cerita saya

Patah Hati

Saya mau cerita kalau saya baru-baru ini remuk hatinya. Ceile….boleh ya curhat disini..

Berbeda saat saya putuskan untuk meninggalkan pasangan nikah saya di tahun 2021, di mana saya merasa bebas, girang dan gak ada ketakutan (lagi), patah hati kali ini meninggalkan saya jadi remuk redam.

Ibaratnya ni, saya seperti didorong dari tebing yang sangat terjal dengan tiba-tiba. Hati saya? Ya  berkeping-keping rasanya. 💔💔💔💔💔

Sebetulnya agak aneh sik, karena boleh dibilang saya gak cinta sama dia. Apakah karena kami sudah berhubungan lebih dari 3 tahun ya?Yang boleh dibilang cukup lama juga kan. ? Kayaknya sik bukan karena itu juga?.

Tapi karena saya merasa dikhianati. Duh, pemilihan kata-katanya dalam banget yak? Dia bukan menyeleweng dengan perempuan lain. Apa ya…saya koq merasa dikibuli emosi.

Jadi selama ini saya merasa kami baik-baik saja, tapi ternyata enggak? Lah? Kenapa gak dibicarakan dari dulu-dulu? Kenapa tiba-tiba meledak gak karuan begini? Bingung dan bengonglah saya.

Intinya dari kejadian patah hati ini saya belajar tentang konsep ‘orang baik vs orang gak baik’

Orang baik itu gak akan menyalahkan reaksi kita saat kita kasih tahu mereka kalau kita sedih/terluka karena tindakan mereka

Sementara orang gak baik akan menyalahkan reaksi kita, emosi kita saat kita kasih tahu mereka kalau kita sedih/ terluka karena tindakan mereka

Saat ini saya masih memunguti kepingan-kepingan hati yang berceceran. Saya jujur gak tahu kapan saya bisa percaya lagi sama seseorang. Gak tahu kapan saya akan bisa membuka hati saya lagi. Mungkin gak akan pernah lagi?

Ada rasa ketakutan tentang masa depan. Entah kenapa?Jelas ada rasa kehilangan yang sangat.

Saat ini saya ‘tahu’ dan ngerti banget akar permasalahan dan kenapa shit happened, tapi entah kenapa koq saya masih sedih berlarut-larut?

Lama amat sik. Kadang saya suka marah dengan diri saya sendiri. Ngapain sik kamu masih mikirin orang gak baik? Kan?

Padahal sudah sejuta utasan IG saya temui untuk bantu saya move on.

Ternyata patah hati di usia paruh baya itu sakit Rek! Lebih sakit daripada pas kita-kita masih muda dan bloon, eh, lugu maksudnya.

Ya pembaca coba tolong kirim kata-kata arif atau lelucon konyol buat menghibur saya, biar gak lama-lama jadi zombie…

Daur Ulang

Dulu sebelum saya pindah ke Amrik, saya pikir, ini negara maju pisanlah. Salah satunya dalam hal mengelola sampah. Saya pikir pastilah program daur ulang di Amrik canggih.

Canggih dalam arti sampah2 diharuskan untuk dibuat terpisah, ada tempat sampah masing-masing : yang organik, plastik, kertas, kaca, batere. Lalu juga masyarakat dibiasakan memisahkan sampah2 mereka, lokasi daur ulang ada di mana-mana.

Waktu saya tinggal di kota lumayan besar di negara bagian Ohio, ada rekan kerja yang cerita, kalau dia rajin mengumpulkan sampah kaleng. Karena dari sampah2 kalengan/logam ini, dia bisa bawa ke tempat daur ulang dekat dia tinggal, dan dapat uang, yang lumayan bisa dibelikan bensin.

Wah lumayan banget dong?

Nah waktu saya pindah ke kota tempat saya tinggal sekarang, saya cari-carilah tempat daur ulang sejenis. Memang ketemu, ada yang lumayan dekat dengan tempat tinggal saya. Semangat dong?

Waktu itu saya masih tinggal dengan suami yang suka minum. Jadi yang namanya kaleng2 bir, ya banyak banget. Jadilah saya bawa ke tempat Daru ulang. Halagh! Sebanyak2nya saya bawa material logam, saya ingat, yang tertinggi yang saya dapat itu cuma $7.

Duh. Pedih amat, sementara 6 kaleng bir ya harganya sama , segitu juga. Gak balik modal banget dong ya? Jangankan beli bensin.

Dah dari situ, saya baru ngeh, jadi ternyata program daur ulang itu gak semua dijalankan pemerintah setempat. Negara bagian seperti CA, NY, lebih banyak program daur ulangnya.

