aktifitas

Duit. Duit. Dimanakah Kamu?

Wuih, saya hari ini berasa jadi orang dewasa sekali.

Dengan “gagah” pergi ke penyedia internet baru untuk mulai berlangganan. Beberapa tahun lalu saya sudah pernah tanya2.  Saat itu harganya cuma beda $10 kalau gak salah dengan harga yang saya bayar dengan operator.  Pikir saya, lha cuma beda $10.

Minggu ini saya lihat tagihan internet.. lha..dinaikkin lagi??!! Total jadi $100/bulan.

Sementara saya juga gak akan kerja dari rumah lagi, jadi internet paling dipakai malam hari saja.

Makanya saya bulatkan tekad untuk pindah operator.

Phew! Dengan operator baru, tagihan saya $50/bulan untuk 5 tahun. Sementara dengan operator sekarang saya bayar $100/bulan dan cenderung akan naik terus tiap bulannya. (Minimal tiap tahun)

Jadi saya irit $50×12×5 = $3000 untuk 5 tahun le depan!

Setelah buanyak pengeluaran, keberhasilan mengirit berasa legaaa banget!

Ini masih mutar otak buat cari $ tambahan untuk menutup pengeluaran2 sejak November 2025 yang saya cerita sebelumnya.

Saya juga minta tempat kerja kedua untuk menambah jadwal saya kerja 2.5 jam hingga akgir bulan April ini. Dari sini saya akan terima extra $400.

Bulan  lalu saya dapat promosi buka rekening di bank  A, kalau saya pindahkan gaji  total $2000/bulan, dapat bonus $450. Barusan saya cek, gaji saya sudah masuk ke rekening baru ini, setengah selesai.

Kalau saya bisa deposit $15K, mereka akan kasih bonus  tambahan $400. Mudah2an kedua bonus bisa saya dapatkan.

Gilaaa yaaa . Beginilah hidup di Amrik seorang diri. ❤️❤️❤️

Prakarya Bulan Februari

Halo pembaca!

Coba tebak si Ibu FOMO (Fear Of Missing Out) ikutan apa lagi bulan Februari ini?

Latihan otak kali ini , saya ikutan kelas bikin gantungan pot macrame.
Kenapa pilih kelas ini?

Karena memang saya sendiri sudah punya beberapa gantungan pot macrame yang saya pajang di pojokan tenang saya saat musim dingin, saya memang suka dengan gantungan pot ini.

Nah, kenapa juga gak sekalian ‘tahu’ gimana sik proses membuatnya?

Jadi kelas ini diadakan di toko tanaman Mahonia yang juga baru pindah lokasi dari pusat kota ke bagian timur kota yang notabene lebih dekat dengan tempat tinggal saya.

Harga kelas ini $52 , rata-rata harga kelas2 seni disini memang berkisaran di harga segitu sik. Durasinya biasanya 2 jam an. Kebetulan juga jadwal kelasnya di hari Minggu, di mana saya libur, jadi seneng banget lah ada kegiatan asah otak.

Ada 4 peserta total dan satu pengarah. Si gantungan macrame digantung di struktur yang seperti rak jaket gitu, kreatif juga memakai gantungan jaket jadi buat kegiatan seperti ini.

Ada total 16 tali yang panjangnya kira-kira 2 meter ya. Pertama-tama kita ambil 4 tali, dan dari 4 tali ini kita mulai membuat knot, jumlah knot nya 10. Setelah selesai 10 knot, kita ambil 4 tali berikutnya, buat 10 knot sampai semua tali terangkai dengan jumlah yang sama.

Setelah itu, ambil jarak kira-kira 8 inci ke bawah, mulai rangkaian baru. Setelah selesai 4 rangkaian, ambil jarak 4 inci ke bawah lagi, kali ini cukup buat satu knot. Di sini kita akan membuat ruang untuk meletakkan pot yang bersangkutan.

Dari tali yang terikat dengan 1 knot tadi, kita lalu akan menyambung semua tali menjadi satu kesatuan, tidak lagi, terpisah empat bagian. Kita sambunglah tali yang satu ke samping ke tali lainnya, juga cukup dengan 1 knot.

Setelah selesai semua tali tersambung, instruktur melilit bagian bawah tali-tali, tandanya gantungan kita selesai!

