimpanan di dalam pesawat tidak cukup besar untuk beberapa koper bawaan penumpang.

Sampai di Chicago, kita harus jalan ke pintu yang lumayan agak jauh untuk menunggu pesawat kedua kita, yaitu ANA dengan tujuan Narita, Tokyo.

Saya cukup terkesan dengan dekorasi di bandara O’Hare, Chicago, terlihat sangat artistik dan tidak membosankan seperti bandara-bandara lainnya.

017016

Sayangnya saya tidak sempat mengambil banyak foto karena si kecil sudah kebelet ingin pergi ke pesawat berikutnya.

Di pesawat kedua ini, sempat beberapa kesalahan ‘teknis’, status saya tertera sebagai anak, sementara anak saya tertera sebagai dewasa. Juga tempat duduk saya dan anak saya sempat terpisah, untunglah saya ‘ngeh’ dan bisa diubah menjadi sebelah-sebelahan.  Mereka juga ‘sibuk’ menanyakan visa kami, untuk di Jepang dan untuk di Indonesia. Setelah saya jelaskan kalau kami hanya transit 3 jam di Jepang dan saya akan ambil visa on arrival di Jakarta, mereka berhenti bertanya.

Ini pertama kalinya saya menggunakan maskapai penerbangan ANA, sejauh ini saya cukup senang dengan pelayanan mereka  pramugarinya ramah dan baik-baik, meskipun terlihat mereka agak-agak kesulitan dalam berbahasa Inggris.

Yang saya agak panik adalah waktu kita terima makanan ; memang saya memesan makanan khusus untuk kami berdua (muslim meal) ; ternyata kali ini makanannya itu berbau kari dan lumayan pedas! Jadilah saya sibuk membilas daging ayam kari supaya bisa dimakan anak saya.

Waktu terima makanan kedua di perjalanan, terpaksa saya minta makanan biasa untuk anak saya, karena lagi-lagi masakannya kari pedas. Maklum si kecil belum bisa makan yang pedas-pedas. Untunglah mereka punya makanan ekstra yang menunya ikan. Phew!

Sampai di Narita, Tokyo kami ada waktu tunggu sekitar 3 jam.

022

Sempat berkeliling bandara untuk melihat ini itu, tapi kondisi kami berdua sudah sangat lelah, jadilah kami mengaso di pintu keberangkatan saja.

Mudik_Jan18Feb39

Lega sekali rasanya saat waktu boarding tiba, tempat tujuan hanya tinggal 6 jam lagi!

027-001

Halo Jakarta!

Salah Mengeja

Siapa bilang bule itu selalu bisa mengeja lebih baik daripada kita-kita yang imigran?

Kalau teman-teman mungkin cuma lihat foto atau baca berita ringan di sosial media, saya sendiri sudah mengalami langsung salah eja kata-kata bahasa Inggris yang dilakukan oleh mereka yang bahasa ibunya bahasa Inggris.

Contohnya dibawah ini :

10373484_10152588958761267_4401330495858968946_n (1)

Saya yakin maksud hati menulis kata ‘healthy’

Sebetulnya masalah salah mengeja ini masalah sehari-hari di Amerika, bukan cuma anak-anak sekolah yang baru belajar mengeja, tapi orang-orang dewasapun banyak yang masih suka salah mengeja.

Kalau saya perhatikan malah orang-orang imigran cenderung lebih hati-hati dalam mengeja bahasa Inggris, mungkin karena di bawah sadar, kita tahu bahwa ini bukan bahasa kita, jadi kita lebih memperhatikan ejaan kata yang akan kita tulis?

Terus terang suami saya sendiri juga mengakui kalau dia bukan pengeja yang baik, seringkali saya yang memperbaiki ejaan kata-kata dia, meskipun secara tata bahasa saya masih ‘ngaco’ berat.

Kesimpulannya apa dong?

Kesimpulannya kita jangan takut belajar, jangan takut salah. Karena mereka yang bahasa ibunya bahasa Inggris pun masih banyak salahnya koq. Yuk..belajar bahasa Inggris lagi!!