Sementara di kota saya, yang namanya pembuangan daur ulang makin lama makin sedikit lokasinya. Dulu ada 3 lokasi di area kode pos saya +/- 5 mil, satu lokasi malah ada asisten yang bantu penduduk unloading, sekarang cuma ada 1.

Dan juga, si sampah itu gak dipisah-pisah loh. Asli wis saya bingung. Jadi tempat daur ulang disini ya cuma kotak-kotak sampah raksasa , di mana penduduk bisa buang karton, plastik, kaca, kertas.

Asli tiap kali saya ke lokasi, saya koq miris, ini nanti siapa gitu yang akan memilah-pilah?

Dengar-dengar juga, banyak program daur ulang itu cuma cuap-cuap doang. Kampanye lah. Green Washing istilah disini.

Maksudnya? Ya sampah2 gak di daur ulang. Jatuh-jatuhnya ke tempat pembuangan sampah biasa. Bingung kan?

Kota saya sendiri sediakan tempat sampah khusus daur ulang, yang sama Pemda diambilnya beda hari dengan sampah biasa. Tapi ya itu, tetap gak dipilah-pilah.

Saya pribadi tetap coba memilah sampah sik, antara sampah organik dan sampah non organik. Idealnya sampah organik mau dijadikan kompos, tapi berhubung tinggal di apartemen, ya gak ada terlalu maksimal fungsinya.

Di dekat tempat saya tinggal ada supermarket yang sediakan tiga tempat sampah berbeda untuk pengunjung nya : foam, kantong-kantong plastik dan kertas.

Saya ya usahakan kalau ada sampah plastik bawa ke situ. Kalau kertas, saya bawa ke tempat kerja untuk di shred. Masalah apa benar didaur ulang..nah itu gak tahu deh……

Hidup Sendiri Itu

Ternyata enak sekali!

Saya gak pernah mengira kalau ternyata, saya jadinya lebih milih hidup sendiri dibandingkan dengan hidup bersama seseorang.

Dan ternyata saya gak sendiri! Saya ketemu banyak utasan-utasan di IG yang berbagi sentimen yang serupa dengan saya.

Yang jelas saya merasa sangat bebas untuk mendekorasi tempat saya sesuka hati. Karena ternyata yang saya alami setelah dua kali hidup bersama seseorang, meskipun mereka bilang ‘Do whatever you like’ itu ternyata….bohong. Dalam arti mereka sebetulnya gak suka pilihan dekorasi kita dan itu lama-lama ya akan jadi resentment.

Hal lain yang saya sukai adalah saya bisa seenak dewe mau ngapain. Gak mau beberes? Ya gak apa2, gak ada yang marah. Gak ada yang rolling eyes. Berantakan pun ya berantakan karena saya seorang, bukan karena orang lain. Gak perlu marah dengan orang lain kalau ada jaket di lantai, cucian piring gak langsung dicuci.

Saya bukan tipe yang HARUS BERBERSIH saat itu juga, dan juga bukan tipe yang teratur. Tapi ya gak apa2, karena berantakan di tempat saya ya berantakan ya saya. Yang saya bisa toleransi. Saya tetap berbersih, karena saya juga bukan tipe yang bisa cuek lama-lama lihat cucian numpuk segunung, atau lihat lantai kotor. Ya pasti saya akan ngepel, nyapu, gosok-gosok bak mandi, dapur, kulkas dan lain lain.

Apalagi yang namanya masalah berbagi kamar tidur dan kamar mandi. 1000000% pilih sendiri! Betapa bahagianya saya, tidur di kasur ukuran Queen gak harus mepet2 (kecuali sama anjing saya), gak harus denger orang lain ngorok, gak harus ngungsi saat saya ngorok terlalu kencang, atau pas saya restless terbangun jam 4 pagi karena gejala perimenapos.

Kamar mandi? Bodo amat, makeup ini itu di sekitar sink, nanti juga saya akan bereskan. Itu 🚽saya gak perlu ‘geli’ bersihin 💩, wong yang pakai kan cuma saya sendiri. Gak perlu kegelian ada bekas cukuran jenggot misalnya. Atau bercak-bercak di cermin, ya saya langsung lap secepatnya.

Honestly it’s glorious.

Kepikiran misalnya saya harus tinggal sama orang lain lagi terus terang membuat saya mengernyitkan dahi. Ewww…ogah banget.

Kalau tho saya misalnya punya pasangan lagi, saya lebih pilih konsep together separately.

Aneh? Ternyata gak!? Banyak perempuan2 yang sepemikiran dengan saya.