Peserta juga di kasih satu pot keramik untuk gantungan ini.

Seru gak?

Saya sih senang ya. Pertama , karena saya gak pernah belajar macam-macam jenis ikatan (knot) , kedua ya karena saya punya rumah baru untuk tanaman saya di musim semi besok!

Selain mengasah otak dengan hal baru, saya juga mendapat barang yang pastinya akan saya pakai!

Pojokan Kalem

Jadi ni..salah satu gak enaknya tinggal di negara 4 musim, adalah masalah pengungsian tanaman dari teras ke dalam ruang

Nah masuk bulan Oktober tahun ini, suhu udara cepat menurun. Jadilah saya harus masukkan tanaman2 saya ke dalam ruang. Tahun lalu saya telat masukkin tanaman2 saya, yang ada banyak yang mati…😭. Ugh. Nyesel banget. Makanya tahun ini saya lebih was was memperhatikan cuaca

Masalahnya ruang yang kena matahari di apartemen saya itu cuma sedikit sekali. Harus putar otak cara penempatannya supaya semua tanaman bisa masuk.

Kebetulan kapan itu, saya lihat tetangga atas saya mau buang rak/meja. Terus saya bilang. Eh mau dibuang ya? Buat saya saja boleh?. Dan ternyata mereka membolehkan. Saya tahu banget rak tersebut akan saya gunakan untuk menaruh tanaman2 saya.

Dan ternyata rak yang gak seberapa besar itu muat untuk kurleb 12 pot tanaman. Tanaman2 lainnya ada yang saya gantung, ada yang saya taruh di kursi lipat (yang juga di ambil dari tempat sampah apartemen) , taruh di bangku dekorasi.

Untuk mengakali sedikitnya sinar matahari , saya memang pakai grow light. Ini juga harus diakali penempatannya. Yang jelas ruang vertikal benar2 saya manfaatkan, ya untuk gantung tanaman maupun menggantung lampu2.

Saat ini boleh dibilang “hutan” kecil saya sudah komplit. Hampir semua tanaman2 yang harus masuk, sudah masuk. Lampu2 sudah ditempatkan sedemikian rupa supaya semua tanaman mendapatkan cahaya tambahan selain cahaya matahari dari pintu teras.

Tanaman2 saya selain berwarna hijau, ada yang daunnya berpigmen putih dan merah jambu hingga keunguan /merah anggur. Saya juga isengnya kumat, menyelipkan boneka2 binatang kecil di sela2 tanaman2 saya. Whimsical banget lah.

Yang pasti saya tu senang banget dengan “hutan” kecil saya. Setiap kali saya tengok, hati saya adem dan bahagia.❤️

Padahal cuma kecil banget gitu loh.

Eh  ternyata yaaaa.., dari segi regulasi emosi, memiliki pojokan kalem itu bagus untuk membantu kita menenangkan sistem saraf kita loh. Kebetulan koq nemu utasan di IG di bawah ini.

Jadi ternyata tanpa saya sadari “hutan” kecil saya itu pojokan kalem saya juga!

Teman2 ada yang punya pojokan kalem juga?

Ke Taman Pemakaman Cave Hill

Semalam gak sengaja lihat ada postingan IG, kalau taman pemakaman lokal Cave Hill ada perayaan 175 tahun hari Minggu, 23 Julu 2023.

Saya sudah lama pengen ke TP Cave Hill ini karena disini dimakamkan petinju kesohor, Muhammad Ali dan beberapa tokoh sejarah lainnya.

Selain itu juga TP Cave Hill ini boleh dibilang TP tersohor lah, kalau di Jakarta mungkin seperti TP Kalibata?

Jadilah hari ini saya dan teman saya berkunjung ke TP Cave Hill.

Selain taman pemakaman, Cave Hill juga arboretum dimana banyak pohon2 yang menarik di lokasi seperti Ginko Biloba.

Di lokasi, karena acara 175 tahun TP ini, ada tur yang pengunjung bisa ambil. Tapi kita pilih jalan kaki saja

Makam pertama yang kita kunjungi adalah makam Muhammad Ali. Petinju terkenal ini memang kelahiran Louisville (baca https://en.m.wikipedia.org/wiki/Muhammad_Ali)

Bandara Udara Louisville pun sekarang namanya di beri nama Muhammad Ali.