Tradisi Amerika Yang Tidak Saya Lakoni : Tetap Menggunakan Nama Gadis

Sampai saat ini Saya belum ganti pemberian orang tua saya. Nama hukum saya masih seperti dulu. Meskipun tidak bohong kalau telinga ini ‘sakit’ setiap mendengar nama depan saya di ucapkan orang Amerika, tapi nama komplit saya belum berubah.

Kalau tho saya mau ubah nama saya, saya sudah punya nama ‘Amerika’ – yaitu nama saya yang lebih mudah diucapkan lidah bule plus nama suami – yang saya ‘ciptakan’ lebih karena alasan lebih mudah di gunakan dan diucapkan sehari-hari , dan saya pakai untuk keperluan tidak penting : email gaul, blog, sosial media, dll. Nama beken atau nama panggung istilah selebritinya. winking-smiley-face-clip-art-Smiley-Face-Clip-Art2

Alasan saya belum mau ganti nama secara  hukum, ada dua : malas urus berkas-berkas untuk ubah nama dan sentimen pribadi dimana saya merasa nama saya adalah identitas saya sebagai individu, saya sebagai pribadi yang lepas dari bayang-bayang suami dan juga ini adalah pemberian orang tua saya – mereka pilih nama saya dengan pertimbangan sebaik-baiknya. Saya koq ngerasa kurang ‘sreg’ mau mengubahnya kalau cuma semata-mata karena pernikahan.

Lagipula saya merasa janggal menggunakan nama belakang turunan Irlandia dari suami, wong muka wedok’ gini nama berbau Irlandia, kurang cocok deh ah.

Sebetulnya hal begini biasa di Indonesia, tradisi kita tidak ada ‘keharusan’ mengganti nama setelah menikah, tapi di Amerika ini, sebagian besar masih mengikut tradisi mengambil nama suami setelah menikah.

Teman-teman bule rata-rata usil nanya kenapa koq saya tidak ambil nama suami, malah sering mereka pikir kalau saya cuma hidup bersama dengan suami dan bukan menikah karena nama saya beda dengan nama suami. Lucu ya.

Ya tidak apa-apa, seperti kata pepatah

anjing-gonggong-dan-kafilah-berlalu

Beruntung Jadi Imigran Asia

Beruntung karena kita jadi sedikit lebih tahu geografi, terutama negara-negara di Asia dibanding kebanyakan orang Amerika.

Kemarin keluarga cuci mata di toko buku Half Price Books, eh ketemu buku murah tentang ‘fashion’. Berhubung saya kerja di toko baju, jadilah saya beli buku ini sebagain penambah wacana  gitu ceritanya.

Intinya buku ini tentang hal-hal di fashion yang klasik, ‘kudu dimiliki’ atau paling tidak kudu diketahui fungsinya.

Sampailah saya di bab ‘C’ . Di situ di terangkan masalah clutch atau tas kepit.

Waktu baca di salah satu paragraf tentang si tas kepit, saya jadi geli sendiri. Coba deh dibaca dibawah ini:

_20141214_192242

Meskipun saya bukan editor, tapi kayaknya kalimat ‘In Asia and Thailand’ agak kurang bener deh – karena seakan-akan Asia dan Thailand itu dua hal yang sama (sama-sama negara atau sama-sama benua), padahal kan Asia itu benua dan Thailand itu salah satu negara di Asia yak?

Karena buat pembaca awam, jadi timbul pertanyaan ‘ Where in Asia?’

Atau buat pembaca yang tahunya cuma Thailand itu negara, jadi mikir kalau Asia itu nama negara?

Mending di tulis : In Asian countries, such as Thailand.….. bukan sih?

Ternyata mbak penulis yang notabene fashionista, bukan berarti good traveler yak….;-)

Beruntung Bisa Order Lapis Legit Euy

Beruntung itu punya teman di kota yang sama dan hobi membuat kue-kue jajanan Indonesia.

Setelah pindah kota beberapa kali, Saya lumayan ‘beruntung’ ketemu teman-teman sesama Indonesia yang jago masak, senang masak dan hobi berbagi.

Di Bozeman, Montana, saya pesan nasi kuning dari teman Indonesia. Di Cleveland, Ohio, selalu ada acara kumpul-kumpul teman-teman Indonesia yang isinya makan-makan makanan tradisional Indo. Di Louisville, meskipun cuma tahu beberapa teman-teman Indonesia, tapi semuanya jago masak makanan tradisional Indonesia.