Dan juga ternyata saya betah di apartmen saya.

Yang ada saya kayak utasan ini

Duit. Duit. Dimanakah Kamu?

Wuih, saya hari ini berasa jadi orang dewasa sekali.

Dengan “gagah” pergi ke penyedia internet baru untuk mulai berlangganan. Beberapa tahun lalu saya sudah pernah tanya2.  Saat itu harganya cuma beda $10 kalau gak salah dengan harga yang saya bayar dengan operator.  Pikir saya, lha cuma beda $10.

Minggu ini saya lihat tagihan internet.. lha..dinaikkin lagi??!! Total jadi $100/bulan.

Sementara saya juga gak akan kerja dari rumah lagi, jadi internet paling dipakai malam hari saja.

Makanya saya bulatkan tekad untuk pindah operator.

Phew! Dengan operator baru, tagihan saya $50/bulan untuk 5 tahun. Sementara dengan operator sekarang saya bayar $100/bulan dan cenderung akan naik terus tiap bulannya. (Minimal tiap tahun)

Jadi saya irit $50×12×5 = $3000 untuk 5 tahun le depan!

Setelah buanyak pengeluaran, keberhasilan mengirit berasa legaaa banget!

Ini masih mutar otak buat cari $ tambahan untuk menutup pengeluaran2 sejak November 2025 yang saya cerita sebelumnya.

Saya juga minta tempat kerja kedua untuk menambah jadwal saya kerja 2.5 jam hingga akgir bulan April ini. Dari sini saya akan terima extra $400.

Bulan  lalu saya dapat promosi buka rekening di bank  A, kalau saya pindahkan gaji  total $2000/bulan, dapat bonus $450. Barusan saya cek, gaji saya sudah masuk ke rekening baru ini, setengah selesai.

Kalau saya bisa deposit $15K, mereka akan kasih bonus  tambahan $400. Mudah2an kedua bonus bisa saya dapatkan.

Gilaaa yaaa . Beginilah hidup di Amrik seorang diri. ❤️❤️❤️

Prakarya Bulan Februari

Halo pembaca!

Coba tebak si Ibu FOMO (Fear Of Missing Out) ikutan apa lagi bulan Februari ini?

Latihan otak kali ini , saya ikutan kelas bikin gantungan pot macrame.
Kenapa pilih kelas ini?

Karena memang saya sendiri sudah punya beberapa gantungan pot macrame yang saya pajang di pojokan tenang saya saat musim dingin, saya memang suka dengan gantungan pot ini.

Nah, kenapa juga gak sekalian ‘tahu’ gimana sik proses membuatnya?

Jadi kelas ini diadakan di toko tanaman Mahonia yang juga baru pindah lokasi dari pusat kota ke bagian timur kota yang notabene lebih dekat dengan tempat tinggal saya.

Harga kelas ini $52 , rata-rata harga kelas2 seni disini memang berkisaran di harga segitu sik. Durasinya biasanya 2 jam an. Kebetulan juga jadwal kelasnya di hari Minggu, di mana saya libur, jadi seneng banget lah ada kegiatan asah otak.

Ada 4 peserta total dan satu pengarah. Si gantungan macrame digantung di struktur yang seperti rak jaket gitu, kreatif juga memakai gantungan jaket jadi buat kegiatan seperti ini.

Ada total 16 tali yang panjangnya kira-kira 2 meter ya. Pertama-tama kita ambil 4 tali, dan dari 4 tali ini kita mulai membuat knot, jumlah knot nya 10. Setelah selesai 10 knot, kita ambil 4 tali berikutnya, buat 10 knot sampai semua tali terangkai dengan jumlah yang sama.

Setelah itu, ambil jarak kira-kira 8 inci ke bawah, mulai rangkaian baru. Setelah selesai 4 rangkaian, ambil jarak 4 inci ke bawah lagi, kali ini cukup buat satu knot. Di sini kita akan membuat ruang untuk meletakkan pot yang bersangkutan.

Dari tali yang terikat dengan 1 knot tadi, kita lalu akan menyambung semua tali menjadi satu kesatuan, tidak lagi, terpisah empat bagian. Kita sambunglah tali yang satu ke samping ke tali lainnya, juga cukup dengan 1 knot.

Setelah selesai semua tali tersambung, instruktur melilit bagian bawah tali-tali, tandanya gantungan kita selesai!

Peserta juga di kasih satu pot keramik untuk gantungan ini.

Seru gak?

Saya sih senang ya. Pertama , karena saya gak pernah belajar macam-macam jenis ikatan (knot) , kedua ya karena saya punya rumah baru untuk tanaman saya di musim semi besok!