Saya ingat waktu beliau meninggal dan akan dikuburkan tahun 2016…wuih…banyak penduduk yang datang menghantar beliau ke tempat peristirahatan terakhir.

Makam Ali ada di bagian P, melewati danau tempat tabur abu (Twin Lakes Overlook & Scattering Garden)

Lokasi Makam Ali

Dari situ, kita jalan lagi ke kuburan George Rogers Clark, beliau adalah salah satu jendral dari tim ekspedisi Lewis & Clark yang menjelajah dunia “barat”.

Dari situ, kita balik ke mobil buat melanjutkan melihat2 TP gak pake kepanasan plus keringetan dan juga ke makamnya Colonel Sanders. Tahu dong teman2 siapa Colonel Sanders, empunya Kentucky Fried Chicken.

TP Cave Hill ini karena sudah berumur, 175 tahun! lumayan rimbun, saya sempat ngaso di bawah pohon rindang.

Waktu saya di Jakarta, saya cuma pernah datang ke TP Karet, TP Pahlawan Kalibata dan TP Pondok Rangon. Dan semuanya di bagian pemakaman Islam gitu. Jadi saya tahunya penataan kuburan cara Islam ya, yang notabene gak pakai nisan atau monumen besar2.

Di TP Cave Hill ini ya banyak monumen , patung2, tanda salib dimana2. Ada sik beberapa seksi yang nisannya seragam gitu dan gak gede2 amat.

Memang kalau saya perhatikan tempat pemakaman ala barat lebih monumental? Beda vibe gitu.

Selain foto2 saya disini, teman2 juga bisa Google Cave Hill cemetery untuk bisa lihat2 foto2 lebih banyak.

Terima kasih ya sudah dibaca tulisanku!

Sampai lain kali!

Tumben Kamu Masak?

Halo pembaca!

Cerita saya kali ini masalah sehari2 saja ya. Mudah2an tetap bisa menarik dibaca.

Baru2 ini ada yang nyeletuk gara2 saya “tiba2” suibuk majang foto2 makanan yang saya masak di IG. Koq tumben rajin masak? Gitu konon komentar ybs….yang lanjut merembet ke hal2 pribadi saya yang jelas2 bukan urusan si penanya…

Saya jadi geli sendiri dengar komentar seperti itu. Lah, gimana gak geli?

Begini lhooo………

Sejak Desember 2021, saya kan benar2 hidup seorang diri yang artinya saya sepenuhnya menggantungkan diri saya dengan penghasilan saya sendiri.

Mungkin menurut banyak teman2 hal ini biasa banget ya, tapi buat saya ini benar2 pertama kalinya.

Dari sekian banyak tetek bengek yang harus saya belajar lagi, salah satunya adalah mikirin belanjaan dan masak untuk makan sehari2.

Pertama2, saya sempat belanja kebanyakan, yang ada saya jadi banyak membuang makanan. Ini memang saya perhatikan kebiasaan saya pas masih hidup bareng2 pasangan dan anak.

Buang makanan berarti buang2 $$ dong? Gila mana bisa saya hari gini buang2 $??!

Akhirnya saya tetapkan untuk sebisa mungkin masak dengan menggunakan apa yang tersedia di kulkas dan lemari dapur.

Yang jelas ada bahan2 makanan yang selalu tersedia di dapur:

Nasi, macam2 mi : dari mulai bihun, Indomie, spaghetti, pasta, mi kuning, mi putih, mi udon, ikan kalengan, jamur kering, kaldu ayam di kaleng

Di kulkas:

Telur, tahu, sayuran beku :jagung, kacang polong, wortel, ikan beku separti salmon atau ikan putih atau udang beku atau udang yang sudah dimasak tinggal dipanaskan

Sebulan sekali saya ke Costco beli ayam 6 bungkus yang satu bungkus isinya 5 ayam, bisa paha bawah, paha atas, sayap, dada. Saya biasanya beli paha atau sayap.