Buat saya yang tidak hobi masak, punya teman-teman seperti ini mah anugerah sekali!!!

Hari ini, saya janjian dengan Santi untuk ambil orderan kue lapis legit dan kue nastar.

Waduh asli……..lapis legitnya enaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkk!! dan nastarnya juga tidak pelit nenas!!

IMG_20141214_161434

Sukur Alhamdulillah punya teman-teman baik hati.

Yuk mari nyemil lapis legit…..dietnya tunda dulu yaaaaaaa

Beruntung?

Beberapa hari lalu Saya mendapat pemberitahuan di blog kalau ada pembaca yang membalas komentar Saya di blog rekan Indonesia lain.

Yang membuat saya tertegun adalah kalimat pertama si pembalas komentar :” beruntunglah mba yg punya suami bule”.

Ada 2 hal yang membuat saya ‘bingung’ : beruntung dan suami bule.

Yang menurut saya pribadi koq tidak ada hubungannya ya?

Bukan berarti saya bilang saya ini tidak beruntung.

Ya sukur Alhamdulilah, saya beruntung punya suami, dibanding dengan mereka mereka yang diperantauan dan tidak ada pasangan untuk berbagi duka, jelaslah saya masih beruntung.

Dibanding mereka yang punya suami tapi diperlakukan tidak semena-mena, ya jelaslah saya masih beruntung.

Tapi apakah saya jadi kurang beruntung kalau suami saya bukan bule?

Kalau pakai logika : beruntung punya suami bule, berarti teman-teman Indonesia yang bersuamikan orang Indonesia ASLI dan tinggal di Amerika, mereka jadi kurang beruntung gitu?????

Kalau saya lihat-lihat, hidup mereka bahagia saja, malah menurut saya, mereka taraf hidupnya lebih baik dibanding saya yang bersuamikan bule. (ye bolehnya ngiri!!!)

Berhari-hari saya memikirkan pernyataan si pembalas komentar.

Kenapa sih kita masih cenderung mengagungkan lelaki non pribumi?

Seakan-akan pria dari ras ini selalu lebih superior dari ras lainnya.

Saya pikir pemikiran semacam itu sudah kadaluawarsa, ternyata masih berakar ya di sebagian pemikiran orang-orang Indonesia?!

Benar, ada banyak cerita-cerita perempuan Indonesia yang sepertinya menjelma putri sejagat’ setelah bersuamikan orang asing. Putri sejagat dalam arti mereka tidak harus bekerja, selalu bergelimpangan barang-barang mewah (yang sebelumnya tidak pernah sanggup terbeli), bertamasya keliling dunia, dll.

Tapi itu mah bukan semata-mata karena bersuamikan orang bule. Itu karena mereka bersuamikan orang berpunya!!! ;-)))

Duh teman-teman semua…..

Keberuntungan itu tidak tergantung dari ras suami kita.

Beruntung itu masalah kita mensyukuri apa yang kita miliki.

Beruntung itu di pikiran kita. Bukan karena materi yang kita miliki.

Beruntung tidak tergantung dimana kita tinggal.

Beruntung itu pilihan (choice), bukan pemberian (it’s not given).

Mari kita pilih untuk merasa beruntung dalam hidup.

Yukkkkkkkkkkkk!!!!!!!

Main Lego Sepuasnya Di Lego Kids Festival, Indianapolis, Indiana

Lego Kids Festival itu acara tahunan yang digelar oleh LEGO untuk anak-anak penggemar LEGO. Saya sendiri baru ‘tahu’ tentang acara ini sejak pindah ke Louisville. Karena dua hal : pertama karena punya anak maniak LEGO dan sudah agak besar untuk bisa diajak ke acara seperti ini, kedua karena akhirnya tinggal di kota yang termasuk di daftar kota-kota LEGO Kids Festival.

LEGO Kids Festival kali ini adalah, LEGO Kids Festival kedua yang kita datangi. Tahun lalu, diselenggarakan di kota Louisville, di Kentucky Exposition Center. Tahun 2014 ini, kami harus ke luar kota sedikit, ke Indianapolis untuk menghadiri acara ini.