Selain mengasah otak dengan hal baru, saya juga mendapat barang yang pastinya akan saya pakai!

1 Februari 2026

Sudah masuk bulan kedua di tahun 2026 ni, apa kabar teman2 semua?

Sebetulnya saya banyak cerita, cuma belum ada si mood. Sabar ya, mudah2 an nanti saya bisa cerita ramai lagi.

Saya gak tahu ni, apa teman2 tahu.
Buat saya, menulis adalah bagian dari coping mechanism saya baik itu saat saya sedang sedih, bahagia, putus asa atau senang.

Dengan menulis saya ibaratnya mencurahkan perasaan dengan cara aman? At least saya pikir aman? Ha…ha…ha ternyata ada yang menuduh kalau saya cari click bait, likes & engagement.

Anyway,

Tulisan kali ini saya cuma mau cerita kalau saya sungguh sedang kewalahan akan pengeluaran2 besar yang lumayan bertubi2.

Awalnya di bulan November 2025, beli mesin cuci dan mesin pengering baju, habis $750

Lalu di bulan Desember 2025, anjing saya makan brownies coklat, saya harus bawa ke rumah sakit darurat, habis $1,000.

Masih di bulan Desember 2025, saya ganti 2 ban mobil yang sudah menipis tread nya, keluar $380

Eh bulan Januari, telpon saya jatuh ke toilet, rusak. Harus beli telpon baru, keluar $450

Dan sekarang……kayaknya saya salah makan sesuatu yang keras, yang ada gigi palsu saya goyah…hadweh…..kayaknya bisa kena $2000 ini…

Gileeee….apa saya harus buka Go Fund Me yak??

Psikologi

Kalau saya boleh milih jurusan pas kuliah ni….saya sebetulnya tertarik sekali dengan psikologi.

Tepatnya ke masalah mental, kejiwaan seseorang dimana kepribadian seseorang terbentuk.

Saya suka mikir, eh kalau tiap bayi dikasih chip yan merekam kejadian yang dialami hingga mereka mencapai usia 18 tahun, bisa kali kita cari akar permasalahan seseorang?

Tapi apa daya, emak saya tipe emak Asia yang “kalau bukan insinyur bukan anak saya”, jadi ya saya masuk jurusan teknik Sipil. Asli berasa banget dungunya!

Tapi ya namanya jaman itu ya..mana bisa membangkang sama ortu, meskipun saya ada jiwa ngeyelnya tapi kalau yang namanya masalah sekolah, saya nurut deh

Nah, karena saya banyak mengalami masalah2 emosi, depresi, kesedihan berlarut-larut, kegagalan hubungan, saya kan jadi pakai jasa terapi, kembalilah saya ke kesenangan saya pas muda, ilmu psikologi.

Hal yang saya baru2 ini sangat tertarik adalah masalah wounded inner child.

Buat saya masalah ini menarik banget buat memahami pamdangan orang lain atau alasan kenapa seseorang berbuat sesuatu.

Konon dari yang saya baca dari isu wounded child berlanjut ke tipe attachment kita. Saya juga lagi baca audiobook buat lebih memahami dua topik ini dan ya lebih memahami diri sendiri juga sik.

Maklum ternyata saya bawaan oroknya itu self aware banget. Ada bagusnya ada enggaknya. Ini mah cerita  buat di tulisan berikutnya kalo ya?!🤭

Dan thank God akan teknologi cookie yang memantau kesukaan saya,  saya nemu reel ini , yang sebetulnya iklan dari app kesehatan mental.

Gak cukup saya repost, saya sampai screenshot satu satu. Kenapa gitu? Karena utasan ini berasa banget dengan apa yang saya sedang rasakan dan coba mengerti saat ini

Ya jujur koq saya akui saya wounded. Boleh dibilang ya kita semua atau minimal sebagian besar dari kita itu  terluka ya?

Ya gak apa2, bukan berarti kita gagal sebagai individu koq

Berarti kita manusia. Dan kita bisa koq menyembuhkan luka hati ini

Dan luka hati ini dialami baik perempuan maupun laki2 ya.

Tapi…tapi…luka hati bisa disembuhkan kalau kita sadar kita punya luka. Dan ada keinginan kuat untuk menyembuhkan.