Saus2 dasar:

Kecap asin, kecap manis, saus tiram, sambel oelek, garam, merica, bubuk kacang buat bikin saos kacang buat makan sate, gado2, ketoprak

Bumbu2 dapur : bawang putih (buah atau bubuk), bawang merah atau bawang bombay, jahe (segar dan bubuk), madu

Itu yang paling minimal deh yang saya punya. Ibaratnya kalau keuangan pas menipis, saya tetap bisa masak sesuatu: nasi dan telur dadar, mie ayam goreng pakai tahu, nasi goreng.

Saya juga bersyukur deh jadi orang Indonesia, yang terbiasa makan tumis2 an, nasi, ceplok telor bisa kenyang!

Setelah berkali2 gagal menahan diri buat pesan makanan luar dan belanja kebanyakan, saya akhir2 ini lebih bisa kontrol diri untuk masak apa adanya.

Untungnya juga sejak saya pindah ke Amrik, saya banyak belajar resep2 masakan dari negara2 Asia lain dari situ yang namanya Blok Kari Jepang, sambal fementasi Korea (Gochujang), kari merah Thai, miso menjadi bahan sehari2 di dapur saya.

Saya juga belajar menyederhanakan masakan. Kalau ada bumbu yang saya gak punya, saya cuek aja, improvisasi, gak ngotot harus pakai bumbu lengkap dari A sampai Z.

Dan saya juga gak malu memakai bumbu jadi, meskipun saya gak selalu pakai. Yang penting masakan saya enak dimakan!

Ini beberapa makanan yang sehari2 saya masak

Tumis wortel, tahu, bokchoy, nasi da krupuk, warteg banget gak sikkkk

Tengok kulkas. Ada apa ya? Sisa toge, tahu satu blok, mi putih, tahu, bubuk kacang? Bikin ketoprak kali……

Ketoprak, gak nyangka kan jajanan jadi makan utama

Eh ada kacang panjang, sisa kol putih, bubuk kacang tinggal seumprit, ya sudah direbus saja dan bikin bumbu kacang….

Kacang panjang dan kol rebus, plus timun disiram bumbu kacang, jadi makanan juga koq!

Pas rumpi2 sama teman2 kantor, ada yang nyebut kari Jepang sebagai makanan favorit, jadilah makan siang saya hari itu

Cemplungin wortel. Kol putih di kari Jepang, panasin udang goreng tepung
Ada stok salmon di lemari pendingin, yuk bikin!
Mi Goreng saja buat makan siang ya gak apa2 juga

Kadang anak saya suka ngeledekin. Mom kapan terakhir makan daging? Ha..ha..ha..saya ketawa saja.

Kadang ide masak saya selain tengok kulkas lihat bahan2 yang ada, kadang saya dapat ide pas makan bareng. Contoh saya ada sisa kacang panjang yang harus saya masak secepatnya. Tadinya saya mau tumis pakai tahu, tapi keluar malas menggoreng si tahu…inget kemarin pas makan bareng2 di resto Thai ada yang pesan sup udang kari merah. Jadilah saya masak sup kari merah Thai pakai kacang panjang, wortel, tahu. Ada sayur, protein dan karbohidrat.

Kari merahnya pakai bumbu jadi, ringkes, cepat, enak!

Sup Kari Merah ala Thai

Saya juga paksakan beli sesuatu yang saya gak terlalu suka, selada contohnya. Saya cuma biasa makan selada di burger doang. Padahal gak suka burger?! Jadilah bikin ini

Selada bungkus tahu parut, kurang kenyang sik….harusnya pakai nasi euy…

Tapi ya kadang saya keluar deh malasnya, ya pesen makanan, atau makan di luar sama teman2 disini, tapi ya itu , gak bisa sering2 karena kenyataannya ya bisa bokek lah saya

Kadang juga belum tentu selera makanannya saya sreg atau pasti bikin kenyang.

Saya ingat perkataan almarhum ibu saya. Beliau bilang, kategori bisa masak itu bukan kamu bisa masak dengan semua bahan2 tersedia lengkap, tapi adalah saat kamu bisa memasak makanan dengan bahan2 terbatas tapi ‘jadi’.

Sepertinya sik saya sudah masuk kategori itu ya?