LEGO Kids Fest selalu diadakan di hari Jumat, Sabtu dan Minggu. Untuk acara hari Jumat, cuma ada satu sesi yaitu 4 pm-8:30pm, sementara hari Sabtu dan Minggu, selalu ada 2 sesi yaitu sesi pagi dari jam 9 hingga jam 1:30 siang dan sesi sore dari jam 3 hingga jam 7 malam.

Harga tiket itu lumayan tidak murah, $22 untuk orang dewasa dan $20 untuk anak-anak usia 3-17 tahun. Untunglah cuma setahun sekali!

Berhubung kami bukan tipe suka bangun pagi, dan kerja di hari Jumat,  kami selalu pilih sesi kedua di hari Sabtu.

Jadilah kami berangkat hari Sabtu sekitar jam 10 pagi dari Louisville, di perjalanan tidak secepat yang kami harapkan karena banyak konstruksi di jalan Interstate 65 yang kami lewati.

Sesampai di hotel, itu sekitar jam 1:30 siang, setelah pikir ini itu, kami putuskan untuk langsung ke lokasi LEGO Fest, karena pertimbangan lalu lintas dan cari parkir di lokasi.

Benar saja, karena lokasi LEGO Fest kali ini di pusat kota Indianapolis (di Indiana Convention Center) , stadium yang berlokasi dalam kompleks yang sama juga ada acara cukup besar.  Antrian mobil mencari tempat parkir sudah panjang. Kami ambil jalan 2 blok dari lokasi, di jalan McCarty , ada tempat parkiran $5 yang masih kosong. Aha! tanpa pikir panjang lagi kami ambil parkiran ini, lah, parkiran lain yang sedikit lebih dekat ke lokasi itu dipingit $10 euy!

Masalah parkir di Amerika saat ada acara-acara besar seperti ini memang lumayan nyebelin. ‘Preman’ parkir rata-rata mematok harga minimal $10, terutama yang lokasinya dekat. Saran kami, parkir agak sedikit jauh dari lokasi acara, biasanya akan ketemu tempat parkir yang lebih murah, meskipun akan jalan sedikit lebih jauh.

Jalan 2 blok, sampailah kami di lokasi. Masih pagi, jam 2:15 pm. Tapi kami sudah boleh masuk ke dalam gedung dan lumayan antrian tidak panjang! Panitian menyediakan 8 jalur tunggu, kami pengunjung pertama di jalur ke tiga. Jadi kami bisa melihat langsung arena LEGO Fest sambil menunggu.

Di hadapan kami itu arena LEGO museum, dimana patung-patung LEGO raksasa dipajang. Ada Emmet, Wild Style, Lightning McQueen, Batman, harimau, zebra dan banyak lagi.

2014-11-10_LEgoKidsFest_Indy

Sambil menunggu, kami mempelajari peta. Belajar dari tahun lalu, antrean untuk masuk ke salah satu arena itu bisa lumayan lama. Jadi sekarang kami coba lebih terencana.

Yang baru di LEGO Fest kali ini : arena LEGO Movie, Mixels, LEGO Fusion.

Yang tetap : LEGO Challenge, Creation Nation, LEGO Friends, Lego Chima, Lego Ninjago, Lego Race Ramps, Lego Wall, LEGO Duplo. 

2014-11-10_LEgoKidsFest_Indy13

Beberapa Zona Bermain Anak-Anak di LEGO Festival Indianapolis 2014

Collages25

Setelah bolak balik melirik jam, akhirnya jam 3:00 pm datang juga! LEGO Master Builder, Dan, datang menyambut pengunjung yang sudah tidak sabar untuk masuk ke arena. Setelah bermain bola LEGO beberapa menit, LEGO Kids festival resmi dibuka!!! Suara pengunjung (termasuk anak saya) hiruk pikuk hebbbbbbbbohnya minta ampun!!!

2014-11-10_LEgoKidsFest_Indy2

Pembukaan Festival Oleh Master Builder

Nah, sekarang kami sudah resmi masuk di festival.

Sekarang, yuk, mari saya ceritakan tentang kegiatan yang kami lakukan di berbagai zona di LEGO Festival ini :

Secara umum, setiap zona ada keunikan masing-masing dan beberapa ada yang bertema sesuai dengan produk LEGO di pasaran.