Dari yang saya baca2, sebagian besar dari kita gak sadar akan luka hati ini.  Kita lebih pilih untuk berpura-pura gak pernah terluka. Lebih pilih untuk mengacuhkan. Yang paling “parah” sebagian besar dari kita lebih pilih untuk……menyalahkan pihak lain.😭

Yang terakhir itu yang paling menyesakkan deh.  Karena saat kita PILIH untuk menyalahkan orang lain, bukan hanya kita mengacuhkan luka kita sendiri, tapi kita juga menambah / menguak luka lama seseorang.

Yuk. Berhenti menyakiti diri sendiri dan orang lain.

Belajar mindful, awareness jelas gak gampang.

Seperti juga IQ kecerdasan, IQ emosional mungkin juga gak semua orang akan setingkat “dewa” ya.

Tapi ni…kalau saya bilang sik, bedanya dengan IQ kecerdasan yang bisa MeNToQ, tingkat intelejensia emosional bisa lebih ditinggikan levelnya?

Eh sok tahu deh.

Kalau saya pribadi sik mau ya jadi orang dengan tingkat IQ emosi tinggi.

15 Tahun Bekerja

Jadi….kalau kita kerja di Amrik, banyak perusahaan2, terutama perusahaan besar yang kasih hadiah ke karyawan mereka saat karyawan sudah mencapai rentang kerja tertentu : 1 , 3, 5, 10, 15, 20, 25  dan seterusnya

Mungkin di Indonesia juga seperti itu ya? Saya gak tahu karena pas saya tinggal di Indo, seingat saya saya belum pernah kerja di satu perusahaan lebih dari 1 tahun?

Nah, saya kan kerja di dua tempat ni. Dua2 tempat saya sudah kerja cukup lama, 10 tahun lebih

Bulan ini , saya tahu saya akan dapat hadiah dari tempat kerja kedua, karena sudah 15 tahun bekerja.

Dari dua tempat kerja, hadiah2 yang saya pilih  Ipod,  kamera outdoor , perapian portable.

Kali ini saya mau lebih hati2 milih hadiah karena itu Ipod sama kamera sama perapian itu agak gak terpakai?

Dari sekian banyak pilihan2 hadiah, saya akhirnya pilih set pisau

Karena selain merek si pisau lumayan bagus, pasti lebih berguna sehari2 buat saya. Memang betul saya sudah punya pisau, yang berarti saya bisa hibahkan ke anak saya tho? 🥰

Jurnal Pramenapouse

Badan agak berasa kurang enak. Saya pesan vitamin untuk saya ambil di Target. Sengaja saya pilih pick-up karena bisa irit waktu, tinggal ambil

Sampai di Target , ada satu mobil sudah di parkiran pick up gak berapa lama datang mobil lagi disebelah saya.

Saya sudah tandai kalau saya sudah di parkiran. Tunggu punya tunggu, petugas Target datang, layani mobil sebelah saya dan depan saya. Lha orderan saya kemana?

Tunggu lagi. Di App terlihat nota darti Target  Maaf Harus Menunggu. Akhirnya ada mobil baru datang. Petugas Target datang lagi, lagi2 saya hampir dicuekin. Untungnya saya panggil.

Halah ternyata ada kesalahan teknis. Orderan saya entah gimana hilang disisi mereka?

Tadinya saya mau marah2.  bitching. Tapi saya bilang ke diri saya sendiri. Bukan salah si petugas kan? Yang penting dia sudah ketemu order saya.

0-marah. 1- damai.❤️

Lanjut balik ke apartemen untuk kembali bekerja. Tiba2 ditengah-tengah bekerja, saya pengen nangis.

Entah apa karena saya memang sedang galau juga atau karena hormon atau kedua-duanya?

Thinking traps tiba2 memenuhi benak saya. Ini itu gak jelas. Saya tahan emosi ngawur hingga rapat mingguan dengan tim.

Setelah selesai rapat, saya bawa anjing saya jalan. 1 kilo. Cuma sekedar keliling 2 blok istilahnya. Tapi saya legowo

0-perasaan depresi 1-perasaan lega

530 an selesai kerja. Saya putuskan untuk membereskan dapur. Ah. Lega.

Hampir mau doom scrolling sambil nunggu webinar tentang investasi. Gak ah. Ambil 2 kotak Lego bunga yang sudah nangkring berbulan-bulan belum juga dibangun.

Sambil dengarkan webinar, sambil bangun Lego bunga.

0-nemumpulkan otak 1-mengasah otak.

Terasa sekali ada kepuasan di diri saya. Ketangkasan tangan saya terlatih sedikit. Pengetahuan bertambah sedkiti.

“Pelan2 ya sayang” bisik saya ke diri saya sendiri 

“Pelan2 kamu belajar mengatur tingkat intelensi emosi kamu supaya lebih baik”