Jadi kesimpulannya…..Saya itu tetep gak suka masak. Buat saya masak itu kebutuhan sehari2 saja. Maunya sik punya bibi yang masakin..apa daya hidup di Amrik sebagai rakyat jelata 🥰

Saya sibuk foto2 makanan, karena saya mau nulis blog ini…..

Koq bisa yaaa ada orang segitu KEPO nya??

Ha..ha..haa..semoga tulisan saya bikin pembaca senyum2 dan terinspirasi dikit…

Sampai lain kali!

Cihuy Menang Kontes! Cerita Derby 2023

Minggu ini, 29 April adalah minggu Derby, yang notabene acara tahunan di Louisville. 

Boleh dibilang , minggu Derby itu minggu pestanya sosialita Louisville deh. Benar2 waktu yang tepat buat kita dandan seheboh-hebohnya, sekeren-kerennya.

Derby sendiri identik dengan acara balapan kuda, yang kalau di Louisville itu balapannya di arena balapan kuda Churchill Down (untuk selanjutnya saya singkat CD ya)

Saya sendiri belum pernah ke hari Derby nya sendiri, tapi sempat dua atau tiga kali ke Churchill Down , pertama buat ngeceng doang, kedua beneran nonton balapan kudanya

Biasanya orang2 sini mulai heboh ke CD mulai hari pembukaan yang tahun ini jatuh tanggal 29 April.

Tapi kalau mau lihat awal kehebohan penduduk Louisville bergaya itu mulai di hari Kamis, atau disini istilahnya Thurby, Thursday on Derby week.

Wanita2 cantik bersliweran dengan baju bernuansa merah jambu, baju maksi motif bunga2 an, renda2, ruffles dan…yang paling penting: topi-topi cantik.

Topi2 ini loh yang memang saya peribadi juga demen. Habis memang cantik2.

Tahun lalu saya sempat datang ke Thurby, cuma pakai tiket general admission, yang waktu itu saya cuma bayar $15 saja. Tiket tipe ini ibaratnya cuma tiket masuk doang, gak dapat tempat duduk.

Tapi ya…buat saya yang cuma senang wara wiri, potret sana potret sini, lihat balapan sekilas,  tiket GA ini mah gak rugi, apalagi kalau cuaca cerah.

Saya bisa jalan ke sana ke mari, kadang bisa lihat si kuda dari jarak cukup dekat, gak usah mikir harus balik ke tempat duduk terus, bisa ganti suasana lah

Tahun ini saya gak ikutan jadi sosialita, secara pas hari Kamis, jam 12 ada pelatihan lah, jam 2 ada rapat sama pihak luar yang jarang2 bisa kesampaian, duh riweh deh. Secara balapan kuda terakhir di CD cuma sampai jam 6 PM.

Terpaksalah saya batalkan pergi ke CD bareng teman2, padahal sudah beli tiket juga…😖

Dan juga saya sudah bikin dan beli topi Fascinator baru . Ya mau gimana lagi.  Nasib.  

Cuma kebetulan di tempat kerja ada kontes lucu-lucuan dan permainan online.

Karena tahun in, Thurby jatuhnya tanggal 4 Mei, tempat kerja mengadakan kontes kostum bertemakan Derby dan Star Wars . (MAY THE 4TH BE WITH YOU)

Pegawai boleh masukkan foto bertemakan Star Wars, Derby atau kombinasi keduanya. Pemenang masing2 kategori dapat 1 hari libur atau 1/2 hari libur.

Saya pikir2,  ih daripada topi Fascinator gak terpakai kan?

Jadilah pagi2 saya dandan…ngaduk2 lemari pakaian buat lihat pakai baju apa ya. Dandan komplit deh.

Tada. Selesai dandan, saya sempat mikir, tema Star Wars apa gitu ya? Secara saya gak demen Star Wars. Tapi kesempatan menang buat Derby DAN Star Wars lebih besar kali…secara 2 kombinasi ini kan gak lazim?

Pas mau foto gitu, eh saya lihat si boneka Baby Yoda di pojokan. “Eh, baby Yoda dari Star Wars kan?

Jadilah saya ambil si Yoda buat ikutan berpose

Setelah sekian banyak foto selfie dibantu dengan bangku, selft timer dan phone holder , saya masukkan foto saya.