Misalnya :

Di Zona Brick Battle, anak-anak ditantang untuk membuat gedung setinggi dan sekuat mungkin dalam waktu 5 menit! Setelah berhasil di bangun, kekuatan gedung harus dicoba, dimana anak-anak harus memindahkan gedung dari lantai ke meja juri. Lalu Juri akan mengukur tinggi gedung masing-masing. Senangnya lagi semua anak-anak, di beri hadiah!!  Hadiah yang didapat di zona ini adalah LEGO City  Mini Set Seaplane 30225.

2014-11-10_LEgoKidsFest_Indy5

Sibuk Membangun Gedung

Sementara di zona Building Challenge, pengunjung diberi tantangan yang berbeda-beda, tergantung kemauan si Lego Personel. Waktu kami masuk, tantangannya adalah membuat mahkota, sementara grup sebelumnya diminta untuk membuat Dino. Waduh, terus terang saya kelabakan, tapi anak saya mah tenang-tenang saja. Dalam waktu yang ditentukan, voila! Si kecil sudah jadi membuat mahkota. Setelah selesai bermain, lagi-lagi, pengunjung dibolehkan mengambil hadiah gratis. Kali ini hadiahnya dari seri Chima.

2014-11-10_LEgoKidsFest_Indy6

Si Kecil dan Mahkota LEGO buatannya

Di zona Creation Nation, pengunjung diperbolehkan membangun apa saja tanpa ada persyaratan tertentu dan tanpa dibatasi waktu. Setelah selesai membangun, hasil kreasi kita akan di letakkan di ‘peta’ Amerika Serikat’ terbuat dari LEGO dan diberi hadiah!! Berhubung saya ikutan membangun -kreasi saya itu : New-Age Temple – saya juga boleh ambil hadiah. He…he…he… Hadiah disini masih dari seri Chima.

2014-11-10_LEgoKidsFest_Indy7

Sementara di zona Chima, Ninjago, Mixels, Friends, pengunjung membangun LEGO dengan menggunakan satuan-satuan LEGO dari produk tersebut. Di LEGO Friends contohnya, satuan-satuan LEGO yang digunakan ya berwarna ungu, merah jambu, sesuai dengan seri Friends.

O iya, di zona LEGO Friends ini, pengunjung juga di beri hadiah meskipun kita hanya membangun bebas tanpa dibatasi waktu ataupun jenis bangunan. Hadiah kali ini LEGO City Mini Set Small Police Helicopter 30222 dan LEGO Disney Princess Rapunzel’s Market Visit (untuk saya!!)

Selama 4 jam lebih kami wara wiri ke sana ke mari membangun Lego ini itu. Percaya atau tidak, kami tidak sempat mendatangi semua zona!!  Untung juga waktu bermain dibatasi, kalau tidak bisa-bisa kami menginap di festival dan tidak pulang-pulang!

Di akhir kunjungan, kami lihat satu persatu hadiah-hadiah gratis yang kami dapat dari Lego Festival.

Asli banyak! Tidak bohong kalau saya senang lihat hadiah-hadiah ini, karena selain membuat anak senang, juga membuat harga tiket yang dibeli menjadi ‘worth’ it. Dibanding tahun lalu, saya agak-agak ‘gelo’ karena merasa harga tiket yang tidak murah, dan saya merasa si anak semata-mata hanya main-main tho’.

2014-11-10_LEgoKidsFest_Indy12

Kesimpulannya : Lego Festival kali ini lebih seru dan berkesan dibanding tahun lalu. Karena ada beberapa hal yang berbeda di festival tahun ini :.

Pertama : adanya pemberian hadiah gratis untuk anak-anak di beberapa zona tertentu.  Di Zona Brick Battle, Building Challenge, Creation, Nation, LEGO Friends, LEGO Magazine, anak-anak mendapat hadiah kantong LEGO gratis yang harga retailnya itu sekitar $4.

Kedua : ada undian untuk memenangkan LEGO Master Builder Set

Ketiga : sesi foto gratis dengan latar belakang LEGO Spiderman.signedpic

Untung juga saya putuskan untuk tetap datang ke festival tahun ini.  Sampai jumpa lagi LEGO Festival!