Waktu saya masukkan foto, cuma ada beberapa peserta yang sudah masukkan foto mereka. Kebanyakan bertema Derby.

Salah satu teman kerja sempat nyeletuk waktu dia lihat foto saya di FB.

Kata dia “Perasaan saya denger nama kamu disebut. Tapi aku gak yakin.”

Eh…benar juga ternyata saya salah satu pemenang. Pemilihan pemenang berdasarkan masukan suara (voting) – saya kurang tahu juga siapa yang vote?

Saya dan satu pegawai lain dapat suara sama banyaknya. Jadi kami berdua sama2 menang kategori Derby dan Star Wars dan dapat jatah libur tambahan 1/2 hari.

Seru juga ih . Gak sia2 dandan pagi2, jepret2 selama 15 menitan.

Sampai ketemu tahun depan!

Lulus Sekolah!

Hari ini, Selasa 25 April 2023, saya menghadiri acara kelulusan salah satu teman Indo disini, dimana dia resmi selesai sekolah menjadi Licensed Nurse Practitioner (LPN)

Teman kita ini Gen-X loh ya, dan dia sekolah lagi sembari kerja juga. Dia sekolah hampir tiap hari sampai jam 10 malam, terus akhir pekan disini clinical seharian.

Terus terang saya mah gak sanggup deh, menjalani kerja dan sekolah lagi umur segini. Wong kadang konsentrasi kerjaan saja sudah susah?!

Teman2 Indonesia lainnya disini boleh dibilang jadi ‘saksi’ perjuangan teman kita saat sekolah. Sering kalau kita ajak kongkow2, temen kita jawab “Gak bisa, g harus belajar”, atau “Gak bisa g clinical”, “Gak bisa g ada kelas”.

Saya cuma bisa geleng2 kepala deh. Gile, kuat banget ya mental dan fisik teman kita ini!

Bayangkan saja deh. Sekolah lagi pas umur sudah tidak muda lagi, kapasitas otak sudah gak seperti umur 20 an kan. Lalu ada kendala bahasa. Bahasa Inggris percakapan dan bahasa Inggris akademis beda loh! Kalau situ pikir “alah, yang penting bisa cas cis cus tho?, Salah bamget!

Belum lagi karena mata kuliah yang diambil dekat dengan ilmu kedokteran, berarti harus menghapal nama2 organ tubuh, penyakit…

Atau ada yang mikir “masa sih lulus saja susah?” Ihhh..coba situ yang sekolah lagi??!

Terus masalah bayaran kuliah yang tidak murah. Biaya Satu kelas itu = harga tas merek loh. Kelas ya dapat ilmu bermanfaat, beli tas dapat gengsi di IG.

Nah hari ini, semua “siksaan” sudah lewat!

Hari ini teman kita dapat diploma!

Saya pribadi lebih kagum sama hal2 seperti ini ya (lulus sekolah, promosi kerjaan, penghargaan di tempat kerja) dibanding hal2 material (lihat saya punya tas merek terkenal/mobil mahal loh)

Lebih bermutu gitu.

Ini sekilas foto2 kita pas di acara kelulusan

Bangga gak sik punya teman seperti Ibu LQ ini??!

Mudah2an teman2 pembaca ikutan bangga ya dan termotivasi buat seperti teman kita ini!!

Kopi di Cangkir

Menurut saya, menyeruput kopi atau teh dari cangkir itu “sesuatu” banget. Ada kenikmatan sendiri, ada kepuasan yang berbeda.

Belum lagi pas kita menyendokkan gula, atau susu dan mengaduk dengan sendok metal. Suara benturan sendok dengan cangkir koq merdu rasanya.

Dulu pas tinggal di Indonesia, saya dan almarhum ibu hobi ngopi di Oh La La, order cappuccino dan croissant isi ayam.

Teman2 bingung kali ya. Masak sik cuma minum dari cangkir saja segitu “berjiwa” banget?

Mungkin teman2 tidak terlalu ngeh karena ya memang kalau di Indonesia, tempat2 ngopi, kebanyakan disajikan pakai cangkir ya , jadi ya biasa saja.

Nah di Amerika, yang namanya warung kopi, mayoritas kopi dan teh disajikan pakai….gelas kertas atau ya gelas plastik.

Maklum dari segi biaya kan mengurangi biaya cuci piring, listrik, air, resiko pecah, resiko pembeli luka dan ribet deh.

Jadi saya kalau ke tempat ngopi disini tuh kurang menikmati gitu. Maunya kan duduk2, sambil ngeliatin orang2 sliweran, mencium bau kopi atau teh dari cangkir yang bukaannya jelas lebih lebar daripada bukaan gelas kertas deh.

Nah..hari ini, saya dan teman2 kongkow ke tempat kopi baru di kota. Haraz Coffee namanya. Ini kopi franchise juga, tapi based dari negara Yemen.

Dari lihat dekornya saja , saya sudah kesengsem. Keren. Unik. Beda.

Lihat cemilan2nya, tambah saya terpesona, karena cemilan2nya bervariasi banget, gak cuma bagel, donut, scone, cookie.

Lihat jenis2 kopinya pun, keingintahuan saya tergelitik. Karena mereka menawarkan tipe minuman yang lebih etnik lah istilahnya

Saya pesan Saffron Latte, yang isinya 2 shot espresso, saffron dan madu.

Pas mereka bawaan kopi2 pesanan kita, ,wuiih…saya langsung kesengsem …

Saffron Latte dan Croissant ayam keju
Kopi Turki
Chai dan croissant almon
Kunafa cheese cake

Pakai nampan, cangkir besar, piring keramik dan sendok pisau metal….

Teman saya yang pesan topi Turki, disajikan komplit dengan teko dan cangkir ala2 .

Beneran loh….vibe nya beda deh sama minum dari gelas kertas. Dan juga sepertinya karena ini base nya dari Yemen, gaya mereka juga beda ya dengan gaya Amerika.

Kongkow Kopi

Kalau saya pribadi, lebih suka ke konsep warung kopi seperti ini. Yang nyaman, relaxing, chic, gak terlalu business like grab n go.

Kesimpulannya tempat kopi ini ahuy banget. Besok2 saya dan teman2 mau ke sini lagi !

Beberes Rumah

Hari ini saya minta libur dari kerja di toko. Pengen santai saja gitu pas hari Sabtu. Dari hari Senin sampai Jumat bangun pagi buat kerja, sekali2 pengen bersantai ria

Cuaca sudah mulai dingin, maklum deh sudah bulan Oktober, semalam ada peringatan kalau Sabtu pagi suhu akan jatuh ke bawah 0°C.

Ya sudah mumpung ada waktu, saya niatin mau ubah tataan ruang biar tanaman2 saya di teras bisa masuk ke dalam rumah

Beginilah hasil sebelum dan sesudah

Ruang TV dan Sofa

Ruang TV dan sofa yang tadinya menghadap ke pintu teras, saya ubah jadi menghadap dinding yang tanpa bukaan. Jarak TV dan sofa memang jadi lebih dekat, tapi tetap nyaman.

Pojokan Sepeda
Jadi dinding penuh tanaman

Di musim semi/panas, sepeda sengaja saya twruh menghadap ke pintu teras, biar ngeliat ke luar. Tapi dinding ini satu2nya dinding di apartemen saya yang kena sinar matahari. Jadi tanaman2 saya harus di dinding ini.

Tempat Olah Raga / Ngaso
Jadi tempat sepeda

Jadi sepeda saya pindahkam ke sisi yang sama dengan TV. Sengaja saya tempatkan sepeda dekat dengan TV biar saya bisa sepedaan sambil nonton TV atau pasang App fitness di TV.

Trus meja dengan pernak pernik dikemanain dong. Meja berikut karpet tutul2 saya pindahkan ke dekat dinding sebelah ruang kerja saya. Mudah2 an bisa bikin kaki agak2 hangat kan..

Ruang kerja
Ruang kerja, beda di karpet dan meja di kiri

Eng ing eng…

Seperti inilah tampak ruang TV saya dari arah dapur

Tempat saya tinggal itu kalau di Indo rumahtipe 75 meter persegi. Kalau buat saya sih cukup2 saja ya, gak repot bersihin, dan beberes.

Untuk mindah2 an barang, berikut ngepel, bersihin debu saya selesaikan 4 jam.

Kalau menurut kalian mending punya rumah kecil atau rumah gede?